image
Login / Sign Up

Hadiri Harkopnas ke-71, Presiden Jokowi Sosialisasikan PPH UMKM

Sunardi Panjaitan

Image

Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional II di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018). Acara pembukaan Tilawatil Quran ini juga bertepatan dengan MTQ Nasional VIII Antar Pondok Pesantren serta Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu ada penyerahan mushaf Alquran Sulaman yang ditulis sekitar 400 meter dan diserahkan kepada Presiden Jokowi bagi masyarakat muslim Indonesia dan dunia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga melakukan sosialisasi kebijakan pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar 0,5 persen kepada para pegiat koperasi dan UMKM yang hadir.

Presiden berharap pemangkasan pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar0,5 persen berharap kebijakan pemangkasan PPh tersebut disambut baik para pelaku UMKM dan mendorong bisnis UMKM lebih berekspansi.

baca juga:

Tentu saja senang. Pasti semua pelaku senang," katanya.

Pemangkasan PPh final yang semula satu persen kemudian menjadi 0,5 persen, kata Presiden, merupakan angka yang signifikan.

"Karena dari satu persen itu angka yang besar, kemudian dipotong separuh menjadi setengah persen, ya senang dong," katanya.

Dengan begitu, para pelaku UMKM memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan perluasan usaha.

"Sehingga ruang yang setengah persen bisa dipakai ekspansi, untuk modal investasi, untuk mebesarkan usaha. Saya kira arahnya ke sana," katanya.

Pemangkasan PPh final merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong para pelaku UMKM dan koperasi agar semakin berkembang.

Presiden melihat sampai saat ini koperasi khususnya, sudah semakin berkembang dengan kontribusi yang kian besar terhadap PDB.

"Usaha koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik, kalau kita hitung kontribusi koperasi terhadap PDB juga naik dari 3,99 ke 4,48 persen," katanya.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pengamat: Revisi DNI Hanya Mimpi, Resep Tak Manjur Dicoba Lagi

Pemerintah melalui Paket Kebijakan ekonomi merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) sedikitnya afa 54 sektor yang dibuka untuk PMA.

Image
Ekonomi

Jeli Lihat Peluang, KWT Cendana Produksi Jamu Manfaatkan Tanaman Pekarangan

Tanaman-tanaman tersebut semulah hanya sebatas untuk bumbu dapur, hingga kemudin ia menggagas agar diolah menjadi jamu

Image
Ekonomi

Kemenperin Bertekad Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah).

Image
Ekonomi

Lewat Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Pemerintah Dorong Industri Pengolahan Karet

Kebijakan tersebut adalah merelaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk industri crumb rubber.

Image
Ekonomi

Sempat Melaju Gesit, IHSG Justru Terpeleset

Adapun sektor industri dasar menguat 0,8%. Kemudian sektor infrastruktur turun 0,4%.

Image
Ekonomi

Muncul Asupan Positif, Rupiah Mulai Agresif 

Harapan berlanjutnya kenaikan Rupiah dapat memenuhi pelaku pasar seiring dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

Image
Ekonomi

Jenuh Beli, IHSG Waspada Terkoreksi

Stochastic dan RSI sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli.

Image
Ekonomi

Pemasangan Alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya Rp2,5 Juta

Andrean bersama "Loving Evnvironment Solution" merupakan satu dari puluhan produk yang dipamerkan dalam Earth Festival 2018 di Living World.

Image
Ekonomi

Desainer Cilik Bekasi Unjuk Gigi Perkenalkan Batik di Lebanon

Ribuan design sudah dihasilkan oleh designer cilik yang tinggal di perumahan Wisma Asri II Bekasi tersebut, secara otodidak.

Image
Ekonomi

Indonesia dan Belanda Fokus Implementasikan Proyek Kerjasama Bidang Keairan

Inovasi pembiayaan infrastruktur terus didorong karena keterbatasan anggaran Pemerintah.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. PSI Tolak Perda Syariah, Sosiolog: Umat Islam Sadarlah dan Insyaflah

  2. Empat Motif Pembunuhan, dari Kesal Dimarahi Kakak sampai Gara-gara Istri Beli Mobil

  3. Sandiaga Doakan Agung Sukses Jadi Cawagub DKI, PKS: Jadi Bahan Pertimbangan

  4. Bambang Pamungkas Komentari Kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand

  5. Kegiatan Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Tak Dapat Izin, Begini Tanggapan PKS

  6. Penjaga Gawang Termahal Dunia Siap Gantikan Posisi David De Gea

  7. Berikut 5 Zodiak yang Akan Beruntung di November, Zodiakmu Ada?

  8. Ciptakan All Indonesian Final, Ganda Campuran Pastikan Satu Gelar

  9. Ternyata, Harga Mobil Lamborghini di Negara Asalnya Tidak Semahal di Indonesia

  10. Suguhan Apik Parade Natal di Disneyland Paris

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Sengkarut Penundaan Penetapan DPT

Image
Ujang Komarudin

Buta dan Budek dalam Politik

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Bising di Ruang Publik: Perang Diksi Namun Jauh dari Substansi

Image
Karyono Wibowo

Harus Dibedakan antara Penegakan Hukum dan Kriminalisasi

Available

Wawancara

Image
News

DKPP, Penjaga Marwah dan Etika Penyelenggara Pemilu yang 'Haus' Infrastruktur

Image
Olahraga

Piala Libertadores 2018

"Mari Jadikan Final Boca-River Tanpa Kekerasan"

Image
News

Alissa Wahid: Membawa Sumpah Pemuda 1928 ke Anak Milenial

Sosok

Image
Hiburan

Fauzan Musaad, Pelukis Mural Raden Saleh Raksasa di Planetarium Cikini

Image
Hiburan

Ini Alasan Ajip Rosidi Kembalikan Piagam dan Uang Rp200 Juta dari Habibie

Image
Ekonomi

Cukai Rokok Batal Naik, Kekayaan Bersih Para Pengusaha Ini Tambah Moncer