image
Login / Sign Up

Mengulik Liku Hidup Jatuh Bangun Jack Ma Memeluk Mimpi

Rizal Mahmuddhin

IMF-WB Annual Meeting

Image

Pemilik Alibaba Grup Jack Ma mengikuti diskusi terbuka bertema Platform dan Inovasi Digital pada rangkaian pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 International Convention Centre, Bali, Jumat (12/10/2018). Diskusi tersebut membahas inovasi model bisnis baru dengan pertumbuhan pasar E-Commerce yang diperkirakan tumbuh US$6 Triliun pada 2021. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Jatuh, bangun. Jatuh lagi, bangun lagi. Berapa kali pun terjatuh, maka simultan konstan ia bakal bangkit kembali. Begitulah yang dilakukan seorang pria berperawakan kurus kecil namun bermental gigantis bertekad baja, Jack Ma.

Terlahir sebagai kaum papa pada 54 tahun silam, atau tepatnya 10 September 1964, tak membuat lelaki asal Hangzhou ini berkecil hati dan gampang patah arang dalam menyusur liku hidup menggapai mimpi. Sebaliknya, kemiskinan justru menempa dia menjadi pribadi tangguh dan tak mudah luruh.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib sial  tampaknya tak hanya pada perkara keterbatasan harta benda di masa belia,  Jack Ma muda juga kerap ditolak sejumlah perusahaan lantaran dianggap tak cakap bekerja. Karirnya sebagai karyawan teramat buram bila harus dilanjutkan.

baca juga:

Tak hilang akal, ia pun lantas banting setir mencoba peruntungan dengan menjajal ranah wirausaha. Bermodal uang pinjaman USD2.000 dari kerabat, ia babat alas mendirikan perusahaan komputer untuk kali pertama.

Menjadi semakin menarik, pasalnya Jack Ma kala itu sama sekali tak mengerti soal  piranti tersebut ataupun surat elektronik, bahkan tak pernah sekalipun ia menyentuh keyboard komputer sebelumnya. Tak pelak, jika kemudian ia kembali mengalami jatuh bangun berulang-ulang di awal usaha.

Tapi dasar kepala batu, Jack Ma memang tipikal manusia yang tak sempat menorehkan kata menyerah dalam kamus hidupnya. Tekadnya tak surut barang seinci pun untuk tetap melaju meski harus bermandi peluh dan berdarah-darah.

Dan kini, setelah berkali-kali menelan pil pahit kegagalan, remuk redam jatuh bertubi-tubi, tiba waktunya ia menyesap buah manis sebagai pak bos Alibaba. Perusahaan e-commerce raksasa yang dibangunnya sedari peletakan batu pertama itu, mengantarkan Jack Ma mengantongi predikat bilioner pertama dari China Daratan versi majalah Forbes, dan didapuk masuk ke dalam tiga besar taipan terkaya di Negeri Tirai Bambu.

Gurita Bisnis Jack Ma

Seolah tak mudah berpuas diri, Jack Ma terus melebarkan kepak sayap Alibaba. Perusahaan e-Commerce itu gencar melakukan penetrasi, merangsek masuk ke berbagai lini. Melansir AFP, Alibaba kini menjadi salah satu perusahaan yang paling disegani di seantero belahan bumi.

Sebagai penanda ambisi globalnya pada bisnis e-Commerce, Alibaba pun terus menggenjot investasi di Lazada, perusahaan belanja dalam jaringan terkemuka  se-Asia Tenggara.

Tak berhenti sampai di situ, tentakel Alibaba juga terus menjalar ke berbagai sektor bisnis dunia. Berikut sejumlah gurita bisnis Jack Ma yang berhasil dihimpun oleh Akurat.co;

1. Alibaba.com

Tak lain adalah bisnis perdana Jack Ma bersama rekanannya yang berdiri sejak 1999. Sejauh ini Alibaba.com telah dinobatkan sebagai pemimpin pasar e-Commerce dalam perdagangan global.

Disampaikan dalam situs resmi grup Alibaba, berdasarkan data per 31 Maret 2018, pembeli dalam platform e-Commerce tersebut menyebar hingga di 190 negara. Mulai dari agen perdagangan, pedagang besar, pengecer, produsen, hingga UKM yang terlibat dalam bisnis impor dan ekspor menjadi pengguna situs ini.

Dalam pada itu, Alibaba.com juga kian menggoda dengan menawarkan berbagai layanan rantai pasokan impor dan ekspor UKM lainnya, termasuk bea cukai, pembiayaan perdagangan, dan layanan logistik.

2. 1688.com

Tak berselang lama setelah Alibaba.com berkibar, 1688.com hadir menjadi situs pasar grosir domestik di China. Di mana dalam metode transaksi, para pembeli dan penjual grosir dapat bertemu dalam platform ini. Barang yang diniagakan pun terbilang bervariasi. Mulai dari pakaian, rupa-rupa perabotan hingga makanan dan minuman.

Pun situs ini telah diakui menjadi pemimpin pasar grosir domestik terpadu di China. Sejumlah besar pedagang pasar ritel memasok persedian mereka dari 1688.com.

3. Taobao

Merasa tak cukup hanya menyasar pemain  ritel, pada 2003 Alibaba melihat potensi besar di telepon seluler. Lantas memutuskan berekspansi ke sektor marketplace yang ramah bagi pengguna ponsel.

Jack Ma dengan lihainya mendirikan Taobao Marketplace sebagai kompetitor digdaya bagi situs e-Bay.

4. Alimama

Boleh jadi saat ini belum banyak yang tahu, bahwa Jack Ma melalui Alimama juga telah merambah lini bisnis yang bergerak di teknologi pemasaran. Sudah menggeliat sejak tahun 2007, perusahaan berusia lebih dari satu dasawarsa ini merupakan platofrm teknologi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pedagang.

Melalui program pemasaran afiliasi, Alimama memungkinkan pemasar untuk menempatkan display pemasaran di situs web dan aplikasi pihak ketiga, sehingga kian memperluas jangkauan pasar dan promosi mereka ke properti dan pengguna di luar lingkaran Alibaba Group sendiri.

5. TMall

Berlanjut di tahun 2008, Alibaba lantas meluncurkan platform Business to Consumer (B2C). Sasaran TMall kali ini merupakan para konsumen kelas atas dengan produk dan pengalaman belanja premium.

Sejumlah besar merek ternama China dan dunia telah menjajarkan etalase mereka di Tmall. Menurut Analysys, pada 2017, Tmall adalah platform B2C terbesar di China dalam hal nilai barang dagangan.

6. Alibaba Cloud

Lagi dan lagi, inovasi anak perusahaan dari Alibaba yang didirikan pada 2009 ini semakin menguatkan eksistensi Jack Ma. Pasalnya, Alibaba Cloud berhasil didapuk sebagai salah satu dari tiga penyedia Infrastructure as a Service (IaaS) teratas di dunia.

Alibaba Cloud menjadi lengan komputasi awan Alibaba Group. Berdasarkan data Gartner, perusahaan ini tak hanya menjadi salah satu dari tiga penyedia IaaS teratas di kancah global, namun sekaligus menjadi penyedia layanan cloud publik terbesar di China menurut IDC.

Alibaba Cloud menyediakan rangkaian lengkap layanan cloud untuk bisnis di seluruh dunia, termasuk pedagang yang melakukan bisnis di pasar Alibaba Group, start-up, perusahaan dan organisasi pemerintah. 

7. Ali Express

Belum cukup puas hadir dengan platform e-Commerce, pada 2010 Alibaba mulai melirik bisnis layanan jasa pengiriman barang.

Melalui Ali Express, Alibaba membuka pintu  konsumen dari seluruh dunia untuk bisa membeli langsung dari produsen dan distributor terutama di China. Selain situs global berbahasa Inggris, Ali Express juga mengoperasikan beberapa situs berbahasa lokal, termasuk situs dalam bahasa Rusia, Portugis, Spanyol, dan Prancis.

Pasar konsumen teratas di mana Ali Express menjadi populer adalah Rusia, Amerika Serikat, Brasil, Spanyol, dan Prancis. 

8. Cainiao Network

Operator platform data logistik ini didedikasikan untuk memenuhi visi logistik Alibaba Group untuk memenuhi pesanan konsumen dalam 24 jam di China dan dalam 72 jam di tempat lain di seluruh dunia.

Platformmya mengadopsi pendekatan untuk membangun jaringan pemenuhan nasional yang memanfaatkan kapasitas dan kemampuan mitra logistik untuk menawarkan layanan logistik domestik dan internasional.

9. Ant Financial

Menawarkan layanan keuangan inklusif kepada dunia, Ant Financial secara resmi didirikan pada 2014, yang tak lain bentuk paripurna Alipay di tahun 2004.

Ant Financial menciptakan sistem kredit bersama dan platform layanan keuangan terbuka melalui inovasi teknologi. Kian menggiurkan, karena anak perusahaan Alibaba ini menyediakan konsumen dan usaha kecil dengan layanan keuangan inklusif yang aman juga nyaman secara global.

10. Alibaba Picture

Perusahaan ini telah melesat di industri film dan hiburan, dengan unit Alibaba Picture pasca membeli saham minoritas di Amblin Partners Steven Spielberg, yang memiliki DreamWorks Pictures, pada 2016.

Awal tahun ini, Alibaba membayar  USD750 juta untuk membeli saham di divisi sinema perusahaan Cina Wanda Film, dan akhirnya menjadi pemegang saham terbesar kedua. Perusahaan ini telah berinvestasi dalam kisah blockbuster, Mission: Impossible.

11. Youku

Tak ketinggalan, Alibaba juga memiliki situs web video streaming Youku, yang bermitra dengan negara penyiar CCTV China untuk menunjukkan semua pertandingan Piala Dunia 2018.

Pendapatannya dari media digital dan hiburan terus melesat naik menjadi USD903 juta pada kuartal terbaru, di mana peningkatan tersebut mencapai 46 persen (yoy).

Tercatat, akumulasi pundi-pundi kekayaan yang dikantungi Jack Ma saat ini mencapai USD38,2 miliar atau nyaris setara Rp570 triliun.

Diam-diam Memeram Hasrat Terpendam

Berawal dari tak punya apa-apa, kini Jack Ma memiliki segalanya. Ibarat mendaki, ia telah sampai pada puncak tertinggi. Apa yang dulu tampak seperti mimpi, saat ini bukanlah hal yang muskil lagi. Dan Jack Ma sudah sampai di sana. Bahkan boleh dikata, ia telah jauh melampaui ambang batas dirinya sendiri.

Dan, setelah semua liku dilalui, segala pencapaian diraih, Jack Ma rupanya memeram hasrat untuk kembali ke asal. Pendiri sekaligus Chairman Eksekutif Alibaba ini mengungkapkan ingin menggunakan sisa hidupnya untuk mengajar.

"(Pendidikan) adalah sesuatu yang bagus saya lakukan, untuk sisa hidup saya," ujarnya dalam sebuah sesi diskusi di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, seperti dikutip dari Antara.

Kendati demikian, ia menolak disebut pensiun, melainkan hanya melakukan rotasi pekerjaan. Bagi seorang Jack Ma, selama hidup masih memberikannya durasi, maka selama itu pula ia akan terus berupaya untuk bisa berkontribusi. Bagi sekitarnya. Bagi sesama.

Lantas, kenapa pendidikan?

Jack Ma menilai bahwa dewasa ini pendidikan lebih penting daripada teknologi yang menjadi inti dari bisnis Alibaba. Terlepas dari 19 tahun sudah ia menggawangi perusahaan e-Commerce raksasa tersebut.

Menurutnya, dalam kurun 30 tahun mendatang, manusia akan berhadapan dengan dampak buruk teknologi dan automasi yang mengancam hilangnya lapangan kerja.

Mesin, katanya melanjutkan, mampu menggantikan pekerjaan manusia dengan sama baiknya bahkan lebih cepat dan apik.

Oleh karenanya, generasi muda perlu disapih dan dilatih untuk jeli melihat peluang sedari dini. Hingga pada akhirnya nanti mampu menciptakan lompatan inovasi yang tak dapat dilakukan mesin paling canggih sekalipun.

Berangkat dari ihwal tersebut pula, mendorong ia pada akhirnya ingin lebih berfokus pada pendidikan, utamanya terkait kewirausahaan yang dinilai sebagai motor penggerak tumbuhnya perekonomian.

Melalui Alibaba Business School yang bekerjasama dengan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Jack Ma merealisasikan impiannya tersebut. Adalah eFounders Fellowship Initiative yang mengusung program pelatihan bagi 1.000 pengusaha dari negara berkembang. Dengan program tersebut para pengusaha memperoleh fasilitas untuk bisa mempelajari bisnis dan inovasi secara langsung di kantor pusat Alibaba di Hangzhou, China.

Tak hanya itu, baru-baru ini ia juga telah meluncurkan Netpreneur Prize untuk mendukung pemberdayaan wirausaha di Afrika.

Hadiah senilai USD10 juta bakal dihibahkan kepada 100 pengusaha asal Negeri Benua Hitam tersebut selama 10 tahun ke depan. Parameter yang digunakan yakni menyasar para  pengusaha yang berfokus pada inovasi, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta usaha kecil.

Jack Ma menaruh harapan besar, dua inisiatif yang dilakukannya tersebut dapat membangun ekonomi yang lebih inklusif di negara berkembang utamanya Afrika, serta membentuk prospek masa depan bagi masyarakat Nelson Mandela tersebut.

Di luar dari pada itu semua, bidang pendidikan nyatanya bukanlah perkara baru bagi Jack Ma, sebab menoleh jauh di masa lalu, Jack Ma muda memang jebolan Universitas Keguruan Hangzhou, yang tak lain merupakan institut keguruan dan ilmu pendidikan di China.

Selepas tali toga berpindah, ia yang bergelar Sarjana di bidang bahasa Inggris pun sempat ditugaskan mengajar di sebuah universitas. Jadi memang, Jack Ma dan dunia pendidikan boleh dikata adalah sekoin mata uang yang sebenarnya saling bersisian.

Menutup, dengan tetap merendahkan hati, serendah rendahnya menyentuh bumi, ia berujar, meski minat terbesarnya kini adalah mengajar, bukan berarti ia ingin menggurui. Bagaimana pun dirinya hanya berupaya untuk bisa berbagi cerita terkait kesalahan-kesalahan dan pengalaman di masa lalu yang barangkali saat ini bisa dipetik sebagai pelajaran.

"Saya tidak pernah mengajari seseorang menjadi sukses, tetapi akan berbagi tentang kesalahan-kesalahan yang saya buat. Dari kesalahan itu, kita bisa mengambil pelajaran dan membuat kemajuan," tutup pria yang sebenarnya berakta lahir Ma Yun itu.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Hari Belanja Online di Malaysia Dihantui Masalah Pembayaran

Image

Ekonomi

Alibaba Catatkan Transaksi USD1 Miliar dalam 85 Detik di Hari Jomblo

Image

Ekonomi

Dubes Berharap Produk Indonesia Kian Terkenal Lewat 11-11

Image

Ekonomi

Alibaba Bakal Impor Produk dari 120 Negara Termasuk Indonesia

Image

Ekonomi

Jack Ma: Perang Dagang adalah 'Hal Paling Bodoh di Dunia'

Image

Iptek

Cegah Adanya Bot Saat Kampanye 11.11, Lazada Tingkatkan Keamanan Siber

Image

News

Penulis "Pendekar Rajawali" Meninggal, Penghormatan Membanjir Di Hari Kematiannya

Image

Ekonomi

Pemerintah Hibahkan Laptop dan Printer Bekas IMF-WB

Image

Ekonomi

Investor Turki Kepincut Berinvestasi di Labuan Bajo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Aceh Berpotensi Jadi Produsen Minyak Atsiri Serai Wangi

Kabupaten Aceh Selatan dikenal penghasil minyak pala Aceh untuk kebutuhan pasar domoestik dan luar negeri

Image
Ekonomi

KLHK Kaji 6 Lokasi Percontohan Reforma Agraria

Target Reforma Agraria sesuai yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015 -2019.

Image
Ekonomi

Pasar Obligasi Butuh Asupan Positif dari Rupiah

Pernyataan The Fed yang masih memungkinkan untuk menaikan suku bunganya diperkirakan dapat menghalangi potensi pasar obligasi dalam negeri.

Image
Ekonomi

Bursa Dunia Cermati Tanggapan Tiongkok ke AS

Sentimen positif datang dari pernyataan beberapa pejabat pemerintahan AS bahwa Tiongkok telah menyampaikan tanggapan tertulis terhadap tuntu

Image
Ekonomi

Monumen Kapsul Waktu di Merauke Siap Diresmikan Presiden Jokowi

Pembangunan monumen Kapsul Waktu menunjukkan perhatian dan penghargaan yang besar dari Presiden Jokowi bagi masyarakat Papua

Image
Ekonomi

Polemik Kesepakatan Brexit Buat Dolar AS Kembali Gesit

kesepakatan rancangan perjanjian Brexit menghadapi ketidakpastian baru di tengah krisis politik di Inggris.

Image
Ekonomi

Saham-saham Teknologi Buat Wall Street Menguat Kembali

saham-saham teknologi utama berbalik naik atau "rebound", memperkuat pasar secara keseluruhan.

Image
Ekonomi

Kekuatan Rupiah Diuji Agar Tak Kumat

Positifnya laju Rupiah diharapkan masih dapat berlanjut seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

Image
Ekonomi

IHSG Ada Asupan untuk Menghijau, Ini Menu Saham Andalan

Stochastic dan RSI mendekati area overbought.

Image
Ekonomi

Politeknik PUPR Dibuka Tahun 2019 Bakal Cetak Tenaga Kerja Konstruksi

Politeknik PUPR yang akan memiliki tiga program studi yakni Konstruksi Gedung, Struktur Bangunan Air, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jem

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Kubu Prabowo-Sandiaga Kekurangan Dana

  2. Narapidana Kabur, Ternyata Jenguk Ibunya yang Sedang Sakit

  3. Gugatan OSO, Pakar Sarankan KPU Ikuti Putusan MK

  4. Pengamat: Ujung-ujungnya Rakyat Berprasangka Buruk "Ada Politik Dagang Sapi Misalnya"

  5. Dahnil Vs Rustam Soal Strategi Pertarungan Politik SBY: Ngajari Bebek Ngelangi atau Mitos?

  6. Survei LSI: Tiga Tokoh Ulama Yang Memiliki Pengaruh Dukungan Jokowi-Ma'ruf Amin

  7. Faizal: Sikap Grace Tolak Perda Syariah adalah Wajar dan Tidak Arahan Pak Jokowi

  8. Proyek Skybridge Tanah Abang, Gembong: Pembangunannya Ujug-Ujug

  9. Lima Postingan Sandiaga Uno Bikin 'Baper' Warganet

  10. HS, Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Ternyata Adik Ipar Diperum Nainggolan

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Ancaman Pemilu Serentak, Kekhawatiran Yusril yang Belum Menemukan Jawaban

Available

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer

Image
Gaya Hidup

Sibuk Banget, Bagaimana Soal Olahraga dan Liburan Arzeti Bilbina?

Image
Ekonomi

Tragedi Lion Air

Cerita Rusdi Kirana, Sosok di Balik Terbangnya 'Singa Merah' ke Angkasa