Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Izin Miras Dicabut, Bahlil Lahadalia Pede Kepercayaan Investor Masih Baik

Atikah Umiyani

Izin Miras Dicabut, Bahlil Lahadalia Pede Kepercayaan Investor Masih Baik

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia menjadi pembicara dalam diskusi dialektika "Tunda Relaksasi Pelepasan Daftar Negatif Investasi (DNI), Jokowi Pro UMKM?" di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (29/11/2018). Dalam diskusi tersebut dibahas masuknya Usaha skala Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari penundaan relaksasi pelepasan Daftar Negatif Investasi (DNI). | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakini kepercayaan investor masih baik meski poin terkait izin investasi minuman keras (miras) dalam Lampiran III Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal dicabut.

"Saya selalu mengatakan kepercayaan dunia usaha sekarang masih baik sekali untuk Indonesia dan saya yakin dan percaya kerja sama itu bisa berjalan dengan baik," katanya dalam konferensi pers daring, Selasa (2/3/2021).

Menurut Bahlil, dicabutnya poin soal investasi miras dalam lampiran Perpres 10/2021 harus dilihat dari sisi mengedepankan kepentingan negara.

Ia juga menegaskan proses penyusunan aturan turunan UU Cipta Kerja itu telah melibatkan banyak pemangku kepentingan yang telah memberikan masukan.

Bahlil Lahadalia menambahkan, dicabutnya tiga poin soal investasi miras atau minuman beralkohol, dinilai tidak akan berdampak sistemik terhadap keseluruhan Perpres yang mulai berlaku 4 Maret 2021.

"Perpres akan berlaku mulai tanggal 4 (Maret) jadi sekarang kalau berlakukan pencabutan Lampiran III nomor 31, 32, 33, saya pikir belum terlalu berdampak sistemik luar biasa," katanya.

Perpres 10/2021 berisi tiga lampiran, yakni Lampiran I tentang Daftar Bidang Usaha Prioritas, Lampiran II tentang Daftar Bidang Usaha yang Dialokasikan atau Kemitraan dengan K-UMKM, serta Lampiran III tentang Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan Tertentu.

Dalam Lampiran III, terdapat tiga poin yakni poin 31, 32 dan 33 dengan total enam halaman yang memuat tentang tata cara mendapatkan perizinan di industri minuman keras atau beralkohol. Tiga poin terkait izin industri miras inilah yang resmi dicabut Presiden Jokowi, Selasa.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan industri miras atau minuman beralkohol yang telah ada sebelumnya masih bisa berjalan selama aturan proses, mekanisme dan prosedurnya sesuai dengan peraturan yang diterapkan sebelumnya.

Ia juga mengakui hingga saat ini belum ada investasi baru yang akan masuk di bidang yang menuai polemik itu.

"Jadi tidak ada yang tidak pasti. Apalagi saat ini belum ada yang bangun investasi yang baru ini, jadi yang lama, jalankan saja. Itu tidak ada urusannya dengan UU Cipta Kerja dan Perpres 10/2021," katanya.

Bahlil menegaskan pemberian izin usaha minuman beralkohol sudah dilakukan sejak lama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Sejak izin miras diberikan pada 1931, tercatat sudah ada 109 investasi yang masuk di 13 provinsi.

"Justru saya terima kasih atas putusan Presiden bahwa ternyata Bapak Presiden memperhatikan betul masukan-masukan dari para ulama dan tokoh agama. Dan kita sebagai rakyat angkat topi dengan Presiden," pungkas Bahlil.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

Ekonomi

Luhut: RI Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Penerapan Energi Bersih

Image

Ekonomi

Menko Luhut Dukung Pembangunan Pulau Enggano Bakal Rangsang Ekonomi Bengkulu

Image

Ekonomi

Menabung Bukan Perkara Sulit, Kalau Kamu Disiplin Terapkan 5 Trik Ini!

Image

Ekonomi

Investor Pemula Patut Coba 4 Instrumen Investasi Syariah Ini

Image

News

UEA Bakal Berinvestasi untuk Produksi Vaksin Corona di Indonesia

Image

Ekonomi

Menko Luhut Minta KPK Awasi Penyerapan TKDN di Industri Nasional

Image

Ekonomi

BKPM Gandeng China ENFI Genjot Investasi Peleburan Tembaga

Image

Ekonomi

Waspada! Investasi Ilegal Masih Marak Saat Pandemi

Image

Ekonomi

Menko Airlangga Sebut Praktik dan Tindakan Korupsi Menghambat Laju Investasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Citigroup Pamit dari Bisnis Perbankan Ritel, Ini Penjelasan CEO

Citigroup mengumumkan bakal keluar dari bisnis perbankan ritel di 13 negara termasuk Indonesia.

Image
Ekonomi

Pengelolaan TMII Resmi Diambil Alih Negara, Nilainya Tembus Rp20,5 Triliun

Nilai aset Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mencapai Rp20,5 triliun berupa tanah

Image
Ekonomi

Luhut Bidik Emisi Gas Rumah Kaca Berkurang 314 Juta Ton di 2030

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah terus berupaya mengurangi emisi Gas Rumah Kaca lewat penerapan energi bersih.

Image
Ekonomi

Optimalkan Pendapatan, AP I Siapkan Lahan 33 Hektare Khusus Layanan Kargo

AP I siapkan lahan 33 hektare khusus untuk layanan kargo demi mengoptimalkan pendapatan dari sisi kargo dan logistik

Image
Ekonomi

IHSG Meluncur ke Zona Hijau, 214 Saham Cetar

IHSG berakhir menghijau pada akhir perdagangan, Jumat (16/4/2021)

Image
Ekonomi

Program Kartu Prakerja Dinilai Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

Program kartu prakerja layak dilanjutkan karena membantu pemerintah dalam proses pemulihan ekonomi nasional

Image
Ekonomi

Kebijakan OJK Signifikan Kurangi Risiko Kredit Perbankan

Dengan berkurangnya risiko kredit, perbankan juga memungkinkan untuk melakukan penyesuaian kebijakan yang mendorong pertumbuhan kredit.

Image
Ekonomi

DGS BI Sebut Pengembangan IR Beri Nilai Tambah Peran Perempuan di Perekonomian

Pengembangan Industri Rumahan (IR) mampu memberi nilai tambah signifikan terhadap peran perempuan dalam perekonomian

Image
Ekonomi

BI Catat ULN Indonesia Pada Februari Naik Jadi US$422,6 Miliar

BI mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar US$422,6 miliar atau tumbuh 4% (yoy) pada Februari 2021

Image
Ekonomi

Luhut: RI Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Penerapan Energi Bersih

Menko Luhut menyatakan Indonesia kurangi emisi Gas Rumah Kaca melalui penerapan energi bersih

terpopuler

  1. Kelebihan Bayar Peralatan Damkar Rp6,5 Miliar, Anies Dicurigai Banyak Lakukan Kesalahan Transaksi 

  2. Lucinta Luna Kena Sindir Keras Susi Pudjiastusi Karena Seekor Lumba-Lumba

  3. Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI Salahkan Pembangunan GBK

  4. Iis Dahlia Salah Lirik, Warganet: Kalo Ngomentarin Orang 'Pedes' Banget

  5. Indonesia Bangun Silicon Valley, Ekonom: Jangan Sampai Jadi Bandara Kertajati Jilid Dua!

  6. Gus Baha: Begini Hukum Puasa Orang yang Bekerja

  7. Penataan Balai Kota Cuma Pindahkan Kursi, Anies Siapkan Anggaran Hingga Rp2 Miliar 

  8. Anggaran Pengadaan Alat Damkar DKI Diduga Diarahkan ke Perusahaan Tertentu

  9. Resep Indomie Soto Versi 'Elite' ala Jerry Andrean, Juara Masterchef Indonesia Season 7

  10. China Tantang Wakil PM Jepang Minum Air Limbah Nuklir Fukushima

tokopedia

fokus

Ramadan 1442 Hijriah
Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Lawan Covid-19

kolom

Image
Tantan Hermansah

Tantangan Keberlanjutan Pariwisata Desa

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Ade Armando, Pakar Komunikasi yang Sempat Sindir Atta Halilintar

Image
Gaya Hidup

Ramadan 1442 H

Masjid Terindah di Bengkulu, Hadiah Ramadan Maya Miranda Ambarsari

Image
Ekonomi

Intip Karier Hingga Kekayaan Song Joong Ki yang Makin Gemerlap!