image
Login / Sign Up

Cerita Rusdi Kirana, Sosok di Balik Terbangnya 'Singa Merah' ke Angkasa

Dhera Arizona Pratiwi

Tragedi Lion Air

Image

Pendiri dan CEO Lion Air Grup, Rusdi Kirana saat memberikan keterangan usai mengunjungi Posko Terpadu pesawat Lion Air JT-610 di Dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018). Rusdi Kirana menyempatkan untuk melihat puing-puing pesawat Lion Air yang dikumpulkan di posko terpadu Pelabuhan Tanjung Priok. Dirinya mengaku akan siap menerima sanksi bila terbukti bersalah dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Bekasi menuju ke Pangkalpinang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Lion Air merupakan salah satu maskapai terbesar di Indonesia yang berbiaya murah (low cost carrier/LCC). Meski sudah 19 tahun berdiri, rasanya tak mungkin satupun masyarakat Tanah Air yang tak mengenal si Singa Merah.

Berbicara mengenai kesuksesan Lion Air di kancah nasional maupun internasional, tak terlepas dari sang pemilik, Rusdi Kirana.

Dirangkum dari berbagai sumber, Rusdi Kirana lahir di Cirebon pada 17 Agustus 1963. Latar belakang keluarganya adalah pengusaha. Sehingga, masa kecil Rusdi dipastikan sudah dikenalkan dengan dunia usaha oleh kedua orangtuanya.

baca juga:

Sejak kecil ia dididik untuk hidup hemat dan menjadi seorang pekerja keras. Namun, ia juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan mudah bergaul sedari kecil.

Beranjak remaja, Rusdi memulai petualangan bisnisnya dengan menjual mesin tik merek ‘Brother’ buatan Amerika Serikat (AS). Ia mampu mendapatkan penghasilan sebesar Rp95 ribu setiap bulannya.

Saat berkuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Pancasila, Jakarta, pengalaman bisnis Rusdi bertambah. Ketika itu, ia menjadi calo tiket di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Pada 1990, ia bersama kakaknya, Kusnan Kirana, membentuk usaha biro perjalanan yang dinamakan Lion Tour. Kala itu, ia kebagian membantu para pelancong mengurus visa, paspor, hingga antar-jemput di Bandara Soetta.

Hingga pada akhirnya sembilan tahun kemudian, kakak-adik ini merasa tabungannya sudah cukup untuk membeli sebuah armada Boeing 737-200 pertama mereka pada 1999.

Dengan waktu yang minim, Rusdi merancang logo perusahaan penerbangan dan seragam pramugari seorang diri. Kedua hal tersebut bahkan hingga hari ini masih digunakan.

Secara hukum, Lion Air didirikan pada tanggal 15 November 1999 dan mulai beroperasi pertama kali pada tanggal 30 Juni 2000. Kala itu, baru hanya melayani rute penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak menggunakan pesawat dengan tipe Boeing 737-200 yang pada saat itu berjumlah dua unit.

Bahkan, tiga bulan setelah beroperasi, Rusdi sempat tergoda menjual maskapai miliknya. Saat itu, ia hendak menjual Lion Air dengan harga USD1 juta atau sekitar Rp9 miliar. Namun, Rusdi mengurungkan niatnya setelah dicegah oleh sang istri.

Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Forbes, Rusdi mengungkapkan hal yang memotivasinya untuk membangun Lion Air. Soalnya, dahulunya pesawat identik dengan hanya orang-orang kaya yang mampu menaikinya.

Ditambah lagi, Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Sehingga moda transportasi yang cocok adalah pesawat terbang.

"Kami punya penduduk 250 juta, 17 ribu pulau, dan 99 ribu km2 garis pantai dari timur ke barat. Tapi kursi penerbangan yang tersedia lebih sedikit per kilometer-nya dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Kami masih punya peluang besar untuk bertumbuh," katanya dalam interview dengan Forbes pada 2015.

Secara perlahan namun pasti, Lion Air dengan motonya We Make People Fly, menjelma menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah penumpang yang diangkut dan jumlah armadanya.

Kakaknya, Kusnan, tetap menjadi bagian dari bisnis Lion Air. Namun tidak aktif dalam kegiatan operasional hari ke hari. Sehingga, Rusdi lebih dikenal sebagai man behind the gun-nya Lion Air.

Tercatat, sejak 2011, Rusdi sudah mengeluarkan USD58 miliar untuk membeli ratusan armada, termasuk 280 pesawat dari Boeing dan 234 dari Airbus.

Ia juga Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagai seorang Kristiani di Indonesia; negara berpenduduk Islam terbesar, Rusdi bergabung dengan partai Islam tersebut pada 2014 dan mencuri perhatian publik.

"Sebagai seorang pengusaha, saya membutuhkan akses sebagai pembuat keputusan, dan ini sulit didapat jika saya tidak bergabung dalam partai politik," katanya dalam interview dengan Forbes pada 2015.

Dalam kesempatan wawancara yang sama, Rusdi juga mengemukakan ambisinya untuk membuat Lion Air go public atau melantai di bursa saham (IPO). Ia kala itu menargetkan mampu meraup dana hasil IPO sebesar USD800 juta.

Namun, langkah korporasi tersebut tak kunjung terjadi, dan Kirana bersaudara tetap menjalankan bisnis Lion Air hingga sekarang.

Hingga saat ini, Lion Air tercatat telah terbang ke 183 rute penerbangan yang terbagi dalam rute domestik yang tersebar ke seluruh penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan rute internasional menuju sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Saudi Arabia dan China.

Perusahaan juga mengoperasikan empat maskapai lainnya, yaitu Wings Air, Batik Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air. Maskapai Malindo Air beroperasi di Malaysia, sementara Thai Lion Air bermarkas di Thailand.

Perusahaan memiliki pesawat sebanyak 112 armada yang terbagi dalam beberapa tipe seperti Boeing 747-400, Boeing 737-800, Boeing 737-900 ER, dan Airbus A330-300. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Keluarga Pegawai Kemenkeu Korban Lion Air Bakal Terima Santunan

Image

Ekonomi

Garuda Indonesia Buka Penerbangan ke Nias

Image

News

Tragedi Lion Air

Anak Pemilik Casing Bergambar Sepasang Kekasih: Cepet Pulang, Banyak yang Kangen Sama Papa

Image

News

Tragedi Lion Air

Tim DVI Optimis Bisa Identifikasi Keseluruhan Penumpang Lion Air

Image

News

Tragedi Lion Air

Korban Lion Air Asal Sukabumi Dikenal Sebagai Sosok yang Cerdas

Image

News

Tragedi Lion Air

RS Polri Tunggu Konfirmasi Kedubes Italia terkait Jenazah Korban Lion Air

Image

News

Tragedi Lion Air

RS Polri Terbitkan Sertifikat Kematian untuk WNA Italia Korban Lion Air

Image

News

RS Polri Serahkan Jenazah Korban Lion Air kepada Keluarga

Image

News

RS Polri Kembali Identifikasi Tiga Jenazah Penumpang Lion Air, Salah Satunya WNA Italia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Wamen ESDM: Gunakan Konkit LPG Nelayan Bisa Lebih Hemat Ketika Melaut

Wamen ESDM membagikan sedikitnya 880 unit konverter kit BBM ke LPG untuk kapal nelayan.

Image
Ekonomi

Kemenkeu Siap Luncurkan Portal Lelang Indonesia

"lelang.go.id" untuk mempermudah masyarakat dalam mengikuti proses lelang dan membuat aktivitas ini lebih informatif serta mudah diakses.

Image
Ekonomi

Menunggu Hasil RDG-BI, Rupiah Dibuka Bertenaga

Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 11,5 poin atau 0,08% ke level Rp14.775 per USD.

Image
Ekonomi

Kejar Target Rasio Elektrifikasi, BNI Salurkan Kredit ke PLN Rp1,1 Triliun

BNI ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk program 35.000 Mega Watt (MW) secada sindikasi.

Image
Ekonomi

87 Saham Menanjak, IHSG Melonjak

Indeks LQ45 naik 6,08 poin atau 0,7% menjadi 931,87.

Image
Ekonomi

Pemerintah Tunggu Proposal Bisnis Merpati yang Baru

Ia mengharapkan adanya proposal bisnis dari calon investor yang lebih kredibel.

Image
Ekonomi

Wall Street Jatuh Terseret Anjloknya Saham Apple dan Perbankan

Penurunan saham Apple terjadi setelah peringkatnya diturunkan pada Rabu (14/11) oleh analis Guggenheim Partners.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan Embung Serbaguna Pea Parsinagaan

Kementerian PUPR memutuskan untuk membangun embung ini, guna meningkatkan tambahan tampungan air bagi 2 kecamatan

Image
Ekonomi

Dolar AS Masih Loyo di Hadapan Perjanjian Brexit

Dolar AS melemah setelah Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan tentang rancangan perjanjian Brexit.

Image
Ekonomi

Pasar Obligasi Masih Dibuntuti Aksi Jual

Imbal hasil obligasi AS yang cenderung mendatar seiring dengan rilis data inflasi AS yang sesuai ekspektasi.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Bak Sepasang Kekasih, 10 Momen Olla Ramlan dan Anak Sulungnya

  2. Pengamat: Tak Ada Keuntungan untuk PT KAI Jika Berikan Akses Skybridge ke Stasiun

  3. Sistem ERP Gagal Diuji Coba Rabu Ini

  4. Tantangan Prabowo, Fahri Hamzah: Kalau Sampean Berkuasa Kami Dapat Apa?

  5. Begini Kesaksian Ketua RT Soal Sosok Istri Diperum Nainggolan

  6. IHSG Jelajahi Ruang Menguat, Bidik Saham- Saham Pilihan

  7. Deretan Pesepak Bola Tanah Air yang Suka Baca Buku, Duta Baca Nih!

  8. Jawab Andi Arief, Gerindra: Tidak Elok Ditanggapi di Media

  9. Liburan ke AS Aguero Gandeng Wanita Misterius, Siapa?

  10. Via Vallen dan Jerinx SID Berseteru, Ini Pendapat Erix Soekamti

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Ancaman Pemilu Serentak, Kekhawatiran Yusril yang Belum Menemukan Jawaban

Available

Wawancara

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Image
Hiburan

Indonesia Kedatangan YI Cloud, Tawarkan Penyimpanan Data Berbayar

Sosok

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer

Image
Gaya Hidup

Sibuk Banget, Bagaimana Soal Olahraga dan Liburan Arzeti Bilbina?

Image
Ekonomi

Tragedi Lion Air

Cerita Rusdi Kirana, Sosok di Balik Terbangnya 'Singa Merah' ke Angkasa