image
Login / Sign Up

Kisah Ketut Suarjana Memupuk Semangat Guyub

Rizal Mahmuddhin

Image

Pelaku usaha ritel Bali, Ketut Suarjana | AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin

AKURAT.CO, “Mengapa kita jatuh? Agar kita bisa belajar untuk bangkit kembali." Demikian dialog teduh Thomas Wayne kepada anaknya Bruce Wayne kala terperosok jatuh ke sebuah sumur yang dipenuhi kelelawar. Kelak di masa depan, si bocah tadi menjadi tokoh superhero legendaris sepanjang masa yang digandrungi jutaan anak di seluruh dunia. Batman.
.

Memang tak ada kaitan antara film Batman Begins dengan garis nasib Ketut Suarjana dalam melakoni bisnis ritelnya. Kendati demikian, dialog Thomas Wayne barangkali bisa menjadi representasi bagaimana perjalanan usaha Ketut selama ini. Karena, berapa kali pun pria asal Bali itu terjatuh, maka di saat itu pula ia akan mencoba untuk tetap bisa bangkit kembali.

Berawal dari usaha membuka warung kelontong kecil-kecilan bermodal Rp700.000, Ketut memeram optimistisme bahwa satu saat nanti bisnisnya bakal menjadi ritel besar di wilayah Singaraja.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Selang 4 bulan berjalan, Ketut justru dilibas kerugian lantaran tak ada pembeli yang datang. Seumur jagung, usahanya gulung tikar dalam tempo yang relatif sebentar.

baca juga:

Tak patah arang, ia pun lantas mencoba  mencari pinjaman dari kerabat dan saudara untuk bisa membangun kembali warung kelontongnya. Kala itu, ia pun akhirnya mengantongi modal Rp1,7 juta. Cukup menjadi angin segar, pasalnya dengan jumlah segitu ia bisa membangun warung yang sedikit lebih besar.

Tapi kenyataan berbicara, bahwa kecil atau besar warung sebenarnya bukanlah satu-satunya pangkal persoalan utama. Sekali lagi, ia harus menelan pil pahit pailit.

Tak ada kapoknya, Ketut memang keras kepala. Bangkrut dua kali tak lantas membuatnya jera. Kala itu Ia bahkan mulai berspekulasi lebih besar dengan mengajukan kredit modal dari salah satu bank swasta yang ada di Pulau Dewata.

"Waktu itu maksimal dapat pinjaman Rp28 juta. Uang tersebut saya pakai buat buka lagi toko kelontong saya," ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara diskusi interaktif yang digelar PT HM Sampoerna di Jakarta, Kamis(19/10).

Berbuah maniskah upaya Ketut kali ini? Boro-boro! Usahanya tak ambyar seperti sebelumnya saja juga sudah jadi kabar elok. Progres toko ritelnya hanya jalan ditempat dan tak bergerak kemana-mana. Ketut seolah sudah mati gaya.

"Kenapa kita jatuh? Karena saat bangkit nanti kita bisa mengambil sesuatu." Begitu pesan singkat orang bijak.

Begitu pulalah yang tampaknya mulai disadari oleh Ketut. Bila semula ia hanya berfokus untuk bisa bangkit usai bangkrut, maka kali ini ia mulai menilik ulang pola pikirnya. Ketut lantas mencoba memetik pelajaran dari sejumlah kegagalan sebelumnya. Tentang faktor-faktor apa saja yang membuat ia tak bisa bergerak apalagi melebarkan sayap.

Gayung bersambut, di saat yang nyaris bersamaan, ia justru berjodoh dengan PT HM Sampoerna Tbk yang tengah gencar melakukan pembinaan terhadap peritel tradisional. Melalui program Sampoerna Retail Community (SRC), perusaahan rokok itu berupaya membantu para pengusaha ritel untuk bisa menggenjot usaha mereka.

"Tahun 2010 ada tim dari dari SRC yang datang ke toko saya dan mengajak bergabung. Awalnya saya bingung, SRC ini apa, tapi kemudian mulai paham saat dijelaskan," ujar dia.

Dengan mengikuti program tersebut, Ketut kemudian mendapat sejumlah edukasi terkait penataan toko, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan. Dalam implementasinya, program SRC memang tampak remeh. Hanya berkutat pada perkara menjaga kebersihan toko. Bagaimana menata produk agar berada di rak yang tepat atau seputar warna cat yang cocok untuk mengelir dinding. Namun  siapa sangka dari hal-hal kecil dan sepele tersebut justru mampu memberi dampak signifikan.

"Sekarang orang yang dateng belanja, sehari bisa 400an. Dari sebelumnya paling satu dua orang aja," jelas Ketut.

Meski tak bisa menyebutkan rata-rata omzet yang didapat setiap bulannya, tapi Ketut mengungkap bahwa saat ini dirinya sudah memiliki beberapa villa di Bali dari hasil pendapatan toko ritelnya. Betapa usaha tersebut telah membuka jalan bagi dia untuk bisa merambah sektor bisnis yang lain.

Tak heran, bila kemudian pada kesempatan itu dengan penuh haru ia sampaikan rasa terima kasih pada program SRC. Pasalnya, selama merintis usaha, bukan tidak pernah sekalipun ia merasa limbung. Terlebih saat istrinya jatuh sakit hingga harus dirawat seminggu, membuatnya sempat berpikir untuk menyerahkan saja melanjutkan program binaan SRC. Beruntung, pihak Sampoerna tak pernah bosan untuk terus mendampingi dirinya kala berada di titik nadir tersebut.

"Di tengah jalan saya sudah sempat mau melambaikan tangan ke kamera. Nggak kuat karena terlalu banyak program-program yang harus saya jalani. Ditambah istri waktu itu sakit sampai harus dirawat tujuh hari. Yang saya heran tim dari SRC ini tidak henti-hentinya terus memberi dukungan kepada saya," papar ketut.

Kini, delapan tahun sudah ia bergabung dalam payung SRC, mencoba mengadopsi cara Sampoerna,  Ketut ingin merangkul para pelaku usaha lainnya agar bisa ikut merasakan apa ia peroleh.

Tak ingin mencapai puncak kesuksesan sendiri, Ketut merasa sudah saatnya untuk bisa berbagi ilmu dan rezeki kepada sejawat yang lain. Yakni para peritel yang saat ini barangkali tengah terlilit masalah seperti dirinya dulu.

Mengutip Hillary Clinton, "Kita harus berhenti berpikir untuk diri sendiri dan mulai berpikir mengenai apa yang terbaik untuk sesama."

Dan hal itulah yang dilakukan Ketut saat ini. Tercatat, tak kurang dari 45 toko yang tersebar di Singaraja sudah ia rangkul dalam program SRC. Dengan semangat guyub, mereka saling berbagi solusi atas sejumlah kendala yang sudah pasti dihadapi dalam menyusur lika-liku bisnis ritel selama ini. Tak melulu perkara laba, kesolidan mereka merawat ekosistem sudah tak dapat dinilai dengan angka-angka.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

YLKI: Kebijakan Pelarangan Iklan Rokok oleh PT KAI Alami Kemunduran

Image

Ekonomi

Tingkatkan Kualitas UMKM, Pemkab Jember Raih Penghargaan Natamukti

Image

Ekonomi

Negosiasi Kesepakatan RCEP Bakal Rampung pada 2019

Image

News

Akhir Cerita Kawanan Pencuri Rokok dan Ponsel

Image

Ekonomi

Animo Beli Pelaku Usaha Menurun, Harga Jual Kedelai Ikut Terjun

Image

Ekonomi

Intervensi Pemerintah Dinilai Penting Demi Kemajuan UKM

Image

Ekonomi

Menteri Airlangga Pastikan Sejumlah Industri Masuk Revisi DNI

Image

Iptek

Situs UKMGOOD Berdayakan 3 Ribu UMKM Malang dengan teknologi

Image

Iptek

Simak Tips dan Trik Lamaran Pekerjaan Cepat Diproses di Platform Pencari Kerja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

YLKI: Kebijakan Pelarangan Iklan Rokok oleh PT KAI Alami Kemunduran

Salah satu terobosan dari sisi pelayanan itu adalah mewujudkan kereta api tanpa rokok.

Image
Ekonomi

Reklamasi Tambang Batu Hijau 690,83 HA

Ada lebih dari 900 ribu pohon dan 90 jenis pohon asli Batu Hijau ditanam di area reklamasi

Image
Ekonomi

Berikut 10 Idol K-pop dengan Kekayaan Tertinggi, Idol-mu Ada?

Demam tren kpop saat ini terbilang berada sudah ada dimana-mana, bahkan banyak beberapa lagu kpop bersaing dengan lagu pop barat lainnya.

Image
Ekonomi

Kirim Pesan ke Jepang, Dubes AS Tegaskan Perdagangan Negaranya Tak Tertutup

Dubes AS untuk Jepang mengatakan Kebijakan AS tidak proteksionisme, dan cuma ingin stabilkan lingkungan bisnis AS.

Image
Ekonomi

Perusahaan AS Lirik Pasar Pertanian Afrika

Agrikultur Afrika terutama Ethiopia dan Zimbawe ternyata saat ini telah dilirik perusahaan pertanian asal AS, Deere.

Image
Ekonomi

Larangan Impor Sampah China Buat Asia Tenggara Krisis Limbah

Larangan Cina atas impor sampah menggeser krisis limbah ke Asia Tenggara.

Image
Ekonomi

Gara-gara Masalah HAM, UE Tinjau Dukungan Keuangannya untuk Tanzania

Uni Eropa (UE) telah meluncurkan tinjauan komprehensif terhadap dukungan keuangannya ke Tanzania.

Image
Ekonomi

HP Akan Fokus Sasar Pasar Gaming di 2019

Gaming menjadi segmen pasar yang manarik bagi sejumlah perusahaan teknologi, tak terkecuali HP.

Image
Ekonomi

Atasi Konflik, Blok Afrika Timur Terapkan Kebijakan Sumber Daya Air Bersama

Jajaran menteri perairan dari blok Otoritas Pembangunan Antarpemerintah (IGAD) sepakat untuk menata sumber daya air.

Image
Ekonomi

Australia dan China Ingin Jalinan Kerjasama Ekonomi Makin Intim

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang di Singapura menyatakan bahwa persamaan kepentingan antara China dan Australia jauh melebihi apapun.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Makin Religius, 5 Artis Ini Dinikahi Ustaz

  2. Makin Ganteng, 10 Transformasi si Kembar Nakula dan Sadewa

  3. 10 Potret Adem Squad Hijab Mulan Jameela

  4. Polemik Gerindra Vs Demokrat, Kak Dul: Andai Gua Jadi Prabowo, Gua Akan...

  5. 3 Cara Wanita Dapat Meningkatkan Klimaksnya Saat Bercinta

  6. Ini Maksud di Balik Selebrasi Khas Wayne Rooney, Bikin Haru

  7. Habib Novel: Reuni Aksi 212 Bakal Dihadiri 3-4 Juta Jamaah

  8. Mama Rock n Roll, Inilah 10 Potret Chua ‘Kotak’ Momong Anak

  9. Ingat Kosin Hathairattanakool? Ini Kabarnya Sekarang

  10. Ousmane Dembele, Juara Dunia dengan Perilaku Tak Beretika

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Ancaman Pemilu Serentak, Kekhawatiran Yusril yang Belum Menemukan Jawaban

Available

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer

Image
Gaya Hidup

Sibuk Banget, Bagaimana Soal Olahraga dan Liburan Arzeti Bilbina?

Image
Ekonomi

Tragedi Lion Air

Cerita Rusdi Kirana, Sosok di Balik Terbangnya 'Singa Merah' ke Angkasa