Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Masyarakat Keluhkan Hilangnya Tahu dan Tempe di Pasar Induk Kramat Jati

Atikah Umiyani

Masyarakat Keluhkan Hilangnya Tahu dan Tempe di Pasar Induk Kramat Jati

Para pekerja saat mengolah kacang kedelai yang akan dijadikan tempe mentah di pabrik rumahan kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018). Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membuat harga kedelai mengalami kenaikan. Menurut para pembuat tempe harga kedelai yang mereka beli sebelumnya Rp770 ribu perkwintal menjadi 850 ribu perkwintal, namun harga jual tempe yang mereka produksi tidak mereka naikan, masih sama dengan harga Rp5.000 perbatang. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsumen agar mereka tidak pindah membeli tempe ke pabrik lain. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Konsumen di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan hilangnya stok tahu dan tempe di lapak pedagang dalam dua hari terakhir imbas mogok produksi di kalangan perajin kedelai.

"Sudah sejak tahun baru ini aja saya gak ketemu lagi tahu dan tempe di pasar. Saya juga baru tahu hari ini kalau ada mogok kerja dari yang bikin (produsen)," kata salah satu konsumen tahu dan tempe, Nurohatun Hasanah (48) di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Nurohatun selama ini membutuhkan 30 sampai dengan 40 kilogram tahu dan tempe untuk digoreng dan dijual di warteg kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Namun sejak komoditas berbahan baku kacang kedelai itu hilang dari pasaran, Nurohatun beralih menjual kentang goreng dan sayuran.

"Ada yang lain, misalnya ada kentang sayuran yang lain, kalau gak ada tahu tempe. Saya baru tahu kalau katanya kacang kedelai lagi susah," katanya.

Dia berharap produsen kembali memasok tahu dan tempe sebab penggemar makanan tersebut cukup tinggi di warungnya.

"Namanya orang Indonesia kan favoritnya tahu tempe. Seharusnya walaupun mahal harus diadain biarpun mahal," katanya.

Konsumen lainnya Windy (27) mengaku sudah dua hari terakhir tidak berjualan gorengan tempe dan tahu isi.

"Saya sering beli di pasar. Biasanya buat dagang gorengan, tapi dari tahun baru gak ada. Biasanya ada aja pedagang yang nyetok, tapi kemarin gak ada sama sekali, yang anterin juga gak ada. Katanya kacangnya lagi mahal," katanya.

Windy mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga separuh dari biasanya sejak tahu dan tempe hilang dari pasaran.

"Kalau jualan sih tetap, tapi kan saya gak jual tahu dan tempe jadi pendapatan jadi turun sekitar setengahnya, karena dagangan gak komplit," katanya.

Warga Pulogadung itu berpesan kepada produsen agar harga tahu tempe bisa stabil, namun kalaupun harus naik harganya tetap wajar dan bisa terjangkau.

"Walaupun harganya naik, yang penting ada. Yang penting naiknya terjangkau. pelanggan nanyain juga, padahal baru seminggu lalu toge gak ada di pasaran," katanya.

Secara terpisah Sekretaris Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta Handoko Mulyo mengatakan ketiadaan tahu dan tempe di pasaran merupakan imbas dari bentuk protes terhadap kenaikan harga kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram (kg).

"Terhitung mulai 1 hingga 3 Januari 2021, kita stop produksi. Ada sekitar 5.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi tahu dan tempe, sepakat untuk mogok produksi," katanya.

Dikatakan Handoko, setiap harinya produsen memasok kebutuhan tahu dan tempe di Jakarta sebanyak 500 hingga 600 ton.[]

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

Sudin SDA Jaktim Habiskan Rp25 Miliar Proyek Penanggulangan Banjir

Image

Ekonomi

Harga Kedelai Melonjak, Pengusaha Tempe Turunkan Produksi Hingga 50 Persen

Image

Ekonomi

Jokowi Sentil Masalah Tahu Tempe: Kita Harus Serius Selesaikan

Image

Ekonomi

Jokowi Tak Mau Masalah Tahu Tempe Terjadi Lagi

Image

Ekonomi

Capai Kesepakatan dengan Importir, Harga Kedelai 100 Hari ke Depan Rp8.500 per Kg

Image

Ekonomi

Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai, Pengusaha Pangkas Bobot Tahu dan Tempe

Image

Ekonomi

Lepas Ketergantungan Kedelai Impor, Wakil Rakyat Sarankan ini

Image

Ekonomi

Parlemen Nilai Pemerintah Gagal Atasi Kedelai Impor

Image

News

Satgas Pangan Polri Selidiki Adanya Dugaan Penimbunan Kedelai

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Anak Perusahaan Sinopharm China Bidik Pasar Vaksinasi Balita Hingga Remaja

CNBG akan melakukan vaksinasi terhadap anak-anak usia tiga tahun hingga remaja berusia 17 tahun.

Image
Ekonomi

BP Tapera Bidik Pembiayaan untuk 51 Ribu Unit Rumah di 2021

BP Tapera menargetkan pembiayaan untuk 51.000 unit rumah pada tahun ini.

Image
Ekonomi

Cadangan Minyak RI Habis 9,5 Tahun Lagi, Lampu Kuning?

Umur cadangan minyak bumi diperkirakan akan habis 9,5 tahun dan minyak bumi akan habis sekitar 19,9 tahun.

Image
Ekonomi

Penawaran Lelang Rendah, Kondisi Geopolik Pengaruhi Pasar Keuangan

Investor yang menunggu pelantikan Presiden terpilih AS yang dapat mempengaruhi pasar keuangan

Image
Ekonomi

Menkop dan Menparekraf Mantapkan Kolaborasi di 5 Destinasi Super Prioritas

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk konsisten mengembangkan pariwisata

Image
Ekonomi

Siap-siap! 125 Ribu Mobil Listrik dan 1,34 Juta Motor Listrik Mengaspal 2021

Dengan jumlah tersebut diharapkan ada potensi pengurangan konsumsi BBM sebanyak 0,44 juta kiloliter per tahun.

Image
Ekonomi

Antam 'Ngeyel' Tak Bersalah dan Akan Lawan Terus Budi Said

PT Aneka Tambang Tak (Persero) akan menempuh upaya hukum dengan mengajukan banding

Image
Ekonomi

Nasabah Desak OJK Segera Tindak Tegas Asuransi Jiwa Kresna

Nasabah mendesak OJK segera menindak Asuransi Jiwa Kresna (AJK)

Image
Ekonomi

BSN Harus Gencar Jemput Bola ke UMKM

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron meminta Badan Standardisasi Nasional (BSN) dapat melakukan jemput bola secara masif kepada UMKM.

Image
Ekonomi

Andre Rosiade Puji Kinerja KPPU, Punya Nyali dengan Perusahaan China

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi Kinerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

terpopuler

  1. Ditahan di Rutan Bareskrim, Kondisi Kesehatan Ustaz Maaher Memperihatinkan

  2. Ketahui Penyebab Gangguan Kesehatan Mental Pada Hubungan Suami-Istri

  3. Kasus Ultah Sean Gelael, Polisi: Tamu Undangan Jalani Prokes, Ada Swab Antigen

  4. Haji Lulung Desak Polisi Panggil Ahok Gegara Hadiri Pesta Ulang Tahun Pengusaha di Kemang

  5. Tunduk pada Anies, Marullah: Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-apa Kecuali Perintah Gubernur

  6. M2 World Championship: Tim Myanmar dan Filipina Melaju Mulus ke Playoff

  7. Kisah Abu Nawas Ketika Menolak Menjadi Pejabat

  8. Hasil Penelitian Ungkap Smartwatch Mampu Deteksi Gejala Awal Covid-19

  9. Resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten, Nikmat dan Sedap!

  10. 5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf