breaking news: Kabar Duka, Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Sabah Wafat

Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Tak Serius Sasar UKM, PEN Potensi Tumbuhkan Ancaman Krisis Sosial Politik?

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Tak Serius Sasar UKM, PEN Potensi Tumbuhkan Ancaman Krisis Sosial Politik?

Pekerja mereparasi gitar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (12/7/2020). Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan sebanyak 4,8 juta UMKM bisa mendapatkan dana stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan Rp1 triliun. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang besarannya di luar target penyaluran pinjaman LPDB-KUMKM pada 2020 sebesar Rp1,85 triliun yang telah dialokasikan sebelumnya. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Suroto menegaskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selama ini sangat lamban. Terlebih alokasi dana usaha mikro dan kecil (UKM) yang menyentuh Rp124 triliun, dari total dana Rp695 triliun tampak salah sasaran. 

"Jadi usaha mikro dan kecil itu jumlahnya 99,3% dari sebanyak 64 juta pelaku usaha kita. Mereka selama ini adalah pemberi pekerjaan masyarakat hingga 95 persen dari total angkatan kerja. Mereka adalah sektor yang selama ini menghidupi ekonomi masyarakat banyak," tuturnya. 

Suroto pun mengendus ada yang salah dengan program PEN. Selama ini semua difokuskan untuk dialokasikan ke korporasi besar yang sebetulnya memiliki dana cadangan lebih besar. Mereka diberikan berbagai bentuk skema pendanaan seperti restrukturisasi, subsidi bunga, dana penempatan, modal penyertaan, pengadaan bantuan sosial dan lain lain.  

baca juga:

"Sementara alokasi sebesar Rp124 triliun untuk UMKM dan Koperasi saja semua dialokasikan melalui mekanisme bank. Sementara bank dalam situasi seperti ini pasti semakin hati-hati salurkan pembiayaan," ucapnya. 

Kemudian tim yang dipilih untuk pemulihan ekonomi juga tidak menggambarkan aspirasi dari para usaha mikro dan kecil. Sehingga, sangat kecil sekali kemungkinan untuk membuat komitmen kepada usaha mikro dan kecil. Mengingat faktanya sampai hari ini masih menjadi wacana terus. 

Hal itu dapat terlihat dari usaha mikro dan kecil yang saat ini sudah remuk redam karena modal kerja mereka sudah habis untuk membiayai hidup sehari-hari. Alhasil akan sulit diharapkan ekonomi akan segera bangkit kembali dengan cepat. 

"Hal yang paling menyedihkan lagi adalah ternyata dana bansos ( bantuan sosial) yang dikucurkan itu ternyata juga tidak memberikan dampak multiplier ekonomi secara signifikan. Justru sekali lagi hanya memperkaya pelaku usaha korporat besar. Ini dapat dilihat dari pemenangan lelang dari bansos yang ada,"serunya.

Menurut Sutoro, krisis ini ternyata justru hanya meningkatkan akumulasi dan konsentrasi pendapatan dari segelintir pemilik korporat besar. Ini bukan hanya menghambat proses akselerasi pemulihan ekonomi, tapi juga akan meningkatkan jurang kesenjangan sosial ekonomi. 

Pasalnya sebelum pandemi COVID-19 menyerang, kesenjangan kepemilikan kekayaan di Tanah Air jauh parah dari rata-rata internasional. Berdasarkan laporan akhir tahun 2019 dari lembaga riset internasional Credit Suisse, 82 persen dari 173 juta orang dewasa Indonesia hanya memiliki kekayaan di bawah 10.000 dollar Amerika. Anngka ini masih jauh di atas rata-rata dunia yang hanya 58 persen. 

"Sementara itu, hanya 1,1 persen dari orang dewasa yang memiliki kekayaan di atas 100.000 dolar Amerika. Jauh sekali di atas rata-rata dunia yang angkanya hingga 10,6 %," sebutnya.

Ditambah lagi, kondisi ketimpangan kekayaan atau Rasio Gini Kekayaan Indonesia sudah sangat tinggi sekali, yaitu 0,83. Diperjelas dalam laporan Suisse tersebut, hanya 1% kuasai 45 % kekayaan nasional.  

"Kalau skema program yang dikembangkan seperti ini maka akan berdampak pada ancaman lebih serius dari sekedar persoalan ekonomi. Kemungkinan munculnya chaos dan krisis sosial politik justru akan mengemuka dan akan sulit sekali untuk dikendalikan dan dipulihkan," tandasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Penipuan Berkedok MLM

Image

Ekonomi

Bos Jamkrindo Catat Realisasi Pinjaman Program PEN Capai Rp2,95 Triliun

Image

Ekonomi

KKP Benahi Basis Data Pengelolaan Komoditas Perikanan

Image

Ekonomi

Realisasi Anggaran PEN Kuartal III-2020 Diyakini Bakal Bangkitkan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

BI Sempurnakan Aturan Pinjaman Likuiditas Bank Umum Konvensional dan Syariah

Image

Ekonomi

Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional, Begini Kata Apindo

Image

Ekonomi

Said Didu: Smelter China Gunakan Sistem Penalti Biar Harga Beli Turun dan Rugikan Negara

Image

Ekonomi

Panja Penguatan Ekonomi Kreatif Janjikan Ini ke Pelaku Ekraf

Image

Ekonomi

BPJS Kesehatan Siap Dukung Pembentukan Data Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bos Jamkrindo Catat Realisasi Pinjaman Program PEN Capai Rp2,95 Triliun

Jamkrindo realisasikan penjaminan dalam program PEN mencapai Rp2,95 triliun kepada 6.568 debitur hingga 28 September 2020

Image
Ekonomi

KKP Benahi Basis Data Pengelolaan Komoditas Perikanan

KKP membenahi ketersediaan informasi yang diperlukan guna menjadi basis data dalam rangka pengelolaan sejumlah komoditas perikanan

Image
Ekonomi

Realisasi Anggaran PEN Kuartal III-2020 Diyakini Bakal Bangkitkan Ekonomi Nasional

Realisasi anggaran PEN selama kuartal III-2020 yang diperkirakan mencapai Rp137,8 triliun akan mengungkit kegiatan ekonomi domestik.

Image
Ekonomi

BI Sempurnakan Aturan Pinjaman Likuiditas Bank Umum Konvensional dan Syariah

BI memperkuat fungsi lender of the last resort dengan mempercepat proses pemberian PLJP/PLJPS.

Image
Ekonomi

Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional, Begini Kata Apindo

Menghimbau kepada semua perusahaan anggota Apindo untuk memberikan edukasi kepada pekerja/buruh di perusahaan terkait mogok kerja

Image
Ekonomi

Kemenperin Siapkan Insentif Fiskal bagi Industri Hijau

Kemenperin menyiapkan insentif fiskal bagi industri hijau sebagai komitmen mewujudkan pembangunan industri berkelanjutan.

Image
Ekonomi

Tenang, Bea Meterai Rp3 Ribu dan Rp6 Ribu Masih Bisa Digunakan hingga 2021

DJP Kemenkeu: Bea meterai yang lama yaitu Rp6.000 dan Rp3.000 masih dapat digunakan hingga satu tahun ke depan mulai 2021.

Image
Ekonomi

Ramalan ICW Soal Nasib Pemberantasan Korupsi Mendatang!

ICW menilai nasib pemberantasan korupsi pada masa mendatang akan makin suram jika MA tetap mempertahankan tren vonis ringan pelaku korupsi

Image
Ekonomi

Pemerintah Harusnya Perhatikan Upah Buruh yang Masih Rendah Ketimbang RUU Cipta Kerja

Sebaiknya pemerintah memperhatikan upah pekerja Indonesia yang dinilai masih lebih rendah dari UMP sebelum merumuskan RUU Ciptaker.

Image
Ekonomi

RUU Cipta Kerja Berpotensi Turunkan Kesejahteraan 12,4 Juta Buruh di Pulau Jawa

IDEAS: Penghapusan UMK merupakan salah satu poin di dalam RUU Cipta Kerja berpotensi menurunkan tingkat kesejahteraan buruh.

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Bukan Soal Fisik, Ini yang Membuat Nathalie Holscher Jatuh Hati pada Sule

  3. 7 Amalan Hari Rabu yang Pahalanya Menakjubkan

  4. Ilham Aidit: KAMI Jualan PKI Untuk Acara 2024, Apapun Pembelaannya

  5. Dikejar, 2 Pemuda di Yogyakarta Nekat Todongkan Senjata ke Polisi

  6. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  7. Puluhan Santri dari 2 Ponpes di Sleman Terkonfirmasi COVID-19

  8. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  9. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  10. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno

Image
News

Kisah Cinta Tragis Pierre Tendean dan Rukmini, Bikin Mewek

Image
News

5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!