image
Login / Sign Up

Taro Fukuyama, Pengusaha Muda Asia yang Sukses di AS

Anggi Dwifiani

Image

Taro Fukuyama CEO Ford /Anyperk | Forbes.com

AKURAT.CO Taro Fukuyama adalah salah satu pendiri dan CEO dari Fond (Anyperk). Ia juga merupakan pengusaha sukses Asia dibawah umur 30 yang dimuat oleh majalah pada 2016.

Fukuyama adalah orang Jepang yang memulai karirnya dari kesukaannya pada membaca artikel tentang dunia teknologi yang sedang berkembang di San Francisco.

"Belajar tentang aliran keberhasilan di Bay Area ini mengilhami saya untuk datang ke Amerika untuk memulai perusahaan saya sendiri," kata Fukuyama yag dilansir oleh Forbes (30/9).

baca juga:

Pada tahun 2011, Fond, yang kini merupakan perusahaan inkubator kesuksesan manajemen karyawan di sebuah stratup, didirikan oleh Sunny Tsang dan Taro Fukuyama. Pada awalnya perusahaan ini adalah perusajaan aplikasi kencan. Namun aplikasi ini merupakan ide yang buruk karena tidak ada investor yang berminat.

"Tetapi kami bertahan karena kami benar-benar percaya bahwa kami akan bertemu seseorang yang tertarik untuk berinvestasi keesokan harinya. Dan jika tidak besok, keesokan harinya," kata Fukuyama.

Setelah berbulan-bulan mencari, mereka bertemu dengan Y Combinator, yang merupakan perusahaan inkubator, penilai kesuksesan sebuah peruahaan startup.

"Dalam bulan pertama, Paul Graham, pendiri Y Combinator, menarik Sunny dan saya ke samping dan memberi tahu kami bahwa kami adalah startup terburuk dalam batch," katanya.

"Dia mengatakan ide kami tidak bagus, dan CEO (saya) tidak dapat berkomunikasi secara efektif karena hambatan bahasa. Sejak saat itu, saya termotivasi untuk melakukan dua hal: belajar bahasa Inggris secepat mungkin dan mengembangkan ide baru untuk startup kami," katanya.

Ia belajar Bahasa Inggris dengan dua cara: pertama, mempekerjakan karyawan yang juga berbahasa dua bahasa, Jepang dan Inggris, agar membantu belajar bagaimana mengadakan percakapan lebih lancar. Kedua, menonton tv Amerika dengan menghabiskan berjam-jam mendengarkan percakapan, memahami bahasa gaul, dan mengikuti jalan cerita.

Cara ia menemukan gagasan besar adalah belajar dari Y incubator dengan berfokus pada 2 hal, yaitu menulis kode dan berbicara dengan pelanggan.

"Akibatnya kami membuang ide kami untuk aplikasi kencan, langkah alami berikutnya adalah berbicara dengan sebanyak mungkin CEO, melihat tantangan terbesar mereka, dan mengembangkan ide dari pikiran mereka," katanya.

Kami mulai melakukan cara-cara brainstorming untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan mengidentifikasi alasan orang meninggalkan pekerjaan mereka begitu sering. Penelitian kami menunjukkan bahwa karyawan yang tidak merasa terlibat di tempat kerja lebih cenderung meninggalkan pekerjaan mereka, jadi kami mulai mengidentifikasi cara untuk membantu.

Kami juga mengevaluasi bisnis Jepang yang sukses yang tidak memiliki kehadiran di AS dan mencoba untuk mereplikasinya di sini. "Dari sana, kami terus berevolusi menjadi kantor yang kami miliki saat ini."

Selanjutnya, CEO Fond ini mencoba memahami budaya kerja AS dan menyesuaikan gaya manajemen saya agar sesuai. Entah itu menanyakan pertanyaan wawancara yang tepat, mengatur pertemuan, atau menunjukkan rasa hormat kepada pelanggan dan prospek.

Ini adalah penyesuaian budaya yang harus saya lakukan ketika merekrut. Gaya bisnisnya juga berbeda. Di Jepang, pertemuan tatap muka menunjukkan rasa hormat, dan konferensi video biasanya tidak pernah dilakukan. Namun, di AS (negara yang secara geografis lebih besar dengan beberapa zona waktu), rapat langsung jarang terjadi dan konferensi video telah menjadi standar.

Langkah-langkah penyesuaian itulah yang mereka lakukan dalam menghadapi tantangan sebagai pengusaha Timur di kawasan Barat.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Gaya Hidup

800 Pesepeda Ramaikan GFNY di Pulau Samosir

Image

Olahraga

Balap Sepeda

Atlet Balap Sepeda Indonesia Bungkam Ratusan Pesaing dari 24 Negara

Image

Gaya Hidup

Kulit Sensitif? Ini Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan

Image

Ekonomi

Kemendag Gandeng Plaza Indonesia Gelar Pasar Kreasi Indonesia

Image

Olahraga

Kejuaraan Balap Sepeda Krakatau Granfondo 2018 Akan Dilakukan Berseri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Dihadapan Ratusan WP, Misbakhun Paparkan Bukti Keseriusan Pemerintah Dalam Ekonomi

Penetapan asumsi makro untuk tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun ini, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp15.000.

Image
Ekonomi

Pasar Ekuitas Melemah Dorong Harga Minyak Kurang Bergairah

Pelemahan pasar ekuitas mendorong harga minyak dunia melemah

Image
Ekonomi

Emas Mengkilap di Tengah Pelemahan USD dan Pasar Ekuitas

Emas untuk pengiriman Desember teracatat menguat 12,2 dolar AS atau 1,00 persen, menjadi ditutup pada 1.236,80 dolar AS per ounce

Image
Ekonomi

Rupiah Masih Tak Bergairah

Adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri tampaknya juga tidak cukup membantu bertahannya Rupiah di zona hijau.

Image
Ekonomi

Pertamina Berencana Buang Dolar AS dalam Pembelian Minyak

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina tengah berupaya membeli minyak mentah menggunakan mata uang selain dolar Amerika Serikat (AS).

Image
Ekonomi

IHSG Miliki Energi untuk Menanjak

Indeks LQ45 naik 2,1 poin atau 0,23% menjadi 912,94.

Image
Ekonomi

Mayoritas Bursa Wall Street Melemah Kendatipun Jauh dari Titik Terendah

Kendatipun mayoriyas saham Wall Street melemah, namun indeks utama berakhir menjauh dari posisi terendah

Image
Ekonomi

USD Merosot Atas Enam Mata Uang 'Safe Haven'

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sekitar 10 basis poin sepanjang hari, terakhir di 95,927

Image
Ekonomi

Pasar Obligasi Rindu Aksi Beli

Kenaikan pasar obligasi AS terimbas pada pelemahan pasar saham dimana pelaku pasar mencari alternatif investasi lainnya di pasar surat utang

Image
Ekonomi

Bursa Saham Dunia Kompak Tak Bergairah

Pergerakan bursa saham Eropa cenderung mengikuti laju bursa saham Asia yang mengalami penurunan.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Jansen Ingatkan Ma'ruf Amin Hingga Warga Bantargebang Akui Dana Hibah Lancar

  2. Hacker Unggah "Foto Pembunuhan" Jamal Khashoggi

  3. Tengku Zulkarnain Minta Tokoh NU Tak Bela Banser yang Bakar Bendera Tauhid

  4. Asam Lambung Kambuh, Narji Jalani Pemeriksaan Elektrokardiogram

  5. Hanafi Rais: Jika Prabowo Jadi Presiden, Pencak Silat Dapat Perhatian Luar Biasa

  6. Alasan PSK Kramat Tunggak Saat Ditangkap Polisi, Sedang Nunggu Suami Pak

  7. Pertama Kali Dalam Sejarah, Neraca Dagang Perikanan Nomor 1 se-Asia Tenggara

  8. Harga Jam Tangan Ronaldo Bikin Tepok Jidat

  9. Pensiunan Karyawan Klaim Kasus Mantan Dirut Pertamina Terkesan Dipaksakan

  10. Dua Terdakwa Pengeroyok Haringga Sirila Dituntut Hukuman Masing-Masing 4 dan 3,5 Tahun Penjara

Available

fokus

4 Tahun Jokowi-JK
Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri
Satu Tahun Anies Pimpin Ibu Kota
Available

kolom

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Ceruk Segmen Suara Santri

Image

Mengapa Milla Dicintai dan Layakkah Bima Sakti Menggantikannya?

Image
Bayu Primanda Putra

Meikarta, Lippo Group dan James Riady

Image
Ujang Komarudin

Magnet Politik Pesantren

Available

Wawancara

Image
Olahraga

Philippe Coutinho

"Kami Bermain Sepakbola dengan Tutup Botol"

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Sosok

Image
Ekonomi

Cerita Ibu Nengah, Si Penjaga Tiket yang Terampil Membuat Canang

Image
Ekonomi

Kisah Ketut Suarjana Memupuk Semangat Guyub

Image
Gaya Hidup

Inspirasi

Mimpi Munsiah yang Buta untuk Pendidikan Anaknya