array(10) { [0]=> object(stdClass)#626 (41) { ["id_berita"]=> int(1228626) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#618 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(89) "id-1228626-read-sinyal-baik-ojk-sebut-penyerapan-kredit-perbankan-perlahan-tumbuh-positif" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 20:15 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#624 (3) { ["id"]=> int(5400953) ["kategori"]=> object(stdClass)#622 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228626) } [1]=> object(stdClass)#621 (3) { ["id"]=> int(5400955) ["kategori"]=> object(stdClass)#616 (14) { ["id_kategori"]=> int(33) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "3" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(8) "keuangan" ["kategori"]=> string(8) "Keuangan" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(23) "Berita Ekonomi Keuangan" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(146) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Keuangan. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228626) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#627 (15) { ["id"]=> int(58997) ["title"]=> string(45) "Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019" ["description"]=> string(371) "Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 serta arahan dari Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Acara tersebut merupakan pertemuan pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan dari industri Perbankan, Pasar Modal, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), serta sejumlah asosiasi di industri jasa keuangan." ["url"]=> string(58) "images/uploads/bank_image/akurat_20190112061123_x6pUHJ.jpg" ["url_small"]=> string(64) "images/uploads/bank_image/small/akurat_20190112061123_x6pUHJ.jpg" ["url_medium"]=> string(65) "images/uploads/bank_image/medium/akurat_20190112061123_x6pUHJ.jpg" ["photografer"]=> string(26) "AKURAT.CO/Dharma Wijayanto" ["file"]=> string(32) "akurat_20190112061123_x6pUHJ.jpg" ["uploader"]=> string(10) "abdul.aziz" ["create_date"]=> string(20) "2019-01-12T06:11:23Z" ["update_date"]=> string(20) "2019-01-12T06:11:23Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["posisi"]=> int(2) ["tag"]=> string(28) "OJK, Jasa Keuangan, Industri" ["kredit"]=> NULL } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(104) "Otoritas Jasa Keuangan, OJK, Kredit Perbankan, Penempatan Dana Pemerintah, Wimboh Santoso, Bank Himbara" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T20:15:00Z" ["judul_seo"]=> string(73) "sinyal-baik-ojk-sebut-penyerapan-kredit-perbankan-perlahan-tumbuh-positif" ["judul"]=> string(74) "Sinyal Baik! OJK Sebut Penyerapan Kredit Perbankan Perlahan Tumbuh Positif" ["headline"]=> string(1) "y" ["gambar_bank_image"]=> int(58997) ["type_photo"]=> int(2) ["keterangan_foto"]=> string(371) "Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 serta arahan dari Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Acara tersebut merupakan pertemuan pimpinan Pelaku Usaha Jasa Keuangan dari industri Perbankan, Pasar Modal, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), serta sejumlah asosiasi di industri jasa keuangan." ["kredit_foto"]=> string(26) "AKURAT.CO/Dharma Wijayanto" ["lead_p"]=> string(123) "OJK meyakini penyaluran kredit perbankan yang bersumber dari penempatan dana pemerintah di sejumlah bank akan terus tumbuh." ["isi"]=> string(1657) "

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini penyaluran kredit perbankan yang bersumber dari penempatan dana pemerintah di sejumlah bank akan terus tumbuh. Sebab, penyerapan kredit mulai menunjukkan sinyal positif.

“Kami terus mendorong penyaluran kredit dari dana pemerintah yang telah ditempatkan di beberapa bank,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam jumpa pers daring bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

OJK mencatat pada Agustus 2020, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 1,04 persen, atau tumbuh positif setelah mengalami kontraksi dalam pada April-Juni 2020.

Sebelumnya, pemerintah menempatkan dana negara di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar total Rp47,5 triliun yang mampu mendorong penyaluran kredit hingga mencapai Rp166,9 triliun.

“Kami yakin ini masih akan terus berkembang,” imbuh Wimboh dilansir dari Antara.

Sementara itu, Bank Pembangunan Daerah telah menerima penempatan dana sebesar Rp14 triliun yang telah mendorong penyaluran kredit sebesar Rp17,39 triliun.

Selain itu, bank syariah mendapatkan Rp3 triliun yang disalurkan dalam bentuk kredit sebesar Rp1,7 triliun.

“Perbankan mempunyai kekuatan yang lebih berkaitan dengan likuiditas dan permodalan dalam rangka mendorong kredit,” ujar Wimboh.

Sementara itu, terkait program restrukturisasi kredit perbankan, hingga 28 September 2020, sudah mencapai Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur.

Sedangkan, restrukturisasi di perusahaan pembiayaan mencapai Rp170,7 triliun untuk 4,6 juta kontrak. []

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(26) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(14) "Siti Nurfaizah" ["editor"]=> string(21) "Dhera Arizona Pratiwi" ["sumber"]=> string(6) "Antara" ["id_penulis"]=> int(149) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T20:15:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(3) "OJK" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(123) "OJK meyakini penyaluran kredit perbankan yang bersumber dari penempatan dana pemerintah di sejumlah bank akan terus tumbuh." ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [1]=> object(stdClass)#620 (41) { ["id_berita"]=> int(1228588) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#617 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(88) "id-1228588-read-pemerintah-lanjutkan-b30-menko-airlangga-untuk-jaga-stabilitas-harga-cpo" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 20:00 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#629 (3) { ["id"]=> int(5400529) ["kategori"]=> object(stdClass)#630 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228588) } [1]=> object(stdClass)#631 (3) { ["id"]=> int(5400531) ["kategori"]=> object(stdClass)#632 (14) { ["id_kategori"]=> int(36) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "6" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(6) "energi" ["kategori"]=> string(6) "Energi" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(21) "Berita Ekonomi Energi" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(144) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Energi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228588) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#633 (15) { ["id"]=> int(145224) ["title"]=> string(50) "Silahturahmi Politik Partai Golkar dan PAN Bahas P" ["description"]=> string(330) "Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (3/12/2020). Pertemuan ini dalam rangka silahturahmi politik membicarakan berbagai isu terkini seperti virus corona dan juga saling kerjasama dalam pilkada. " ["url"]=> string(58) "images/uploads/bank_image/akurat_20200312113914_FW015l.jpg" ["url_small"]=> string(64) "images/uploads/bank_image/small/akurat_20200312113914_FW015l.jpg" ["url_medium"]=> string(65) "images/uploads/bank_image/medium/akurat_20200312113914_FW015l.jpg" ["photografer"]=> string(16) "AKURAT.CO/Sopian" ["file"]=> string(32) "akurat_20200312113914_FW015l.jpg" ["uploader"]=> string(13) "arief.rachman" ["create_date"]=> string(20) "2020-03-12T23:39:14Z" ["update_date"]=> string(20) "2020-03-12T23:39:14Z" ["id_kategori"]=> string(2) "16" ["posisi"]=> int(2) ["tag"]=> string(62) "Partai Golkar, PAN, Pilkada, Silaturahmi Politik, Virus Corona" ["kredit"]=> NULL } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(89) "B30, CPO, crude palm oil, BBM, kelapa sawit, stabilitas harga, petani, Airlangga Hartarto" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T20:00:00Z" ["judul_seo"]=> string(72) "pemerintah-lanjutkan-b30-menko-airlangga-untuk-jaga-stabilitas-harga-cpo" ["judul"]=> string(74) "Pemerintah Lanjutkan B30, Menko Airlangga: Untuk Jaga Stabilitas Harga CPO" ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(145224) ["type_photo"]=> int(2) ["keterangan_foto"]=> string(330) "Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (3/12/2020). Pertemuan ini dalam rangka silahturahmi politik membicarakan berbagai isu terkini seperti virus corona dan juga saling kerjasama dalam pilkada. " ["kredit_foto"]=> string(16) "AKURAT.CO/Sopian" ["lead_p"]=> string(139) "Pemerintah terus mendukung keberlanjutan pelaksanaan program mandatori biodiesel (B30), ditunjukkan dengan penyesuaian pungutan ekspor CPO " ["isi"]=> string(3719) "

AKURAT.CO Pemerintah nampaknya ngotot terus mendukung keberlanjutan pelaksanaan program mandatori biodiesel (B30). Hal ini ditunjukkan dengan penyesuaian pungutan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya untuk menyokong keberlanjutan program B30 tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program B30 harus terus dijalankan dengan tujuan menjaga stabilisasi harga CPO pada level harga minimal US$600 per ton guna menjaga harga tandan buah segar (TBS) petani sawit.

“Selain itu juga untuk mempertahankan surplus neraca perdagangan non migas yang sekitar 12%-nya berasal dari ekspor produk sawit dan turunannya,” ujar Menko Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Komite Pengarah Badan Pelaksana Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Kemudian, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan produksi perkebunan kelapa sawit rakyat dengan mengalokasikan Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk 180 ribu hektare (ha) lahan di 2021.

“Target luasan lahan tersebut diikuti kenaikan alokasi dana untuk tiap hektare lahan yang ditetapkan, yaitu Rp30 juta per ha atau naik Rp5 juta per ha dari sebelumnya sebesar Rp25 juta per ha,” ungkap Menko Airlangga.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrahman, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PPN/Bappenas, serta pelaku usaha utama industri kelapa sawit nasional.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa program mandatori B30 (campuran biodiesel 30 persen dalam BBM jenis solar) tidak akan mempengaruhi kebijakan harga jual B30 atau yang dikenal sebagai biosolar di masyarakat.

Dilansir dari Antara, hal tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif di depan awak media di kantor Kementerian ESDM. "Harga (biosolar) tidak berubah, tetap," kata Menteri Arifin.

Saat ini memang sedang terjadi tren kenaikan harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Kenaikan harga CPO dipengaruhi meningkatnya permintaan dalam negeri terhadap minyak kelapa sawit. Disinyalir, salah satu penyebab peningkatan ini adalah penerapan mandatori B30 yang efektif berlaku Januari 2020.

Meski begitu, walaupun ada kenaikan dari sisi bahan baku biodiesel (CPO), lanjut Menteri Arifin, Pemerintah tetap mengupayakan tidak ada kenaikan harga jual biosolar di pasaran. "CPO itu kan naik juga karena B30," sambung Arifin.

Selisih harga ini ditanggung melalui insentif Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) sehingga masyarakat tetap akan menikmati biosolar ini dengan harga yang sama.

Harga biosolar B30 tetap akan mengikuti ketetapan harga untuk BBM jenis Solar yang tidak mengalami kenaikan sejak ditetapkan 1 April 2016 lalu, yakni Rp 5.150 per liter.

Formula harga dasar BBM jenis solar masih mengacu kepada formula 95 persen HIP (harga indeks pasar) minyak solar plus Rp802 per liter. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1980 K/10/MEM/2018 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Minyak, HIP Minyak Solar didasarkan kepada seratus persen harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) jenis Gas Oil 0,25 persen sulfur.[]

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(29) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(14) "Andi Syafriadi" ["editor"]=> string(20) "Prabawati Sriningrum" ["sumber"]=> string(0) "" ["id_penulis"]=> int(322) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T20:00:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [2]=> object(stdClass)#634 (41) { ["id_berita"]=> int(1228601) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#635 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(95) "id-1228601-read-bi-sebut-keyakinan-investor-global-tumbuh-seiring-pemesanan-vaksin-di-indonesia" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:45 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#636 (3) { ["id"]=> int(5400579) ["kategori"]=> object(stdClass)#637 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228601) } [1]=> object(stdClass)#638 (3) { ["id"]=> int(5400581) ["kategori"]=> object(stdClass)#639 (14) { ["id_kategori"]=> int(147) ["template"]=> NULL ["urutan"]=> string(2) "10" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(5) "makro" ["kategori"]=> string(5) "Makro" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> NULL ["icon"]=> NULL ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(20) "Berita Ekonomi Makro" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(139) "Info terkini seputar Berita Ekonomi Makro. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228601) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#640 (15) { ["id"]=> int(38191) ["title"]=> string(30) "Indonesia Investasi Forum 2018" ["description"]=> string(536) "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat memberijan paparan pada acara diskusi bertema Indonesia Investasi Forum di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018). Acara tersebut mendiskusikan paradigma baru dalam pembiayaan infrastruktur, yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi RPJM 2015-2019 sebesar 5%-7%. Sebagai bagian dari event ini, juga akan ditandatangani perjanjian kerjasama 21 proyek infrastruktur pada 12 BUMN senilai total USD13,6 miliar dengan investor lokal dan asing pada 11 Oktober 2018. " ["url"]=> string(58) "images/uploads/bank_image/akurat_20181009013519_5Zpk37.jpg" ["url_small"]=> string(64) "images/uploads/bank_image/small/akurat_20181009013519_5Zpk37.jpg" ["url_medium"]=> string(65) "images/uploads/bank_image/medium/akurat_20181009013519_5Zpk37.jpg" ["photografer"]=> string(26) "AKURAT.CO/Dharma Wijayanto" ["file"]=> string(32) "akurat_20181009013519_5Zpk37.jpg" ["uploader"]=> string(11) "rizki.ahmad" ["create_date"]=> string(20) "2018-10-09T13:35:19Z" ["update_date"]=> string(20) "2018-10-09T13:35:19Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["posisi"]=> int(2) ["tag"]=> string(36) "IMF, Nusa Dua, Bali, Investasi Forum" ["kredit"]=> NULL } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(85) "Bank Indonesia, BI, Vaksin COVID-19, Perry Warjiyo, Investor Global, Sektor Keuangan" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:45:00Z" ["judul_seo"]=> string(79) "bi-sebut-keyakinan-investor-global-tumbuh-seiring-pemesanan-vaksin-di-indonesia" ["judul"]=> string(79) "BI Sebut Keyakinan Investor Global Tumbuh Seiring Pemesanan Vaksin di Indonesia" ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(38191) ["type_photo"]=> int(2) ["keterangan_foto"]=> string(536) "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat memberijan paparan pada acara diskusi bertema Indonesia Investasi Forum di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018). Acara tersebut mendiskusikan paradigma baru dalam pembiayaan infrastruktur, yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi RPJM 2015-2019 sebesar 5%-7%. Sebagai bagian dari event ini, juga akan ditandatangani perjanjian kerjasama 21 proyek infrastruktur pada 12 BUMN senilai total USD13,6 miliar dengan investor lokal dan asing pada 11 Oktober 2018. " ["kredit_foto"]=> string(26) "AKURAT.CO/Dharma Wijayanto" ["lead_p"]=> string(115) "Pemesanan vaksin COVID-19 oleh pemerintah menumbuhkan keyakinan investor global terhadap sektor keuangan Indonesia." ["isi"]=> string(3057) "

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemesanan vaksin COVID-19 oleh pemerintah menumbuhkan keyakinan investor global terhadap sektor keuangan Indonesia. Sebab, keberadaan vaksin dinilai mendukung pemulihan ekonomi.

“Confident investor global juga didukung Indonesia juga sudah melakukan pemesanan vaksin,” kata Perry Warjiyo dalam jumpa pers daring bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Menurut dia, kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih cukup baik terlihat dari aliran modal asing ke pasar keuangan khususnya surat berharga negara (SBN) dalma negeri terus berlanjut, meski belum naik pesat.

Kondisi itu, lanjut dia, akan mendukung sitsem keuangan dalam negeri secara keseluruhan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, bank sentral ini mencatat pada awal Oktober 2020, aliran masuk modal asing secara berangsur membaik sehingga per 9 Oktober 2020 tercatat net inflows sebesar US$0,33 miliar.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2020 tetap tinggi yakni US$135,2 miliar, setara pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Ke depan, defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2020 diprakirakan tetap rendah, di bawah 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) sehingga terus mendukung ketahanan sektor eksternal.

Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga dan berpotensi menguat dengan didukung inflasi akhir tahun yang diprediksi rendah di bawah dua persen dan neraca pembayaran yang terus surplus.

Dengan sejumlah kondisi itu, ia memperkirakan prospek sistem keuangan Indonesia pada triwulan III-IV tahun 2020 akan baik.

BI, kata dia, akan terus melanjutkan kebijakan moneter dan makro prudensial yang longgar di antaranya penurunan suku bunga acuan yang saat ini mencapai 4 persen dan total sudah diturunkan 200 basis poin sejak Juli 2019.

Kemudia, lanjut dia, BI akan melanjutkan ekspansi atau injeksi likuiditas kepada pasar keuangan dan perbankan serta melanjutkan komitmen pendanaan APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen vaksin COVID-19 di antaranya dengan Sinovac, Astra Zeneca, Sinopharma dan Cansino.

Beberapa waktu lalu, pemerintah menandatangani letter of intent dengan Astra Zeneca untuk penyediaan 100 juta dosis vaksin COVID-19.

Selain itu, sebanyak tiga juta vaksin COVID dari Sinovac juga rencananya akan mulai masuk RI akhir tahun ini dan 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku disiapkan dan akan diproduksi oleh Bio Farma.

Pemerintah juga sedang mengembangkan vaksin Merah Putih yang dilaksanakan oleh enam institusi di Tanah Air yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. []

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(25) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(14) "Siti Nurfaizah" ["editor"]=> string(21) "Dhera Arizona Pratiwi" ["sumber"]=> string(6) "Antara" ["id_penulis"]=> int(149) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:45:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [3]=> object(stdClass)#641 (41) { ["id_berita"]=> int(1228321) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#642 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(74) "id-1228321-read-pemkot-pariaman-terima-dak-rp417-juta-untuk-pelatihan-umkm" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:44 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#643 (3) { ["id"]=> int(5400755) ["kategori"]=> object(stdClass)#644 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228321) } [1]=> object(stdClass)#645 (3) { ["id"]=> int(5400757) ["kategori"]=> object(stdClass)#646 (14) { ["id_kategori"]=> int(32) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(6) "bisnis" ["kategori"]=> string(6) "Bisnis" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(21) "Berita Ekonomi Bisnis" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(144) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Bisnis. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228321) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#647 (14) { ["id"]=> int(924500) ["title"]=> string(12) "DAK Pariaman" ["description"]=> string(143) "Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Sumbar, Gusniyetti Zaunit (kiri) memberikan tas pelatihan kepada peserta" ["url"]=> string(54) "images/uploads/images/akurat_20201027095747_VM8B84.jpg" ["url_small"]=> string(60) "images/uploads/images/small/akurat_20201027095747_VM8B84.jpg" ["url_medium"]=> string(61) "images/uploads/images/medium/akurat_20201027095747_VM8B84.jpg" ["photografer"]=> string(11) "Antara Foto" ["file"]=> string(32) "akurat_20201027095747_VM8B84.jpg" ["uploader"]=> string(24) "thonyhasanudin@gmail.com" ["create_date"]=> string(20) "2020-10-27T09:57:47Z" ["update_date"]=> string(20) "2020-10-27T09:57:47Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["tag"]=> string(3) "DAK" ["posisi"]=> int(4) } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(35) "DAK, UMKM, Pemkot, Pariaman, Sumbar" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:44:00Z" ["judul_seo"]=> string(58) "pemkot-pariaman-terima-dak-rp417-juta-untuk-pelatihan-umkm" ["judul"]=> string(58) "Pemkot Pariaman Terima DAK Rp417 Juta untuk Pelatihan UMKM" ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(924500) ["type_photo"]=> int(3) ["keterangan_foto"]=> string(143) "Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Sumbar, Gusniyetti Zaunit (kiri) memberikan tas pelatihan kepada peserta" ["kredit_foto"]=> string(11) "Antara Foto" ["lead_p"]=> string(114) "Dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp417 juta untuk pelatihan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) selama 2020 " ["isi"]=> string(2317) "

AKURAT.CO, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp417 juta untuk untuk pelatihan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) selama 2020. Dana yang sudah diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat itu guna meningkatkan kemampuan mereka dalam berusaha.

"DAK itu untuk enam kali pelatihan terhadap pelaku UMKM di Pariaman sepanjang 2020," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Senin (26/10/2020).

Dirinya menjelaskan, pelatihan yang dilakukan pihaknya bervariasi atau sesuai dengan kondisi di daerah itu, di antaranya pelatihan untuk pengrajin, pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner, serta menumbuhkan koperasi di Pariaman.

Gusniyetti menyebutkan ada 30 peserta dalam setiap pelaksanaan pelatihan yang digelar selama tiga sampai empat hari.

Kemudian, DAK untuk pelatihan pelaku UMKM di Pariaman setiap tahunnya meningkat yang menurutnya hal itu dapat menguntungkan pihaknya dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil di daerah itu.

Tahun lalu DAK dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk Kota Pariaman mencapai Rp350 juta, tahun ini Rp417 sedangkan 2021 yaitu Rp499 juta.

"Kami terus mengejar DAK tersebut untuk peningkatan pelaku UMKM di Pariaman," ujarnya.

Salah satu kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pihaknya dari DAK tersebut yaitu Pelatihan Peningkatan Kualitas Pedagang Kuliner di Kawasan Wisata Pantai Talao Pauh Pariaman. Pelatihan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam menyajikan makanan dan melayani wisatawan di Talao Pauh yang merupakan objek wisata baru di Kota Pariaman.

Pelaksana Tugas Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin mengatakan pelatihan terhadap pelaku UMKM merupakan langkah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah itu.

"Kami yakin dengan pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan SDM yang nantinya juga berdampak pada produk yang dihasilkan sehingga pendapatan warga pun meningkat," ujarnya.

Ia pun meminta pelaku UMKM di daerah itu juga menciptakan pelayanan yang baik serta promosi produk yang tidak saja melalui luar jaringan atau 'offline' namun juga dalam jaringan atau online.[]

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(28) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(19) "Sulthony Hasanuddin" ["editor"]=> string(12) "Erizky Bagus" ["sumber"]=> string(6) "ANTARA" ["id_penulis"]=> int(763) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:44:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [4]=> object(stdClass)#648 (41) { ["id_berita"]=> int(1228586) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#649 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(91) "id-1228586-read-pbb-aliran-investasi-asing-langsung-susut-nbsp-50-persen-gara-gara-covid-19" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:40 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#650 (3) { ["id"]=> int(5400965) ["kategori"]=> object(stdClass)#651 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228586) } [1]=> object(stdClass)#652 (3) { ["id"]=> int(5400967) ["kategori"]=> object(stdClass)#653 (14) { ["id_kategori"]=> int(34) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "1" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(13) "internasional" ["kategori"]=> string(13) "Internasional" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(28) "Berita Ekonomi Internasional" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(142) "Berita terkini seputar Ekonomi Internasional. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228586) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#654 (14) { ["id"]=> int(37859) ["title"]=> string(32) "Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)" ["description"]=> string(42) "Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)" ["url"]=> string(54) "images/uploads/images/akurat_20180327124941_dhJh2A.jpg" ["url_small"]=> string(60) "images/uploads/images/small/akurat_20180327124941_dhJh2A.jpg" ["url_medium"]=> string(61) "images/uploads/images/medium/akurat_20180327124941_dhJh2A.jpg" ["photografer"]=> string(7) "REUTERS" ["file"]=> string(32) "akurat_20180327124941_dhJh2A.jpg" ["uploader"]=> string(16) "sunarimo.darmaji" ["create_date"]=> string(20) "2018-03-27T12:49:41Z" ["update_date"]=> string(20) "2018-03-27T12:49:41Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["tag"]=> string(51) "Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB, United Nations, UN" ["posisi"]=> int(4) } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(44) "PBB, Investasi Langsung Asing, FDI, COVID-19" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:40:00Z" ["judul_seo"]=> string(75) "pbb-aliran-investasi-asing-langsung-susut-nbsp-50-persen-gara-gara-covid-19" ["judul"]=> string(72) "PBB: Aliran Investasi Asing Langsung Susut 50 Persen Gara-gara COVID-19" ["headline"]=> string(1) "y" ["gambar_bank_image"]=> int(37859) ["type_photo"]=> int(3) ["keterangan_foto"]=> string(42) "Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)" ["kredit_foto"]=> string(7) "REUTERS" ["lead_p"]=> string(138) "PBB: Investasi langsung asing (FDI) telah anjlok hingga 49 persen di seluruh dunia pada semester I-2020 dari periode yang sama tahun lalu." ["isi"]=> string(1905) "

AKURAT.CO Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, investasi langsung asing (FDI) telah anjlok hingga 49 persen di seluruh dunia pada semester I-2020 dari periode yang sama tahun lalu.

PBB memperingatkan FDI akan turun hingga 40 persen untuk tahun ini, didorong oleh kekhawatiran akan resesi yang dalam.

Sebuah laporan oleh Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menunjukkan bahwa aliran FDI ke ekonomi Eropa berubah negatif untuk pertama kalinya, turun menjadi minus US$7 miliar dari US$202 miliar. Arus investasi asing langsung ke Amerika Serikat turun 61 persen menjadi US$51 miliar.

“Arus FDI global untuk paruh pertama tahun ini turun hampir setengahnya. Itu lebih drastis dari yang kami perkirakan sepanjang tahun,” kata direktur divisi investasi dan perusahaan UNCTAD, James Zhan dilansir dari laman Russia Today, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Dia menambahkan, arus FDI diperkirakan akan menurun 30 hingga 40 persen tahun ini dan pada 2021, sebesar lima hingga sepuluh persen.

Menurut laporan tersebut, negara-negara industri, yang biasanya menyumbang sekitar 80 persen dari transaksi global, paling terpukul, dengan arus FDI turun menjadi US$98 miliar.

Di antara penerima FDI utama pada 2019, aliran menurun paling kuat di Italia, Amerika Serikat, Brasil, dan Australia.

Meski demikian, Zhan mengatakan China salah satu negara yang FDI-nya masih tetap stabil

“Arus FDI mereka relatif stabil. Untuk paruh pertama tahun ini penurunannya sangat kecil dan bahkan menurut data terakhir, selama sembilan bulan pertama tahun ini secara keseluruhan FDI ke China meningkat sebesar 2,5 persen,” ujarnya.

Sebagian besar investasi FDI di China adalah dalam layanan perdagangan elektronik, layanan teknologi khusus, serta penelitian dan pengembangan. []

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(39) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(20) "Wayan Adhi Mahardika" ["editor"]=> string(21) "Dhera Arizona Pratiwi" ["sumber"]=> string(0) "" ["id_penulis"]=> int(176) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:40:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(3) "PBB" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [5]=> object(stdClass)#655 (41) { ["id_berita"]=> int(1228515) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#656 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(61) "id-1228515-read-ntt-konfirmasi-ribuan-ton-garam-belum-terjual" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:33 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#657 (3) { ["id"]=> int(5400783) ["kategori"]=> object(stdClass)#658 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228515) } [1]=> object(stdClass)#659 (3) { ["id"]=> int(5400785) ["kategori"]=> object(stdClass)#660 (14) { ["id_kategori"]=> int(35) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "4" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(13) "infrastruktur" ["kategori"]=> string(5) "Indag" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(20) "Berita Ekonomi Indag" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(143) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Indag. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228515) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#661 (15) { ["id"]=> int(21866) ["title"]=> string(28) "Target Swasembada Garam 2019" ["description"]=> string(351) "Petani menunjikan garam berbentuk kristal yang diolah dengan metode terowongan (tunnel) dan membran plastik di Desa Lam Ujung Baitussalam, Aceh Besar, Aceh, Rabu (1/8/2017). Pemerintah menganjurkan swasembada garam pada 2019 mendatang dalam berbagai bentuk upaya dan metode guna memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai 3,5 juta ton per tahun. " ["url"]=> string(58) "images/uploads/bank_image/akurat_20180801063747_7F6Mm7.jpg" ["url_small"]=> string(64) "images/uploads/bank_image/small/akurat_20180801063747_7F6Mm7.jpg" ["url_medium"]=> string(65) "images/uploads/bank_image/medium/akurat_20180801063747_7F6Mm7.jpg" ["photografer"]=> string(26) "AKURAT.CO/Dharma Wijayanto" ["file"]=> string(32) "akurat_20180801063747_7F6Mm7.jpg" ["uploader"]=> string(11) "rizki.ahmad" ["create_date"]=> string(20) "2018-08-01T18:37:47Z" ["update_date"]=> string(20) "2018-08-01T18:37:47Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["posisi"]=> int(2) ["tag"]=> string(44) "Target Swasembada Garam, Ekonomi, Aceh Besar" ["kredit"]=> NULL } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(32) "Garam, NTT, Industri Perdagangan" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:33:00Z" ["judul_seo"]=> string(45) "ntt-konfirmasi-ribuan-ton-garam-belum-terjual" ["judul"]=> string(51) "NTT Konfirmasi Belasan Ribu Ton Garam Belum Terjual" ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(21866) ["type_photo"]=> int(2) ["keterangan_foto"]=> string(351) "Petani menunjikan garam berbentuk kristal yang diolah dengan metode terowongan (tunnel) dan membran plastik di Desa Lam Ujung Baitussalam, Aceh Besar, Aceh, Rabu (1/8/2017). Pemerintah menganjurkan swasembada garam pada 2019 mendatang dalam berbagai bentuk upaya dan metode guna memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai 3,5 juta ton per tahun. " ["kredit_foto"]=> string(26) "AKURAT.CO/Dharma Wijayanto" ["lead_p"]=> string(127) "Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur menyatakan, sebanyak 14.000 ton garam industri di daerahnya belum terjual" ["isi"]=> string(2145) "

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur menyatakan, sebanyak 14.000 ton garam industri di daerahnya belum terjual hingga saat ini akibat tak adanya investor yang mau membeli.

"Saat ini di semua gudang terdapat 14 ribu ton garam yang menumpuk. Dan ini belum terjual sama sekali, sehingga beberapa karung yang berisi garam ditumpuk sampai di luar gudang," kata Ferdy Kapitan, Pjs Bupati Sabu Raijua di Kupang, Selasa (27/10/2020).

Hal ini disampaikan berkaitan dengan potensi garam yang ada di Kabupaten Sabu Raijua yang menurut penilaian beberapa peneliti mampu membantu mengurangi impor garam dari nasional.

Ia mengatakan pemerintah provinsi melalui gubernur NTT Viktor B Laiskodat sudah menghubungi pemerintah pusat dan beberapa investor untuk membeli garam yang di gudang di Sabu Raijua ini.

Tentu saja, Ferdy berharap agar hal ini bisa segera terwujud karena dikhawatirkan sampai dengan Desember lagi akan ada panen garam lagi yang jumlahnya bisa mencapai 5 ribu ton.

"Kami perkirakan ini kan masih puncak-puncaknya panas. Kami perkirakan sampai Desember nanti akan ada beberapa kali panen lagi dan jumlah yang dipanen bisa mencapai 5 ribu ton, sehingga bisa mencapai 19 ribu ton nanti," tutur dia.

Ia mengaku bahwa tentu saja dengan adanya penambahan itu pihaknya akan kesulitan untuk mencari tempat untuk penampungan ribuan ton garam itu, karena sejumlah gudang sudah penuh.

Sehingga ia berharap agar dalam waktu dekat ini ada investor atau pengusaha yang bisa membeli ribu ton garam itu sehingga tak menumpuk lagi di gudang.

Ferdy juga berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan perhatian dengan memfasilitasi industri-industri yang menggunakan garam sebagai bahan baku sehingga bisa terjalin kerjasama dengan pemerintah daerah sehingga ada kepastian dalam hal pemasaran ribuan ton garam ini.

Ferdy juga menambahkan pada Agustus lalu juga pemda setempat sudah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan kesigapan distribusi garam untuk memenuhi kebutuhan nasional. []

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(17) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(19) "Sulthony Hasanuddin" ["editor"]=> string(12) "Erizky Bagus" ["sumber"]=> string(6) "ANTARA" ["id_penulis"]=> int(763) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:33:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [6]=> object(stdClass)#662 (41) { ["id_berita"]=> int(1228593) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#663 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(90) "id-1228593-read-gebuk-peserta-nakal-kartu-prakerja-gandeng-kejagung-perketat-masalah-hukum" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:15 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#664 (3) { ["id"]=> int(5400483) ["kategori"]=> object(stdClass)#665 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228593) } [1]=> object(stdClass)#666 (3) { ["id"]=> int(5400485) ["kategori"]=> object(stdClass)#667 (14) { ["id_kategori"]=> int(49) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "7" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(5) "mikro" ["kategori"]=> string(5) "Mikro" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> NULL ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(20) "Berita Ekonomi Mikro" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(139) "Info terkini seputar Berita Ekonomi Mikro. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228593) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#668 (14) { ["id"]=> int(894027) ["title"]=> string(14) "Kartu Prakerja" ["description"]=> string(24) "Ilustrasi Kartu Prakerja" ["url"]=> string(54) "images/uploads/images/akurat_20200808050943_66865A.jpg" ["url_small"]=> string(60) "images/uploads/images/small/akurat_20200808050943_66865A.jpg" ["url_medium"]=> string(61) "images/uploads/images/medium/akurat_20200808050943_66865A.jpg" ["photografer"]=> string(14) "prakerja.go.id" ["file"]=> string(32) "akurat_20200808050943_66865A.jpg" ["uploader"]=> string(9) "silvia.nf" ["create_date"]=> string(20) "2020-08-08T17:09:43Z" ["update_date"]=> string(20) "2020-08-08T17:09:43Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["tag"]=> string(15) "Kartu Pra Kerja" ["posisi"]=> int(4) } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(146) "Kartu Prakerja, Jamdatun, bantuan sosial, aparat penegak hukum, pegawai, pandemi Covid-19, Kejaksaan Agung, Rudy Salahuddin, Denni Puspa Purbasari" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:15:00Z" ["judul_seo"]=> string(74) "gebuk-peserta-nakal-kartu-prakerja-gandeng-kejagung-perketat-masalah-hukum" ["judul"]=> string(76) "Gebuk Peserta Nakal, Kartu Prakerja Gandeng Kejagung Perketat Masalah Hukum " ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(894027) ["type_photo"]=> int(3) ["keterangan_foto"]=> string(24) "Ilustrasi Kartu Prakerja" ["kredit_foto"]=> string(14) "prakerja.go.id" ["lead_p"]=> string(137) "Sejak dibukanya program Kartu Prakerja, 5,6 juta orang telah mendapatkan manfaat program pelatihan dan insentif tersebut per Oktober 2020" ["isi"]=> string(3923) "

AKURAT.CO Sejak dibukanya program Kartu Prakerja pasalnya 5,6 juta orang telah mendapatkan manfaat program pelatihan dan insentif tersebut per Oktober 2020.

Dimana untuk meningkatkan tata kelola terkait keberlanjutan program, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) hari ini (27/10) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. 

“Kerja sama ini adalah bagian upaya Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja untuk meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum. Hal ini penting untuk mengoptimalkan penanganan hukum dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara. Termasuk menangani kerugian yang mungkin timbul, misalnya apabila ada penerima manfaat Kartu Prakerja yang tidak memenuhi ketentuan maupun hubungan keperdataan dengan para mitra dan pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin. 

Selain itu, lanjut Rudy yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja mengungkapkan program ini diprioritaskan kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19 dan belum menerima Bantuan Sosial (bansos) selama masa pandemi Covid-19.

Dengan demikian, sebagaimana yang tertulis dalam Pasal 31C Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja, peserta yang menerima bantuan namun ternyata terbukti memalsukan identitas wajib untuk melakukan ganti rugi.

“Kejaksaan Agung juga merupakan anggota Komite Cipta Kerja dan kami siap memberi pendampingan kepada Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja untuk beberapa lingkup kegiatan,” papar Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Feri Wibisono.

Adapun 3 lingkup kegiatan yang tercantum dalam Perjanjian Kerja Sama ini. Pertama, pemberian bantuan hukum oleh Jamdatun dalam perkara Perdata maupun Tata Usaha Negara untuk mewakili Manajemen Pelaksana, baik sebagai Penggugat maupun sebagai Tergugat. 

Kedua, pemberian pertimbangan hukum dengan memberikan Pendapat Hukum (legal opinion) dan/atau Pendampingan Hukum (legal assistance) atas permintaan Manajemen Pelaksana. 

Selain itu, Jamdatun juga bertugas untuk memberikan bantuan kepada Manajemen Pelaksana atas tindakan hukum lainnya, yaitu pemberian jasa hukum serta menegakkan kewibawaan pemerintah sebagai negosiator/mediator atau fasilitator jika terjadi perselisihan antara lembaga negara/instansi pemerintah atas dasar permintaan dari Manajemen Pelaksana.

“Manajemen Pelaksana mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi pada Jamdatun atas dukungan yang diberikan kepada Program Kartu Prakerja selama ini. Tidak hanya tata kelola menjadi lebih baik, namun kredibilitas program menjadi semakin kokoh,” tutur Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja.

Dengan adanya kerja sama ini, Manajemen Pelaksana berharap dapat meningkatkan kualitas tata kelola Program Kartu Prakerja sehingga dapat terus memberikan layanan yang terbaik bagi peserta Kartu Prakerja dan masyarakat di kemudian hari. 

Untuk diketahui, berdasarkan Pasal 3 Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020, yang berhak memperoleh manfaat Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 18 tahun, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal, serta tidak termasuk dalam kelompok yang dilarang menerima berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2011 yaitu Pejabat Negara, Pimpinan dan Anggota DPRD, ASN, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Kepala Desa dan perangkat desa, Direksi, Komisaris, dan Dewas BUMN/BUMD.[]

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(30) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(14) "Andi Syafriadi" ["editor"]=> string(20) "Prabawati Sriningrum" ["sumber"]=> string(0) "" ["id_penulis"]=> int(322) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:15:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [7]=> object(stdClass)#669 (41) { ["id_berita"]=> int(1228597) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#670 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(104) "id-1228597-read-denny-siregar-ingatkan-jokowi-soal-vaksin-skala-demo-bakal-naik-pakai-isu-agama-dan-cina" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:05 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#671 (3) { ["id"]=> int(5400972) ["kategori"]=> object(stdClass)#672 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228597) } [1]=> object(stdClass)#673 (3) { ["id"]=> int(5400974) ["kategori"]=> object(stdClass)#674 (14) { ["id_kategori"]=> int(32) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(6) "bisnis" ["kategori"]=> string(6) "Bisnis" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(21) "Berita Ekonomi Bisnis" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(144) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Bisnis. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228597) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#675 (14) { ["id"]=> int(924598) ["title"]=> string(13) "Denny Siregar" ["description"]=> string(33) "Pegiat Media Sosial Denny Siregar" ["url"]=> string(54) "images/uploads/images/akurat_20201027030400_q7TQ11.jpg" ["url_small"]=> string(60) "images/uploads/images/small/akurat_20201027030400_q7TQ11.jpg" ["url_medium"]=> string(61) "images/uploads/images/medium/akurat_20201027030400_q7TQ11.jpg" ["photografer"]=> string(22) "Twitter/@Dennysiregar7" ["file"]=> string(32) "akurat_20201027030400_q7TQ11.jpg" ["uploader"]=> string(11) "ratu.amanda" ["create_date"]=> string(20) "2020-10-27T15:04:00Z" ["update_date"]=> string(20) "2020-10-27T15:04:00Z" ["id_kategori"]=> string(2) "17" ["tag"]=> string(13) "Denny Siregar" ["posisi"]=> int(4) } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(90) "Presiden Jokowi, vaksin Covid-19, Omnibus Law, demo, isu agama, Denny Siregar, Joko Widodo" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:05:00Z" ["judul_seo"]=> string(88) "denny-siregar-ingatkan-jokowi-soal-vaksin-skala-demo-bakal-naik-pakai-isu-agama-dan-cina" ["judul"]=> string(89) "Denny Siregar Ingatkan Jokowi Soal Vaksin: Skala Demo Bakal Naik Pakai Isu Agama dan Cina" ["headline"]=> string(1) "y" ["gambar_bank_image"]=> int(924598) ["type_photo"]=> int(3) ["keterangan_foto"]=> string(33) "Pegiat Media Sosial Denny Siregar" ["kredit_foto"]=> string(22) "Twitter/@Dennysiregar7" ["lead_p"]=> string(135) "Denny Siregar : sebentar lagi isu vaksin akan jadi senjata naikkan skala demo. Hati-hati, bongkar tim komunikasi Istana dan Kemkominfo." ["isi"]=> string(3969) "

AKURAT.CO Pegiat media sosial Denny Siregar mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu vaksin yang bisa dijadikan senjata untuk menaikkan skala aksi demo. Menurutnya, demo itu nantinya akan jauh lebih berbahaya daripada penolakan pengesahan Omnibus Law lantaran dikaitkan dengan agama dan hal lainnya. 

"Sebentar lagi isu Vaksin akan jd senjata utk naikkan skala demo. Dan lebih bahaya dr Omnibus Law krn vaksin ini dikaitkan dgn agama spt haram, cina dsbnya. Pak @jokowi hati2, bongkar tim komunikasi di istana dan @kemkominfo nya. Mereka sdh terbukti gagal di komunikasi Omnibus," tulis Denny Siregar melalui akun twitter pribadinya @Dennysiregar7 seperti yang dipantau Akurat.co, Selasa (27/10/2020).

Tak butuh waktu lama, unggahan Denny itupun mendapatkan respon dari beberapa warganet. Salah satunya akun @Yudhasysanti1 yNg menuliskan "Masak kita ga punya ahli komunikasi massa yg jago, sih, bang? Biar program2 baik dr pemerintah efektif. Puwenting lo fungsi ini,".

Senada, akun @Tukanglas_plg menuliskan "Sepakat.komunikasi publik pemerintah sangat buruk.Harus orang yg berani,track record bersih,bisa diterima kedua belah pihak.Spy publik mndapat info yg jelas dan terang secara rwsmi dr pihak pemerintah.Tidak spt selama ini publik dibuat bingung dan meraba raba,". 

Sebagai informasi, sebelumnya Presiden Jokowi juga telah menegaskan kepadaa jajarannya untuk menyiapkan komunikasi publik terkait vaksin COVID-19 agar tidak menciptakan respon negatif dari masyarakat seperti saat penyusunan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker).

"Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa, karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat kalau komunikasinya kurang baik bisa kejadian seperti UU Cipta Kerja," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (19/10/2020) lalu.

Kepala Negara juga menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas dengan topik "Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang Akhir Oktober Tahun 2020" yang dihadiri langsung para menteri kabinet Indonesia Maju.

Seperti diketahui, pada 8 Oktober 2020 terjadi demonstrasi besar-besaran setidaknya di 18 provinsi oleh buruh, mahasiswa dan anggota masyarakat lainnya untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, aksi tersebut juga diwarnai dengan kerusuhan di beberapa tempat.

"Saya minta benar-benar disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publik terutama yang berkaitan halal dan haram, berkaitan dengan harga, berkaitan dengan kualitas, berkaitan dengan distribusi seperti apa," jelasnya.

Namun komunikasi publik yang dimaksudkan Presiden Jokowi juga bukan akhirnya membuka semua data pemerintah kepada masyarakat.

"Meski tidak semuanya harus kita sampaikan ke publik, harga ini juga tidak harus kita sampaikan ke publik," tambah Presiden.

Titik kritis dari vaksinasi, menurut Presiden Jokowi, adalah di implementasi.

"Jangan menganggap mudah implementasi, tidak mudah, prosesnya seperti apa? Siapa yang pertama disuntik terlebih dulu? Kenapa dia? Semua harus dijelaskan betul ke publik, proses-proses komuniksi publik ini yang betul-betul disiapkan," ungkap Presiden.

Tujuan dari komunikasi publik yang baik itu adalah agar tidak ada lagi isu vaksin yang nantinya dapat diplintir.

"Siapa yang (mendapat vaksin secara) gratis, siapa yang mandiri? Harus dijelaskan, harus detail, jangan nanti dihantam oleh isu, diplintir kemudian kejadiannya bisa masyarakat demo lagi karena memang masyarakat sekarang ini dalam posisi yang sulit," tambah Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, seharusnya ada pembagian tugas antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN dalam pengerjaan vaksin tersebut.

"Juga perlu saya ingatkan dalam pengadaan vaksin ini mestinya harus segera jelas, kalau menurut saya untuk vaksin yang gratis, untuk rakyat, urusan Menteri Kesehatan, untuk yang mandiri, yang bayar itu urusannya BUMN," tegasnya.[]

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(77) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(14) "Atikah Umiyani" ["editor"]=> string(13) "Denny Iswanto" ["sumber"]=> string(0) "" ["id_penulis"]=> int(154) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:05:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(6) "Jokowi" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [8]=> object(stdClass)#676 (41) { ["id_berita"]=> int(1228350) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#677 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(62) "id-1228350-read-kain-lukis-nasrafa-targetkan-ekspansi-di-asean" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:02 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#678 (3) { ["id"]=> int(5400735) ["kategori"]=> object(stdClass)#679 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228350) } [1]=> object(stdClass)#680 (3) { ["id"]=> int(5400737) ["kategori"]=> object(stdClass)#681 (14) { ["id_kategori"]=> int(32) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(6) "bisnis" ["kategori"]=> string(6) "Bisnis" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(21) "Berita Ekonomi Bisnis" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(144) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Bisnis. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228350) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#682 (14) { ["id"]=> int(924515) ["title"]=> string(18) "kain lukis nesrafa" ["description"]=> string(52) "Salah satu produk lukis dari UMKM Kain Lukis Nasrafa" ["url"]=> string(54) "images/uploads/images/akurat_20201027110711_r6xzrD.jpg" ["url_small"]=> string(60) "images/uploads/images/small/akurat_20201027110711_r6xzrD.jpg" ["url_medium"]=> string(61) "images/uploads/images/medium/akurat_20201027110711_r6xzrD.jpg" ["photografer"]=> string(12) "Antara photo" ["file"]=> string(32) "akurat_20201027110711_r6xzrD.jpg" ["uploader"]=> string(22) "tialatifah23@gmail.com" ["create_date"]=> string(20) "2020-10-27T11:07:11Z" ["update_date"]=> string(20) "2020-10-27T11:07:11Z" ["id_kategori"]=> string(2) "15" ["tag"]=> string(4) "UMKM" ["posisi"]=> int(4) } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(39) "UMKM, Produk Lokal, Kain Lukis, Nasrafa" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:02:00Z" ["judul_seo"]=> string(46) "kain-lukis-nasrafa-targetkan-ekspansi-di-asean" ["judul"]=> string(46) "Kain Lukis Nasrafa Targetkan Ekspansi di ASEAN" ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(924515) ["type_photo"]=> int(3) ["keterangan_foto"]=> string(52) "Salah satu produk lukis dari UMKM Kain Lukis Nasrafa" ["kredit_foto"]=> string(12) "Antara photo" ["lead_p"]=> string(76) "Penjualan kain batik Nesrafa sudah memiliki banyak konsumen dari luar negeri" ["isi"]=> string(1841) "

AKURAT.CO, Kain Lukis Nasrafa, Salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kota Solo, menargetkan melakukan ekspansi di ASEAN dengan membuka cabang di setiap negara. 

"Harapannya ya semoga bisa tercapai. Karena sejauh ini kami sudah punya banyak konsumen dari luar negeri. Dalam waktu dekat ini saya akan mengirimkan beberapa potong produk ke India," kata pemilik Kain Lukis Nasrafa Yani Mardiyanto, Selasa, (27/10/2020).

Yani yang sudah mendirikan usahanya sejak pertengahan tahun 2012 tersebut mengatakan bahwa awalnya ia hanya memproduksi jilbab lukis. Makin hari makin banyak jenis produk yang dihasilkan, di antaranya pakaian lukis dan payung lukis.

"Alasan mendirikan usaha ini salah satunya karena banyak pemuda di Solo dan sekitarnya memiliki bakat melukis tetapi kurang tersalurkan sehingga harus diberdayakan," katanya.

Dengan usaha yang dilakukan, warga Kecamatan Jebres, Kota Solo, tersebut kini memiliki empat orang pelukis senior dan enam pelukis junior.

"Untuk bisa menjalankan usaha ini juga diperlukan kerja tim yang bagus. Kami juga tidak lelah melakukan promosi, termasuk harus diubah pola pikirnya, jangan beranggapan ketika pameran berarti itu jualan tetapi jadikan juga pameran sebagai wadah untuk mempromosikan produk yang dimiliki," katanya.

Ia juga menerapkan strategi menjadi UKM berintegritas Untuk merealisasikan harapannya tersebut. Ia mengoptimalkan untuk memiliki produk yang menarik, kreatif, hingga pengemasan yang mempunyai daya tarik.

Ia optimistis usahanya tersebut menjanjikan dan memiliki prospek bagus, baik di dalam maupun luar negeri karena produknya yang terbilang unik.

"Produknya eksklusif dan bersifat ekspresionis. Untuk lukisan ini juga bisa bertahan hingga lebih dari lima tahun," katanya.[]

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(19) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(16) "Tia Nurullatifah" ["editor"]=> string(12) "Erizky Bagus" ["sumber"]=> string(6) "ANTARA" ["id_penulis"]=> int(761) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:02:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } [9]=> object(stdClass)#683 (41) { ["id_berita"]=> int(1228581) ["kategori_utama"]=> object(stdClass)#684 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["slug"]=> string(95) "id-1228581-read-kemendag-tingkatkan-koordinasi-jaminan-perlindungan-konsumen-pembiayaan-leasing" ["tanggal_string"]=> string(33) "Selasa, 27 Oktober 2020 19:00 WIB" ["kategories"]=> array(2) { [0]=> object(stdClass)#685 (3) { ["id"]=> int(5400453) ["kategori"]=> object(stdClass)#686 (14) { ["id_kategori"]=> int(5) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "2" ["parent"]=> int(0) ["kategori_seo"]=> string(7) "ekonomi" ["kategori"]=> string(7) "Ekonomi" ["link"]=> string(25) "https://ekonomi.akurat.co" ["logo"]=> string(15) "ekonomilogo.png" ["icon"]=> string(9) "e-ico.png" ["warna"]=> string(7) "#01928b" ["warna2"]=> string(7) "#14b0a8" ["nama_web"]=> string(14) "Berita Ekonomi" ["keyword"]=> string(179) "berita ekonomi,berita ekonomi terkini,berita ekonomi dunia terkini,masalah ekonomi indonesia,berita ekonomi makro,berita ekonomi mikro,isu ekonomi terkini,masalah ekonomi saat ini" ["deskripsi"]=> string(133) "Info terkini seputar Berita Ekonomi. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228581) } [1]=> object(stdClass)#687 (3) { ["id"]=> int(5400455) ["kategori"]=> object(stdClass)#688 (14) { ["id_kategori"]=> int(35) ["template"]=> string(0) "" ["urutan"]=> string(1) "4" ["parent"]=> int(5) ["kategori_seo"]=> string(13) "infrastruktur" ["kategori"]=> string(5) "Indag" ["link"]=> string(0) "" ["logo"]=> string(0) "" ["icon"]=> string(0) "" ["warna"]=> NULL ["warna2"]=> NULL ["nama_web"]=> string(20) "Berita Ekonomi Indag" ["keyword"]=> string(0) "" ["deskripsi"]=> string(143) "Berita dan info terkini seputar Ekonomi Indag. Akurat.co mengabarkan dengan cepat, tepat, benar. Submit newsletter dan dapatkan update terbaru." } ["berita"]=> int(1228581) } } ["gambar"]=> object(stdClass)#689 (14) { ["id"]=> int(262661) ["title"]=> string(5) "LPKSM" ["description"]=> string(203) "LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat ) menilai pengenaan tarif barang bawaan di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, telah memberatkan konsumen." ["url"]=> string(54) "images/uploads/images/akurat_20190113053614_9573R3.jpg" ["url_small"]=> string(60) "images/uploads/images/small/akurat_20190113053614_9573R3.jpg" ["url_medium"]=> string(61) "images/uploads/images/medium/akurat_20190113053614_9573R3.jpg" ["photografer"]=> string(16) "Bilik Purwakarta" ["file"]=> string(32) "akurat_20190113053614_9573R3.jpg" ["uploader"]=> string(13) "andi.safriadi" ["create_date"]=> string(20) "2019-01-13T17:36:14Z" ["update_date"]=> string(20) "2019-01-13T17:36:14Z" ["id_kategori"]=> string(1) "2" ["tag"]=> string(25) "LPKSM, Tariff, Illustrasi" ["posisi"]=> int(4) } ["thumbnail"]=> string(22) "images/uploads/pagging" ["foto_kolom_penulis"]=> NULL ["fotos"]=> array(0) { } ["id_fokus"]=> NULL ["id_admin"]=> int(0) ["id_sub"]=> NULL ["tag"]=> string(93) "Kementerian Perdagangan, Kemendag, Pembiayaan Leasing, Jaminan Perlindungan, Veri Anggrijono" ["label"]=> string(0) "" ["tanggal"]=> string(20) "2020-10-27T19:00:00Z" ["judul_seo"]=> string(79) "kemendag-tingkatkan-koordinasi-jaminan-perlindungan-konsumen-pembiayaan-leasing" ["judul"]=> string(79) "Kemendag Tingkatkan Koordinasi Jaminan Perlindungan Konsumen Pembiayaan Leasing" ["headline"]=> string(1) "n" ["gambar_bank_image"]=> int(262661) ["type_photo"]=> int(3) ["keterangan_foto"]=> string(203) "LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat ) menilai pengenaan tarif barang bawaan di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, telah memberatkan konsumen." ["kredit_foto"]=> string(16) "Bilik Purwakarta" ["lead_p"]=> string(130) "Kemendag mengajak semua pemangku kepentingan memastikan konsumen mendapat jaminan perlindungan dalam aktivitas pembiayaan leasing." ["isi"]=> string(5640) "

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan mengajak semua pemangku kepentingan memastikan konsumen mendapat jaminan perlindungan dalam aktivitas pembiayaan leasing. Di sisi lain, Kemendag juga mengajak konsumen untuk lebih memahami hak dan kewajiban mereka dalam hal pembiayaan leasing.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono menjelaskan, permasalahan pembiayaan leasing merupakan sengketa konsumen yang paling dominan terjadi. Data Direktorat Pemberdayaan Konsumen menunjukkan, sebanyak 1.354 kasus pembiayaan leasing terjadi dalam kurun tiga tahun terakhir (2017-2019), dengan rincian tahun 2017 sebanyak 366 kasus, tahun 2018 sebanyak 571 kasus, dan tahun 2019 sebanyak 417 kasus.

“Untuk itu, permasalahan pembiayaan leasing perlu diangkat agar konsumen semakin sadar dan memahami hak dan kewajibannya,” jelas Veri lewat keterangan resminya, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Selain itu, lanjut Veri, pandemi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi masyarakat tentunya berimbas pula terhadap kemampuan bayar konsumen (debitur) pembiayaan leasing. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan relaksasi melalui penerbitan “Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019”, namun konsumen pembiayaan leasing ternyata belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan akibat hilangnya kemampuan bayar mereka.

Sementara, menurut Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, konsumen memiliki sejumlah hak untuk mendapatkan jaminan dan perlindungan hukum. Hak-hak tersebut meliputi hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut; serta hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

Sejumlah penyebab terjadinya permasalahan pembiayaan leasing menurut Veri, antara lain karena konsumen tidak memahami isi perjanjian yang ditandatangani, konsumen tidak diberikan salinan perjanjian/dokumen terkait produk yang dibeli/dimanfaatkan, penandatanganan akta perjanjian jual beli tidak dilakukan di depan notaris, tidak adanya kesempatan konsumen untuk membaca terlebih dahulu isi klausul perjanjian, serta tidak adanya ruang komunikasi persuasif perjanjian dari konsumen yang telah dibuat sepihak oleh kreditur.

Masalah lainnya juga seperti penarikan paksa kendaraan akibat keterlambatan pembayaran dan konsumen dipaksa menandatangani berita acara penyerahan objek jaminan, bahkan tidak menunjukkan sertifikat jaminan fidusia yang telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Fidusia.

Selain itu, konsumen harus membayar biaya denda dan biaya lainnya yang tidak diinformasikan di awal oleh pelaku usaha; serta penarikan paksa dan perlakuan tidak mengenakkan dari juru tagih yang bertindak selayaknya juru sita pengadilan atau penegak hukum.

Apabila di kemudian hari terjadi sengketa konsumen yang diakibatkan konsumen wanprestasi, kreditur berhak melakukan eksekusi. Namun, eksekusi yang dilakukan wajib berpedoman pada UU 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UUJF). Esensi dari eksekusi berdasarkan UUJF ini telah memperhatikan hak konsumen karena konsumen bisa mengetahui informasi dari proses eksekusi sampai dengan proses pelelangan maupun penjualan di bawah tangan.

“Konsumen berhak mendapatkan selisih dari nilai penjualan objek jaminan setelah dikurangi nilai tunggakannya. Hal ini yang harus diinformasikan kepada konsumen dan menjadi perhatian bersama agar tercipta keadilan dan kepastian hukum bagi kedua belah pihak,” imbuh Veri.

Untuk itu, Veri mengimbau apabila terjadi sengketa, konsumen dapat menggunakan jalur-jalur penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan asas keadilan. “Kami juga mendorong peran dari lembaga perlindungan konsumen, baik Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) maupun Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) di daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Agus Fajri Zam yang menjadi salah satu narasumber mengatakan, untuk menekan tingkat kredit macet agar sektor jasa keuangan dapat terjaga dengan baik, dapat dilakukan restrukturisasi pembiayaan. Cara ini antara lain dengan memperpanjang jangka waktu dan menunda sebagian pembayaran dan dilakukan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai penilaian kualitas aset bagi masing-masing lembaga jasa keuangan nonbank (LJKNB).

Sedangkan Kepala Subdirekorat Industri Keuangan Non Bank pada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus-Badan Reserse Kriminal, Kombes. Pol. Ma’mun, menegaskan bahwa penarikan objek fidusia telah diatur antara lain dalam UU Nomor 49 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia; Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2011 tentang pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia; Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan; serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 /pojk.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan.

Penarikan objek fidusia yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dapat dikenakan tindak pindana. Dasar hukum tindak pidana tersebut yaitu Pasal 365 KHUP tentang Perampokan, Pasal 368 KHUP tentang Pemerasan, Pasal 351 KHUP tentang Penganiayaan, dan Pasal 335 KHUP tentang Pemaksaan. []

" ["embed"]=> NULL ["dibaca"]=> int(18) ["kolom_penulis"]=> NULL ["penulis"]=> string(20) "Wayan Adhi Mahardika" ["editor"]=> string(21) "Dhera Arizona Pratiwi" ["sumber"]=> string(0) "" ["id_penulis"]=> int(176) ["flag_publishnow"]=> int(0) ["time_publishnow"]=> string(20) "2020-10-27T19:00:00Z" ["nama_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["deskirpsi_kolom_penulis"]=> string(0) "" ["tag_related"]=> string(0) "" ["is_publish"]=> int(1) ["is_approve"]=> int(1) ["sub_judul"]=> string(0) "" ["source_editor"]=> NULL ["id_jenis"]=> int(1) } }