Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

RUU Larangan Minol Tanda Urgensi Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti

Wayan Adhi Mahardika

RUU Larangan Minol Tanda Urgensi Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti

Ilustrasi minuman beralkohol yang memiliki sertifikat halal | theiwsr.com

AKURAT.CO Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebutkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol) yang kini sedang dalam pembahasan di DPR menunjukkan urgensi pembuatan kebijakan yang berbasis bukti. RUU ini tidak menyasar permasalahan sesungguhnya yang terjadi di masyarakat dan malah menyasar hal lain yang urgensinya tidak sepenting masalah yang ada.

Seperti diketahui, RUU Larangan Minol masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021 dan kembali menimbulkan perdebatan.

Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, dari dokumen pendukung yang terlampir di situs DPR, setidaknya ada empat aspek yang menjadi justifikasi mengapa RUU ini perlu segera disahkan. Keempat aspek tersebut adalah perspektif filosofis, sosial, yuridis formal dan upaya pengembangan hukum.

baca juga:

Pertama, berkaitan dengan aspek filosofis.

"Dalam presentasinya, ada klaim bahwa larangan minuman beralkohol pada dasarnya merupakan amanat konstitusi dan agama. Hal ini terkesan bias karena minuman beralkohol merupakan komoditas yang dapat dikonsumsi dan diperdagangkan secara legal di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlak," kata Pingkan lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Pingkan melanjutkan, tidak ada larangan yang secara eksplisit menyatakan minuman beralkohol bertentangan dengan konstitusi. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 72 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2019 telah memberikan payung hukum bagi pembatasan dan pengawasan minuman beralkohol di Indonesia. Hal ini mengingat belum adanya regulasi minuman beralkohol di tingkat undang-undang, dapat dipahami bahwa para pembuat undang-undang ingin membangun dasar regulasi yang kuat untuk komoditas ini. Namun RUU tersebut justru membawa minuman beralkohol ke arah yang baru, yaitu pelarangan.

Kedua, terkait aspek sosial dari klaim yang dibuat, para pengusul juga seolah mengabaikan situasi empiris dari lapangan. Faktanya, banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan di negara lain, dan masih didominasi oleh konsumsi minuman beralkohol ilegal oplosan.

Beberapa studi CIPS sebelumnya telah mengangkat masalah di lapangan mengenai masalah ini, yang memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan klaim generalisasi yang dikeluarkan oleh para pengusul RUU Larangan Alkohol.

Menurut data WHO, konsumsi alkohol ilegal dan oplosan di Indonesia lebih tinggi daripada alkohol legal, masing-masing 0,5 liter per kapita dan 0,3 liter per kapita. Lebih lanjut, studi CIPS tahun 2016 yang melibatkan enam kota di Indonesia menunjukkan bahwa alih-alih mengurangi keinginan seseorang untuk mabuk, RUU ini malah berpotensi memfasilitasi tumbuhnya pasar gelap.

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

News

Usai Peristiwa Penembakan di RM Cafe, Baleg DPR Usulkan RUU Larangan Minol Segera Disahkan

Image

Ekonomi

Harga Jual Beras di Tingkat Konsumen Tinggi, Petani Tak Menikmati

Image

Ekonomi

Pentingnya Pembenahan dan Fokus Penguatan Sektor Penyumbang Kinerja Perekonomian

Image

Ekonomi

Meski Masih Minus, Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Beri Sinyal Pulih?

Image

Ekonomi

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Impor

Image

Ekonomi

Dear Pemerintah, Benahi Rantai Distribusi Daging Sapi yang Terlalu Panjang

Image

Ekonomi

Atasi Defisit Neraca Perdagangan, Indonesia Perlu Tingkatkan Ekspor ke Negara Nontradisional

Image

Ekonomi

Jangkau UMKM, Pemerintah Didesak Bentuk Basis Data Tunggal

Image

Ekonomi

Pemerintah Perlu Fokus Perluas Akses Pasar Digital UMKM

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Hasil Survei Ungkap Sekitar 11,7 Persen Rumah Tangga Alami Kerawanan Pangan

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi aspek sosial, hingga pangan yang mempengaruhi rumah tangga di Indonesia

Image
Ekonomi

Ini 5 Strategi Peningkatan Ekspor Ala Kemendag

Kementerian Perdagangan mendorong ekspor melalui lima strategi yang telah ditetapkan.

Image
Ekonomi

Belanja Modal Capai Rp1.300 Triliun, Pertamina Bidik Pendanaan Lewat SWF

PT Pertamina (Persero) merencanakan belanja modal perseroan mencapai US$92 miliar atau setara Rp1.334 triliun hingga 2024.

Image
Ekonomi

Majukan Industri Manufaktur, Barata Indonesia Kembangkan Teknologi Kincir Air Hemat Energi

Barata Indonesia dukung pengembangan teknologi kincir air hemat energi berbahan lokal

Image
Ekonomi

Wamenkeu Paparkan 3 Inovasi Mendukung Pemulihan Ekonomi di 2021

Wamenkeu Suahasil Nazara memaparkan tiga inovasi ekonomi untuk mendukung perekonomian tahun 2021.

Image
Ekonomi

Tekan Dampak Pandemi Covid-19, Jepang Janji Begini ke Indonesia

Pandemi Covid-19 menginfeksi baik itu negara maju seperti Jepang maupun negara berkembang Indonesia

Image
Ekonomi

3 Poin LPI Ini Diyakini Bisa Pikat Investor Asing

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan dapat menarik investasi asing untuk proyek-proyek milik pemerintah.

Image
Ekonomi

Jokowi Minta Perdagangan Digital Dalam Negeri Berdayakan dan Dorong Kinerja UMKM

Presiden Jokowi menegaskan perdagangan digital di Tanah Air harus diarahkan untuk selalu memberdayakan dan mendorong kinerja UMKM.

Image
Ekonomi

Membandingkan Kinerja BUMN RI dengan Temasek dan Khazanah, Seperti Apa?

Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan, BUMN di Indonesia masih dapat bersaing dengan BUMN di negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.

Image
Ekonomi

OJK Wanti-wanti, Tak Ada Lagi Bank Bermodal Inti di Bawah Rp1 Triliun

Perbankan harus siap menghadapi persaingan dan dinamika daat ini khususnya pada era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity

terpopuler

  1. Terjadi Fenomena Alam Langka di Venesia, Kanalnya Tiba-tiba Surut

  2. Polisi Temukan HP Anggota KKB Ferry Ellas yang Berisi Video Baku Tembak

  3. Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang

  4. Cukup Sambungkan ke Smartphone, Perangkat Kecil ini Mampu Diagnosis Covid-19

  5. Teddy Syach Ungkap Kondisi Anak Usai Ditinggal 'Pergi' Rina Gunawan

  6. Haji Lulung: Terima Kasih Pak Jokowi, Bangsa Ini Diselamatkan dari Bahaya Miras

  7. Anti Mobil Ribet? Cuma Rp75 Juta, Beli MPV ini Aja

  8. Kekeuh Ingin Cerai dari Ayus, Ririe Firdaus Tolak Tawaran Damai dari Majelis Hakim

  9. 7 Potret Terbaru Permukaan Mars, Bebatuan dan Tanah Terlihat Jelas!

  10. Komisaris Utama PT SMS Tak Berkutik Saat Dibekuk Tim Tabur Kejaksaan

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Said Aqil Siroj yang Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga