Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Dear Pemerintah, Benahi Rantai Distribusi Daging Sapi yang Terlalu Panjang

Wayan Adhi Mahardika

Dear Pemerintah, Benahi Rantai Distribusi Daging Sapi yang Terlalu Panjang

Pedagang daging sapi menunggu pembeli di pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat (3/6/2019). Menurut pedagang memasuki pekan terakhir bulan Ramadhan 1440 H, harga daging sapi masih stabil yaitu Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kg tergantung kualitas, namun harga tersebut diperkirakan akan merangkak naik dan tidak tetap. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) meminta pemerintah perlu membenahi tata niaga daging sapi nasional. Salah satu masalahnya ada di hulu yakni rantai distribusi yang panjang.

Head of Research CIPS Felippa Ann Amanta mengatakan, panjangnya rantai distribusi menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit yang pada akhirnya berpengaruh kepada harga jual.

Selain itu, pemerintah memilih mengimpor sapi bakalan yang harus digemukkan lagi dan dipotong di Indonesia. Setelah itu, daging sapi yang dihasilkan dapat dijual langsung ke pedagang grosir berskala besar di pasar atau melalui tengkulak yang membantu Rumah Potong Hewan (RPH) untuk mendapatkan pembeli.

baca juga:

Tahapan selanjutnya, kata Felippa, adalah menjual daging sapi ke pedagang grosir berskala kecil. Merekalah yang menjual daging sapi ke pedagang eceran di pasar tradisional atau supermarket, sebelum akhirnya sampai di tangan konsumen. Proses panjang ini tentu menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit.

“Fluktuasi harga pangan tentunya merupakan hal yang biasa karena perdagangan pangan tidak lepas dari dinamika pasar berdasarkan produksi, distribusi, dan permintaan. Konsumsi daging sapi secara umum rendah sekali, hanya sekitar 2 kg per kapita per tahun di Indonesia,” terang Felippa lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Ia menerangkan, ketika harga daging sapi naik, konsumen akan cenderung membeli komoditas lain sebagai substitusi, misalnya memilih makan ayam atau lauk lainnya. Hal ini akan merugikan para pedagang dan dapat dipahami kenapa mereka enggan menjual daging sapi dengan harga kelewat tinggi.

Selain itu, yang paling terdampak akibat kenaikan ini juga para pengusaha yang menjual makanan berbahan daging sapi. Mereka dihadapkan pada pilihan, misalnya menghilangkan menu daging sapi, mengurangi porsi atau bahkan menambah harga jual. Di sinilah seharusnya pemerintah bisa menilai efektivitas kebijakan yang sudah diterapkan pada daging sapi.

Di sisi lain, pandemi COVID-19 memang menimbulkan disrupsi pada sektor pertanian di seluruh dunia. Implementasi berbagai kebijakan pembatasan sosial memengaruhi kinerja sektor pertanian di hampir semua negara. Penurunan kapasitas produksi dan pengolahan menyebabkan pasokan berkurang.

"Kali ini, kenaikan harga daging sapi terjadi karena harga sapi dari Australia juga sudah menanjak sejak akhir 2020 ditambah dengan tingginya biaya distribusi akibat penurunan kapasitas logistik selama pandemi COVID-19," katanya.

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Wujudkan Ketahanan Pangan, Swasta Perlu Akses Impor Beras Lebih Luas

Image

Ekonomi

Kebijakan HET Dinilai Percuma, Tak Mampu Stabilkan Harga Beras

Image

Ekonomi

Harga Jual Beras di Tingkat Konsumen Tinggi, Petani Tak Menikmati

Image

Ekonomi

Pentingnya Pembenahan dan Fokus Penguatan Sektor Penyumbang Kinerja Perekonomian

Image

Ekonomi

RUU Larangan Minol Tanda Urgensi Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti

Image

Ekonomi

Harga Bawang Putih Masih Tinggi, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Impor

Image

Ekonomi

Pemerintah Perlu Waspadai Fluktuasi Harga Pangan

Image

Ekonomi

Atasi Defisit Neraca Perdagangan, Indonesia Perlu Tingkatkan Ekspor ke Negara Nontradisional

Image

Ekonomi

Jangkau UMKM, Pemerintah Didesak Bentuk Basis Data Tunggal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

PP Garap Pembangunan Proyek Mandalika Senilai Rp940 Miliar

PP menggarap pembangunan KEK Mandalika senilai Rp940 miliar, dimana perseroan jadi Lead Consortium dengan porsi pekerjaan 40%

Image
Ekonomi

Mendag Lutfi Yakin Produk Lokal Bakal Jadi Primadona di Pusat Perbelanjaan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meyakini produk lokal bakal menjadi primadona di berbagai pusat perbelanjaan di Indonesia.

Image
Ekonomi

Insentif PPN Rumah Diusulkan Ada Syarat Progres Minimum

IPW meyakini kebijakan relaksasi PPN rumah akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan pasar properti.

Image
Ekonomi

Hasil Survei Ungkap Sekitar 11,7 Persen Rumah Tangga Alami Kerawanan Pangan

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi aspek sosial, hingga pangan yang mempengaruhi rumah tangga di Indonesia

Image
Ekonomi

Ini 5 Strategi Peningkatan Ekspor Ala Kemendag

Kementerian Perdagangan mendorong ekspor melalui lima strategi yang telah ditetapkan.

Image
Ekonomi

Belanja Modal Capai Rp1.300 Triliun, Pertamina Bidik Pendanaan Lewat SWF

PT Pertamina (Persero) merencanakan belanja modal perseroan mencapai US$92 miliar atau setara Rp1.334 triliun hingga 2024.

Image
Ekonomi

Majukan Industri Manufaktur, Barata Indonesia Kembangkan Teknologi Kincir Air Hemat Energi

Barata Indonesia dukung pengembangan teknologi kincir air hemat energi berbahan lokal

Image
Ekonomi

Wamenkeu Paparkan 3 Inovasi Mendukung Pemulihan Ekonomi di 2021

Wamenkeu Suahasil Nazara memaparkan tiga inovasi ekonomi untuk mendukung perekonomian tahun 2021.

Image
Ekonomi

Tekan Dampak Pandemi Covid-19, Jepang Janji Begini ke Indonesia

Pandemi Covid-19 menginfeksi baik itu negara maju seperti Jepang maupun negara berkembang Indonesia

Image
Ekonomi

3 Poin LPI Ini Diyakini Bisa Pikat Investor Asing

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan dapat menarik investasi asing untuk proyek-proyek milik pemerintah.

terpopuler

  1. Terjadi Fenomena Alam Langka di Venesia, Kanalnya Tiba-tiba Surut

  2. Polisi Temukan HP Anggota KKB Ferry Ellas yang Berisi Video Baku Tembak

  3. Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang

  4. Teddy Syach Ungkap Kondisi Anak Usai Ditinggal 'Pergi' Rina Gunawan

  5. Haji Lulung: Terima Kasih Pak Jokowi, Bangsa Ini Diselamatkan dari Bahaya Miras

  6. Anti Mobil Ribet? Cuma Rp75 Juta, Beli MPV ini Aja

  7. Kekeuh Ingin Cerai dari Ayus, Ririe Firdaus Tolak Tawaran Damai dari Majelis Hakim

  8. 7 Potret Terbaru Permukaan Mars, Bebatuan dan Tanah Terlihat Jelas!

  9. Victor Laiskodat Bertemu Jaksa Agung, Bahas Kasus Mafia Tanah Labuan Bajo?

  10. Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

fokus

Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Said Aqil Siroj yang Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI

Image
News

Sederhana! Begini Penampakan Kamar Belva Devara yang Jauh dari Kemewahan

Image
News

8 Potret Adu Gaya Sporty AHY dan Ibas saat Berolahraga