Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Berantas Limbah Plastik, KKP Kembangkan Bioplastik dari Biota Laut

Andi Syafriadi

Berantas Limbah Plastik, KKP Kembangkan Bioplastik dari Biota Laut

Tumpukan sampah terlihat menumpuk di pinggir laut kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (29/7/2019). Tumpukan sampah yang didominasi oleh sampah plastik ini terbawa arus laut yang dibuang masyarakat secara sembarangan. Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) mengembangkan bioplastik yang bahan-bahannya diambil dari beragam biota laut dalam rangka mengatasi masalah limbah plastik di lautan.

"Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi 70 persen sampah laut pada tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Sampah Laut, sebuah rencana kerja sama di tingkat nasional yang bertujuan untuk mengembangkan kebijakan untuk mengurangi dan menanggulangi sampah laut," kata Kepala BRSDM KKP Sjarief Widjaja dalam siaran pers di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu (9/12/2020).

Ia memaparkan bioplastik terbuat dari bahan biologi atau biomassa sebagai sumber alternatif bahan yang aman dan ramah lingkungan, sehingga timbul gagasan untuk mengembangkan bioplastik dari biota laut.

baca juga:

Salah satu bahan sumber potensial bioplastik, ujar dia, adalah chitosan yang berasal dari krustasea dan cangkang kepiting serta agar-agar dan karagenan yang dihasilkan dari makroalga laut.

"Dukungan dari pemerintah, industri, dan ilmuwan sangat dibutuhkan untuk mendorong penelitian dan pengembangan bioplastik berbasis biota laut," katanya.

Dalam rangka membahas hal itu, KKP juga telah menggelar secara virtual International Conference on Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology 2020 pada 8 Desember. 

Dengan acara tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi serta mendukung rencana aksi yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah plastik di lautan.

Sjarief memaparkan lima langkah kunci dalam rencana aksi tersebut adalah berfokus kepada peningkatan pengelolaan sampah, mengurangi atau mengganti penggunaan plastik untuk mencegah konsumsi 1 juta ton per tahun, mendesain ulang produk dan kemasan plastik untuk digunakan kembali dan didaur ulang, menggandakan tingkat pengumpulan sampah plastik, serta memperluas fasilitas pembuangan sampah.

"Jika rencana tersebut dilaksanakan dengan baik, Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) memproyeksikan hal itu dapat mengurangi jumlah plastik yang masuk ke laut hingga 70 persen pada tahun 2025, dan dapat mendekati nol pada tahun 2040, karena hingga 16 juta ton plastik akan dicegah agar tidak bocor ke laut sampai tahun 2040," paparnya. 

Sjarief mengatakan sebagai bagian dari komitmen tersebut, BRSDM bergabung ke dalam proyek Plastic Innovation Hub, sebuah kemitraan Australia-Indonesia, hasil kerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi RI. Plastics Innovation Hub akan berlangsung selama tiga tahun dan menciptakan kemitraan lintas sektor, sebagai proyek pertama di dunia untuk mendorong transisi menuju ekonomi nol sampah plastik laut.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

215 Ekor Ikan Dilindungi Berhasil Diselamatkan dari Tangan Penjual

Image

Ekonomi

KKP Siapkan 5 Jurus Jamin Mutu Hasil Produksi Perikanan Budi Daya

Image

Ekonomi

Aparat Gagalkan Penyelundupan 23.942 Benih Bening Lobster

Image

Ekonomi

KKP Gandeng Lembaga Dalami Penyebab Mamalia Laut Terdampar Massal

Image

Ekonomi

Cetak Pelaut, KKP Luncurkan Komite Pengesahan Awasi Lembaga Diklat Kelautan

Image

Ekonomi

KKP Gandeng Pemprov Sulut Perkuat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Image

Ekonomi

KKP Bangun Kampung Tematik Perikanan Budi Daya

Image

Ekonomi

KKP Bidik Peluang Pasar Ekspor Udang 2 Juta Ton

Image

Ekonomi

Menteri KKP Ingin Fokus Pengembangan Komoditas Ekspor Bernilai Tinggi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
KemenPUPR

Program Padat Karya Tunai KemenPUPR Sudah Serap 110.544 Tenaga Kerja per Maret 2021

Hingga awal Maret 2021, Program Padat Karya Tunai telah menyerap sebanyak 110.544 orang tenaga kerja.

Image
Ekonomi
KemenPUPR

Revitalisasi TPA Regional Piyungan di Yogyakarta Ditargetkan Selesai Maret 2022

Hingga saat ini Revitalisasi TPA Piyungan konstruksinya telah mencapai 19,285% dan ditargetkan akan rampung pada Maret 2022.

Image
Ekonomi

Ikatan Cinta Kaesang Masih Jadi Sorotan, Yuk Sekalian Intip Gurita Bisnisnya

Di luar urusan pribadi Kaesang, memang anak presiden Jokowi dengan perawakan kalem ini telah lama dikenal sebagai pebisnis.

Image
Ekonomi

215 Ekor Ikan Dilindungi Berhasil Diselamatkan dari Tangan Penjual

KKP berhasil menyelamatkan 215 ekor ikan dilindungi dan saat ini telah dilepasliarkan.

Image
Ekonomi

Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Ini Sederet Alasannya!

Parameter perpanjangan dan perluasan PPKM mikro ke tiga provinsi tersebut masih sama dengan sebelumnya

Image
Ekonomi

PPKM Timbulkan Dampak ke Perekonomian Nasional, Ini Penjabaran Airlangga!

Airlangga Hartarto menjelaskan dampak jangka pendek maupun dampak panjang dari penerapan PPKM Mikro bagi perekonomian nasional

Image
Ekonomi

Muncul 137 Kasus Konflik Agraria, Moeldoko: Jangan Banyak Diskusi, Segera Eksekusi!

Pemerintah mempercepat penyelesaian 137 kasus konflik agraria, yang terdiri atas 105 kasus di kawasan hutan dan 32 di kawasan non-hutan

Image
Ekonomi

BSI Genjot Pembiayaan di Sektor Otomotif

BSI menggenjot pembiayaan di sektor otomotif melalui Program Pembiayaan BSI Oto Special 2021

Image
Ekonomi

Bukan Kaleng-kaleng! Begini Dampak Ekspansi Perumahan ke Perekonomian

Perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun

Image
Ekonomi

Optimistis Onstream 2021, PEPC Terus Lakukan Inovasi di Lapangan JTB

PEPC sebagai operator Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru terus menjalankan berbagai inovasi dan efisiensi.

terpopuler

  1. Masyarakat yang Tolak Vaksin COVID-19 Terancam Dihentikan Pemberian Bantuan Sosialnya

  2. 7 Pesona Joanina Rachma, Putri KSP Moeldoko yang Baru Menikah

  3. Murah dan Terkenal, ini 6 Mobil MPV Paling Rekomendasi Harga Cuma Rp70 Juta

  4. Pengamat: Kehancuran Demokrat di Bawah Kepemimpinan Moeldoko Sudah di Depan Mata

  5. Pamer Kehadiran Ketua DPD Se-Indonesia di KPU, Jansen: Jangan Ragu yang Sah Itu AHY!

  6. Kaesang Pangarep Tinggalkan Felicia Tissue Tanpa Sebab, Sang Kakak: Jijik

  7. Lagi Ngetren, Aplikasi ini Bisa 'Hidupkan' Orang Meninggal Tuk Obati Rasa Rindu

  8. Jaksa Agung Berharap Sidang Virtual Dimasukkan dalam Hukum Acara Pidana

  9. Meghan Markle Nyatakan Anaknya Mendapat Diskriminasi Rasial dari Kerajaan Inggris

  10. Jaksa Agung Burhanuddin Dapat 'Surat Cinta' dari Napi LP Sukamiskin

fokus

Info PUPR
Mendorong Pemerataan Ekonomi Secara Digital
Kaleidoskop 2020
Lawan Covid-19

kolom

Image
Ali Zulfugaroghlu, Elnur Elturk

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Image
Ujang Komarudin

Takut Mengkritik

Image
Roosdinal Salim

Mimpi atau Realistis Mencapai 20.000 Kampung Iklim di 2024?

Image
Poetra Adi Soerjo

Pemuda Sumbawa Akui Pemikiran Prof Din Syamsuddin Radikal

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Duh! Laki-laki Sering Jadi Tersangka Toxic di Hubungan, Padahal Mah… | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Hubungan yang Tidak Sehat Bisa 'Disembuhkan' | Akurat Talk (2/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Toxic Relationship: Ini Salah Aku atau Dia? | Akurat Talk (1/3)

Sosok

Image
News

7 Potret Meilia Lau, Ibunda Felicia Tissue yang Memesona

Image
News

7 Pesona Joanina Rachma, Putri KSP Moeldoko yang Baru Menikah

Image
News

5 Fakta Anas Urbaningrum, Jabat Ketum Partai Demokrat hingga Terjerat Korupsi