image
Login / Sign Up

FOTO Pekerja Informal Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Pekerja menyetrika pakaian di tempat cuci pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pekerja menyetrika pakaian di tempat cuci pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pekerja melipat pakaian di tempat cuci pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pekerja melipat pakaian di tempat cuci pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pekerja melayani pelanggan di tempat cuci pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pekerja melintas di depan mesin pencucian pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Pekerja memasukan pakaian di tempat cuci pakaian di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Rabu, (7/11/2018). Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merilis laporan sebanyak 80 juta pekerja sektor informal berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi karena tidak terdata wajib pajak dengan akses manfaat yang bersifat non keuangan. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Editor: Rizki Ahmad

komentar

Image

0 komentar

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Mabes Polri: Kelompok Radikal Sudah Kuasai Masjid 

  2. Biji Buah Labu Membuat Kehidupan Seks Anda Lebih Bergairah

  3. Dimutasi Ke Polda Metro Jaya, Kompol Netty Malah Dapat Tiga Penghargaan 

  4. Soal Serangan ke Gaza, Menteri Israel: Kita akan Kembali dengan 500 Peti Mati

  5. Awas, China Larang Impor Sampah, Indonesia Bersiaplah Banjir Limbah

  6. Malaysia Sewot China Larang Impor Sampah dari AS dan Eropa, Ada Apa?

  7. Setelah Tempuh Perjalanan 4.300 Km, Begini Nasib Tragis Kafilah Migran

  8. Walau Sudah Menguat, BI Lihat Rupiah Masih 'Kemurahan'

  9. Dua Bulan Menikah, Hailey Resmi Gunakan Nama Belakang Bieber

  10. Serangan Terakhir Israel ke Gaza Telan Biaya Rp482 Miliar

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Sengkarut Penundaan Penetapan DPT

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Available

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Hiburan

Fauzan Musaad, Pelukis Mural Raden Saleh Raksasa di Planetarium Cikini

Image
Hiburan

Ini Alasan Ajip Rosidi Kembalikan Piagam dan Uang Rp200 Juta dari Habibie

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer