image
Login / Sign Up

Isu Ekonomi Jadi yang Utama di Tahun Bersejarah

Denny Iswanto

Kaleidoskop 2018

Image

Fokus - Kaleidoskop 2018 | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Isu ekonomi sekali lagi menjadi sorotan utama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di sepanjang tahun 2018 ini. Tak hanya sekadar menjadi bahan dalam perbincangan antar warga yang merasakan langsung dampak dari kegiatan ekonomi di Indonesia, tapi juga sudah menjadi muatan pertarungan politik yang selalu digaungkan, untuk saling berebut suara satu sama lain.

Bagaimana tidak, jamak sekali terdengar Pemerintahan Jokowi-JK selalu menyerukan atas keberhasilan ekonominya daripada keberhasilan sektor yang lain. Pun hal yang sama juga ditimpali oleh pihak oposisi yang menyerukan kegagalan pembangunan ekonomi pemerintah daripada keberhasilannya. Dalam pertarungan politik kali ini, isu ekonomi selalu gaduh dan menjadi poin penting dalam memenangkan kontestasi.

Tak heran jika tim ekonomi Jokowi selalu disoroti, baik oleh media maupun politisi. Sebut saja Sri Mulyani, Menteri terbaik dunia yang selalu mendapat bullying dan juga apresiasi dari banyak pihak untuk menjaga keuangan negara agar tetap sehat. Menteri Susi yang selalu di eluh-eluhkan karena jargon ‘tenggelamkan’ untuk mengangkat nasib nelayan. Dan banyak sekali menteri tim ekonomi lain dengan isu yang melekat di dalamnya dan dijadikan bahan pertentangan.

baca juga:

Program unggulan Jokowi-JK juga tak lepas dari sorotan banyak pihak, salah satunya adalah soal program Infrastruktur. Konsisten dalam hampir 5 tahun Pemerintah menggenjot infrastruktur. Semuanya ini bukan tanpa sebab, karena layaknya Jantung dalam organ tubuh manusia, Pemerintah bermimpi Infrastruktur ini akan mampu memompa perekonomian negara menjadi lebih baik lagi. Dengan bentuk geografis negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan juga kontur tanah yang dinamis, pembangunan infrastruktur menjadi hal wajib demi menekan ketimpangan dan membuka kotak Pandora potensi perekonomian daerah.

Progres Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Apalagi jika mengintip dari indeks infrastruktur Indonesia, memang semakin lama malah semakin menurun. Pada tahun 2015 saja, indeks infrastuktur Indonesia terjerembab dari 4,2 menjadi 3,8. Namun, gencarnya pembangunan yang dilakukan Pemerintah membawa dampak positif untuk mendongkrak indeks yang semakin kurang bertenaga, yaitu di 2016 hingga tahun 2019, indeks daya saing infrastruktur mengalami kenaikan nilai indeks yang akan mencapai nilai 4,6.

Kendati demikan masifnya pembangunan infrastruktur ini ternyata membuat keuangan kita terengah-engah. Bayangkan saja anggaran infrastruktur membutuhkan lebih dari Rp5.000 triliun akan tetapi Anggaran Negara hanya mampu mencukupi 8,7 persen saja dari total kebutuhan tersebut. Mau tidak mau Pemerintah harus menggandeng swasta dan memakai skema utang. Perusahaan-perusahaan BUMN pun harus rela untuk mencukupi kebutuhan anggaran ini.

Utang pun akhirnya menjadi pilihan dan menjadi bola panas yang semakin ‘memanas’ di tengah masyarakat. Bagai bom waktu, utang bila tidak di manajemen dengan baik maka akan membuat negara kolaps ke dalam kehancuran. Tengok saja Yunani dan negara-negara lain yang bangkrut karena utang. Bila mau jujur, tingkat utang Indonesia memang terus naik sejak Pemerintah menggenjot program Infrastruktur, tapi harus diakui ini semua masih dalam kondisi yang ‘aman’. Pasalnya utang Indonesia masih di level 27 persen dari PDB Indonesia, meski setiap orang memiliki beban Rp13 Juta utang negara.

Sayangnya dengan pembangunan infrastuktur oleh Pemerintah yang begitu menggebu-gebu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih belum mau beranjak dari zona nyaman. Stagnansi pertumbuhan masih terus menghantui Indonesia, seakan akan tidak mau pergi dari pertumbuhan ekonomi 5 persen. Motor penggerak pertumbuhan, yakni sektor Industri juga menunjukkan kelesuan, kurang tenaga dan motivasi untuk mendorong perekonomian. Ini berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat yang semakin lama semakin susah untuk dikerek ke tingkat yang lebih tinggi.

Pekerja Informal Hambat Pertumbuhan Ekonomi. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pemerintah pun memutar otak untuk menggerakkan sektor riil ini sembari menunggu dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur. Berbagai cara dikeluarkan dengan memangkas perizinan untuk kemudahan Industri berusaha, memberikan insentif pajak, melakukan digitalisasi, dan menggenjot penggiat UMKM agar bisnisnya melaju kencang, bahkan memberikan fasilitas kredit dengan bunga rendah.

Ternyata tidak cukup sampai di sini, karena tantangan perekonomian Indonesia pun tidak berhenti di sektor domestik saja. Serangan dari perekonomian global ternyata memilki dampak yang besar terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tidak terprediksi membawa dunia pada ketidakpastian, dan ke ranah Perang Dagang yang sangat merugikan. Para pemimpin perekonomian dunia pun sempat tegang tanpa ada titik terang apakah permasalahan ini mampu terselesaikan.

Pasar saham domestik bahkan mata uang Rupiah pun ikut terpukul oleh hal ini. Rupiah pun kesulitan untuk mengumpulkan tenaga, bak seseorang yang sudah babak belur karena telah dihajar oleh massa yakni sentimen global,. Rupiah pun sempat anjlok 10,65 persen hingga Oktober, yang membuktikan panasnya perekonomian global belum mereda. Meski sudah ada gencatan antara pemimpin perekonomian dunia dalam KTT G20 di Argentina, tapi ancaman global ini masih menyelimuti perekonomian nasional, Indonesia.

Busa Efek Indonesia (BEI). AKURAT.CO/Endra Prakoso

Harga minyak dunia juga sangat bergejolak, tidak menentu arah. Semua karena tidak ada kepastian di pasar dan juga para produsennya akibat ketegangan, dan diperparah dengan adanya sanksi ekonomi yang diluncurkan AS, membuat Indonesia terombang-ambing. Karena minyak, nilai impor nasional melonjak melebihi sisi ekspornya, membuat defisit neraca perdagangan semakin melebar, dan membuat defisit transaksi berjalan minus semakin dalam. Kondisi ini akhirnya menghalangi Indonesia untuk membuat lompatan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.

Beralih ke sektor kesejahteraan, meski tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi Indonesia mulai masuk ke tingkat yang terendah sepanjang sejarah, namun pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih banyak petani, nelayan bahkan para buruh yang masih teriak kesakitan. Petani masih harus berjibaku dengan harga jual hasil pertanian yang masih rendah, dan masuk ke tren harga yang masih menurun. Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) juga masih menjadi polemik di daerah. Pihak oposan pun selalu siap sedia untuk mengkritisi Pemerintah, dan menagih janji untuk membuat masyarakat baik secara perekonomian.

Data Kemiskinan Kian Menurun, Kehidupan Warga Tak . AKURAT.CO/Endra Prakoso

Belum lagi soal isu energi, seperti energi terbarukan, harga BBM, energi listrik, pertambangan dst, yang cukup ramai dalam pembahasan masyarakat sepanjang tahun ini. Kondisi sektor properti yang masih sangat lesu, hingga perusahaan-perusahaan BUMN yang rajin otak-atik direksi atau komisaris untuk keberlanjutan hidupnya. Semua isu ekonomi tumpah ruah di tahun 2018 ini dengan masa pemerintahan Jokowi-JK yang tinggal memasuki babak injury time.

Ada setidaknya 18 isu strategis yang sangat menarik untuk diulas agar bisa memberikan gambaran atau refleksi akhir tahun, dan menjadi gambaran ekonomi dalam pemerintahan selanjutnya di tahun politik, 2019, siapapun Presiden atau Wakil Presiden yang terpilih. Tim Ekonomi Akurat.co akan menyajikan tulisan “Kaleidoskop Ekonomi 2018” yang komprehensif mengenai berbagai macam isu ini. Hal ini tak lain untuk mengingatkan bagaimana kondisi ekonomi kita saat ini dan bagaimana seharusnya, serta memberikan gambaran untuk masyarakat agar bisa bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan. Selamat membaca! []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Karena Kebijakan Pajak dan Sentimen dari India

Image

Ekonomi

Rupiah Lemas Terpapar Sentimen Negatif Global

Image

Olahraga

Emilia Nova

Kembali dari Cedera, Emilia Nova Bersiap untuk SEA Games

Image

Hiburan

Band Gigi, Siti Badriah Hingga JKT48 Meriahkan Malam Semarak Berkah Energi Pertamina

Image

Olahraga

Persipura Jayapura vs Persib Bandung

Persipura Punya Tim Khusus untuk Menganalisa Permainan Lawannya

Image

Ekonomi

IHSG Bakal Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan

Image

Ekonomi

Akan Ada Investasi Besar-besaran UEA di Indonesia pada Akhir 2019

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia U-16

Demi Jaga Chemistry, Bima Sakti Bakal Gelar TC Sebulan Sekali

Image

Olahraga

Persipura Jayapura vs Persib Bandung

Gelandang Persipura Bertekad Jaga Catatan Tak Terkalahkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bandara Ngurah Rai Layani 4,1 Juta Wisman Selama Januari Hingga Agustus 2019

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, layani kunjungan 4,1 juta wisman selama periode Januari-Agustus 2019.

Image
Ekonomi

IHSG Menguat Karena Kebijakan Pajak dan Sentimen dari India

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin pagi (23/9/2019) menguat 0,09% atau 5,72 poin ke level 6.237,2.

Image
Ekonomi

Rupiah Lemas Terpapar Sentimen Negatif Global

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (23/9/2019) melemah 0,14% atau 20 poin Rp14.075 terhadap USD1.

Image
Ekonomi

Kebijakan Kenaikan Cukai 23 Persen, Menkeu Terkesan Fait Accompli?

Jika harga rokok di luar negeri tinggi itu karena daya beli dan daya penerimaan mereka itu tinggi.

Image
Ekonomi

Lolos ke Senayan, Penyanyi 'Makhluk Tuhan Paling Sexy' Akan Nikmati Gaji Sebesar Ini

Lolosnya Mulan Jameela ke Senayan menggantikan dua calon terpilih sebelumnya.

Image
Ekonomi

IHSG Bakal Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat sore (20/9/2019) melemah 0,21% atau 12,99 poin ke level 6.231,47.

Image
Ekonomi

Akan Ada Investasi Besar-besaran UEA di Indonesia pada Akhir 2019

Luhut Binsar Pandjaitan memastikan akan ada realisasi investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia.

Image
Ekonomi

China dan Korsel Ingin Bangun Pabrik Karena Larangan Ekspor Nikel

Hal itu dinilai menjadi dampak positif larangan ekspor nikel untuk meningkatkan hilirisasi di dalam negeri.

Image
Ekonomi

Bank Sinarmas Ungkap Pengguna Layanan Digital SimobiPlus Melonjak 70 Persen

Jumlah pengguna SimobiPlus Bank Sinarmas saat ini meningkat secara signifikan.

Image
Ekonomi

BTN Pastikan Sudah Jalankan Semua Bisnis Sesuai Prinsip GCG

Nixon meminta masyarakat dan seluruh stakeholder BTN tidak mudah percaya dengan aksi demo-demo.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Lolos Ke Senayan, Mulan Jameela Dapat Mobil, Rumah Dinas Dan Tunjangan Hingga Rp40 Juta

  2. Akhirnya, Bebby Fey Ungkap Identitas Sang YouTuber

  3. Warganet Bikin Puisi Serang Fisik Fadli Zon, Gerindra: Hati-hati Body Shaming Sudah Masuk Kategori Pidana

  4. Terungkap, Segini Harga Operasi Payudara dan Kelamin Gebby Vesta

  5. Lebih Cepat dari Barbie Kumalasari, Arief Muhammad Ngaku Bisa ke Amerika Hanya dalam 3 Jam

  6. Sindir Jokowi Soal Bantuan Negeri Jiran, Ustaz Tengku Dibully Habis-habisan

  7. Jubir Prabowo Pertanyakan Sikap Jokowi yang Hanya Perintahkan Tunda RKUHP

  8. Dinilai Kaitkan Masalah Karhutla dengan Agama, Cuitan Fahri Hamzah di Twitter Dikecam Warganet

  9. Dedek Prayudi: Ada Lho Ustaz yang Nyinyir dengan Salatnya Orang Lain

  10. 5 Fakta Menarik Benny Gantz, 38 Tahun Berkarier di Militer hingga Sinyal Rekonsiliasi dengan Palestina

Available

fokus

Bencana Lingkungan
Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Available

kolom

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri

Image
News

Siap Uji Materi UU KPK yang Baru, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Ketua MK Anwar Usman