Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

OJK: Bank Sulit Salurkan Kredit Tanpa Adanya Permintaan

Siti Nurfaizah

OJK: Bank Sulit Salurkan Kredit Tanpa Adanya Permintaan

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 serta arahan dari Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Acara tersebut merupakan pertemuan pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan dari industri Perbankan, Pasar Modal, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), serta sejumlah asosiasi di industri jasa keuangan. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai sulit bagi perbankan bisa menyalurkan kredit jika tak ada permintaan. Meski saat ini industri perbankan memiliki kelebihan likuiditas dua kali lipat dari kondisi normal.

"Anda bisa lihat LDR perbankan 82 persen, yang berarti ada banyak likuiditas di bank saat ini. Tapi jika uang ada namun permintaan tidak ada, saya yakin sangat sulit bagi bank untuk memberikan kredit ke masyarakat," ujar Wimboh dalam Group Forum di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Berdasarkan data OJK, per 15 Januari 2020 terdapat likuiditas mencapai Rp1.241 triliun di perbankan. Pada 17 Februari 2021, likuiditas perbankan meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp2.219 triliun.

baca juga:

Wimboh menuturkan, kelebihan likuiditas tersebut terjadi karena Bank Indonesia menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi perbankan dan pemerintah juga memberikan stimulus fiskal.

"Kita tidak memiliki masalah likuiditas. Itu semua by design, bukan by change. Pada tahun 2020 pemerintah juga menempatkan uangnya di sektor perbankan sekitar Rp66 triliun sebagai deposit money di bank. Itu semua adalah koordinasi kebijakan antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan, dan kita masih terus menjaga dan memastikan perbankan memiliki cukup likuiditas untuk disalurkan," kata Wimboh dilansir dari Antara.

Terkait lesunya permintaan, Wimboh menilai pemerintah dan otoritas terus berupaya memberikan stimulus agar permintaan masyarakat meningkat melalui berbagai insentif kebijakan dan relaksasi.

"Itu mengapa pemerintah membuat kebijakan untuk menstimulasi permintaan dengan menurunkan pajak untuk kendaraan dan perumahan. OJK dan BI juga menurunkan standar prudensial untuk sementara guna memastikan permintaan ada," ujar Wimboh.

Selain diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, pemerintah juga merelaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi nol persen atau PPN ditanggung pemerintah untuk sektor perumahan yang berlaku mulai 1 Maret 2021 sampai 31 Agustus 2021.

Selain itu, ada pula insentif berupa uang muka atau DP nol persen untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank Indonesia. Insentif tersebut diberikan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan diyakini akan menjadi katalis yang baik bagi perekonomian mengingat sektor properti dapat memberikan efek berganda ke sektor lainnya seperti perbankan dan konstruksi. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Waspada! Investasi Ilegal Masih Marak Saat Pandemi

Image

Ekonomi

Menko Airlangga Minta Perbankan Penuhi Target Penyaluran Kredit UMKM

Image

Ekonomi

OJK Ingatkan Masyarakat Pahami Prinsip Legal Investasi dan Fintech

Image

Ekonomi

INFOGRAFIS Perkembangan Digital Banking di Indonesia

Image

Ekonomi

Investor Terus Tumbuh, Bagaimana Geliat Pasar Modal Syariah Selama 10 Tahun Terakhir?

Image

Ekonomi

OJK Terbitkan Surat untuk Optimalkan Stimulus dan Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

OJK Optimalkan Kebijakan Stimulus Perbankan

Image

Ekonomi

Percepat Pemulihan Ekonomi, OJK Beri 6 Penegasan Stimulus kepada Perbankan

Image

Ekonomi

Racikan Ramuan Pemerintah-BI-OJK Gairahkan Kembali Ekonomi RI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kemenperin Sesumbar 23 Startup Indonesia Siap Mendunia

Ada 23 startup besutan anak bangsa yang dilahirkan dari program Startup4Industri Kemenperin, sudah siap mendunia

Image
Ekonomi

Stimulus Listrik Dilanjutkan, tapi Anggaran Dipangkas 50%

Pemerintah terus melanjutkan stimulus tarif listrik pada kuartal II-2021 untuk masyarakat kurang mampu, dan bisnis skala kecil.

Image
Ekonomi

BI Ajak Masyarakat Gunakan UPK Rp75 Ribu untuk THR Lebaran

Bank Indonesia (BI) mendorong masyarakat menggunakan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Rp75 ribu sebagai Tunjangan Hari Raya (THR).

Image
Ekonomi

Legislator Minta BPJS Ketenagakerjaan Perluas Kepesertaan

Anggota DPR RI meminta BPJS Ketenagakerjaan menyosialisasikan secara masif mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja

Image
Ekonomi

Dijamin Ampuh! Ini Trik Rahasia Agar Konsumen Bisnis Kamu Tetap Setia

Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk menjaga loyalitas konsumen demi kesuksesan bisnis kamu.

Image
Ekonomi

Investor Serap Sentimen Positif, Lincahnya IHSG Buat 322 Saham Melambung

IHSG naik 2,07% atau 122,84 poin ke 6.050,28 pada akhir perdagangan Rabu (14/4/2021)

Image
Ekonomi

Cek Penerima BLT UMKM Rp1,2 Juta, Begini Syarat dan Cara Daftarnya!

Berikut syarat, cara cek penerima, dan cara mendapatkan BPUM atau BLT UMKM

Image
Ekonomi

Amblasnya Keuangan PGN Turut Pukul Keuangan Negara?

AEPI menilai berdasarkan laporan keuangan 2020 menunjukkan bahwa Perusahaan Gas Negara (PGN) mengalami masalah keuangan yang buruk

Image
Ekonomi

Program Millenial Smartfarming BNI Kini Sasar Klaten

Pendekatan digital yang diterapkan akan menyasar para petani muda

Image
Ekonomi
Info Kementan

Rumah Ekonomi Rakyat: SYL Nahkoda Tangguh, Selamatkan Dari Krisis Pangan

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat, Taufiq Amrullah mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dalam mendukung tumbuhnya ekonomi di sektor riil

terpopuler

  1. Lama Diparkir, Robot Damkar Rp40 Miliar Turun Gunung Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

  2. Unggah Foto Pernikahan, Pasangan Gay Thailand Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warganet Indonesia

  3. 5 Editan Foto Lucu Victor Ahmad dengan Pesepak Bola Top, Akrab Bener

  4. Pengamat: SKPD Dibungkam Demi Pencitraan Anies Baswedan

  5. Sulit Minta Data ke Anak Buah Anies, Politisi PSI: Kita Kaya Debt Collector

  6. Kendaraan Pribadi Boleh Mudik Asal Lengkapi Syarat Ini

  7. Bosen Kolak? Ini 3 Rekomendasi Resep Takjil Berbahan Pisang

  8. Junta Myanmar Wajibkan Warga Bayar Rp1 Juta untuk Tebus Jenazah Korban Kekerasan Aparat

  9. Setelah Alami Kecacatan, Harga iPhone 11 Pro Malah Naik 3 Kali Lipat

  10. 6 Terduga Teroris Rencana Jalankan Aksi Amaliyah, Beruntung Keburu Tertangkap Densus 88 di Makassar

tokopedia

fokus

Ramadan 1442 Hijriah
Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Tantangan Keberlanjutan Pariwisata Desa

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Ekonomi

Intip Karier Hingga Kekayaan Song Joong Ki yang Makin Gemerlap!

Image
News

5 Fakta Menarik Lia Eden, Pemimpin Sekte Takhta Kerajaan Tuhan

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia