Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Tenaga Pendidik Non-PNS Girang Dapat Subsidi Upah

Atikah Umiyani

Tenaga Pendidik Non-PNS Girang Dapat Subsidi Upah

Guru mengajar murid kelas IV SD Muhammadiyah 37 di teras rumahnya di kawasan Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/8/2020). Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan menerapkan standar protokol kesehatan ini terpaksa dilakukan karena murid kesulitan menguasai materi pelajaran saat proses belajar secara online. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Sebagai wujud komitmen pemerintah membantu masyarakat terdampak pandemi COVID-19, pemerintah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Non-PNS. Bantuan tersebut menyasar sekitar dua juta PTK non-PNS yang diberikan secara bertahap sampai akhir November 2020 dengan total anggaran lebih dari Rp3,6 Triliun.

Dr. Abdul Kahar, M.Pd., Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan yang terdampak pandemi COVID-19 bukan hanya masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga guru, dosen dan tenaga kependidikan kita. 
"Inilah yang menjadi gagasan Kemendikbud agar pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS mendapatkan subsidi. Mudah-mudahan program ini memberikan tambahan penghasilan kepada teman-teman kami yang ada di garda terdepan”, terangnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/11/2020).
Adapun target utama BSU PTK ini menyasar pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS dengan penghasilan di bawah Rp5 juta. Secara rinci, ada 162 ribu dosen, 1,6 juta guru, dan sekitar 237 ribu tenaga kependidikan yang tersentuh langsung bantuan ini, mulai dari pendidik PAUD, dosen, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi di semua sekolah dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
Syarat PTK yang mendapat BSU sangat sederhana, yaitu warga negara Indonesia (WNI) berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan dan berstatus non-PNS, serta tidak menerima bantuan subsidi upah/gaji dari Kementerian Tenaga Kerja dan bukan penerima kartu prakerja sampai 1 Oktober 2020. Data penerima manfaat ini sudah ada di Kemendikbud sehingga pada tanggal 16 November lalu, penyaluran BSU PTK sudah mulai disalurkan. Data tersebut berasal dari Pangkalan Data Dikti (PDDikti) dan Info GTK. 
"Data ini sudah kami padankan dengan data BPJS Ketenagakerjaan serta Kartu Prakerja. Jadi betul-betul data yang kami pakai bukan usulan dari sekolah, tapi pangkalan data kami sudah ada. Jadi tinggal kami ambil sesuai dengan kriteria yang kami butuhkan," ungkapnya  
Terkait validasi data, Dr. Abdul Kahar memastikan bahwa data-data yang afa pafa pihaknya valid. Apalagi pihaknya melakukan validasi dengan pemadanan data melalui BPJS Ketenagakerjaan, kemudian kartu pra kerja, oleh karena itu ia semakin yakin data-data tersebut tidak ada yang ganda. 
"ekiranya ada data yang tercecer, dalam artian memenuhi syarat tapi tidak masuk dalam daftar yang masuk. Mungkin nanti kami minta dari Dinas Pendidikan segera memperbarui data. Tentu acuan kami data yang sudah terdaftar di batas tanggal terakhir 30 Juni yang lalu. Kalau baru memasukkan data tentu tidak bisa”, paparnya.
Selanjutnya, PTK hanya perlu menyiapkan dokumen pencairan BSU sesuai informasi yang didapatkan yakni, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika ada, surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, diberi materai, dan ditandatangani. Setelah dokumen tersebut lengkap, PTK dapat mendatangi bank penyalur untuk pencairan dananya.
Dampak pandemi COVID-19 ini memang terasa sekali bagi Mila Faldiah Nur, S.Pd. Guru SMAS Handayani, Pekanbaru, Riau, karena sebagai pendidik non-PNS di SMA swasta, gajinya nyaris tertunda akibat lesunya perekonomian yang mengakibatkan orang tua siswa tidak mampu membayar iyuran sekolah.  
"Heboh ya mbak, merasa terkejut. Kami mengira bantuan program penanggulan COVID-19 ini hanya menyasar sektor wirausaha dan pengangguran. Dan tidak mengira pemerintah akan berpikiran untuk memberikan bantuan kepada guru honorer. Kami merasa sangat diperhatikan, merasa ada apresiasi untuk kami”, ujar Mila.
"Bantuan ini bisa saya manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan primer seperti sembako. Juga kebetulan handphone saya butuh diperbaiki, karena itu penting untuk pembelajaran online, banyak sekali manfaat dari dana ini”, sambungnya.
Senada, Sri Murni S.Pd., M.Pd. Dosen STKIP PGRI Bandar Lampung, merasa senang dan bersyukur karena adanta perhatian khusus dari pemerintah kepada tenaga pendidik yang non-PNS ini. Sebab tenaga pendidik yang non-PNS juga ada banyak ditempatnya
"Pemerintah akan mempertimbangkan kembali untuk melanjutkan program BSU PTK ini, karena dampaknya sangat positif sekali seperti yang dirasakan ibu Mila dan Sri. Mudah-mudahan COVID-19 segera berakhir dan ekonomi kita semakin membaik” tutup Dr. Abdul Kahar.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Atasi Penurunan Konsumen Akibat COVID-19, Gojek Harus Rela Begini!

Image

Ekonomi

Segini Tarif 6 Ruas Jalan Tol yang Alami Penyesuaian 17 Januari Mendatang!

Image

Ekonomi

Kolaborasi Majukan Pariwisata, Menpar Sandiaga Uno Ibaratkan INACA dan Kemenparekfraf Teman Sejati

Image

Ekonomi

Tiga Program AP II Pulihkan Gairah Sektor Penerbangan di Tengah Pandemi COVID-19

Image

News

Dinsos DKI Jakarta Mulai Berikan Bantuan Sosial Tunai

Image

Ekonomi

Cara Coca-Cola Bantu Ribuan Pemulung Hingga Petugas Persampahan Aman dari COVID-19

Image

Ekonomi

7 Provinsi Patuhi Instruksi Mendagri Soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan

Image

Ekonomi

Persiapkan Dana Darurat Secara Tepat dari Sekarang, Ini Cara-caranya!

Image

Ekonomi

Tingkatkan Pembangunan Kesehatan, Kemenkes Gandeng Pengusaha

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

6 Penyebab Milenial Enggak Butuh Mobil Pribadi!

Generasi milenial memang spesial, mereka yang lahir pada 1981-1996 ini selalu punya pemikiran beda dari generasi sebelumnya soal mobil

Image
Ekonomi

5 Trik Bikin Kamu Tetap Optimistis Layaknya Elon Musk!

Alasan mengapa kamu perlu tahu nih trik-trik tetap optimistis seperti kata Elon Musk, si orang terkaya baru sejagat raya

Image
Ekonomi

Panik Penyebaran COVID-19, Dolar AS Tak Terusik

Laju nilai tukar dolar AS melonjak terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB)

Image
Ekonomi

Mudah Curi Hati Bos, Karier Zodiak Ini Mulus Banget!

Beberapa zodiak ini disebutkan bahwa mampu dengan mudah dekat hingga mengambil hati bosnya

Image
Ekonomi

5 Negara Ini Diprediksi Miliki Peningkatan Utang Terbesar di Dunia Tahun 2021

Jepang memiliki rasio utang dibanding pendapatan negara sebesar 177,08 persen. Artinya utang lebih besar 1,7 kali lipat dari pendapatan.

Image
Ekonomi

Ramalan Karier Zodiak 16 Januari 2021, Taurus Jangan Menyerah Pada Proyek Penting!

Setiap zodiak memiliki peruntungan yang berbeda-beda, baik dari sisi karier, keuangan, asmara dan lainnya

Image
Ekonomi

Produk Pertambangan Dominasi Ekspor Sultra, Pertanian Masih Minim

Hasil produksi pertambangan Sultra mendominasi nilai ekspor, sisanya dari hasil pertanian yang belum mencapai kualitas maksimal

Image
Ekonomi

Pemerintah Bidik Tambahan 4 Smelter Baru Terbangun di 2021

Kementerian ESDM membidik tambahan empat smelter baru terbangun di tahun ini.

Image
Ekonomi

Ini Penanganan Darurat PUPR pada Bencana Gempa Bumi di Sulbar dan Banjir di Kalsel

Kementerian PUPR turut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan.

Image
Ekonomi

Kerajinan Tangan Bakal Adu Balap di Sirkuit Mandalika

Sandiaga meminta hasil kerajinan tangan yang dihasilkan perajin di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, NTB menghiasi ajang MotoGP

terpopuler

  1. 7 Potret Pernikahan Evan Marvino dan Uffridatun Nitami, Tanpa Pacaran

  2. Koruptor Rp17 Miliar, Rini Tidak Berkutik Saat Disergap Tim Tabur Kejaksaan

  3. Tim Advokasi Laskar FPI Sebut Ketua Komnas HAM Mirip Jubir Pelanggar HAM

  4. Si Magnet Uang, 5 Zodiak Ini Paling Moncer Rezekinya

  5. Garuda Indonesia Batalkan Sejumlah Jadwal Karena Hanya Capai 15 Persen Penumpang

  6. 5 Fakta Perseteruan Kartika Putri dengan Dokter Richard Lee, Makin Memanas!

  7. 5 Shalawat Terbaik yang Patut Diamalkan di Hari Jum’at

  8. 7 Potret Romantis Rizky Billar dan Lesti Kejora di Tengah Syuting 'Kulepas dengan Ikhlas'

  9. Jauh-jauh Terbang dari AS, Merpati ini Justru Terancam Disuntik Mati Pemerintah Australia

  10. Skandal Fantasi Seksnya Tersebar, Armie Hammer Batal Adu Akting dengan Jennifer Lopez

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Image
UJANG KOMARUDIN

Proyeksi Politik Tahun 2021

Wawancara

Image
Video

VIDEO Resesi, Cukuplah Sampai di Sini | N. Siklo

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ashanty Akui Kesal dengan Sikap Millen Cyrus | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Isi Hati Ashanty Jalani Peran Ibu Sambung dan Ibu Kandung | Akurat Talk (2/3)

Sosok

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf

Image
News

5 Potret Kenangan Syekh Ali Jaber Bersama Tokoh Politik Tanah Air

Image
Ekonomi

Mengenang Syekh Ali Jaber, Punya Kekayaan Melimpah dan Ahli Sedekah