image
Login / Sign Up
Image

Mohamad Gin Gin Ginanjar

Pemerhati kebijakan publik dan ASN pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan

Membidik Investor di Perhelatan IMF-WB 2018

IMF-WB Annual Meeting

Image

Annual Meeting IMF-World Bank 2018 |

AKURAT.CO Pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan digelar pada 8-14 Oktober mendatang di Nusa Dua, Bali merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk menjemput peluang investasi dari para petinggi kelas atas dunia, tidak terkecuali investor.

Lalu, isu apa saja yang akan dibahas dalam perhelatan akbar tersebut? Ada tiga hal utama yang akan didiskusikan, yaitu perkembangan ekonomi, keuangan global dan isu-isu terkini meliputi outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, topik pembangunan, lapangan kerja dan perubahan iklim. Pertemuan ini adalah saat yang tepat untuk menampilkan (showcasing) potensi investasi Indonesia yang sangat besar.

Ajang ‘Showcasing’ Potensi Investasi

baca juga:

Pertemuan IMF-WB 2018 dapat menjadi ajang bagi pemerintah untuk ‘jualan’ tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga di sektor lainnya. Event ini merupakan ajang menjemput peluang investasi dari para pemegang otoritas tertinggi di lembaganya masing-masing.

Berinvestasi di Indonesia adalah keputusan terbaik mengingat semua lembaga pemeringkat (Moodys, Fitch, S&P, JCRA dan Rating & Investment) telah menyatakan Indonesia adalah investment grade alias “layak investasi”. Perhelatan akbar ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk menampilkan potensi investasi Indonesia yang sangat besar pada enam sektor prioritas yang mencakup potensi investasi pada sektor infrastruktur, energi dan natural resources, komoditas pertanian, pariwisata, ekonomi digital, dan gaya hidup (industri film). Kesempatan emas ini tidak akan datang dua kali. Mampukah pemerintah Indonesia menangkap peluang tersebut?

Potensi Investasi pada Sektor Infrastruktur, Energi, dan Pertanian

Di era kepemimpinan Presiden Jokowi, pemerintah gencar membangun infrastruktur di seluruh pelosok negeri. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerataan dan pengurangan kesenjangan ekonomi antarwilayah. Di tengah usaha pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan 245 proyek infrastruktur prioritas, dibutuhkan investasi sekitar 4 ribu triliun rupiah yang meliputi lima sektor utama, yaitu energi, listrik, jalan tol, kereta api, dan zona ekonomi khusus.

Pertemuan ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi dalam menjemput peluang investasi dengan menawarkan kerja sama percepatan pembangunan infrastruktur melalui skema Kemitraan Pemerintah-Swasta (KPS). Tidak dapat dipungkiri, partisipasi swasta diperlukan sebagai alternatif pembiayaan kreatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan daya tarik investasi, serta menjamin keterlibatan sektor swasta.

Selain itu, AM 2018 dapat menjadi ajang yang sangat tepat untuk mempromosikan potensi investasi di sektor energi dan natural resources. Dalam hal energi, ternyata 40% cadangan energi panas bumi dunia terdapat di Indonesia. Selain dikenal sebagai produsen dan eksportir minyak sawit nomor satu di dunia, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Hal ini dibuktikan dengan posisi Indonesia dalam daftar teratas sebagai eksportir emas, bauksit, timah, seng, dan tembaga.

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki potensi penggunaan sumber air sebagai energi penggerak bagi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM). Pulau-pulau di Indonesia dengan potensi tenaga air (hydropower) cukup melimpah berada di Pulau Sumba, Flores, Timor, Bali, Papua, Sulawesi, dan Jawa. Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala mini dan mikro hidro (PLTMH) di wilayah Indonesia yang telah teridentifikasi mencapai 500 MW. Potensi PLTA skala mini dan mikro hidro diprediksi jauh lebih besar dari angka tersebut. Pemerintah dapat memanfaatkan peluang AM 2018 sebagai ajang promosi potensi besar pembangkit listrik tenaga hidro yang merupakan sumber energi alternatif menguntungkan.

Selain itu, Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen utama komoditas karet alam, kakao, kopi, teh, singkong, beras, dan rempah-rempah yang berasal dari daerah tropis. Saat ini, Indonesia juga dikenal sebagai produsen perikanan terbesar di dunia, sumber terbesar rumput laut di dunia, pengekspor tuna dan tuna kaleng terbesar ketujuh di dunia, dan produsen udang terbesar di Asia Tenggara. Perikanan menjadi sektor utama yang menyediakan pembangunan ekonomi pesisir karena Indonesia adalah negara keempat yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia.

Potensi Investasi pada Sektor Pariwisata, Ekonomi Digital, dan Perfilman

Begitu besar manfaat yang akan didapat dari perhelatan akbar tersebut. Selain sektor infrastruktur, energi dan natural resources, serta komoditas pertanian dan perikanan, pemerintah harus dapat menangkap peluang investasi di sektor pariwisata, ekonomi digital, dan kategori gaya hidup (industri film).

Sektor pariwisata merupakan salah satu mesin penggerak perekonomian dunia yang terbukti mampu memberikan kontribusi terhadap kemakmuran sebuah negara. Ditargetkan pada tahun 2019, sektor pariwisata Indonesia mampu menyumbang kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 15%, penerimaan devisa sebesar Rp 280 triliun, dan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 13 juta. Agar tidak menggerus potensi devisa penerimaan negara, gempa yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya beberapa waktu lalu juga harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pertemuan IMF-Bank Dunia dapat menjadi momen untuk mendukung target pencapaian kontribusi pariwisata Indonesia.

Perhelatan akbar Annual Meetings 2018 juga dapat dijadikan sebagai ajang promosi peluang investasi pada sektor ekonomi digital. Diperkirakan pada tahun 2021, ekonomi digital menyumbang kontribusi sebesar 5.700 PDB per kapita (USD). Melihat adanya potensi yang besar dalam hal ini, pemerintah telah menyiapkan Roadmap e-Commerce untuk memberikan peluang bagi para investor mengembangkan sektor ekonomi digital di Indonesia. Pemerintah juga telah menargetkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara pada tahun 2020. Selain itu, pemerintah telah membuka peluang investasi pada industri film untuk investor asing. Dengan populasi 255 juta, Indonesia menjadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi para investor. Pemerintah perlu mendorong pertumbuhan ekonomi industri perfilman di Indonesia sebagai salah satu industri kreatif potensial.

Kesempatan Emas Bidik Investor

Pertemuan ini diyakini akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain berpotensi mendatangkan penerimaan devisa sebesar USD 100juta, oleh Bappenas juga diprediksi berdampak ekonomi langsung senilai 6,9 triliun.

Forum IMF-WB 2018 adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk membidik investor. Lebih jauh, perhelatan akbar ini dapat menjadi ajang untuk menunjukkan kebangkitan Indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi dahsyat pada tahun 1998 yang menghantam sendi-sendi perekonomian bangsa.

Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini lepas begitu saja. Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 dan pemangku kepentingan terkait tentu sudah mempersiapkan diri dengan baik sejak dini demi suksesnya gelaran tersebut. Gelontoran dana untuk menjamu tamu IMF-Bank Dunia yang memakan dana yang sangat besar, mudah-mudahan dapat membawa manfaat besar yaitu dapat menggerakkan sektor ekonomi daerah Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

*) Tulisan ini merupakan pendapat penulis pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi dimana penulis bekerja

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Pelaku Pasar Makin Sulit Diprediksi di Tengah Dinamika Ekonomi

Image

Ekonomi

Bank Indonesia Laporkan Net Kewajiban Posisi Investasi Internasional Indonesia Menurun

Image

Ekonomi

2019, Enam Bandara Kemenhub Bakal Resmi Dikelola AP I dan II

Image

Ekonomi

Komentari Kasus Karen, Dirjen Migas Pastikan Bakal Lakukan Evaluasi Usulan Investasi

Image

Ekonomi

Kementan Gandeng KPK, Perketat Pengawasan Distribusi Mesin Pertanian

Image

Ekonomi

CIPS Sarankan Peningkatan Kapasitas Petani dan Efisiensi Lahan

Image

Ekonomi

Alasan Jokowi Genjot Infrastruktur, Jalan Tol RI 780 Km di China 280.000 Km

Image

Ekonomi

Serbia Dukung Penuh Proyek Belt and Road Initiative China

Image

Ekonomi

Gelar Forum di Laos, KBRI Dorong Pengusaha Getol Investasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

USD Masih Lesu di Tengah Data Ekonomi Terbaru

Dolar AS turun 0,06 persen menjadi 94,1330 pada akhir perdagangan atas enam mata uang utama lainnya

Image
Ekonomi

DPR Akhirnya Tunda Penetapan Anggaran Kemenkeu

Berubahnya asumsi nilai tukar rupiah akan mempengaruhi besaran alokasi anggaran serta postur penerimaan dan belanja Kemenkeu tahun depan.

Image
Ekonomi

IHSG Ada Celah Menghijau, Intip Saham-Saham Unggulan

Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Image
Ekonomi

Mayoritas Saham Wall Street Ditutup Berwarna

Mayoritas saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu, 26/9) di New York.

Image
Ekonomi

LPS Terus Pantau DPK yang Berpindah ke Bank Luar Negeri

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memantau pergerakan dana pihak ketiga dari bank yang pindah ke luar negeri (capital outflow).

Image
Ekonomi

Pelaku Pasar Makin Sulit Diprediksi di Tengah Dinamika Ekonomi

Pakar ekonomi dan akademisi perlu memperdalam analisis dan survei mengenai perilaku pelaku pasar.

Image
Ekonomi

Ketersediaan Pasokan Jagung Buat Harga Pakan Ternak Stabil

Pemerintah harus dapat terus menjaga stok komoditas jagung karena hal itu merupakan elemen penting terkait pakan ternak.

Image
Ekonomi

Presiden Jokowi Serahkan 7.000 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat Bogor

Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan penyerahan sertifikat tanah untuk 7.000 masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Image
Ekonomi

Jerman Tegaskan AS Tak Usah Campuri Urusan Energinya

Uni Eropa menegaskan bahwa perusahaan mereka memiliki hak untuk memutuskan kebijakan energi secara independen dari pihak ketiga.

Image
Ekonomi

MBR Bisa Tinggal di Rusun Kawasan Perkotaan Yogyakarta

Namun seiring berjalannya waktu dan kemajuan zaman, kini hunian vertikal tidak lagi hanya ada di kota-kota tersebut.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Saat Foto Kiai Ma'ruf Amin Jadi Bahan Provokasi, Malah Dulang Simpati

  2. Komunitas Emak-emak Parahyangan: Akhirnya, Kami Merasa Pak Jokowi Memang Pilihan Kami

  3. Terobos Konvoi Presiden, Begini Video Tania Usai Diberhentikan

  4. Mantan Dirut Pertamina Menangis Hingga Posting Foto Ani Yudhoyono Saat Muda

  5. Novanto Kabur dari Lapas Sukamiskin?

  6. Suporter Persija Dikeroyok sampai Mati, Habib: akan Baik Jika Ketua Panpel, Ketua PSSI, Menpora Mundur

  7. Salut, Aksi Solidaritas Pemuda di Bandung untuk Haringga Sirila

  8. Fans: Masukin Tukang Berantem Kayak Tsamara ke DPR Seru Kali Ya

  9. Clift Sangra Kaget Melihat Sosok Istrinya Dalam Diri Luna Maya

  10. Tidak Memberikan Jalan Rombongan Presiden, Wanita 28 Tania Ditetapkan Sebagai Tersangka

Available

fokus

Dari Indonesia untuk Dunia
Kearifan Ekonomi Lokal Baduy
Pray for Lombok
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Mengatasi Problem Data Pemilih

Image
Sampe L Purba

BBM Satu Harga – Berbagi Peran dengan Pemda

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Berebut Kursi Panas Wagub DKI

Image
Yustinus Prastowo

Memahami Pembiayaan BPJS Kesehatan dari Pajak Rokok

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Blak-blakan Strategi UUS Sinarmas dalam Tabungan Haji Hingga Rencana Spin Off

Image
Olahraga

Antoine Griezmann

"Saya Bertahan di Atletico Tidak karena Uang"

Image
Ekonomi

Layanan PLB BSA Logistik Makin Ekspansif

Sosok

Image
Ekonomi

Hadapi Banyak Konflik, Konglomerat Ukraina ini Malah Tambah Kaya

Image
Ekonomi

Jokowi, Tokoh Pemerataan Pembangunan Indonesia

Image
Ekonomi

Ingin Sukses di Masa Muda, Ikuti Jejak CEO Termuda ini!