image
Login / Sign Up

Investasi itu Perlu Waktu Hingga Menghasilkan, Jangan Buntung Karena 'si Bodong'

Prabawati Sriningrum

Image

Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan dalam wawancara khusus dengan awak AKURAT.CO di ruang kerjanya, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (15/3). | AKURAT.CO/Prabawati Sriningrum

AKURAT.CO, Bursa Efek Indonesia (BEI) makin gencar membumikan pasar modal pada berbagai kalaman masyarakat, melalui Galeri Investasi. Program ini membangun keberadaan Bursa Efek di berbagai daerah, yang kini jumlahnya mencapai 340 unit kantor di berbagai daerah, yang dibangun di kampus atau universitas di daerah tersebut.

Bagi yang pernah kuliah di beberapa kampus di Fakultas Ekonomi pada medio tahun 2000 hingga 2010, barangkali pernah melihat 'Pojok Bursa' di kampusnya. Ya, dulu itu namanya, Pojok Bursa. Kini telah berubah menjadi Galeri Investasi.

Melalui program ini BEI ingin memperkenalkan investasi kepada masyarakat semakin masif. Kenapa di Kampus? Karena dari kampus itulah diharapkan pemahaman investasi yang komprehensif dapat tersebar luas ke masyarakat pada umumnya.

baca juga:

Pemahaman adalah hal yang krusial saat ini di masyarakat, ketika istilah investasi ternodai oleh yang 'bodong'.

Banyak perusahaan yang sekarang muncul dan mengklaim diri sebagai perusahaan tempat investasi, dengan menjanjikan keuntungan yang luar biasa besar. Bisa dua kali lipat dari modal yang disetor.

Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan enggan menyebut produk perusahaan bodong itu sebagai investasi, karena akan semakin merusak makna investasi di masyarakat, yang jika mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan Indonesia harus diakui masih rendah.

Pria kelahiran Sambas Kalimantan Barat ini optimistis dengan Galeri Investasi akan meluruskan pemahaman investasi masyarakat yang lebih baik. Dari 340 unit Galeri Investasi yang kini terus dibangun di berbagai daerah, cukup banyak fakta unik yang dapat diambil hikmah.

Hasil itu misalnya, pada beberapa daerah, investor pembeli saham yang listing di pasar modal Indonesia justru mereka dengan latar belakang profesi sebagai petani, pedagang pasar, bahkan profesi petugas keamanan atau satpam. Kelompok masyarakat profesi selama ini dipandang sebelah mata mampu berinvestasi di pasar modal.

Banyak capaian yang ingin terus digagas Galeri Investasi ke depan, mengingat Indonesia kian menjadi surga investasi pasar modal dunia. Nicky mengatakan bahwa target itu realistis selama terus mengoptimalkan peran dan kerja sama antara BEI, perusahaan sekuritas, kampus, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Berikut nukilan wawancara Jajang Yanuar Habib, Prabawati Sriningrum, dan Iwan Ferianto dari AKURAT.CO dengan Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan di ruang kerjanya Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Kamis (15/3).

.

Latar belakang apa yang memunculkan adanya pemikiran untuk membuat galeri investasi?
Galeri investasi sendiri sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 2000 Saya masih ingat waktu itu, bahkan saya di sekuritas pun galeri investasi baru mulai tapi dulu namanya pojok bursa.

Tapi sifatnya pojok itu hanya antara bursa dan perguruan tinggi untuk edukasi. Nah baru pada awal tahun 2000-an mulai dibuat konsep tiga pihak melibatkan perusahaan sekuritas waktu itu digantilah pojok bursa yang biasanya ditaruh di pojok itu sekarang namanya diganti jadi galeri investasi. Lalu pada 2015 kita mulai agresif kampanye yuk nabung saham pada November 2015 dan pada saat itu juga kita mulai gencar untuk mendirikan galeri investasi di kampus. Kalau pada 2015 itu galeri investasi masih sekitar 150.

Saat ini jumlahnya sudah ada 340 galeri investasi lebih dari 100. Menurut saya setiap Sabtu-Minggu berdiri 1 hingga 2 galeri investasi baru. Otomatis jadinya memang gencar kita bikin galeri di kampus-kampus itu kemudian termasuk promosi dan lain-lain.

Kemudian pada 2011 akhir pun kita mulai bikin galeri investasi syariah kalau selama ini kan konvensional, padahal sudah ada beberapa perusahaan sekuritas yang punya SOT sistem online trading syariah jadi kenapa enggak kita bikin aja yang syariah juga. Karena beberapa kampus prefer untuk bikin galeri khusus Syariah sedangkan kita juga udah punya anggota bursa yang tadi udah punya SOT syariah akhirnya kita ajak kerjasama.

Lalu akhir 2015 akhirnya mulai berdiri pertama kali galeri investasi syariah saat ini ada sekitar 40 lebih galeri investasi syariah. Jadi dari sekitar 340 an itu 40 diantaranya galeri investasi syariah.

Memang untuk pendirian galeri kita gencar apalagi sekarang semua sudah sistem online trading atau mobile trading orang sudah bisa buka rekening Rp100.000 yang mahasiswa cukup terjangkau. Kalau dulu sebelum tahun 2000an main saham baru bisa Rp25 juta tapi sekarang sudah lebih terjangkau. Makanya sekarang dengan telah adanya online trading kita ajak 30 perusahaan sekuritas yang merupakan partner bursa lah kira-kira untuk kampanye yuk nabung saham dengan buka galeri, membuat sekolah pasar modal di setiap minggu rutin dilakukan di Jakarta dan seluruh kantor.

Seiring berjalannya waktu tahun 2014-2015 bursa berusaha untuk mulai membuka diri, kalau dulu main hall cuma jadi tempat pencatatan saham baru atau pembukaan perdagangan tapi mulai 2016 kita mulai undang emiten dan institusi karena emang jadinya agar membumikan bursa yang dulu dikatakan eksklusif dan mahal. Makanya momentumnya kan ada untuk kita agresif dan aktif kalau dulu juga sekolah pasar modal cuma seminggu sebulan sekali, kalau sekarang seminggu 3 kali lalu yang syariah itu seminggu 4 kali di Jakarta.

.

Dengan event yang gencar seperti ini apakah sumber daya manusia (SDM) bertambah, atau bagaimana strategi untuk menjalankan misi ini?

Kalau SDM sih bertambah drastis tidak juga, karena kita khusus untuk sekolah pasar modal kita kerja sama dengan TICMI kan ada lembaga pelatihan dan sertifikasi kita anggap ini bagian dari pelatihan yang dilakukan yang awalnya untuk tenaga profesional saja. Tapi kalau di daerah kepala kantor perwakilan kita mereka ada kapasitas untuk memberikan pelatihan dan dikampus-kampus juga diarahkan seperti itu.

Kalau sekarang setiap galeri investasi kita wajib kan mereka punya Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) jadi KSPM itu isinya siswa. Saya tidak mengatakan bahwa 340 itu galeri investasinya aktif semua ada juga yang memang pasif kurang aktif. Yang kampus KSPM yang aktif itu saya pakai istilah militan mereka mahasiswanya itu militan banget, ada kampus yang bahkan mahasiswanya itu bisa bikin kegiatan edukasi semacam itu sampai 100 kali. Karena galeri investasi itu setiap bulan mereka punya kewajiban melakukan kegiatan minimal di Jakarta dalam setahun, mereka juga punya kewajiban mencetak investor baru minimal 100 investor itu ada MoU atau kesepakatan antara bursa kampus dan perusahaan sekuritas jadi kita sama-sama ada kewajiban itu.

Untuk kampus-kampus yang memang ada kesepakatan itu, setiap tahun ada acara khusus galeri investasi jadi kita kasih penghargaan pada kampus yang mempunyai pencapaian dengan beberapa kategori seperti transaksi terbesar. Tapi memang ada transaksi kampus yang satu itu bulan itu mencapai Rp28 miliar walaupun di bawahnya ada yang belasan miliar, ada juga yang kecil serta juga puluhan juta juga enggak terlalu besar.

Umumnya galeri investasi itu terbuka untuk umum targetnya mahasiswa atau dosen-dosen, tapi itu juga terbuka untuk umum.

Belakangan kita melihat ada pengembangan lebih lanjut dari galeri investasi OJK sendiri melihat konsep ini itu bagus sekali dan kenapa tidak didorong untuk ekspansi lebih jauh dengan keluar galeri investasi mobile yang artinya tidak hanya di kampus tapi juga keluar kampus. Mestinya dari pihak kampus kan juga harus Tri Sharma Perguruan Tinggi dengan mengabdikan diri kepada masyarakat salah satu yang dipakai adalah galeri investasi, jadi kita bikin sosialisasi ke masyarakat di luar kampus seperti ibu-ibu arisan, karang taruna dengan RT RW itu telah berjalan pertama kali di Jakarta. Lalu dengan OJK juga sudah lakukan di Jawa Tengah di Solo di Sumatera di Kalimantan dan minggu depan kita akan lakukan di Ternate.

Selanjutnya pada tahun lalu kita juga mulai buka galeri investasi di desa Yuk Nabung Saham dengan kita mulai buka galeri di Desa Argomulyo di Kalimantan Timur yang juga bekerja sama dengan Departemen Pusat serta perusahaan sekuritas dicanangkan menjadi Desa Yuk Nabung Saham pertama di Indonesia yang mana disana ada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) dan 500 diantaranya investor.

Padahal mereka itu petani lada dan sebagian petani sawit terus sebagian operator excavator itu dan waktu acara pencanangan itu ada empat warga memberikan testimoni ada dari karang taruna, operator, petani mereka kasih testimoni dan mereka mengaku pegang saham Telkom, Kalbe belinya saham yang blue chip. Mereka berpikirnya simple dan sederhana, karena Telkom kan semua orang butuh untuk telekomunikasi, lalu Kalbe semua orang sakit pasti cari obat.

Emang harusnya investasi itu sederhana bukan dibuat sulit yang membuat jelimet itu orang-orang pinter itu sih akademisi. Selama ini banyak yang bilang saham itu mahal atau saham dianggap jelimet,, murni complicated tapi kalau sekarang petani bisa jadi investor dengan pola pikir sederhana seperti itu nyatanya salah enggak harus ngejelimet.

Pada saat ulamh tahun Yuk Nabung Saham kita rayakan di Timika Papua dimana kita undang satpam dari Bandung, pemilik kedai kopi di Aceh, tukang cendol dari Ambon dan juga ada ibu-ibu PNS dan mereka semua investor. Cuma ingin mengatakan bahwa sudah ada tidak ada lagi cerita lama yang mengatakan bahwa saham itu mahal atau saham itu hanya untuk orang kaya dan orang pinter enggak juga buktinya ada mahasiswa yang udah 8 tahun jadi jadi investor.

.

Banyak 'PR' dengan tantangan yang sangat berat sebenarny tugas BEI. Bagaimana prioritas anda menjawab tantangan ini?

Pekerjaan rumahnya udah pasti mengubah mindset awal pola pikir itu dari yang suatu dari yang menjadi sesuatu yang sederhana.

Adapun dengan bursa punya 29 kantor perwakilan di 28 provinsi masih ada 6 provinsi yang belum buka rencananya tahun ini kantoe perwakilan BEI bisa buka di 34 provinsi, tapi kalau untuk galeri investasi kita udah punya 340 galeri investasi itu ada di 33 provinsi secara fisik itu di kampus. Sisa 1 kita akan buka di bulan April, supaya 34 provinsi punya akses dengan bursa.

Dengan kita selalu bekerjasama dengan perusahaan sekuritas supaya masyarakat langsung punya akses untuk menjadi investor.

Lambat laun kita mulai juga meresmikan galeri pasar tradisional di Tasikmalaya kan katanya pasar yang terbesar di Jawa Barat memang terbaik. Bulan lalu kita buka galeri investasi di pasar Cikurubuk kerjasama dengan pasar, ternyata dipasar itu investornya itu udah mulai bertambah dan ada investor yang sudah setoran miliaran.

Kita juga udah resmikan galeri investasi pasar di Balikpapan, udah ada dua galeri pasar sedangkan kemarin di Cimahi, Jawa Barat kita juga meresmikan galeri emiten PT Chitose International Tbk.

Kebetulan Cimahi belum ada perusahaan sekuritas jadi buka galeri di kantornya Chitose International . Kemarin perwakilan dari gubernur dan Wakil Walikota Cimahi.

Sejatinya tetap konteks investasi mestinya bagus, kalau ada berita ironis yang menyatakan kalau Bitcoin investornya sudah 1,5 juta sedangkan investor pasar modal baru 1,2 juta. Gayanya ironi sekali Bitcoin yang baru berapa tahun tapi kita juga belum tahu bentuknya seperti apa, sorry to say saya enggak mengerti kalau sama Bitcoin, kalau saham kan jelas tulisannya perusahaan saya beli BCA, Mandiri, BRI yang saya pemilik dari bank-bank itu sederhana itu tapi ini Bitcoin bentuknya seperti apa juga belum tahu.

Lalu bagaimana pak dengan fenomena beberapa negara seperti Thailand sudah meresmikan Bitcoin, Korea Selatan sudah mendekati dan Qatar juga sudah turut serta. Walaupun Bank Indonesia (BI) masih melarang, tapi kabarnya BI mau bikin jenis mata uang virtual.

.

Bagaimana bapak melihatnya tantangan seperti ini?

Saya tidak mengerti Bitcoin secara detail dan saya tidak mempelajari lebih lanjut itu, tapi bahwa bagaimanapun kalau konteks investasi tetap adalah produk-produk konvensional seperti saham, reksadana dan obligasi. Tapi kalau Bitcoin saya tidak merasa bahwa itu merupakan investasi konvensional, karena itu mungkin merupakan spekulan karena sifatnya berkaitan dengan nilai fantastis seperti itu.

Soalnya kalau investasi itu kan mestinya sesuatu yang konkrit yang ketakar. Termasuk juga yang di bursa berjangka bukan merupakan investasi karena sifatnya kontrak, kalau saham, reksadana kan jelas.

.

Sejauh ini kalau bapak melihat, bagaimana cara berpikir investor ritel ini?

Penekanan pertama tetap adalah di konteks jangka panjang, jadi tidak membeli saham dengan persepsi jangka pendek dengan berharap beli sekarang lalu minggu depan sudah untung kebanyakan seperti itu kan. Jadi itu yang mau selalu kita tekankan, kalau beli saham ya pakai uang jangka panjang.

Dalam jangka panjang bagaimana pun sebenarnya historis menunjukkan bahwa, data menunjukkan indeks mengalami kenaikan rata-rata per tahun 15% sampai 20% dalam 5-10 tahun terakhir.

Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama kita selalu menyampaikan persepsinya jangka panjang dan selama itu blue chip. Bursa sendiri punya data 10 tahun terakhir dari total 540 saham itu 67% berarti dua atau tiga di antaranya dalam 10 terakhir itu 10% per tahun dan rata-rata ada yang sampai 40%.

Bahkan pertahun rata-rata 67% dari 562 emiten tiganya turun sepertiga diantaranya kita tidak mengatakan semua saham 100% naik ya. Pasti perusahaan bagus ada di bagian 2/3 itu yang sepertiga itu yang sahamnya enggak jelas.

.

Lantas apakah sebenernya kabar-kabar tentang sentimen yang sering diberitakan oleh media tak terlalu berpengaruh bagi investor. Kalau investor berpikir jangka panjang?

Kalau menurut saya tidak, saya termasuk investor reksadana karena kita sebagai direksi bursa enggak boleh main saham dan saya selalu persepsinya jangka panjang. Saya tidak peduli dengan pergerakan satu dua minggu ini naik turun, karena sepengalaman saya pergerakan harian itu seharusnya tidak membuat galau bagi kita yang memang tahu.

Karena orientasinya jangka panjang saya percaya 10 tahun lagi indeka kita akan di atas 10.000, apalagi katanya 2030 Indonesia akan jadi negara terbesar 5 di dunia secara ekonomi. Saya percaya itu bayangkan aja kalau kita ke 5 terbesar di dunia IHSG kita akan tembus.

Walaupun memang tentunya ada juga saham-saham yang seperti itu butuh dukungan, tapi mestinya kalau pikirannya investasi untuk jangka panjang ya berarti pergerakan harian tidak harus membuat orang jadi galau.

.

Selain Bitcoin sekarang juga masih ada tren investasi yang menjanjikan keuntungan 100 kali lipat dalam setahun. Bagaimana bapak melihat fenomena ini?

Kalau belum ada di list yang dikeluarkan OJK maka itu investasi bodong. Sekarang begini, investasi apa sih yang diberikan sama dia sampai dia bisa kasih keuntungan yang begitu besar.

Kalau saya sih berani mengatakan pasti bahwa itu sifatnya spekulan mestinya bahwa itu bagian dari pada investasi bodong. Kita cek saja ada dua hal 1 legalitas apakah perusahaan itu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena di bursa saja tidak ada investasi yang bisa menjanjikan keuntungan, mana ada investasi yang bisa menjanjikan keuntungan yang fix setiap bulan.

Karena balik lagi investasi itu jangka panjang kita tidak bisa memastikan prospek setiap bulan keuntungan yang didapat. Jadi kalau misalnya ada yang mengatasnamakan investasi yang memberikan keuntungan menjanjikan setiap bulan itu programnya sifatnya spekulan hanya perputaran uang cuma sekedar money game.

Misalnya jika ada investasi yang menjanjikan keuntungan 5%-6% setahun, kalau ada yang investasi setahun bisa kasih 10% saya rasa itu enggak ada bisnis yang bisa memberikan keuntungan sebanyak itu secara real.

Cerita-cerita seperti itu memang masih ditemui seperti kasus Koperasi Pandawa, saya belakangan juga mendengar banyak cerita dengan adanya investasi bodong tapi masih saja masyarakat yang ikut. Itu mungkin terkadang bukan perkara karena kurang pengetahuan, tapi bisa jadi memang masyarakat kita suka berspekulasi.

Memang masyarakat senangnya yang instan, karena emang investasi sangat membosankan nunggu 5 -10 tahun itu bosan untuk bisa dapat untung, tapi ya memang itu investasi. Kalau misalnya untungnya cepat instan itu money game spekulan mungkin masyarakat memang suka spekulan seperti itu, jadi jangan pakai istilah investasi bodong karena investasi terus jadinya yang disalahin.

Karena investasi itu mulia banget, jadi investasi itu jangan ditempelin sama investasi bodong, terkesan jadi merusak makna investasi. Harusnya istilahnya bukan investasi itu namanya, tapi spekulasi, jadi spekulasi bodong.

Menurut saya, mungkin masyarakat sebenarnya sudah tahu kalau suatu saat akan meledak tapi mereka tetap mencoba dengan harapan tidak kena buntutnya pada saat meledak dan sudah balik modal itu akhirnya dapat dikatakan seperti berjudi yaudah tinggal perkara adu nasib saja.

Akhirnya memang masyarakat kita suka hal yang spekulasi dan suka judi begitu bukan karena enggak tahu. Mana ada sih logikanya yang kasih keuntungan 10% perbulan, dari saham aja belum di bursa saham seluruh dunia sekalipun enggak ada yang punya keuntungan 10% enggak ada yang bisa fix seperti itu.

Disisi lain, saya pernah dengar cerita kalau investasi bodong ini misalnya berjalan tiba-tiba meledak dilarang kabur selesai maka salesnya itu pindah ke PT yang lain. Jadinya salesnya merupakan orang yang sama dan mestinya sales-sales itu juga bagian dari orang yang harusnya di ciduk bukan hanya pemiliknya.

Mungkin OJK akan bereaksi kalau ada pengaduan dan lain-lain kalau ada pengendalian, enggak cuma di Jakarta tapi di daerah juga mereka investigasi di daerah.

Makanya kita mulai buka galeri investasi daerah dipinggir dan juga melakukan edukasinya seperti ke desa-desa. Supaya orang juga tahu investasi yang benar itu seperti apa,karena di desa itu ikatan antara warganya masih sangat kuat makanya investasi bodong itu kalau masuk ke daerah desa itu bakal lebih mudah.

Sehingga kita harus gencar supaya kita tidak kalah cepat dengan mereka dengan perusahaan bodong itu. Setidaknya orang tahu dulu investasi ada saham, reksadana dan sebagainya. Investasi bukan cuma soal materi karena dengan uang Rp100.000 saat ini sudah bisa buka rekening saham.

Buktinya juga dari karyawan-karyawan Chitose International yang kemarin sempat dibangun galeri investasi dikantornya, sudah ada beberapa karyawannya yang memiliki saham perusahaan Chitose.

Kalau misalnya semua masyarakat jadi investor mungkin enggak akan pernah ada kerusuhan di negara ini, karena semua milik umum itu adalah milik kita juga. Entah perusahaan Bank itu, pabrik itu adalah punya masyarakat kenapa dia harus merusak, makanya saya kemarin ngomong sama Chitose disitu kita lakukan edukasi ke masyarakat bukan hanya Karawang tapi untuk masyarakat Cimahi.

Bayangkan jika masyarakat Cimahi bisa menjadi pemilik saham Chitose maka sudah pasti akan terlindungi banget perusahaan itu oleh masyarakat, kalau kita bicara mengantisipasi kejadian tak terduga. []

Editor: Juaz

berita terkait

Image

Ekonomi

Mulai Januari Pengoperasian OSS Pindah ke BKPM

Image

Ekonomi

Tahun Depan, Zone Bidik Pertumbuhan Laba 23 Persen

Image

Ekonomi

Tokopedia Dapat Dana Segar USD1,1 Miliar dari Alibaba dan Softbank

Image

Ekonomi

ADB Ramal Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara di 5,1 Persen

Image

Ekonomi

BEI Minta Penjelasan Soal Pencopotan Dirut BJB

Image

Ekonomi

Mega Perintis Resmi Melantai di Bursa

Image

Ekonomi

Ekonomi Global Melemah, Pemerintah Perlu Ciptakan Investasi Menarik

Image

Ekonomi

DIVA Bakal Akuisisi 30 Persen Saham Perusahaan Aplikasi Point of Sales

Image

Ekonomi

Daripada Hapus PPnBM, Pemerintah Mending Fokus Investasi Kelautan dan Perikanan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menkeu Dorong Geo Dipa Beri Bantuan Community Development

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat, khususnya warga Desa Panundaan.

Image
Ekonomi

Menteri Basuki Instruksikan Jajarannya Percepat Pelaksanaan Lelang

Hingga 11 Desember 2018 sudah melelang sebanyak 2.425 paket pekerjaan senilai Rp 27,55 triliun, dari total 10.723 paket.

Image
Ekonomi

Menperin: RI Punya Potensi Industri Olahan Buah

Sebab, Indonesia dikenal sebagai negara tropis penghasil buah-buahan.

Image
Ekonomi

Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5 Persen Tahun Depan

Mandiri targetkan pertumbuhan kredit 11,5 persen pada 2019, lebih rendah dari prediksi tahun ini sebesar 13 persen.

Image
Ekonomi

Kunjungi Semarang-Jogja, Jonan Pastikan Listrik Nataru Aman

Pada saat libur natal dan tahun baru banyak industri yang libur atau mengurangi aktivitasnya.

Image
Ekonomi

Meski Kekayaan Crazy Rich Melonjak, Bayar Pajaknya Belum Tentu Naik

Disisi lain juga, Kristiaji mengakui bahwa hingga kini kontribusi orang kaya terhadap pajak masih sedikit yakni dibawah 1 persen.

Image
Ekonomi

KPPU Temukan Dugaan Kongkalikong Pengaturan Proyek Transmisi Kalija I

Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender.

Image
Ekonomi

Walau Harga Anjlok, Minyak Sawit Jadi Sumber Kekayaan Crazy Rich

penyumbang kekayaan terbesar bagi si konglomerat disumbang dari seluruh aspek usaha dan usaha minyak sawit (palm oil).

Image
Ekonomi

Berita Populer Ironi, Sandiaga Ingin Bangun Infrastruktur Tanpa Utang hingga Ingin Cari Partner Kerja Berdasarkan Zodiak

Ide membangun infrastruktur tanpa utang bakal dilakukan oleh calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno jika nanti terpilih unt

Image
Ekonomi

Penerimaan Negara Diklaim Lampaui Target, Didominasi PPh Non-Migas

Pajak Penghasilan (PPh) Non-Migas dimana mencapai Rp591,6 triliun atau 72,4 persen dari target Rp817 triliun.

Available

trending topics

Available

terpopuler

  1. Melalui Laga Ketat, Ginting Ditumbangkan Unggulan Pertama

  2. Sandiaga: Saya Turut Bangun Jalan Tol Cipali 116 Kilometer Tak Pakai Uang Negara

  3. Pengakuan La Nyalla, Fahri Bingung, Rustam Puas: Sekarang Tobat, Ini Kemenangan Politik Besar Jokowi

  4. Pilih Persija Atau Timnas, Ini Jawaban Teco

  5. Di Australia, Kapolri Ungkap Dua Gelombang Teroris Masuk Indonesia

  6. Driver Ojol: Saya Baru 4 Bulan Jadi Driver, Sekarang Kapok Tak Mau Pakai Narkoba Lagi

  7. 3 Hari Berjualan di Skybridge, PKL Masih Mengeluh Sepi Pembeli

  8. Syamsuddin: La Nyalla Tak Cukup Mengaku, Ia Harus Minta Maaf kepada Bangsa Ini

  9. La Nyalla Tobat, Permadi: Masih Banyak Orang Baik Waras dan Punya Hati Nurani

  10. Pemerintah Bongkar Rekening WNI di Swiss, Dosen UI: Asbun!

Available

fokus

Semangat Pahlawan di Dadaku
Info MPR RI
Tragedi Lion Air
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Isu PKI Serang Jokowi

Image
Achmad Fachrudin

Problematik Pemilih Perumahan Mewah

Image
Awalil Rizky

Mencermati Penerimaan Negara yang Melampaui Target APBN

Image
Hendra Mujiraharja

Pantaskah Persija Ungguli PSM?

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Ketinggian Falsafah Sastra Melayu Tidak Tertandingi oleh Sastra Moderen

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (3)

"Saya Masih Memikirkan Siapa yang Bakal Gantikan Saya"

Image
Olahraga

Eko Yuli Irawan (2)

"Atlet Junior Harus Bisa Mengalahkan Senior"

Sosok

Image
Ekonomi

Kalah dengan Transportasi Online, Bos Blue Bird Terlempar dari Daftar Crazy Rich RI

Image
Ekonomi

Bisnis Pelayaran dan Jualan Susu, Buat 2 Sosok Ini Jadi Crazy Rich Baru

Image
Ekonomi

Harga Saham AKR Corporindo Merosot Buat Kekayaan Soegiarto Adikoesoemo Melorot