image
Login / Sign Up

Harga Sawit Makin Parah, Bagaimana Kelanjutan Nasibnya?

Wayan Adhi Mahardika

Kaleidoskop 2018

Image

Buruh memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lahan perkebunan Merlung, Tanjungjabung Barat, Jambi, Minggu (29/10). Harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 27 Oktober sampai 2 November 2017 naik dari Rp1.476 per kilogram menjadi Rp1.511 per kilogram, sementara harga minyak sawit mentah (CPO) naik dari Rp7.923 per kilogram menjadi Rp8.049 per kilogram. | ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/pd/17.

AKURAT.CO Sudah bukan hal yang biasa lagi jika kita mendengar komoditas sawit sebagai penyumbang devisa terbesar di negeri ini. Menurut data BPS pada tahun 2017 industri sawit telah menyumbang devisa sebesar USD22,97 miliar atau setara dengan sekitar Rp332 triliun jika di hitung dengan kurs sekarang.  Ini menunjukan sawit merupakan nadi utama perekonomian Indonesia.

Tentu saja dengan devisa sebesar itu, petani sebagai roda penggeraknya sangat menikmati keuntungan bisnis ini. Menurut Data Statistik Perkebunan Indonesia tahun 2016, diperkirakan sekitar 16–20 juta orang mengandalkan penghidupan dari bisnis kelapa sawit ini dari Industri hulu ke hilir.

Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Namun pada tahun 2018  tempaknya harga komoditas  andalan pertanian Indonesia tersebut kelihatan sedang pincang. Komoditas  sawit kini anjlok dan buat  para petani sawit sangat  kewalahan. Bagaimana  tidak dari pertengahan tahun sampai akhir Desember 2018 sawit  anjlok melebihi Rp1000/kg. Tentunya dengan harga tersebut margin keuntungan petani akan terkikis besar, belum lagi dihitung biaya lain seperti pupuk, dan perawatan, dan kerugian panen. Petani benar-benar sangat berjuang untuk bertahan di tahun 2018.

baca juga:

Goncangan besar industry sawit Nasional

Ada beberapa penyebab kenapa harga sawit anjlok, mulai dari efek eksternal atau global, sawit Indonesia beberapa kali dituduh Eropa melakukan dumping, dan beberapa kampanye LSM internasional seperti Greenpeace yang menuduh sawit penyebab kerusakan lingkungan seperti deforestasi. Dari tuduhan itu Uni Eropa mempertimbangkan untuk melarang dan membatasi  sawit Indonesia masuk ke negaranya, sampai praktik sawit Indonesia dapat dinilai baik. Karena pembatasan maka terjadi penumpukan produksi dan sesuai hukum supply and demand, jika produksi terlalu banyak maka harga turun. Karena dampak ini, komoditas sawit  Indonesia terkena imbas, dan seluruh petani,  baik yang bermain di level besar maupun kecil, juga merasakan.

Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Untuk itu Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa sawit  Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono menegaskan, berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada perusahaan kelapa sawit bahwa mereka memproduksi minyak kotor adalah tidak benar. Mukti mengatakan, aksi sepihak LSM seperti  Greenpeace itu dapat mengancam 17 juta petani dan pekerja yang menggantungkan hidupnya dari sektor perkebunan kelapa sawit.

"Apakah mereka, para LSM asing berkedok penyelamat lingkungan itu sudah memikirkan nasib para petani sawit? Jika industri sawit mati, siapkah para LSM memberikan kesempatan kerja pengganti?" ujarnya kepada Akurat.co.

Dalam ranah domestik sendiri, perusahaan tidak mau membeli sawit sesuai ketentuan harga pemerintah. Namun masalah ini bukan sepenuhnya salah mereka, pasalnya Perusahaan kelapa sawit keberatan membeli sawit sesuai dengan harga ketetapan karena sulitnya mereka menjual minyak mentah kelapa sawit atau CPO, kata Mukti. Sehingga hal ini juga berimbas kepada hasil produksi pabrik CPO dan kapasitas tangki timbun di pabrik yang masih penuh.

Selain itu dari sisi pengepul atau RAM alasan mereka kenapa membeli sawit dengan harga murah, karena banyak petani yang panen tahun ini. Tetapi dari perusahaan juga persediannya masih penuh, sehingga daya tampung para pengepul melemah, dan akhirnya membeli sawit para petani ini dengan harga murah.

Pemerintah ambil tindakan preventif

Sawit yang bisa dikatakan nadi perekonomian dan penyumbang devisa bagi Indonesia, membuat  pemerintah tidak tinggal diam. Untuk mencegah harga sawit semakin anjlok,  Presiden Joko Widodo mengelurakan instrukit presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Inpres tersebut berisi penghentian sementara (moratorium) perluasan lahan dan evaluasi perkebunan sawit, Moratorium ini bertujuan, memberikan waktu untuk mengevaluasi dan menata kembali izin-izin perkebunan sawit dan meningkatkan produktivitas.

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) melihat kebijakan presiden tersebut sebagai salah satu harapan  yang dapat memberikan keuntungan riil untuk petani, karena memberi peluang agar petani swadaya mandiri memperoleh pemberdayaan dan mencegah over supply yang saat ini sedang terjadi.

“Kalau over supply terus terjadi, artinya income petani menjadi 0 persen. Jadi manfaat moratorium ini sangat positif dan memberi banyak manfaat bagi kami para petani sawit swadaya,” jelas Ketua Umum SPKS, Mansuetus Darto.

Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Selain itu pemerintah membuat  Kebijakan  pembebasan sementara pungutan ekspor sawit dari USD50/ton menjadi USD0/ton diharapkan dapat menstimulus industri untuk membeli sawit dengan harga yang lebih tinggi.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan dengan pemotongan tersebut seharusnya kebijakan pemerintah itu bisa membuat, pabrik-pabrik kelapa sawit (PKS) memberikan  insentif lebih besar untuk membeli tandan buah segar (TBS) hasil produksi petani swadaya.

"Karena harga cenderung turun bahkan di bawah biaya produksi CPO per kg, kita putuskan untuk menunda pungutan. Dengan itu kita harap perusahaan bisa beri insentif lebih besar kepada petani, setidaknya bisa membeli TBS, karena kemarin ada kecenderungan industri tidak mau beli TBS," kata Bambang.

Namun kendalanya saat ini banyak industri yang masih membeli di bawah harga ketentuan Surat Ketetapan Gubernur yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yaitu sekitar Rp1.200-1.400/kg. Pada praktiknya dari laporan Serikat Petani Kelapa Sawit, tengkulak sering sekali membeli dengan perbedaan harga yang sangat jauh yaitu sebesar harga Rp500/kg. Seharusnya harga riil pembelian TBS di tingkat petani saat ini adalah di kisaran Rp 1.100/kg untuk petani plasma dan Rp 600/kg untuk petani swadaya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Ingin Tukar Tambah Smartphone Kamu? Ikuti Trik Ini Biar Untung

Image

Ekonomi

IHSG Kembali ke Zona Nyaman Berkat Pemangkasan Suku Bunga

Image

Ekonomi

Penantian Investor pada Keputusan BI Lemahkan IHSG Berhari-hari

Image

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Regulasi 'Bendung' Barang Impor dari E-commerce

Image

Ekonomi

Jelang Keputusan Suku Bunga BI, IHSG Lemas

Image

News

Harga Cabai Tak Stabil di Lumbung Terbesar Kedua Negeri Ini

Image

Ekonomi

2025 India Akan Salip Perekonomian Inggris dan Jepang, Indonesia Kapan?

Image

Ekonomi

IHSG Masih Lesu, Tertekan Perundingan Dagang AS-China dan Defisit APBN

Image

Ekonomi

Libra Dicecar Ketidakpercayaan, Harga Bitcoin Langsung Terjun Bebas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pertamina Alihkan 10 Persen PI Mahakam ke Pemprov dan Pemkab

PHM selaku operator yang menguasai 100 persen WK Mahakam mengalihkan 10 persen PI ke pada MMPKM.

Image
Ekonomi

Ingin Tukar Tambah Smartphone Kamu? Ikuti Trik Ini Biar Untung

Simak tips tukar tambah smartphone biar harganya pas, aman dan tidak ribet

Image
Ekonomi

Pemerintah Dinilai Terlambat Lakukan Relaksasi Pajak Properti

Dengan adanya PPnBM dikenakan untuk properti di atas Rp10 miliar itu sebenarnya membuat sisi properti menjadi rata.

Image
Ekonomi

Atasi Kepadatan Ruang, Jakarta Harus Banyak Membangun Hunian Vertikal

Lembaga konsultan Jakarta Property Institute mendorong agar pemerintah DKI Jakarta membangun hunian ke atas atau vertikal.

Image
Ekonomi

Restoran Ini Gaet Konsumen dengan Adakan Kompetisi Layaknya Liga Sepakbola

Restoran Rempah Nusa Lippo Mall Puri Jakarta akan memberikan sebuah handphone Samsung Galaxy Note 9.

Image
Ekonomi

Perry Yakin Penurunan Suku Bunga Acuan Buat Aliran Modal Masuk Deras

Perry yakin dengan penurunan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate, aliran modal asing akan masuk dengan deras.

Image
Ekonomi

Menteri Jonan: Produksi Migas Sangat Tergantung Siklus Eksplorasi

Saat ini pemerintah kehilangan begitu banyak daya dalam upaya meningkatkan lifting minyak dan gas bumi.

Image
Ekonomi

90 Persen Transaksi Mandiri Melalui Digital

Mandiri : 90 persen transaksi lewat smartphone atau digital service.

Image
Ekonomi
Indepth

Motor Baru Penggerak Perekonomian Indonesia Itu Bernama 'UMKM'

Koperasi bisa memperkuat UMKM untuk mendongkrak perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Fakta-fakta Tertangkapnya Kapal Buronan Internasional MV Nika

MV NIKA merupakan kapal jumbo pelaku illegal fishing berukuran 750 GT yang berhasil ditangkap oleh Satuan Tugas (Satgas) 115.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Abaikan Sarapan, Siap-siap Kena Diabetes Tipe 2

  2. Tim Advokasi Novel: Presiden Jangan Menghindar dari Tanggungjawab

  3. Tajir sejak Lahir, 6 Fakta Putra Mahkota Brunei Darussalam Al-Muhtadee Billah Bolkiah

  4. TGPF Salahkan Novel dan KPK, ICW: Sangat Logic!

  5. Yunarto Sedih Karya yang Disebut Anies 'Luar Biasa' Dibongkar

  6. Cerita Kakek 94 Tahun Asal Indonesia Diundang Raja Salman ke Tanah Suci

  7. Sang Ibunda Tak Kecewa Atas Beredarnya Foto Syur Cinta Laura

  8. Ustaz Tengku Zulkarnain Cuitkan Soal Pengemplang Pajak, Ditanggapi DJP Eh Dihapus

  9. Bikin Merinding, Bocah 4 Tahun Asal Australia Ini Mengaku Reinkarnasi Putri Diana

  10. Perobohan Bambu Getah Getih, Tsamara: Setengah Miliar Dikeluarkan dan Kini Hancur

Available

fokus

Menggapai Haji Mabrur
Mencari Tempat Baru
Problematika Narkotika
Available

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Rekonsiliasi yang Tak Direstui

Image
Achmad Fachrudin

Menimbang Visi Indonesia Baru

Image
Ilham M. Wijaya

Menyiapkan Kota Sadar Bencana

Image
Abdul Aziz SR

Parlemen Hasil Pemilu 2019

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Mengaku Terpaksa, Vivi Paris Beberkan Kronologi Dibohongi Sandy Tumiwa Hingga Akhirnya Nikah Siri

Image
Hiburan

Hakim Vonis Bebas Kriss Hatta, Ini Tanggapan Hilda Vitria

Image
Ekonomi

Roda Ekonomi Ramadan

Dilema Pilih Zakat atau Pajak, Persoalan Klasik yang Mengusik