Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Benarkah Kelapa Sawit Merupakan Minyak Nabati Dunia Perusak Lingkungan?

Wayan Adhi Mahardika

Benarkah Kelapa Sawit Merupakan Minyak Nabati Dunia Perusak Lingkungan?

Pegawai sedang memanen kelapa sawit yang akan diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO) | Tribunnews.com

AKURAT.CO Isu negatif sawit selalu dikampanyekan negatif oleh negara barat sebagai minyak nabati dunia perusak lingkungan dan deforestasi. Meski sebenarnya minyak nabati lainnya seperti kedelai, rapeseed dan bunga matahari masih sama merusak lahan perhutanan.

Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Bandung Sahari menyebutkan, isu lingkungan semakin menguat ketika minyak sawit dan produk olahannya telah mendominasi pasar minyak nabati global dengan pangsa pasar sekitar 31,20 persen pada 2017/2018. Pangsa pasar ini meningkat sekitar 85 persen dibandingkan 1997/1998.

"Ternyata 2005 dan 2006 ada pergeseran sawit itu mulai meningkat mengalahkan lainnya. Sejak itu banyak isu deforestasi meningkat," katanya saat acara BPDPKS-Fellowship Journalist Batch II, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

baca juga:

Ia juga mengatakan, jika dibandingkan dengan perkembangan industri, sawit tergolong masih baru dari minyak nabati lainnya. Sawit sendiri baru mulai masif berkembang di Indonesia setelah kemerdekaan. Hal ini berbeda dengan Eropa dan negara Barat lainnya yang telah mengembangkan pertanian mereka sejak 1700.

Padahal menurut data Oil World, luas areal 4 tanaman penghasil minyak nabati utama dunia (kelapa sawit, kedelai, bunga matahari dan rapeseed) pada 2017-2018 adalah sekitar 298,20 juta hektar. Dari luasan tersebut, sekitar 60 persen atau 119 juta hektar adalah areal kebun kedelai. Sedangkan luas areal perkebunan kelapa sawit hanya berkisar 10 persen atau 19,07 hektar.

Namun dari segi produksi minyak, dengan areal 119,83 juta hektar kedelai hanya menghasilkan minyak sebesar 54,92 juta ton atau hanya sekitar 30 persen dari produksi 4 minyak nabati utama dunia. Sebaliknya kelapa sawit dengan area seluas 19 juta hektar mampu menghasilkan minyak sebesar 70 juta ton atau 40 persen dari produksi 4 minyak nabati utama dunia.

Besarnya produksi minyak sawit tersebut disebabkan tingginya produktivitas minyak perkebunan kelapa sawit yang jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas minyak tanaman penghasil minyak nabati lainnya.

Untuk itu, Sahari merasa ada kegelisahan ketika sawit dikatakan penyebab rusaknya banyak lahan perhutanan. Sementara minyak nabati lebih luas lama berekspansi ketimbang sawit.

"Berapa banyak hutan yang telah dihancurkan kedelai dan lainnya. Sedangkan sawit memiliki lahan lebih kecil dengan produktivitas tinggi," ungkapnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Ekspor Minyak Sawit Belum Pulih Buat Pelaku Industri Makin Gigit Jari

Image

Ekonomi

Gapki: Produksi Minyak Sawit Konsisten di Tren Positif 3 Bulan Terakhir

Image

Ekonomi

Alasan Pemerintah Ngotot Mesra dengan Jepang Soal Pemenuhan Kebutuhan Pasar Bioenergi

Image

Ekonomi

Alasan PTPN Group Gunakan Digital Farming Kelola Kelapa Sawit Hingga Aktivitas Pabrik

Image

Ekonomi

Ramai Tanaman Tak Produktif, Holding BUMN Perkebunan Lakukan Peremajaan Kebun Kelapa Sawit

Image

Ekonomi

Pemerintah Lanjutkan B30, Menko Airlangga: Untuk Jaga Stabilitas Harga CPO

Image

Ekonomi

BPDPKS Terus Perkuat Program Peremajaan Sawit Rakyat

Image

Ekonomi

Kebutuhan Minyak Nabati Dunia Terus Meningkat, Potensi bagi Industri Sawit RI

Image

Ekonomi

Pengusaha Sawit Resah Lihat Maraknya Produk dengan Stiker Palm Oil Free

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Ramalan Karier Zodiak 24 November 2020, Cancer Makin Dipandang!

Setiap zodiak memiliki peruntungan yang berbeda-beda, baik dari sisi karier, keuangan, asmara dan lainnya

Image
Ekonomi

Pertamina-ITDC Lanjutkan Pengembangan EBT di Kawasan Pariwisata

PPI berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dengan ITDC pada lingkup pengembangan EBT di kawasan pariwisata.

Image
Ekonomi

Pertamina Salurkan Tambahan Pasokan 2.000 Tabung LPG 3 Kg di Kota Tangerang

Pertamina menyalurkan tambahan pasokan LPG subsidi di Kota Tangerang 2.000 tabung atau sekitar 3 persen dari penyaluran normal bulanan.

Image
Ekonomi

Staf Menkeu Klaim Ekonomi RI Mulai Membaik, Ini Indikatornya

Perbaikan ekonomi itu seiring dengan meningkatnya kembali aktivitas di sektor konsumsi rumah tangga dan investasi

Image
Ekonomi

Kinerja BUMN Konstruksi Andalkan Realisasi Vaksinasi COVID-19, Kenapa?

Pengamat BUMN nilai kinerja sektor konstruksi di Indonesia tergantung realisasi program vaksinasi pemerintah

Image
Ekonomi

Anggota DPR Ini Dorong INKA Dongkrak Ekspor Kereta Api

Anggota DPR RI Aria Bima menilai industri perkeretaapian INKA memiliki prospek yang baik untuk kepentingan nasional

Image
Ekonomi

Banggar DPR Sebut Ekonomi Indonesia Masuki Fase Titik Balik

Banggar DPR menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini telah memasuki fase titik balik dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19

Image
Ekonomi

Sopir Angkot dan Ojek Online Harap Program Pertalite Seharga Premium Diperpanjang

Kalangan pengendara angkutan umum di Jakarta Timur meminta program BBM Pertalite harga Premium diperpanjang

Image
Ekonomi

Pemerintah Raup Rp297 Miliar Pajak Digital

DJP mengungkapkan pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp297 miliar pajak digital yang disetor oleh 16 perusahaan asing

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Masih Hitung Secara Matang Rencana Kenaikan Cukai Rokok 2021

Pemerintah masih terus melakukan formulasi terkait rencana kenaikan cukai rokok 2021 dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.

terpopuler

  1. Habib Rizieq Bakal Dipanggil Paksa Polisi, Kuasa Hukum: Belum Ada Informasinya

  2. Pakai Judul ‘Kembalinya Pengkotbah Ujaran Kebencian’, Media Jerman Beritakan Pulangnya Habib Rizieq

  3. Mau Hidup Bahagia di Masa Tua? Hindari 4 Kesalahan Fatal Saat Siapkan Dana Pensiun

  4. Ketua FPI Tangsel: Semoga Airin Kembali ke Jalan yang Benar

  5. Petamburan Disemprot Disinfektan, FPI: Nggak Perlu Repot-repot, Ada Tim Hilmi dan MER-C

  6. Soal Baliho Rizieq Shihab, PDIP: Anies Baswedan Jangan Lagi Melakukan Pembiaran

  7. Kocak! Ikut Gaya Anies Baswedan, Warganet Malah Pamer Baca Buku Rekening

  8. Video Kevin Aprilio Main Piano Sambil Pangku Istri featuring Pamungkas, Bikin Baper Warganet

  9. Tembus Rp2,5 T! Ini 5 Pembalap MotoGP Terkaya di Dunia

  10. Rizieq Shihab Tolak Swab Test, Kepala Dinas Kesehatan: Saya Tidak Tahu

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Image
UJANG KOMARUDIN

Polemik UU Omnibus Law Cipta Kerja

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Aris Kukuh Prasetyo, Turunkan Jumlah Anak Putus Sekolah hingga Raih Nominasi Internasional

Image
News

7 Potret Seru Sandiaga Uno dan Istri di Mesir, Kunjungi Piramida hingga Naik Balon Udara

Image
News

5 Potret Terbaru Kahiyang Ayu Setelah Melahirkan, Pesonanya Terpancar!