Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

NTP September 2020 Naik 0,99 Persen Jadi 101,66

Atikah Umiyani

NTP September 2020 Naik 0,99 Persen Jadi 101,66

Petani memilah bibit padi untuk ditanam di areal persawahan di kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019). Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju, Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerja akan memetakan data pertanian guna menyediakan pangan bagi 367 juta penduduk Indonesia. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 34 provinsi di Indonesia pada September 2020, NTP secara nasional naik 0,99 persen dibandingkan NTP Agustus 2020, yaitu menjadi 101,66 dari 100,65.

"Tentunya ini berita yang menggembirakan. Seluruh subsektor mengalami peningkatan kecuali subsektor hortikultura dan peternakan," kata Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (1/10/2020).

Suhariyanto memaparkan, kenaikan NTP pada September 2020 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian, sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga mengalami penurunan meskipun indeks harga untuk keperluan produksi pertanian meningkat.

Kenaikan NTP September 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,90 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,67 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,18 persen.

Sementara itu, NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Subsektor Tanaman Horkultura sebesar 0,43 persen dan Subsektor Peternakan sebesar 0,63 persen.

Diketahui, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat angkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Sebagai informasi, sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melansir Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juli 2020 sebesar 100,09 atau naik 0,49 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya, karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,47 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,2 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan hal ini sejatinya merupakan indikasi yang bagus. Ia menuturkan kenaikan NTP Juli 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,76 persen, Subsektor Peternakan sebesar 1,68 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,69 persen.

baca juga:

Sementara itu, NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,25 persen dan Subsektor Hortikultura sebesar 0,74 persen.

"Kalau kita lihat di sana, penurunan Subsektor Tanaman Pangan terjadi karena indeks harga yang diterima dan dibayarkan itu menurun. Salah satu penyebabnya adalah penurunan harga gabah, penurunan harga jagung, dan beberapa komoditas lainnya," ujar pria yang akrab disapa Kecuk, Senin (3/8/2020).

Sedangkan Subsektor Tanaman Hortikultur mengalami penurunan tajam karena dipengaruhi kenaikan harga bawang putih, bawang merah, wortel, dan nanas.

Secara nasional NTP Januari - Juli 2020 lebih tinggi sebesar 1,16 persen, dibandingkan NTP Tahun 2019 pada periode yang sama.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

INFOGRAFIS Ekspor Pertanian Melesat

Image

News

BPS Sebut Ekspor Sektor Pertanian Terus Meningkat

Image

Ekonomi

September, Nilai Tukar Petani Naik Signifikan

Image

Ekonomi

165 Ribu Wisman Masuk RI Selama Agustus 2020, Terbanyak Asal Negara Ini!

Image

Ekonomi

Empat Kelompok Ini Sumbang Deflasi Sentuh 0,05 Persen September 2020

Image

Ekonomi

INFOGRAFIS Pertanian Tumbuh Positif

Image

Ekonomi

Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Masih Stabil Kala Pandemi

Image

Ekonomi

Dihantam Wabah COVID-19, Negara Ini Buat Neraca Perdagangan RI Surplus US$2,33 Miliar

Image

Ekonomi

Pemerintah Koreksi Nilai Tukar Petani dan Nelayan di RAPBN 2021

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Pemerintah Sesumbar Sederet Aksi di Tengah Pandemi Covid-19

KSP beberkan beragam inovasi yang lahir ditengah pandemi dalam laporan kinerja 1 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Image
Ekonomi

Wapres Klaim PEN dan UU Cipta Kerja Bukti Keberpihakan Pemerintah Terhadap UMKM

Wapres mengklaim PEN dan UU Cipta Kerja bukti keberpihakan pemerintah terhadap UMKM

Image
Ekonomi

Luhut Ingin RI Jadi Tujuan Investasi Kendaraan Listrik

Menko Luhut ingin RI jadi destinasi wisata kendaraan listrik sehingga membangu ekonomi dalam konteks Making Indonesia 4.0

Image
Ekonomi

KSPI: Item KHL Bertambah tapi Buruh Tetap Miskin!

KSPI menolak Permenaker Nomor 18 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permenaker Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Image
Ekonomi
Tokopedia

Tokopedia Kemenkominfo Kolaborasi Dorong UMKM Go-Digital

Tokopedia bersama Kemenkominfo menggelar Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bagi pegiat usaha lokal

Image
Ekonomi

Lembaga Keuangan Dunia Dukung UU Cipta Kerja, Musni Umar: Kalau untuk Asing, Wajar!

Musni Umar menilai wajar jika lembaga-lembaga keuangan dunia memberikan pandangan positif atas UU Cipta Kerja.

Image
Ekonomi

BKPM: UMKM Dominasi Pengajuan NIB Lewat OSS per September 2020

BKPM mencatat pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk usaha mikro tercatat 170.152 NIB.

Image
Ekonomi

6 Benda Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Fengshui

Enggak heran jika berdasarkan ilmu fengshui ada benda yang dianggap bawa kebenruntungan

Image
Ekonomi

Kemnaker Pastikan Dengar Seluruh Aspirasi Soal Kebijakan Upah Ditengah Pandemi Covid-19

Kemnaker pastikan dengar aspirasi seluruh pihak soal formulasi dan kebijakan pengupahan terbaik di masa pandemi Covid-19

Image
Ekonomi

7 Tips Jitu Mulai Usaha Produk Frozen Food di Tengah Pandemi, Bikin Laris Manis!

Frozen Food atau makanan beku menjadi salah satu jenis makanan yang paling dicari di tengah masih diterapkannya WFH

terpopuler

  1. Cai Changpan Tewas, Fadli Zon: Susah-susah Gali Lubang Buat Kabur, Tiba-tiba Ditemukan Gantung Diri, Ajaib

  2. Viral Video Orang Kaya Nongkrong di Mal, Crazy Rich Surabaya ini Balas dengan Makan Pentol

  3. Donald Trump Hadiri Misa Gereja Tanpa Masker, Pastor Janji Puasa agar Menang Pemilu

  4. Jadi Gelandangan, Mantan Model Loni Willison Akui Tak Butuh Bantuan

  5. Profil Ali Mochtar Ngabalin di Wikipedia Diganti Tukang Ngibulin dan Pembacot

  6. Sejumlah Komunitas Muslim Prancis Terancam Dibubarkan, 231 Warga Asing akan Diusir

  7. Rumah Dp Rp0 Jadi Sasaran Kritik, Anak Buah Anies Akui 13.666 Warga Tidak Lolos Verifikasi

  8. Kronologi, Renald Ramadhan Ditangkap Setelah Tiga Hari Diintai Polisi

  9. Microsoft 'Paksa' Pengguna Windows 10 Instal Aplikasi Web Office

  10. 55% Masyarakat Ingin PSBB Dihentikan, DPR: Lambat Laun Rakyat Mulai Terbiasa

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

7 Potret Transformasi Wajah Presiden Jokowi dari Masa ke Masa, Gagah Sejak Muda

Image
News

5 Fakta Penting Hamzah Haz, Pernah jadi Menteri hingga Wakil Presiden RI

Image
News

Dihadiri Keluarga, 5 Momen Bahagia Mutiara Annisa Baswedan saat Wisuda Online