Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Buruh Indonesia Siap Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Wayan Adhi Mahardika

Buruh Indonesia Siap Aksi Besar-besaran Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Ratusan massa buruh DKI Jakarta dari berbagai aliansi melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). Aksi demo buruh tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan RUU Omnibus Law. Mereka meminta agar Presiden Jokowi dan juga meninta kepada Gubernur DKI Jakarta serta DPRD menolak dan bergerak cepat untuk membatalkan RUU yang dianggap mereka kontroversial. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Sejak hari Jumat kemarin (25/9), kemudian dilanjutkan pada hari Sabtu ini (26/9), telah dilakukan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja untuk klaster ketenagakerjaan pasal demi pasal.

Terkait dengan pembahasan tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan, bahwa pihaknya bersama KSPSI AGN dan 32 federasi yang lain meminta agar klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja. Selain itu, serikat pekerja juga meminta tidak ada pasal-pasal di dalam UU 13/2003 yang diubah atau dikurangi.

"Bila ada permasalahan perburuhan yang belum diatur dalam UU No 13/2003 seperti penguatan fungsi pengawasan perburuhan, peningkatan produktifitas melalui pelatihan dan pendidikan, pengaturan regulasi pekerja industri startup, pekerja paruh waktu, pekerja tenaga ahli, dan sebagainya dalam rangka meningkatkan investasi dan menghadapi revolusi industri 4.0. Maka mari kita dialog untuk dimasukan dlm omnibus law tapi tidak boleh sedikitpun merubah apalagi mengurangi isi UU No 13 Tahun 2003," papar Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2020).

baca juga:

Said Iqbal menambahkan, sudah hampir bisa dipastikan jika dalam pembahasan ini terjadi kejar tayang antara pemerintah dan DPR RI untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020.

Ia juga mengatakan jika dalam beberapa hari ke depan KSPI, KSPSI AGN, dan 32 federasi lain melihat pembahasan pasal demi pasal tidak mengakomodir kepentingan kaum buruh dan dilakukan dengan sistem kejar tayang untuk memenuhi tenggat waktu 8 Oktober 2020. Maka bisa dipastikan buruh dan seluruh serikat buruh yang akan menggelar aksi besar-besaran yang melibatkan ratusan ribu bahkan tidak menutup kemungkinan jutaan buruh, yang dilakukan sesuai dengan mekanisme konstitusi.

Aksi ini akan dilakukan secara begelombang setiap hari di DPR RI dan DPRD di seluruh Indonesia.

“Tidak hanya itu, KSPI bersama 32 konfederasi dan federasi yang lain sedang mempertimbangkan untuk melakukan mogok nasional sesuai mekanisme konstitusi,” tegas Said Iqbal.

Dalam aksi besar-besaran tersebut sudah terkonfirmasi, berbagai elemen masyarakat akan bergabung dengan aksi buruh. Berbagai elemen yang siap untuk melakukan aksi bersama adalah mahasiswa, petani, nelayan, masyarakat sipil, masyarakat adat, penggiat lingkungan hidup, penggiat HAM, dan lain-lain.

Oleh karena itu, KSPI mendesak DPR RI untuk segera menghentikan pembahasan klaster ketenagakerjaan dan tidak mempunyai target waktu atau kejar tayang dalam melakukan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja.

Di sisi yang lain, KSPI mengapresiasi sikap tujuh fraksi yang dalam DIM (Daftar Inventaris Masalah) menyatakan dalam sandingannya untuk kembali kepada pasal-pasal di dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003. Dengan kata lain, draft RUU Cipta kerja klaster ketenagakerjaan dikembalikan sesuai Undang-Undang No 13 Tahun 2003. KSPI juga mengapresiasi pimpinan DPR dan Panja Baleg yang tergabung dengan tim perumus bersama serikat buruh yang menyatakan dalam sandingan DIM-nya kembali kepada isi Undang-Undang No 13 Tahun 2003.

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Tolak Demo UU Cipta Kerja, Luhut: Tak Ada Niat Sengsarakan Buruh!

Image

Ekonomi

Buruh Minta Upah Minimum 2021 Naik 8 Persen Walau Ekonomi Minus

Image

Ekonomi

Masih Tolak UU Cipta Kerja, Buruh Akan Kembali Gelar Demo Nasional di November

Image

Ekonomi

KSPI Minta PKS dan Demokrat Jadi Inisiator Legislative Review Tolak UU Cipta Kerja

Image

Ekonomi

Faisal Basri ke Jokowi: Jangan Dengar Celoteh Bank Dunia, Dengarkan Rintihan Rakyat

Image

Video

VIDEO Fakta di Balik Video Viral Polisi Menyamar Massa Aksi Mahasiswa

Image

News

Menkopolhukam: Penyerapan Aspirasi Omnibus Law sudah Berjalan

Image

News

Baleg Pastikan UU Ciptaker Cegah Pengurangan Upah Buruh

Image

Ekonomi

Lembaga Pengelola Investasi Beroperasi Januari 2021

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kebutuhan Minyak Nabati Dunia Terus Meningkat, Potensi bagi Industri Sawit RI

Indef: Kebutuhan minyak nabati dunia diprediksakan akan meningkat hingga sekitar 51 juta ton dari periode 2014-2025 atau 5 juta ton setahun.

Image
Ekonomi

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Hibahkan Dua Kapal Pengawas Perikanan

KKP menghibahkan dua unit Kapal Pengawas Perikanan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Boalemo, Gorontalo

Image
Ekonomi

Permudah Mitra UMKM, PCP Express Gandeng Janio Asia

PCP Express berkolaborasi dengan Janio Asia guna permudah mitra UMKM perluas usahanya ke pasar Asia Tenggara

Image
Ekonomi

Hingga September 2020, PTPN IV Raup Laba Rp547,90 Miliar

PTPN IV raup laba bersih Rp547,90 miliar hingga September 2020. Capaian itu jauh diatas target RKAP akhir 2020 sebesar Rp481,23 miliar

Image
Ekonomi

Gara-gara Ini Indonesia Punya Pondasi Kuat Kembangkan Digitalisasi

Bank Indonesia menilai Indonesia mempunyai fondasi yang sangat kuat untuk melakukan transformasi digital secara keseluruhan

Image
Ekonomi

Moeldoko Sebut Jokowi Akan Teken UU Ciptaker, Netizen: Lagi Lempar Granatnya Sendiri!

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko baru-baru ini menyebutkan bahwasanya Presiden Jokowi akan segera meneken UU Cipta Kerja

Image
Ekonomi

Merger Bank Syariah BUMN, Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar

Rancangan merger bank syariah akhirnya dipublikasi, Bank Mandiri menjadi pemegang saham terbesar yakni 51,2 persen

Image
Ekonomi

APTI: Jika Cukai Rokok Naik, Sama Saja Pemerintah Dzalimi Rakyatnya Sendiri

DPN APTI menilai kenaikan cukai rokok merupakan penyiksaan terhadap kehidupan ekonomi rakyat pertembakauan.

Image
Ekonomi

Banyak Dari Pelaku Usaha Masih Lambat Mengenal Digitalisasi

Indef menyebutkan sebagian besar dari para pelaku usaha masih belum siap menghadapi era digitalisasi

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Pastikan Dana PEN Dukung Aktivitas Pesantren

Menkeu memastikan dana PEN dapat mendukung aktivitas pendidikan di pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya saat pandemi COVID-19.

terpopuler

  1. Andi Arief ke Jokowi: Rakyat Sudah Bergerak, Mohon Tanggapi Bukan Tangkapi

  2. Dibayar Hampir Rp5 Triliun, Donald Trump Hapus Sudan dari Daftar Terorisme

  3. Politisi Nasdem Sentil Risma, Minta Kembali ke 'Jalan Lurus' sebagai Wali Kota

  4. 5 Fakta Menarik Zomato, Valuasi Capai Rp51 Triliun hingga Tutup Operasional di Indonesia

  5. Ramalan Keberuntungan Finansial Bagi Masing-masing Zodiak, Ada yang Banjir Rejeki!

  6. Nigeria Makin Kisruh, Pengunjuk Rasa Sukses Lumpuhkan Kota Terbesar Lagos

  7. 5 Fakta Penting Kasus Gus Nur, Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik NU

  8. Hak Jawab Nasrul Abit-Indra Catri terhadap Berita Fitnah yang Terbit di Akurat.co

  9. Pelaku UMKM Penerima Bantuan Kembali Didata Jajaran Pemkot Tangerang

  10. Ternyata Ini Cara Cegah Ereksi Cepat, Bikin Tahan Lama

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Jadi Bos Mandiri, Total Harta Kekayaan Darmawan Junaidi Rp23 Miliar

Image
News

7 Pesona Selmadena Aquilla, Istri Ahmad Baihaqy Rais yang Sukses Jadi Pebisnis

Image
News

7 Potret Transformasi Wajah Presiden Jokowi dari Masa ke Masa, Gagah Sejak Muda