image
Login / Sign Up

Rugikan Buruh, Ketua DPR Desak Kemenkeu Evaluasi Roadmap Tarif Cukai Rokok

Siti Nurfaizah

Image

Pekerja menyelasaikan pembuatan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (24/10). Pemerintah menetapkan untuk menaikkan tarif cukai rokok mulai 1 Januari 2018 mendatang sebesar 10.04 persen mendatang dengan pertimbangan untuk mencegah peredaran rokok ilegal serta mengendalikan konsumsi rokok. | ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/pras/17.

AKURAT.CO, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 tentang roadmap tarif cukai tembakau dinilai akan berpotensi merugikan jutaan buruh linting kretek yang bergantung pada industri kretek nasional hasil tembakau (IHT) dan berkurangnya jumlah pabrik rokok di Indonesia.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo angkat bicara terkait polemik PMK 146/2017. Bambang mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengevaluasi PMK ini yang berpotensi terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap buruh linting, serta jumlah pabrik rokok berkurang.

PMK No.146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau menetapkan roadmap tentang penyederhanaan tarif cukai yang dimulai pada tahun ini. Dalam beleid tersebut, jumlah layer cukai akan disederhanakan secara bertahap, yakni 10 layer pada 2018, 8 layer pada 2019,  6 layer pada 2020 higga menjadi 5 layer pada 2021.

baca juga:

Mantan Ketua Komisi III DPR itu selanjutnya mendorong Kemenkeu untuk mengkaji secara matang dan adil mengenai rencana untuk menaikkan tarif cukai rokok tersebut.

"Mengingat kenaikan tarif akan memberikan dampak kepada industri rokok dalam sisi produksi dan tenaga kerja, dan berdampak pada menurunnya penyerapan tembakau produksi nasional," ujar Bambang di Kompleks DPR RI Senayan, Jumat (02/11).

Legislator Golkar itu mendorong Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meningkatkan pengawasan terhadap implementasi kenaikan tarif cukai rokok dan menindaktegas pelaku industri yang menggunakan pita cukai rokok palsu.

Selain itu, Bambang mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri rokok untuk tetap membeli tembakau hasil tanam petani dalam negeri, dan meminta Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani untuk meningkatkan dan menjaga kualitas tembakau yang dihasilkan agar sesuai dengan standar.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji mengingatkan Pemerintah agar mengkaji ulang PMK 146/2017 terkait simplifikasi tarif cukai tembakau. Pasalnya, regulasi tersebut berdampak langsung terhadap petani tembakau maupun industri kretek nasional.

"Simplifikasi tarif cukai akan mematikan industri kretek nasional yang merupakan penyerap tembakau petani lokal, bahkan nasional," ujar dia.

Agus memprediksi, PMK 146/2017 akan memberangus tembakau lokal, dan mematikan penghidupan petani tembakau. Karena itulah, APTI meminta Ibu Menteri Keuangan selaku pembuat regulasi untuk menunda penerapan simplifikasi tarif cukai tembakau ini.

Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU, Sarmidi Husna meminta pemerintah meninjau ulang pelaksanaan PMK 146/2017. Pasalnya, regulasi itu belum memenuhi unsur-unsur kemaslahatan dan prinsip-prinsip keadilan bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Kebijakan ini akan berdampak buruk bagi sekitar 6,1 juta orang (meliputi petani tembakau, pekerja dan industri kecil menengah) yang akan kehilangan sumber penghidupan, dimana sebagian besar mereka adalah nahdliyyin (warga NU),” tegas Kyai Sarmidi.

Kajian LBM PBNU menyatakan bahwa kebijakan ini kurang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan, serta belum mengedepankan prinsip dar’ual-mafasid (menghindari dampak negatif) bagi pekerja, petani, dan IHT kecil daripada prinsip _jalbul masholih (menarik manfaat) yang lebih berorientasi pada optimalisasi pendapatan negara semata.[] 

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Inggris: Turis Jangan Bawa Body Lotion dan Rokok Elektronik di UEA

Image

Hiburan

Video Baby Shima Ngamuk Viral, Begini Kronologinya

Image

Olahraga

Persija Jakarta 0-1 Bali United

Melvin Platje Bawa Bali United Kalahkan Persija

Image

Ekonomi

Agar Kasus Malindo Air Tak Terulang, RUU Perlindungan Data Pribadi Mendesak Diterbitkan

Image

Hiburan

Sehari Sebelum Jadi Tersangka, Augie Fantinus Sempat Buat Vlog Bareng Imam Nahrawi

Image

Olahraga

PSS Sleman 1-1 Persipura Jayapura

PSS Gagalkan Peluang Persipura Bawa Pulang Poin Sempurna

Image

Gaya Hidup

Aman untuk Anak, Yoghurt Tidak Mengandung Gula yang Tinggi

Image

Ekonomi

Bamsoet Desak Kemenhub dan Kominfo Tanggapi Serius Kebocoran Data Malindo Air

Image

Gaya Hidup

Rasa yang Unik Bikin Kopi Bajawa Asal Flores Banyak Diburu Pecinta Kopi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Ketidakpastian Timur Tengah dan Keraguan The Fed Buat IHSG Terpeleset

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore (19/9/2019) melemah 0,51% atau 32,16 poin ke level 6.244,47.

Image
Ekonomi

BI Turunkan Suku Bunga, Kok Rupiah Masih Stagnan?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (19/9/2019) stagnan di Rp14.060 terhadap USD1.

Image
Ekonomi

Pengusaha Tekstil Memohon Agar Jokowi Merancang UU Sandang

API memohon kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan agar segera membuat Undang-Undang (UU) Sandang.

Image
Ekonomi

Pansus Pemindahan Ibu Kota Dikebut Satu Minggu, Efektifkah?

Image
Ekonomi

Tanggapi Bocornya Data Malindo Air, Pengamat: Identitas Pribadi Perlu Dilindungi

Data identitas pribadi perlu dilindungi oleh semua pihak, termasuk penyelenggara layanan publik dan penjual jasa.

Image
Ekonomi

Suku Bunga Acuan Turun, BI Instruksikan Perbankan Turut Pangkas Bunga Kredit

BI juga memangkas bunga acuan di dua bulan sebelumnya secara berturut-turut.

Image
Ekonomi

Tarif Cukai Buat Pergerakan Saham Emiten Rokok Sangat Berfluktuasi

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 23%.

Image
Ekonomi

Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga dan Kebijakan Moneternya

BOJ memilih untuk tidak mengubah suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen dan mempertahankan suku bunga jangka panjang mendekati nol.

Image
Ekonomi

Masduit Bagikan Trik Mudah untuk Ajarkan Anak Menabung Emas

Emas adalah salah satu instrumen investasi terbaik dalam menjaga nilai dalam jangka panjang.

Image
Ekonomi

Riset Nielsen: Ada 3 Alasan Masyarakat Indonesia Doyan Pakai GoFood

Lembaga riset Nielsen mengatakan 95% masyarakat ternyata menggemari makan siap santap, dengan 58% diantaranya menggunakan layanan GoFood.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Terungkap! Sebagian Besar Tanah di Ibu Kota Baru Milik Konglomerat Sukanto Tanoto

  2. Warganet: Penetapan Imam Nahrawi sebagai Tersangka Sebetulnya Tidak Mengejutkan

  3. Jadi Tersangka, Harta Imam Nahrawi Mencapai Rp22 Miliar

  4. Ferdinand: Tidak Ada yang Kaget Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Harusnya Bulan-bulan Lalu

  5. Yuk Intip! 5 Negara dengan Pertanian Tercanggih di Dunia

  6. Gunung Paling Aktif di Planet Jupiter Diprediksi akan Meletus

  7. Tersangka di KPK, Imam Nahrawi Dipecat dari PKB?

  8. Ditinggal Baim Wong Kerja Saat Hamil, Paula Verhoeven Hanya Dijagain Kucing

  9. Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Mardani: Korupsi adalah Kejahatan Luar Biasa

  10. Susi Susanti Ungkap Alasan Namanya Diganti

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto

Image
Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru