Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Libur Panjang, Penumpang Kereta Melonjak 57 Persen

Atikah Umiyani

Libur Panjang, Penumpang Kereta Melonjak 57 Persen

Suasana sepi tanpa adanya penumpang di Stasiun Kereta Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2020). Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik lebaran 1441 H/2020 M di tengah pandemi COVID-19 mulai hari ini hingga 30 April 2020. Hal tersebut berdampak pada aktivitas di Stasiun Pasar Senen yang sepi penumpang karena keberangkatan atau kedatangan kereta api dari luar kota sudah dibatalkan. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, menyebutkan bahwa jumlah penumpang kereta api naik 57 persen saat libur panjang akhir Oktober 2020 dibanding hari biasa.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengemukakan, kenaikan itu dilihat dari jumlah penumpang pada 20 Oktober sampai dengan 23 Oktober (Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat) dengan total jumlah penumpang  yang berangkat dan datang di wilayah Daop 7 Madiun tercatat 24.803 orang.

"Untuk masa libur panjang mulai 27 Oktober hingga 30 Oktober 2020 (Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat) terpantau pada Sabtu (31/10) ada sejumlah 38.938 orang, artinya mengalami peningkatan sekitar 57 persen," katanya dilansir dari Antara, Sabtu (31/10/2020).

Ixfan mengatakan, langkah antisipasi lonjakan jumlah penumpang saat libur panjang tersebut sudah dilakukan oleh PT KAI, di antaranya dengan memperpanjang waktu pemesanan/ pembelian tiket dari H-7 sampai dengan H-14, serta dengan menjalankannya kembali KA - KA yang semula dibatalkan akibat pandemi COVID- 19, seperti KA Brantas relasi Blitar - Pasarsenen PP, KA Singasari relasi Blitar Blitar - Pasarsenen PP, dan KA Anjasmoro relasi Jombang - Pasarsenen PP.

Pihaknya juga siap mengantisipasi saat arus balik libur panjang. Sampai Sabtu (31/10) pukul 09.00 WIB, terpantau sementara dalam data Rail Ticketing7 System (RTS) untuk ketersediaan jumlah tempat dari tanggal 1 November 2020 yaitu untuk KA 117 (Brantas) kelas ekonomi sudah habis, KA 127 (Anjasmoro) kelas eksekutif tersedia 17 tempat duduk, kelas ekonomi tersedia 128 tempat duduk, sedangkan KA 109 (Singasari), dan KA 293 (Kahuripan) habis terjual.

"Namun demikian untuk relasi tertentu, tiket KA tersebut masih tersedia, pelanggan KA dapat langsung mengecek di KAI ACCESS atau contact center 121," kata dia.

Ixfan menambahkan dengan meningkatnya pelanggan yang naik KA sekaligus meningkat pula permintaan rapid test yang diberikan di beberapa stasiun dengan harga hanya Rp85.000. Di Stasiun Madiun, Jombang, Kertosono, dan Blitar, dari tanggal 30 Juli 2020 sampai dengan 29 Oktober 2020 ada sejumlah 9.439 peserta rapid test yang telah dilayani.

"Untuk ini kami mengimbau penumpang yang belum rapid test dapat melakukanya pada H-1 sebelum jadwal keberangkatan guna mengantisipasi antrean panjang yang dapat mengakibatkan pelanggan tertinggal KA," kata dia.

Ia menambahkan PT KAI juga berharap pelanggan yang hendak memanfaatkan fasilitas perjalanan kereta api mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Dari pantauan pada saat masa libur panjang peningkatan volume pelanggan sangat tinggi, tentunya ini menunjukkan bahwa dalam masa pandemi COVID-19, dan pada masa adaptasi kehidupan dengan tatanan baru, pelanggan sudah betul-betul memahami di mana PT KAI telah menerapkan protokol yang sangat ketat bagi petugas dan penumpang," tukasnya.[]

baca juga:

Editor: Rizal Maulana

berita terkait

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Masih Hitung Secara Matang Rencana Kenaikan Cukai Rokok 2021

Image

Ekonomi

GAPPRI Desak Pemerintah Merujuk UU Cukai Dalam Penyusunan Kebijakan CHT

Image

News

INFOGRAFIS Syarat Pembelajaran Tatap Muka

Image

News

Satgas: ICU di Banten, Jabar, dan Jateng Sudah Terisi Lebih dari 70 Persen

Image

Ekonomi

Gandeng Eijkman, Pemerintah Klaim Vaksin Merah Putih Dijamin Aman

Image

Olahraga

Chelsea

Chelsea akan Buang 2 Pemain untuk Pertajam Lini Serang

Image

News

Lawan COVID-19

INFOGRAFIS Indonesia Siap Vaksinasi Covid-19

Image

Gaya Hidup

4 Style Pria Simple, Tetap Keren dan Fashionable

Image

Ekonomi

Jangan Disepelein, 5 Dampak Menyeramkan Pakai Kartu Kredit!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Staf Menkeu Klaim Ekonomi RI Mulai Membaik, Ini Indikatornya

Perbaikan ekonomi itu seiring dengan meningkatnya kembali aktivitas di sektor konsumsi rumah tangga dan investasi

Image
Ekonomi

Kinerja BUMN Konstruksi Andalkan Realisasi Vaksinasi COVID-19, Kenapa?

Pengamat BUMN nilai kinerja sektor konstruksi di Indonesia tergantung realisasi program vaksinasi pemerintah

Image
Ekonomi

Anggota DPR Ini Dorong INKA Dongkrak Ekspor Kereta Api

Anggota DPR RI Aria Bima menilai industri perkeretaapian INKA memiliki prospek yang baik untuk kepentingan nasional

Image
Ekonomi

Banggar DPR Sebut Ekonomi Indonesia Masuki Fase Titik Balik

Banggar DPR menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini telah memasuki fase titik balik dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19

Image
Ekonomi

Sopir Angkot dan Ojek Online Harap Program Pertalite Seharga Premium Diperpanjang

Kalangan pengendara angkutan umum di Jakarta Timur meminta program BBM Pertalite harga Premium diperpanjang

Image
Ekonomi

Pemerintah Raup Rp297 Miliar Pajak Digital

DJP mengungkapkan pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp297 miliar pajak digital yang disetor oleh 16 perusahaan asing

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Masih Hitung Secara Matang Rencana Kenaikan Cukai Rokok 2021

Pemerintah masih terus melakukan formulasi terkait rencana kenaikan cukai rokok 2021 dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.

Image
Ekonomi

Penerimaan Pajak Digital dari 16 Perusahaan Capai Rp297 Miliar

DJP mengungkapkan pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp297 miliar pajak digital yang disetor oleh 16 perusahaan asing.

Image
Ekonomi

BUMN Karya Dinilai Berperan Aktif Bangun Infrastruktur Jalan Tol di Indonesia

Pengamat nilai BUMN Karya berperan aktif dalam bangun infrastruktur jalan tol di Indonesia

Image
Ekonomi

Bos BKPM ke Mahasiswa: Kalau Mau Jadi Pengusaha, Momentumnya dengan UU Cipta Kerja

Bahlil Lahadalia: Disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja menjadi momentum yang tepat bagi mahasiswa untuk menjadi pengusaha setelah lulus.

terpopuler

  1. Chelsea akan Buang 2 Pemain untuk Pertajam Lini Serang

  2. Kebakaran Asrama Koramil Sentani di Hawaii Hanguskan Sembilan Rumah

  3. 5 Ayat Al-Qur'an ini Akan Membuat Semangat Hidupmu Terus Termotivasi

  4. Habib Rizieq Bakal Dipanggil Paksa Polisi, Kuasa Hukum: Belum Ada Informasinya

  5. Pengamat Nilai Anies Ingin Naikan Citra Sebagai Pemimpin Muslim

  6. Teddy Tantang Kontestan Pilkada 2020 Kutuk Ormas yang Resahkan Masyarakat

  7. Pakai Judul ‘Kembalinya Pengkotbah Ujaran Kebencian’, Media Jerman Beritakan Pulangnya Habib Rizieq

  8. Kolektor Mobil Asal Tangsel Ini Koleksi Mobil Pejabat

  9. Mau Hidup Bahagia di Masa Tua? Hindari 4 Kesalahan Fatal Saat Siapkan Dana Pensiun

  10. Begini Cara Seks Membuatmu Panjang Umur

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Image
UJANG KOMARUDIN

Polemik UU Omnibus Law Cipta Kerja

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Aris Kukuh Prasetyo, Turunkan Jumlah Anak Putus Sekolah hingga Raih Nominasi Internasional

Image
News

7 Potret Seru Sandiaga Uno dan Istri di Mesir, Kunjungi Piramida hingga Naik Balon Udara

Image
News

5 Potret Terbaru Kahiyang Ayu Setelah Melahirkan, Pesonanya Terpancar!