image
Login / Sign Up

Gapki Ungkap Tiga Masalah Utama Sawit

Rizal Mahmuddhin

Image

Minyak Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditi yang menyebabkan pertumbuhan positif pada produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang di Papua | AKURAT.CO/Sudjarwo

AKURAT.CO, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan hingga saat ini industri sawit di Tanah Air masih dihadapkan pada tiga masalah utama yang harus segera diselesaikan.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Jakarta, Sabtu (21/4) mengatakan, ketiga masalah tersebut, yakni rendahnya produktivitas tanaman, tingginya biaya produksi serta sejumlah kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah yang kontraproduktif.

"Jika persoalan-persoalan ini tidak segera diselesaikan dampaknya menurunkan daya saing sawit Indonesia," katanya saat pengukuhan pengurus, dewan pengawas dan dewan pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) periode 2018-2023.

Terkait produktivitas kebun, Joko mengatakan, sawit Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara produsen lain seperti Malaysia, Kolombia serta Thailand, meskipun Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar dunia.

Sementara itu, dalam bidang biaya produksi atau "cost produksi" perkebunan sawit di Indonesia justru tinggi, melebihi dari negara-negara produsen lainnya.

"Perusahaan sawit yang terbaik di Indonesia bahkan masih kalah dengan perusahaan terjelek di Malaysia dalam biaya produksi," katanya.

Dia mengakui, salah satu pemicu tingginya biaya produksi di Indonesia, yakni munculnya biaya keamanan, biaya sosial yang sulit dihilangkan dan dihindari perusahaan.

"Ini bahkan sudah juga dikeluhkan Presiden, sudah melakukan banyak deregulasi namun investasi masih lamban," katanya.

Sedangkan persoalan terkait kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, Joko mengatakan, industri memerlukan regulasi yang menciptakan iklim kondusif.

Menurut dia, kebijakan atau regulasi tersebut tidak semata-mata dari dalam negeri tapi juga dari pemerintah negara tujuan ekspor sawit Indonesia seperti India yang menerapkan kenaikan tarif impor ataupun Amerika yang selalu mengenakan hambatan tarif dan non tarif terhadap produk impor.

Untuk itu, Joko Supriyono yang juga Ketua Umum Gapki periode 2013-2018 itu menyatakan, Gapki harus bermitra dengan pemerintah terutama dalam penyusunan kebijakan atau regulasi sehingga nantinya tidak merugikan industri sawit dalam negeri.

Dia mengatakan, saat ini permintaan global terhadap minyak nabati termasuk sawit masih tumbuh, yakni rata-rata mencapai 5 juta ton per tahun.

"Ini merupakan peluang bagi sawit Indonesia dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan kehidupan masyarakat. Jika tidak terus memperbaiki produktivitas, iklim usaha dan daya saing maka akan sulit mengambil peluang itu," ujarnya.

Sementara itu dalam kepengurusan Gapki periode 2018-2023, Joko Supriyono dibantu tiga wakil ketua umum, yaitu Kacuk Sumarto (Wakil Ketua Umum Urusan Organisasi), Susanto Yang (Wakil Ketua Umum Urusan Kebijakan Publik) dan Togar Sitanggang (Wakil Ketua Umum Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan).

Selain itu, posisi Sekretaris Jenderal dijabat Kanya Lakshmi Sidarta dan Bendahara Umum Mona Surya.

Sedangkan jumlah ketua bidang mencapai 15 orang dan ketua kompartemen sebanyak 51 orang. Saat ini, Gapki sudah menyebar di 13 provinsi yang menjadi perwakilan asosiasi di daerah.[]

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Bupati Bengkulu Tegur Pengusaha Agar Tidak Membeli Sawit Petani dengan Harga Murah

Image

Ekonomi

Menko Darmin Bantah Harga Minyak Sawit RI Murah Karena Kualitasnya Rendah

Image

Ekonomi

Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Minyak Kelapa Sawit

Image

Ekonomi

Sempat Turun Dua Periode, Harga CPO Naik

Image

Ekonomi

Produksi Sawit Cukup Untuk Pengembangan BBN

Image

Ekonomi

Harga Sawit Bakal Kembali Naik?

Image

Ekonomi

Harga CPO Dunia Melemah, Petani Kian Resah

Image

Ekonomi

KPH Mukomuko Musnahkan Tanaman Sawit, Ini Alasannya

Image

Ekonomi

Harga Indeks Pasar BBN Menurun Terdampak Pelemahan Harga CPO

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pemerintah Nilai Bisnis Waralaba Sangat Menjanjikan

Sistem waralaba ini merupakan sistem distribusi yang baik, karena dapat diterapkan bagi usaha baru, yang belum bisa berkembang sendiri.

Image
Ekonomi

Produk UKM Rambah Pusat Perbelanjaan Jakarta

Pameran kerajinan tangan di pusat perbelanjaan tersebut merupakan yang pertama kalinya diadakan di Jakarta

Image
Ekonomi

BCA Luncurkan Buku Wayang Untuk Indonesia

Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan Gerakan Buku Wayang untuk Indonesia, "Wayang dalam Buku, Tak Kenal maka Tak Wayang"

Image
Ekonomi

Menteri Basuki Lantik Tujuh Pejabat Tinggi Madya Kementerian PUPR

Basuki Hadimuljono melantik sebanyak 127 pejabat untuk Jabatan Tinggi Madya, Pratama, Administrator dan Fungsional

Image
Ekonomi

Menteri Basuki Jadi Pembawa Obor Asian Games di Solo

Saat ini seluruh pembangunan dan renovasi venue yang ditugaskan ke Kementerian PUPR telah siap untuk digunakan sebagai arena pertandingan.

Image
Ekonomi

Australia Ajak Pebisnis Irlandia Masuk ke Pasar Asia

Menteri Ciobo ajak pebisnis Irlandia untuk memanfaatkan akses pasar di Australia sebagai jembatan pasar di Asia.

Image
Ekonomi

Cina-UEA Capai Kesepakatan Bisnis Senilai Rp20 Triliun

Bagi UEA, Cina adalah mitra dagang kedua terbesar dan sumber impor terbesar.

Image
Ekonomi

KLHK Unggulkan Produk Perhutanan Sosial di Sumatera Barat

Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat sekitar 2,4 juta hektare kawasan hutan di Sumbar.

Image
Ekonomi

Industri Morowali Setor Royalti Rp2 Triliun ke Negara

PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali perusahaan yang telah menyetor royalti Rp2 triliun

Image
Ekonomi

Kekhawatiran Perdagangan Meningkat Bawa Wall Street Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 6,38 poin atau 0,03 persen.

Image
Ekonomi

Waralaba Cara Efektif Tingkatkan Rasio Kewirausahaan

Waralaba merupakan bentuk kerjasama bisnis berjangka panjang yang menjadi bagian dari pola kemitraan.

Image
Ekonomi

Minyak Melonjak Ditengah Jatuhnya Dolar AS

Minyak mentah AS menguat di akhir sesi karena indeks dolar AS merosot ke posisi terendah dalam empat hari.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Orasi di Depan Serikat Pekerja Pertamina, Menteri Rini Disoraki 'Bohong'

  2. PDIP: Tidak Tepat Samakan Kondisi Kurs Rupiah Sekarang Dengan Tahun 1998

  3. Banyak Ribut Freeport, Luhut: Tidak Mungkin Bertunangan Kalau Mau Putus

  4. Tiga Kabupaten Termiskin di Papua; Terisolir ataukah Kurang Pemerataan Pembangunan?

  5. Produsen Suku Cadang Keluhkan Kenaikan Biaya Pemeliharaan Mobil Gara-gara Perang Dagang

  6. Pengakuan Trump Atas Aksi The Fed, Bikin Harga Emas Global Meriang

  7. IMF Peringatkan Seluruh Pembuat Kebijakan Agar Tak Memperparah Perang Dagang

  8. Trudeau Rombak Kabinet Agar Perdagangan Kanada Tak Tergantung oleh AS

  9. Bank Mandiri Siapkan Rp2 Triliun Guna Suntik Anak Usaha

  10. Pertamina Jual Aset, Menteri Rini: Agar Terus Sehat 100 Tahun ke Depan

Available

fokus

Idul Fitri 2018
Mudik Lebaran 2018
Piala Dunia Rusia 2018
Available

kolom

Image
Dradjad Hari Wibowo

Tidak Ada Perang Dagang dengan AS

Image
Denny Iswanto

Harga Mahal dari Sebuah Libur Panjang

Image
Denny Iswanto

'Superioritas' Asia di Perhelatan Piala Dunia

Image
Dita Nurul Aini

Optimisme Ditengah Badai yang Melanda Rupiah

Available

Wawancara

Image
Ekonomi

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Image
Ekonomi

Catatan Awal Tahun BUMN

Image
Ekonomi

UMKM Naik Kelas, Bisnis Penjaminan Makin Maju

Sosok

Image
Ekonomi

Membedah Kisah Hidup Anak Petani yang Ingin Bangun Perekonomian Indonesia

Image
Ekonomi

Sah Jadi Dirut BEI, Ini Ambisi Inarno Djajadi

Image
Ekonomi

Perry Tunjukkan Komitmen BI yang Pro Stability dan Pro Growth