Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Meski Cukai Naik, Harga Rokok di Pasaran Dinilai Masih Terjangkau

Siti Nurfaizah

Meski Cukai Naik, Harga Rokok di Pasaran Dinilai Masih Terjangkau

merokok | ISTIMEWA

AKURAT.CO Ketua Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) Sumarjati Arjoso menilai harga rokok di pasaran masih terjangkau meski pemerintah telah menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) dari tahun ke tahun.

Menurut Sumarjati, rokok murah merupakan hambatan untuk menekan prevalensi perokok di Indonesia, khususnya perokok anak-anak. Upaya pengendalian tembakau di Tanah Air pun dikhawatirkan menjadi tidak optimal.

"Menteri Keuangan menaikkan cukai rokok 12,5 persen sehingga harga rokok sedikit naik. Penerimaan APBN juga naik. Tetapi itu dari kami, rasanya kurang tinggi karena rokok masih terjangkau," ujar Sumarjati melalui keterangan di Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Dilansir dari Antara, terlebih pada praktiknya peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk harga rokok diduga banyak dilanggar oleh perusahaan dengan menjual produknya di bawah batasan harga yang sudah ditetapkan, yang akhirnya menyebabkan harga rokok tidak naik secara signifikan sekalipun cukai rokok telah naik.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 198 Tahun 2020 disebutkan bahwa harga transaksi pasar (HTP) atau harga di pasaran diatur dengan batas 85 persen dari harga jual eceran (HJE) yang tercantum pada pita cukai.

Pemerintah memiliki target untuk menurunkan prevalensi perokok anak sesuai dengan RPJMN 2020-2024 dari 9,1% menjadi 8,7%. Namun diprediksi akan semakin sulit dicapai ketika di lapangan harga rokok masih terjangkau.

"Kenaikan cukai mungkin menurunkan jumlah rokoknya, tetapi yang merokok tetap banyak," kata Sumarjati.

Dia khawatir angka perokok di Indonesia yang terus meningkat tersebut akan mengancam bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

"Sebetulnya bonus demografi itu kan sudah ada. Tetapi yang kita harapkan kan sebetulnya "window opportunity", ada peluang keberuntungan dari bonus demografi itu. Itu ada syaratnya yaitu penduduk usia produktif itu berkualitas," ujar Sumarjati.

Sumarjati menyayangkan jika kelak penduduk usia produktif alias bonus demografi pada 2030 tidak akan memberikan keuntungan karena sejak anak-anak sudah merokok.

"Mereka tidak produktif, apalagi ada pandemi Covid-19 sekolahnya juga terbengkelai. Jadi bayangkan kualitasnya bagaimana," katanya.

Dia menekankan betapa pentingnya kualitas sumber daya manusia sehingga memahami bahaya rokok perlu terus digencarkan melalui edukasi dan sosialisasi.

Selain itu, lanjutnya, pengawasan rokok di pasaran harus terus dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai, baik pusat maupun daerah.

"Sebetulnya untuk pengawasan itu Bea Cukai di pusat, dan tentunya di daerah-daerah juga. Jadi termasuk misalnya dari dinas perdagangan di daerah dan dari pemerintah daerah ikut mengawasi mestinya," ujar Sumarjati.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Operasi Dewa Ruci 2021 Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

Image

News

Belum Musnahkan Barang Sitaan, Bea Cukai Ternate: Jalani Prosedur Terlebih Dahulu

Image

Ekonomi

Viral Lakukan Kekerasan, Kepala Kantor BC Jayapura Akhirnya Dicopot dari Jabatannya

Image

News

Bea Cukai Jambi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Malaysia Senilai Rp5,3 Miliar

Image

News

Bea Cukai Sanggau Gagalkan Penyelundupan 3 Kilogram Narkoba

Image

News

Bea Cukai Sita 305 Kardus Rokok Ilegal Senilai Rp3 Miliar di Teluk Bayur

Image

News

Bea Cukai Pangkalpinang Musnahkan Ribuan Batang Rokok Ilegal

Image

Ekonomi

Cukai Naik, Produksi Rokok 2021 Diprediksi Jeblok 3,3 Persen

Image

News

Polda Riau Selidiki Kasus Pengusaha Tewas, Enam Petugas Bea Cukai Mangkir

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BNI Tetap Layani Nasabah Pascagempa Malang

Image
Ekonomi
DPR RI

Ketua Komisi XI: Sinergi Kebijakan Diperlukan Demi Akselerasi Pemulihan Ekonomi

Memasuki tahun 2021, akselerasi pemulihan ekonomi nasional terus dilakukan untuk menjaga momentum optimisme pemulihan ekonomi nasional.

Image
Ekonomi

Pangeran Philip Meninggal Dunia, Berapa Total Harta Kekayaannya?

Berikut perkiraan jumlah kekayaan anggota keluarga Inggris, beserta sumber pendapatan mereka.

Image
Ekonomi

Ngurah Rai Bali Resmi Jadi Bandara Kelima Terapkan GeNose

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan alat deteksi Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose, mulai digunakan di Bandara Ngurah Rai Bali.

Image
Ekonomi

Siasat Pemerintah Jadikan Ramadan & Lebaran 2021 Momentum Dongkrak Ekonomi

Pemerintah berkomitmen lebih mendorong pemulihan ekonomi, sekaligus tetap melakukan penanganan Covid-19 secara ketat jelang Ramadan-Lebaran.

Image
Ekonomi

Bos BPJS Kesehatan Ingatkan RS Tak Diskriminatif ke Peserta JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengingatkan rumah sakit agar tidak membeda-bedakan peserta program JKN.

Image
Ekonomi

BWI Luncurkan Wakaf Super Apps, Kian Mudahkan Masyarakat Berwakaf

Badan Wakaf Indonesia (BWI) resmi meluncurkan Wakaf Super Apps.

Image
Ekonomi

Vaksinasi 40 Negara Berkembang, Bank Dunia Siapkan US$2 Miliar

Kelompok Bank Dunia akan berkomitmen mendanai US$2 miliar pada akhir April untuk vaksin Covid-19 di sekitar 40 negara berkembang.

Image
Ekonomi

Kadin Sarankan Stimulus Ekonomi Dirancang Sesuai Kebutuhan Pelaku Usaha

Kadin Indonesia: Stimulus ekonomi disarankan agar disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.

Image
Ekonomi

Peneliti: Impor Gula Perlu Perbanyak Keterlibatan Swasta

Demi efisiensi impor gula dalam memenuhi permintaan domestik dan stabilkan harga, pemerintah perlu meningkatkan keterlibatan sektor swasta.

terpopuler

  1. Sri Mulyani: Ekonomi Sulit Bangkit karena Kelas Menengah Atas Pilih Menabung

  2. Rumah Tangganya di Ujung Tanduk, 7 Potret Kenangan Romantis Yuyun Sukawati dan Fajar Umbara

  3. Jangan Takut, Lakukan Ini Jika Kedatangan Pemeriksa Pajak

  4. Ekspor 60 Ton Tepung Singkong ke Inggris, Muhammadiyah Ajak Hilangkan Ketagihan Impor

  5. Pesan Anies Baswedan: Tadarus di Masjid Tidak Dilarang, tapi Jangan Lepas Masker

  6. KKB Tembak Seorang Guru dan Bakar Komplek Sekolah di Julugoma

  7. 5 Fakta Fajar Umbara, Suami Yuyun Sukawati yang Diduga Lakukan KDRT

  8. Vaksinasi COVID-19 di Gibraltar Berbuah Manis, Kehidupan Mulai Normal Tanpa Prokes

  9. Akan Lapor ke Peradi, Tim Hotma Sitompul Menduga Hotma Paris Langgar Kode Etik?

  10. Warga Ragajaya Citayam Tewas Kecelakaan di Jagakarsa

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: DP 0 Persen
Info Kementan
Paramount Land
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ajib Hamdani

Peningkatan Plafond KUR Pemerintah, Menguntungkan UKM atau Konglomerasi?

Image
Abdul Bari

Merefleksikan Kembali Arti Kesuksesan

Image
Khazangul Huseynova

Tahun Nizami Ganjavi

Image
Roso Daras

Pesan Doni Monardo kepada Putra-putri “Pahlawan Citarum Harum”

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menstruasi Gak Lancar Tanda Ada Kista dan Berujung ‘Angkat’ Rahim?!? | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

VIDEO Keliling Ruang Kontrol BMKG, Tempat Pantau Cuaca Hingga Bencana se-Indonesia | Akurat Talk

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
Gaya Hidup

Hartini Chairudin, Pemilik Brand Radwah Meninggal Dunia

Image
News

6 Potret Menyentuh Jokowi dengan Warga, Terbaru Berikan Jaket ke Pemuda NTT Korban Longsor

Image
News

5 Gaya Sporty Menlu Retno Marsudi Berolahraga, Kece Abis!