breaking news: Positif Corona, Menaker Ida Fauziyah Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari

Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Hipmi: UU Cipta Kerja Jadi Solusi bagi Angkatan Kerja Indonesia

Wayan Adhi Mahardika

Hipmi: UU Cipta Kerja Jadi Solusi bagi Angkatan Kerja Indonesia

Ratusan ribu buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Dalam aksinya mereka menolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mulai berlaku per 1 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dianggap menjadi solusi bagi angkatan kerja Indonesia.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Sari Pramono mengatakan, dengan adanya UU Cipta Kerja, akan ada penyederhanaan persyaratan perizinan berusaha serta kemudahan persyaratan investasi. Diharapkan, ada lebih banyak lapangan pekerjaan yang menjadi kesempatan bagi angkatan kerja Indonesia untuk memiliki pendapatan yang layak.

"Disahkannya UU Cipta Kerja juga dianggap membantu memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kami menilai, UU Cipta Kerja dapat menciptakan iklim investasi dan usaha yang kondusif. Khususnya pada industri UMKM, sehingga bisa bersaing di tingkat global," ujar Sari dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

baca juga:

Menurutnya, pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja disebut dapat menekan masalah dan hambatan bagi industri. Sari menyatakan, UU Cipta Kerja juga bisa menarik investasi yang bisa meningkatkan kapasitas industri UMKM nasional.

"Kami sebagai pengusaha berharap, UU Cipta Kerja dapat mendorong perekonomian dan investasi melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja. Dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respon cepat dan tepat. Tanpa reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan tetap melambat," ucapnya.

Ia menambahkan, UU Cipta Kerja akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong investasi. Hal tersebut, akan melahirkan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang akhirnya mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kami berharap, penciptaan lapangan kerja meningkat per tahunnya dengan disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja. Angka pengangguran yang semakin bertambah akibat dampak pandemi COVID-19 menjadi tantangan yang harus diatasi melalui UU Cipta Kerja," ungkapnya.

Sari menambahkan, pihaknya optimistisdisahkannya UU Cipta Kerja karena berbagai persoalan fundamental ekonomi, terutama setelah pandemi COVID-19 dapat diselesaikan menyangkut kepastian perizinan usaha dan investasi hingga isu ketenagakerjaan. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja atau buruh, persoalan kurangnya lapangan kerja diharapkan dapat selesai secara bertahap.

"Melalui UU Cipta Kerja, isu ketenagakerjaan tidak lagi menjadi polemik, berdasarkan tenaga kerja yang berkualitas, tentunya memiliki standar kesejahteraan yang mumpuni," tuturnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Mampu Bikin Produktivitas dan Inovasi Masyarakat Berkembang

Image

Ekonomi

Titah Jokowi ke BI, Gerakkan Sektor Riil dan Jangan Bangun Tembok Tinggi

Image

Ekonomi

Pulihkan Perekonomian Bali, Pemerintah Bakal Lakukan Diversifikasi Ekonomi

Image

Ekonomi

Pede Ekonomi RI Membaik di 2021, Luhut Rayu Investor Hulu Migas

Image

Ekonomi

44 Peraturan Pelaksana Rampung, UU Cipta Kerja Mulai Berlaku Februari 2021

Image

Ekonomi

Perusahaan Monopoli Ekspor Benih Lobster Cuma Didenda Minimal Rp1 Miliar

Image

Ekonomi

Luhut Sebut Aturan SWF Tuntas Desember dan Mulai Beroperasi Januari 2021

Image

Ekonomi

RI Negara Paling Rumit untuk Berbisnis, Luhut: Ini Alasan di Balik UU Cipta Kerja

Image

Ekonomi

Indonesia Jadi Negara Paling Kompleks untuk Berbisnis, Alasan Pemerintah Gelontorkan UU Cipta Kerja

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

5 Jembatan Termahal di Dunia, Ada yang Tembus Rp284 Triliun!

Jembatan merupakan sebuah simbol kemegahan dari suatu daerah atau bahkan negara

Image
Ekonomi

Pengamat: Pelabuhan Patimban Bakal Jadi Stimulus Baru Bagi Perekonomian

Pelabuhan Patimban diyakini mampu mendongkrak roda perputaran ekonomi nasional terutama Provinsi Jawa Barat

Image
Ekonomi

Pelaku Usaha Didorong Manfaatkan Peluang Ekspor Pakan Ternak ke Brunei Darussalam

Kedutaan Besar RI mengajak pelaku usaha di Indonesia untuk memanfaatkan peluang ekspor pakan ternak ke Brunei Darussalam

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Mampu Bikin Produktivitas dan Inovasi Masyarakat Berkembang

Sri Mulyani: UU Cipta Kerja membangun kompetisi usaha di Indonesia menjadi lebih sehat, meningkatkan produktivitas, dan inovasi masyarakat.

Image
Ekonomi

Menipis, Pelaku Industri Teriak Tolak Keras Ekspor Bahan Baku Rotan

Himki menolak ekspor bahan baku rotan mengingat mulai menipisnya ketersediaan komoditas tersebut di dalam negeri

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Tindak Tegas Perusahaan Langgar Aturan Harga Jual Panen Ayam

Kalangan peternak ayam meminta pemerintah menindak tegas perusahaan integrator yang secara sengaja melanggar Permendag 7/2020.

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Minta Masyarakat Tetap Produktif dan Inovatif di Tengah Pandemi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat tetap produktif dan inovatif di tengah pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Realisasikan Restrukturisasi Polis, Jiwasraya Kucurkan Tiga Produk Baru

Asuransi Jiwasraya siapkan tiga produk baru dalam rangka realisasikan program restrukturisasi untuk penyelamatan seluruh polis

Image
Ekonomi

Menteri KP Ad Interim Minta Jajarannya Fokus Rampungkan Program-program 2020

Menteri KP Ad Interim Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya untuk berkonsentrasi merampungkan program-program yang sudah berjalan di 2020.

Image
Ekonomi

Laris Manis di Tengah Pandemi, Obligasi dan Sukuk WIKA Kelebihan Permintaan 2,5 Kali

Obligasi dan Sukuk Wijaya Karya (WIKA) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,5 kali

terpopuler

  1. Sebelum Divonis Positif Covid-19, Ibunda Ririn Ekawati Sempat Idap Penyakit Ini

  2. Polemik Perawatan Rizieq Shihab, Dirut RS UMMI: Kami Korban

  3. Natalius Pigai: Orang Papua Bukan Sapi yang Bisa Disembelih Tiap Saat

  4. Ustaz Hilmi Firdausi Sarankan Presiden Berkantor Sementara di Papua, Kenapa?

  5. Prinsip Ala Etnis Tionghoa yang Dijamin Bikin Sukses!

  6. Ramalan Keuangan Zodiak 3 Desember 2020: Duh, Aries Akan Kehilangan Uang!

  7. Ungkap Kasus Pembunuhan 7 Tahun Lalu di Sleman, Polisi: Kuncinya, Motor Sport Plat AG Bukan Buatan Jepang

  8. Tokoh Papua: Otsus Produk Briliant untuk Masyarakat Papua

  9. Ribuan Foto Seksualnya Bocor, Selir Sineenat Wongvajirapakdi 'Korban Intrik Penggulingan Kekuasaan'

  10. Ini Zikir yang Akan Menjamin Kamu Masuk Surga

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Korupsi Menteri Edhy

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Inspiratif! Adi Sarwono, Salesman Keliling Sang Juru Selamat Literasi Anak

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf