image
Login / Sign Up
Image

Muh Tunjung Nugroho

Kasubdit Perencanaan Pemeriksaan Direktorat Jenderal Perpajakan (DJP) Kementerian Keuangan RI

Impor dan Perekonomian

Image

Truk Container melintas di pelabuhan peti kemas Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/6). Aktivitas bongkar muat di kawasan tersebut masih sepi dan belum pulih pasca libur lebaran | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Kondisi ekonomi suatu negara adalah merupakan suatu hasil akumulasi dari praktik2 ekonomi dan kebijakan ekonomi dari dahulu sampai dengan saat ini. Termasuk ekonomi di Indonesia merupakan resultante dari praktik dan kebijakan ekonomi masa lalu sampai dengan sekarang. Kondisi ekonomi suatu negara tidak bisa hanya di bangun pada suatu Titik tetapi harus dibangun dalam rentang waktu yang cukup dan konsistensi serta berkelanjutan.

Kue Ekonomi (PDB) kita saat ini didominasi kontribusinya oleh Konsumsi dan Pengeluaran Pemerintah. Kontribusi dari investasi dan Ekspor belum meningkat signifikan. Ekspor yg ada pun ekspor komoditi bukan ekspor yg bernilai tambah tinggi sebagai hasil produksi domestik.

Padahal sesungguhnya Investasi dan Ekspor inilah sebagai pencipta nilai tambah ekonomi yang berkualitas serta menciptakan lapangan kerja. Terlebih lagi investasi dan produk ekspor tersebut menggunakan konten lokal yg tinggi bukan konten Impor.  Hal inilah yang harusnya terus di dorong dan dibangun secara signifkan konsisten dan berkelanjutan shg kita menjadi Mandiri. Harus ada policy yang orisinil betul-betul fokus serta dibuktikan roadmap yang jelas dan konsisten serta tidak boleh di goyang-goyang oleh siapapun pemerintahnya. Roadmap membangun Investasi dan Ekspor harus betul betul dilwujudkan dan konsisten dijalankan. Ekonomi Indonesia harus dibangun dalam pondasi Investasi dan ekspor yg kuat.

baca juga:

Ekonomi (PDB) yang dibangun (tergantung) pada konsumsi apalagi konsumsinya berasal dari Impor tidak akan sustainable dan akan mudah goyang karena sangat bergantung pada mata uang negara lain. Masih oke jika konsumsi di lakukan atas produk dalam negeri sehingga akan mendorong produksi dan investasi dalam negeri. Oleh karena itu untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri konsumsi barang Impor harus ditekan seminimal mungkin. Demikian juga ketergantungan Impor atas bahan Baku juga harus dikurangi sehingga konten lokal untuk produksi harus konsisten dijalankan. Kita harus menjadikan Indonesia bangga yang mandiri.

Kue ekonomi (PDB) dari goverment expenditure (pengeluaran pemerintah) juga harus terus secara konsisten ditata. Pengeluaran pemerintah harus juga dialokasikan untuk hal yang mendorong investasi dan ekspor. Pengeluaran pemerintah yang dialokasikan untuk konsumsi harus diefisienkan walaupun dalam jangka pendek konsumsi memang akan menambah PDB. Saat ini masih banyak ruang efisiensi atas pengeluaran pemerintah yang dapat dilakukan. Inefisiensi pada instansi dan lembaga pemerintah harus terus ditekan sehingga ribuan triliun APBN kita tidak habis sesaat karena konsumsi tapi beralih ke sektor produktif yang berjangka panjang.

Indonesia adalah bangsa yang besar dengan penduduk besar sehingga bonus demografi tersebut akan menciptakan tingkat konsumsi yang tinggi. Peluang konsumsi yang tinggi ini harusnya bisa di manfaatkan oleh bangsa Indonesia sendiri dengan secara sistemik mendorong konsumsi produksi sendiri. Bukan malah dimanfaatkan oleh bangsa lain untuk mengkonsumsi produk negara lain. Korea, Jepang, India Cina merupakan negara yang mampu memaksa secara sistemik penduduknya untuk mengkonsumsi produksi sendiri sehingga mendorong investasi dan produk-produk lokal bukan tergantung Impor.

Janganlah bangsa Indonesia menjadi bangsa konsumen sehingga menjadi tempat konsumsi saja. Kita jangan cuma memajukan negara lain dengan mengkonsumsi barang barang impor dengan alasan konsumerisme dan hedonisme. Impor adalah perusak ekonomi dan perusak mata uang rupiah terhadap dolar. Segera hentikan ketergantungan Indonesia atas barang barang impor baik barang konsumsi maupun bahan baku. Jika kita memang akan menjadi negara maju.

Impor hanya akan semakin melemahkan kita baik dr sisi mental maupun ekonomi. Impor apalagi barang-barang mewah dan lifestyle hanya akan menciptakan hedonisme dan mendorong peluang terciptanya underground/penyelundupan. Terlebih lagi masih banyak lubang lubang tikus di wilayah Indonesia yang kadang sulit di jangkau oleh pengawasan. Atau bahkan kadang muncul persekongkolan di antara para pihak.

Oleh karena itu langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk mengendalikan impor produk-produk tertentu melalui instrumen pajak harus didukung bahkan harus diperluas serta konsisten dan berkelanjutan untuk dilakukan. Ini sebagai langkah untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Apabila tidak dilakukan maka aktivitas ekonomi Indonesia yang menciptakan nilai tambah (aktivitas produksi) tidak akan ada kemajuan. Sehingga investasi akan begitu begitu saja. Konten produk lokal akan terus minim sehingga bergantung pada impor. Sehingga pembentuk kue ekonomi kita (PDB) akan rentan dengan nilai mata uang asing.

Siapa Kita...???? Indonesia!!! Indonesia adalah milik kita sehingga harus kita bangun bersama dengan memulai mendorong produk lokal dan konsumsi lokal sehingga akan menekan ketergantungan pada Impor dan produk asing karena Impor merupakan virus ekonomi jika tidak dikendalikan dengan baik. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Pelaku Pasar Makin Sulit Diprediksi di Tengah Dinamika Ekonomi

Image

Ekonomi

Tarif AS ke China Buat Ekspor Otomotif Jerman Berjaya

Image

Ekonomi

Bank Indonesia Laporkan Net Kewajiban Posisi Investasi Internasional Indonesia Menurun

Image

Ekonomi

Komentari Kasus Karen, Dirjen Migas Pastikan Bakal Lakukan Evaluasi Usulan Investasi

Image

Ekonomi

Utang Pemerintah Sentuh Rp4.363,19 Triliun, Pengamat: Wajar, Kenapa Mesti Takut?

Image

Ekonomi

Gelar Forum di Laos, KBRI Dorong Pengusaha Getol Investasi

Image

News

40 Persen Warga Ibu Kota Belum Dapat Air Bersih jadi Alasan Anies Ngotot Minta Anggaran

Image

Ekonomi

AS Selalu 'Todongkan Pisau' ke China, Negosiasi Dagang Dipastikan Alot

Image

Ekonomi

Polemik Stok Beras, Gatot Nurmantyo: Kok Impor, untuk Apa?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

LPS Terus Pantau DPK yang Berpindah ke Bank Luar Negeri

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau pergerakan dana pihak ketiga dari bank yang pindah ke luar negeri (capital outflow).

Image
Ekonomi

Pelaku Pasar Makin Sulit Diprediksi di Tengah Dinamika Ekonomi

Pakar ekonomi dan akademisi perlu memperdalam analisis dan survei mengenai perilaku pelaku pasar.

Image
Ekonomi

Ketersediaan Pasokan Jagung Buat Harga Pakan Ternak Stabil

Pemerintah harus dapat terus menjaga stok komoditas jagung karena hal itu merupakan elemen penting terkait pakan ternak.

Image
Ekonomi

Presiden Jokowi Serahkan 7.000 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat Bogor

Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan penyerahan sertifikat tanah untuk 7.000 masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Image
Ekonomi

Jerman Tegaskan AS Tak Usah Campuri Urusan Energinya

Uni Eropa menegaskan bahwa perusahaan mereka memiliki hak untuk memutuskan kebijakan energi secara independen dari pihak ketiga.

Image
Ekonomi

MBR Bisa Tinggal di Rusun Kawasan Perkotaan Yogyakarta

Namun seiring berjalannya waktu dan kemajuan zaman, kini hunian vertikal tidak lagi hanya ada di kota-kota tersebut.

Image
Ekonomi

Pengamat Beberkan 4 Tantangan Internal Ekonomi Indonesia

Dari 9 tantangan, diantaranya 4 merupakan tantangan internal dan 5 tantangan eksternal.

Image
Ekonomi

Kebijakan Satu Peta Butuh Basis Data RTRW yang Kuat

Salah satu kendala dalam mewujudkan Kebijakan Satu Peta (KSP) adalah masih adanya ketidakseragaman penyusunan basis data.

Image
Ekonomi

Tarif AS ke China Buat Ekspor Otomotif Jerman Berjaya

Karena sanksi AS Jerman telah melampaui Amerika Serikat sebagai pengekspor kendaraan terbesar ke pasar China.

Image
Ekonomi

Bank Indonesia Laporkan Net Kewajiban Posisi Investasi Internasional Indonesia Menurun

Pada akhir triwulan II 2018, PII Indonesia mencatat net kewajiban sebesar 305,6 miliar dolar AS (29,3 persen terhadap PDB).

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Saat Foto Kiai Ma'ruf Amin Jadi Bahan Provokasi, Malah Dulang Simpati

  2. Terobos Konvoi Presiden, Begini Video Tania Usai Diberhentikan

  3. Mantan Dirut Pertamina Menangis Hingga Posting Foto Ani Yudhoyono Saat Muda

  4. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  5. Dana Kampanye Jokowi-Ma'ruf Dicurigai Fadli Zon, Johnny Plate: Urus Saja, Urusan Sendiri

  6. Pelatih Malaysia U-16: Wasit Membunuh Permainan Kami

  7. Kembali Akur dengan Maia Estianty, Ahmad Dhani: Demi Anak Ya Harus

  8. Fans: Masukin Tukang Berantem Kayak Tsamara ke DPR Seru Kali Ya

  9. Clift Sangra Kaget Melihat Sosok Istrinya Dalam Diri Luna Maya

  10. Novanto Kabur dari Lapas Sukamiskin?

Available

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!