image
Login / Sign Up
Image

Dita Nurul Aini

Peneliti Institute for Tax Reform & Public Policy (INSTEP) dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Nasional Jakarta

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Image

Petugas jasa penukaran uang asing PT Ayu Masagung menghitung pecahan uang Rp100.000 di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (1/3). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS melemah dan menyentuh Rp13.800 per Dolar AS | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Euforia pelemahan nilai tukar sedang melanda masyarakat Indonesia saat ini. Seluruh kalangan masyarakat saat ini sedang hangat memperbincangkan depresiasi Rupiah terhadap dolar yang dinilai sangat ekstrim. Kegagalan Bank Indonesia, kegagalan pemerintah, sampai pada traumatik krisis 1998 berkecamuk pada benak masyarakat Indonesia.

Betapa tidak dalam beberapa minggu terakhir ini rupiah berada pada posisi lebih dari 14.000/USD bahkan sampai menembus 14.200/USD. Masyarakat dari kelas eksekutif hingga kelas ojek-ojek online membahas tentang kekhawatiran hancurnya Indonesia karena Rupiah terus mengalami pelemahan.

Apakah ini indikasi krisis moneter akan melanda Indonesia kembali? Apakah perekonomian kita akan jatuh lagi? Apakah pemerintah Jokowi-JK ini gagal dalam mengawal rupiah?

baca juga:

Roda akan selalu berputar, kadang di bawah kadang di atas. Pepatah itulah yang cocok untuk kondisi perekonomian nasional saat ini. Bukan hanya Indonesia, tapi banyak negara-negara di dunia yang sedang mengalami pelemahan nilai tukar terhadap mata uang Dolar Amerika.

Peso Argentina juga mengalami pelemahan mencapai 23,3%, Turki dengan Liranya melemah sebesar 14,1%, Brazil dengan Realnya melemah sebesar 9,9%. Sedangkan Indonesia dengan Rupiahnya baru melemah sebesar 3,7%. Jika dilihat secara data, pelemahan negara kita saat ini jauh lebih kecil dan masih pada tingkat yang wajar dibandingkan dengan negara lain.

Penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah saat ini lebih oleh fakor eksternal. Masih banyak jalan dan masih tinggi optimisme perbaikan perekonomian Indonesia.  Upaya perbaikan ekonomi Amerika disambut The Fed dengan mengeluarkan kebijakan peningkatan suku bunga.

Kenaikan suku bunga The Fed ini akan berpengaruh terhadap circular capital kita. Dimana capital outflow akan terus meningkat, investor lebih memilih mencabut dana yang dimilikinya di Indonesia untuk di investasikan di Amerika. Sehingga permintaan akan dollar meningkat yang mengakibatkan rupiah mengalami depresiasi.

Ditambah lagi adanya tax reform dari Donald Trump yang akan berpengaruh terhadap peningkatan dispossible income masyarakat Amerika. Ini akan berkaitan dengan peningkatan tingkat konsumsi masyarakat amerika. Potensi peningkatan konsumsi ini akan dipandang sebagai pangsa pasar yang besar oleh pengusaha, sehingga membuka pintu investasi besar-besaran ke Amerika. Oleh karena itu, tidak heran jika terjadi lonjakan permintaan dolar AS yang pada akhirnya akan berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Pertanyaannya, apakah pemerintah diam saja? Apakah BI tidak melakukan tindakan dalam mengelola pergerakan rupiah ini?  Pemerintah dan otoritas moneter nasional jelas tidak tinggal diam dalam menghadapi permasalahan ekonomi seperti ini. Bahkan kebijakan-kebijakan telah dilansir jauh sebelum rupiah mengalami pelemahan.

Pada tahun 2016 BI mengumumkan instrument moneter yang dapat melengkapi BI rate untuk mendukung kondisi perekonomian saat ini yaitu BI 7-Days Repo rate yang jauh lebih likuid dibandingkan dengan BI rate. Kebijakan jangka panjang yang telah diambil oleh pemerintah ini guna monitoring pergerakan modal yang keluar masuk Indonesia pada saat terjadi gejolak-gejolak perekonomian.

Oleh karena itu tekanan rupiah yang terjadi saat ini segera mendapatkan respon peningkatan suku bunga BI rate untuk mencegah terjadinya aliran modal keluar. Selain itu dalam mengatasi pelemahan rupiah dalam jangka pendek BI juga telah melakukan operasi pasar terbuka pada pasar valas dan pasar SBN untuk menjaga likuiditas di pasar uang, serta membentuk ekpektasi positif kepada pemangku kepentingan yang terkait seperti pasar, perbankan, dunia usaha, dan para ekonom. Bauran kebijakan makroekonomi dan moneter tetap akan dilakukan dengan koordinasi yang sehat dan kerjasama yang baik antara pemerintah, BI dan OJK.

Di sisi lain, fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat dalam menghadapi gejolak nilai tukar. Inflasi yang terkendali pada kisaran 3,5%, pertumbuhan ekonomi yang masih berada pada tingkat 5,06%, cadangan devisa yang masih dalam kondisi batas aman, dan juga stabilitas sistem keuangan yang masih terjaga pada koridornya. Dari segi fiskal, APBN masih masih terimplementasikan dengan sehat, penerimaan pajak yang terus mengalami peningkatan, serta defisit APBN yang masih ditingkat wajar yaitu 0,37% dari PDB.

Indonesia masih memiliki kekuatan ekonomi yang sehat untuk masa yang akan datang. Optimisme akan kemajuan perekonomian masih terbuka lebar. Ini hanya sebuah guncangan musiman yang sering terjadi pada perekonomian negara-negara berkembang. Pemerintah dan otoritas moneter Indonesia tidak akan pernah tinggal diam dalam merespon gejolak-gejolak perekonomian dunia. Sentimen positif masyarakat perlu dibangun untuk menghilangkan traumatik krisis 1998.[]

 

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

Sumber:

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Sosialisasi di Pulau Bacan, Sub Penyalur BPH Migas Alternatif Minimnya SPBU

Salah satu persoalan utama terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) belum tersalurkan secara maksimal

Image
Ekonomi

Malaysia Tangkap 17 Pekerja Pabrik Plastik Ilegal Asal Indonesia

Departemen Imigrasi Malaysia Putrajaya telah menahan 17 warga negara Indonesia, di sebuah pabrik plastik di kawasan Perindustrian Malaysia.

Image
Ekonomi

Inggris dan Uni Eropa Hampir Capai Perubahan Kesepakatan Brexit

Inggris dan Uni Eropa (UE) pada Kamis (21/2/2019) hampir mencapai perubahan kesepakatan Brexit yang dituntut oleh parlemen Inggris.

Image
Ekonomi

Berkembangnya Teknologi Smartphone Gerus Penjualan Kamera Digital

Penjualan kamera digital pada beberapa waktu terakhir ini stagnan menyusul berbagai fitur canggih telepon pintar.

Image
Ekonomi

Melihat Potensi Besar Bisnis Minyak dari Kunjungan Pangeran Arab ke China

Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Aramco dikabarkan telah menandatangani kesepakatan senilai USD 10 miliar.

Image
Ekonomi

Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

Tak Disangka pendiri Wildberries adalah seorang ibu-ibu yang bernama Tatyana Bakalchuk dan sudah memiki anak empat.

Image
Ekonomi

Legislator Sebut Perlu Stimulus Bangkitkan Perkebunan Kelapa

Perlu didorong tumbuhnya industri olahan kelapa agar dapat memberikan nilai tambah kepada petani kelapa rakyat.

Image
Ekonomi

AS dan China Masih Tawar-menawar untuk Akhiri Perang Dagang

Para negosiator Amerika Serikat (AS) dan China pada Kamis (21/2/2019) masih tawar - menawar atas poin - poin perjanjian mengakhiri perang.

Image
Ekonomi

Atasi Kemacetan, Uber India Luncurkan Platform Uber Boat

Melalui Program Uber Boat, masyarakat India kini bisa terhindar dari kemacetan.

Image
Ekonomi

Kementan Minta Semua Pihak Jaga Kestabilan Harga Jagung

Panen jagung di sejumlah sentra produksi diperkirakan berlangsung selama dua bulan ke depan. Panen ini diharapkan mampu diserap.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Jonan Minta Mantan Gak Perlu Komentar Soal Freeport hingga Jokowi Tak Permasalahkan Lahan Prabowo

  2. Timses Jokowi Sebut Sudirman Said Lakukan Pembohongan Soal Pertemuan Jokowi dan James Moffett

  3. China Larang Impor Batubara dari Australia, Bagaimana Indonesia?

  4. Buah Matoa dari Papua dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan

  5. Istora Senayan Pecah Saat Siti Nurhaliza Nyanyikan Lagu Cindai

  6. Inovasi Helm ala Emak-emak Ini Kocak, Mother Siapa Nih?

  7. Sebelum Suami Istri Itu Meninggal Mengenaskan, Ada yang Menulis: Aku Benci Perceraian

  8. Puan: Jokowi Senang Berkerja dan Tidak Pernah Istirahat

  9. Intimidasi dari Peserta Munajat 212, Pengamat: Hentikan Kekerasan terhadap Jurnalis!

  10. Rossa dan Yura Yunita Turut Hadir Dalam Konser Siti Nurhaliza

Available

fokus

Debat Pilpres 2019
Mengupas Visi Misi Ekonomi Paslon
Golden Globe 2019
Available

kolom

Image
Dr. Idham Holik

Mengenal Polling Palsu Pemilu

Image
Ujang Komarudin

Saling Serang Pasca Debat

Image
Ilham M. Wijaya

Peluang dan Tantangan KPBU Properti

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Panggung Debat Kedua Milik Jokowi

Available

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Dik Doang: Aku Sedang Berjalan di Kesunyian

Image
Iptek

Debat Pilpres 2019

Ahmad Agus Setiawan: ‘Milenial Lebih Cepat Beradaptasi pada Sisi-sisi Tertentu, Terutama Digital’

Image
Hiburan

Cerita Egy Fedly Saat Pandangan Pertama Menjemput Jodoh

Sosok

Image
Ekonomi

Mengagumkan! Ibu Empat Anak Ini Ternyata Jack Ma-nya Rusia

Image
News

5 Pejabat Ini Rajin Sempatkan Berolahraga di Sela Kesibukan Urus Negara

Image
News

10 Potret Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Mencuri Perhatian