image
Login / Sign Up

Nelayan Besar Dituntut Komitmen Lepas dari Cantrang

Prabawati Sriningrum

Image

Nelayan mempersiapkan jaring ikan yang digunakan untuk menangkap ikan di laut saat bersandar di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (8/4). Setiap tahunnya Hari Nelayan Nasional diperingati setiap 6 April. Namun tidak semua daerah bahkan nelayan ikut memperingatinya. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada tahun 2012 tercatat ada sekitar 2,75 juta penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan. Kendati jumlahnya besar, masih kurangnya kapal dan alat penangkap ikan (API) di kalangan nelayan menjadi momok tersendiri yang membuat sektor kelautan dan perikanan nasional bisa dikatakan sulit berkembang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Nelayan+Seluruh+Indonesia' class='related-tag'>Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Sumatera Utara meminta kepada nelayan pemodal besar di daerah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, agar benar-benar komitmen, dan tidak lagi menggunakan alat penangkapan ikan cantrang.

"Sebab, alat tangkap tersebut dinilai tidak ramah lingkungan dan dilarang oleh pemerintah beroperasi mengambil ikan di perairan Indonesia," kata Wakil Ketua DPD Nelayan+Seluruh+Indonesia' class='related-tag'>Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli, di Medan, seperti diberitakan Antara, Sabtu (9/6).

Alat tangkap yang sudah cukup tua itu, menurut dia, harus dihentikan atau dibuang jauh-jauh oleh nelayan, karena selama ini banyak meresahkan kehidupan nelayan kecil ketika mencari ikan di laut.

"Bahkan, nelayan cantrang itu, sering terlibat cek-cok atau pertengkaran di tengah laut dengan nelayan kecil maupun petugas Sat Pol Air Serdang Bedagai (Sergai) yang melakukan penertiban," ujar Nazli.

Ia menyebutkan, selain alat tangkap cantrang, pemerintah juga melarang pengoperasian Pukat Hela (Trawl), Pukat Tarik (Seine Nets), Pukat Gerandong (Bot Gandeng Dua), dan sejenis alat tangkap Pukat Harimau.

Pelarangan alat tangkap tersebut, juga berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2015, dan harus tetap dipatuhi para nelayan di Indonesia, serta jangan dilanggar.

"Pemerintah juga diharapkan agar secepatnya memberikan bantuan alat tangkap jaring milenium yang ramah lingkungan dan cocok digunakan oleh nelayan di Indonesia," ucapnya.

Nazli menjelaskan, kehadiran alat tangkap yang baru dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maka nelayan di Sumut bisa beroperasi menangkap ikan dengan aman, serta tidak dilarang pemerintah.

Apalagi, selama ini kehidupan nelayan terkatung-katung dan tidak jelas, karena belum adanya alat tangkap yang disarankan pemerintah.

Namun saat ini, nelayan di seluruh Indonesia bisa lega dan merasa bangga setelah adanya jaring milineum sebagai pengganti alat tangkap yang merusak lingkungan hidup di dasar laut.

Pemerintah sejak 1 Januari 2018, telah melarang alat tangkap Pukat Cantranf, Pukat Hela dan Pukat Tarik menangkap ikan di perairan Sumut. Bagi yang terbukti melanggar akan diberikan tindakan tegas.

"Nelayan di Sumut harus menghentikan alat tangkap tersebut, dan menggantinya dengan alat tangkap baru yang diizinkan oleh pemerintah, yakni jaring milineum," kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.

Cantrang merupakan alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan tradisional sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Selain itu, cantrang adalah alat penangkap ikan berbentuk kantong terbuat dari jaring dengan dua panel dan tidak dilengkapi alat pembuka mulut jaring.

Alat tangkap cantrang memiliki mata jaring berukuran rata-rata 1,5 inci, dan mirip dengan Trawl atau biasa disebut dengan Pukat Harimau.

Alat tangkap tersebut, selama ini dianggap telah merusak sumber hayati di laut, bibit ikan yang masih kecil, terumbu karang dan lain sebagainya turut disapu bersih cantrang.

Oleh karena itu, maka Pemerintah mengeluarkan larangan kepada nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap cantrang dan alat tangkap tersebut banyak digunakan oleh nelayan di Pulau Jawa, yakni di Bandung.

Setiap daerah di Indonesia, memiliki alat tangkap yang berbeda-beda dan tidak ada yang sama bentuk atau jenisnya.[]

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Ketua Golkar Sumut: Kami Berhasil Membunuh Malas, Menyingkirkan Lelah

Image

News

Catatan Akhir Tahun, Tiga Jenis Penyumbang Pelanggaran HAM di Sumut Versi Kontras

Image

News

Tim Gabungan Berhasil Selamatkan 4 Nelayan yang Terhempas Badai

Image

News

Warga Minta Bantuan Biaya Pelihara Orangutan, BBKSDA: Itu Satwa Negara, Tak Ada Kompensasi

Image

News

Warga Pemelihara Anak Orangutan di Desa Tanjung Merahe Minta Bantuan Biaya Perawatan

Image

News

Satu Jenazah Korban Kekerasan KKB Sudah Tiba di Medan

Image

Ekonomi

KKP Serukan Masyarakat Perbanyak Konsumsi Protein Ikan

Image

News

Hinca: Kualanamu Tidak Bisa Dibesarkan karena Ada Permainan Mafia Singapura dan Malaysia

Image

News

Spesialis Pencuri di Masjid dan Gereja Akhirnya Digelandang ke Kantor Polisi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pemerintah Pusat Nilai Pemda Belum Siap Terima DAU Dinamis

Pemerintah daerah belum siap menerima DAU yang bersifat dinamis sehingga pemerintah kembali memberikan dana tersebut dalam bentuk final.

Image
Ekonomi

Menteri Jonan Minta Pertamina Temukan Teknologi 'Fast Charging' Mobil Listrik

Menteri Jonan minta Pertamina temukan atau mencari teknologi "Fast Charging" mobil listrik dibawah 10 menit.

Image
Ekonomi

Pertamina Gandeng Himbara Permudah Transaksi di SPBU dan SPLU

Pertamina gandeng HIMBARA permudah transaksi di SPBU dan SPLU.

Image
Ekonomi

Menkeu Minta Pemda Tak Gunakan Makelar untuk Pencairan Dana Transfer Daerah

Menurut Menkeu, tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum karena merupakan perilaku koruptif yang dapat merugikan keuangan negara.

Image
Ekonomi

Survei McKinsey: Banyak Perusahan di ASEAN Terkena 'Pilot Trap' Industri 4.0

Berdasarkan survei McKinsey & Company, sekitar 79% Pemimpin Bisnis di negara-negara berbasis manufaktur ingin menerapkan. industri 4.0

Image
Ekonomi

IKEA Beri Penawaran Ekslusif di Harbolnas

Hari Belanja Online sudah menjadi cara belanja pilihan bagi mereka yang perlu menghemat waktu maupun untuk tujuan praktis.

Image
Ekonomi

Pemerintah China Klaim Huawei Tak Ada Masalah dengan Negara-negara Lain

Kementerian luar negeri China Lu Kang mengatakan belum pernah mendengar ada negara yang memiliki masalah keamanan dengan Huawei Technologies

Image
Ekonomi

Berikut Analisa McKinsey Mengenai Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 adalah realitas baru terkait dengan disrupsi yang terjadi di berbagai industri di dunia, Industri 4.0.

Image
Ekonomi

Bank Sentral China Akan Hukum Vendor yang Menolak Pembayaran Secara Tunai

Bank sentral China memperingatkan bahwa menolak uang tunai sebagai bentuk pembayaran adalah ilegal.

Image
Ekonomi

Kemenperin: Sampah Plastik di Laut Bisa Didaur Ulang

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan sampah plastik di laut bisa dimanfaatkan bagi industri daur ulang di Indonesia.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Ferdinand Geram: Jahat, Brutal, Barbar dan Dungu

  2. Sudjiwo Tedjo Minta Maaf pada Jokowi, Ada Apa?

  3. Soal Janji Perpajakan Prabowo-Sandi, Pengamat: Jangan Obral Tapi Rasional-Kontekstual

  4. Pengamat Nilai Strategi Prabowo-Sandiaga Mudah Terbaca

  5. Begini Cara Polisi Menguak Keterlibatan Petugas Lapas dalam Meloloskan Tahanan

  6. Era Jokowi Pemberantasan Korupsi Lebih Baik, Ferdinand: Tidak Benar Itu

  7. Terlihat Seperti ABG, Dewi Rezer Buka-bukaan Rahasia Awet Mudanya

  8. Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Diperkirakan Melanda Wilayah Jabodetabeka Senin Siang

  9. Huawei Bayar USD2 Miliar Hingga Sandiaga Uno Lebih Hebat dari Nabi Yusuf

  10. Ironi Persija dan Mitra Kukar, Coach RD: Menyedihkan

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Narasi Capres yang Dangkal dan Tak Berkelas

Image
Ujang Komarudin

Adu Kuat Jokowi versus Prabowo

Image
M. Dwi Cahyono

Dongeng Ken Dedes, Pararaton dan Polowijen

Available

Wawancara

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (1)

"Asian Games Membuat Olahraga Bukan Hanya Sepakbola dan Bulutangkis"

Sosok

Image
Ekonomi

Founder GOJEK Terpilih Jadi Tokoh Penentu Bisnis Global

Image
Ekonomi

Twitter Indonesia Umumkan Jokowi Sosok Paling Populer

Image
Hiburan

Dulu Hanya Penikmat Kartun Koran, Kini Karya Kartunis Arif Diakui Dunia