Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pemerintah Diminta Begini untuk Tingkatkan Insentif Langsung Penggunaan Lahan Berkelanjutan di Pedesaan

Prabawati Sriningrum

Pemerintah Diminta Begini untuk Tingkatkan Insentif Langsung Penggunaan Lahan Berkelanjutan di Pedesaan

Desa wisata Malasari, Kabupaten Bogor | INSTAGRAM/desawisatamalasari

AKURAT.CO Lembaga advokasi internasional dengan keahlian di bidang keuangan dan kebijakan public, Climate Policy Initiative (CPI) menyatakan kenyataannya desa-desa di Indonesia belum memprioritaskan program penggunaan lahan berkelanjutanlahan berkelanjutan. Bahkan di daerah-daerah yang sebenarnya sangat berkomitmen untuk mempercepat pembangunan hijau.

Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi indeks pembangunan desa yang dapat digunakan oleh desa di seluruh Indonesia untuk memperhitungkan indikator pembangunan berkelanjutan yang lebih baik, meskipun memiliki karakteristik sumber daya alam yang berbeda.

Tiza Mafira, Associate Director CPI Indonesia mengungkapkan setidaknya ada tiga hal yang mendasari rekomendasi tentang penggunaan Indeks Desa Membangun Plus (IDM+) untuk indikator pembangunan pedesaan di Indonesia yang berkelanjutan.

baca juga:

Pertama, indikator pembangunan dan alat evaluasi yang sudah ada selama ini tidak memadai untuk menyelaraskan tujuan-tujuan kelestarian lingkungan ke tingkat desa.

“Indikator evaluasi yang dibuat pemerintah pusat untuk diterapkan di desa tidak dapat mengukur kinerja lingkungan desa secara holistik, karena lebih menitikberatkan kepada pengukuran aspek sosial ekonomi dan ketahanan bencana. Sedangkan ada aspek-aspek kualitas lingkungan yang tidak ada, misalnya terkait ketahanan pangan dan energi terbarukan,” lanjutnya.

Kedua, belum ada mekanisme evaluasi indikator lingkungan yang berujung pada insentif fiskal bagi yang berkinerja baik.

“Dalam beberapa tahun belakangan sudah mulai muncul kebijakan transfer fiskal berbasis ekologi. Sudah saatnya desa juga dilibatkan dalam skema ini. Desa akan lebih bersemangat mencapai kinerja berwawasan lingkungan ketika berpeluang memperoleh penghargaan fiskal,” lanjut Tiza.

Ketiga, mekanisme transfer fiskal baru perlu didasarkan pada indikator ekologi yang dapat diterapkan secara universal di semua daerah, namun tanpa disrupsi birokrasi. Desa di Indonesia sangat beragam, mencerminkan berbagai kondisi ekonomi, sumber daya dan topografi.

Oleh karena itu, penerapan mekanisme transfer fiskal ekologis baru membutuhkan indikator ekologi yang dapat diterapkan di semua wilayah.

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Diversifikasi Tanaman Diklaim Mampu Jadi Solusi Suburkan Kesejahteraan Petani Kecil Swadaya

Image

Ekonomi

Pemerintah Harusnya Tidak Beda-bedakan Jenis Kantong Plastik yang Kena Cukai

Image

Ekonomi

Soal Penggunaan Plastik, Produsen Didesak untuk Lakukan 3 Hal Ini

Image

Ekonomi

Kelompok Masyarakat Sipil Bakal Gelar Pawai Bebas Plastik Terbesar di Jakarta

Image

Ekonomi

Selama Tiga Tahun, Jumlah Desa Tertinggal Turun Sebesar 6.518 Desa

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Forbes Rilis 100 Artis Berpengaruh di Asia, Ada 4 Orang Indonesia

Dari 100 artis Terkaya Nominasi Forbes, Ternyata ada 4 artis dari Indonesia. Siapa mereka?

Image
Ekonomi

Denny Siregar: Uang BPJS Ketenagakerjaan Dimainkan Saham dan Reksadana, Mirip Jiwasraya

Denny Siregar melalui akun media sosialnya menyebut kasus BPJS Ketenagakerjaan hampir sama dengan kasus Jiwasraya.

Image
Ekonomi

Antam Kalah Lagi Gugatan dan Bayar 43 Kg Emas, Begini Duduk Perkaranya

Kali ini, Antam dihukum membayar kerugian Rp 27.250.397.000 atau 43 kg emas.

Image
Ekonomi

Pengusaha Ini Berbagi Tips Bijak Menjaga Kelangsungan Usaha di Tengah PPKM

Pengusaha sektor mamin: Bijak atur arus kas jadi faktor penting bertahan di tengah PPKM.

Image
Ekonomi

4 Shio Ini Cerdik Mengendus Peluang Meski Kondisi Masih Paceklik

Berikut ini Shio yang pintar menangkap peluang bisnis di tahun 2021.

Image
Ekonomi

5 Bisnis yang Kembali Cuan Setelah Mati Suri di 2020

Berikut bisnis yang sebelumnya redup selama pandemi, menjadi peluang bisnis yang bakal cuan di 2021

Image
Ekonomi

Lagi! Pengusaha Surabaya Menang Gugatan, Antam Harus Balikin 43 Kg Emas

Antam dihukum membayar kerugian Rp 27.250.397.000 atau 43 kg emas.

Image
Ekonomi

Gampang-gampang Susah, Perhatikan 4 Hal Penting Ini Sebelum Membeli Rumah

Simak tips-tips berikut sebelum kamu membeli rumah.

Image
Ekonomi

Tertarik Bisnis Ikan Cupang? Pelajari Dulu 6 Hal Ini Sebelum Memulainya

Jika kamu tertarik, berikut ini ada tips memulai bisnis ikan cupang bagi pemula.

Image
Ekonomi

Jangan Beli Saham dengan Utang Jika Masih Pemula

Investasi saham kini kian marak di kalangan generasi milenial, bahkan Gen Z sekalipun.

terpopuler

  1. WhatsApp Mulai Ditinggalkan, Jutaan Orang Beralih ke Aplikasi Chat Lain

  2. Resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten, Nikmat dan Sedap!

  3. Tunduk pada Anies, Marullah: Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-apa Kecuali Perintah Gubernur

  4. Ini Bacaan Shalawat Idfa’, Shalawat Penangkal Virus Corona dari Habib Syech

  5. Gempa 6,8 Magnitudo Guncang Argentina, Gedung dan Jalan Retak

  6. Agar Rezeki Stabil Melimpah, ini Doa untuk Ditambahkan dan Dihalalkan Rezeki

  7. Keuangan Lampu Kuning, Saatnya Libra dan Sagitarius Injak Rem

  8. Satgas COVID-19 Yogyakarta Ingatkan Warga Waspadai Klaster Keluarga

  9. Tiga Tunggal Indonesia Amankan Tiket Babak Kedua

  10. 7 Potret Memesona Ady Sky, Aktor dan Pengusaha Muda yang Dijodohkan dengan Fatin Shidqia

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf