Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Multifinance Harap Berhati-hati, Gelombang Kedua Kredit Bermasalah Bisa Saja Menghampiri

Denny Iswanto

Multifinance Harap Berhati-hati, Gelombang Kedua Kredit Bermasalah Bisa Saja Menghampiri

Ilustrasi Kredit | MEDIAKONSUMEN.COM

AKURAT.CO Industri pembiayaan (multifinance) tak luput dari dampak pandemi virus corona (Covid-19). Di era Pandemi ini, multifinance harus rela melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap para nasabahnya yang terkena dampak langsung Covid-19, mulai dari penundaan pembayaran cicilan, hingga perpanjangan tenor pembiayaan.

Kendati demikian, perusahaan pembiayaan yang melakukan restrukturisasi, tetap harus mewaspadai kredit macet gelombang kedua, karena biasanya tidak semua yang direstrukturisasi akan pulih kembali. 

Berdasarkan hasil monitoring Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 11 Agustus 2020, progress penerapan program restrukturisasi terhadap debitur yang terdampak Covid-19 mencakup 4.823.271 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp150,43 triliun dan bunga sebesar Rp38,03 triliun.

baca juga:

Bambang W. Budiawan, Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK menyebut, kontrak yang permohonannya masih dalam proses sebanyak 350.140 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp16,34 triliun dan bunga sebesar Rp3,90 triliun.

“Kontrak yang disetujui oleh perusahaan pembiayaan untuk dilakukan restrukturisasi sebanyak 4.187.726 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp124,34 triliun dan bunga sebesar Rp31,73 triliun,” tuturnya dalam Webinar Infobanktalknews bertema Menakar Kekuatan Multifinance di Era New Normal: “Menahan Goncangan Lewat Stimulus Kebijakan OJK” Rabu (12/8/2020).

Sementara itu, lanjutnya, kontrak yang permohonannya tidak sesuai dengan kriteria sebanyak 285.405 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp9,75 triliun dan bunga sebesar Rp2,40 triliun.

Langkah restrukturisasi tersebut harus dilakukan demi menjaga agar tidak terjadi lonjakan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) secara masif. Namun, restrukturisasi ini sejatinya bukanlah solusi terakhir, karena setelahnya, ada permasalahan likuiditas dan solvabilitas yang mengintai Multifinance.

Di tengah pengetatan likuiditas yang dialami bank sebagai source of funding terbesar mutifinance, tentu, multifinance harus mencari alternatif pendanaan lainnya.

“Lalu selain dari adanya restrukturisasi juga dari sisi cashflow akan susah bertumbuh kalau cashflow-nya masih kering akan sulit bagi bisnis mereka. apalagi perusahaan pembiayaan ini 89% pendanaan dari pinjaman,” sambung Bambang.

OJK mencatat ada 144 perusahaan pembiayaan dari total 182 perusahaan pembiayaan yang memiliki pendanaan dari kreditur, di mana 26 di antaranya telah mengajukan restrukturisasi ke para krediturnya. Untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kinerja industri perusahaan pembiayaan terap positif, OJK berniat untuk memperpanjang program restrukturisasi.

“Kebijakan restrukturisasi mungkin akan kita perpanjang baik untuk perbankan dan pembiayaan, karena pemulihan ekonomi kita ini akan sangat bergantung pada pemulihan kesehatan masyarakat,” tukas Bambang.

Lantas bagaimana pula kinerja multifinance tahun ini?

Data penjualan mobil yang dirilis Gaikindo jelas menunjukkan kelesuan. Fakta ini membuat perusahaan pembiayaan ramai-ramai merevisi target kinerja tahun ini. Eko B Supriyanto, Chairman Infobank Institute berpendapat, beberapa hal yang akan sangat mempengaruhi industri pembiayaan adalah penundaan cicilan akibat Covid-19 (relaksasi atas penundaan pembayaraan cicilan selama 3 bulan), larangan eksekusi kendaraan jaminan, terhentinya permintaan kredit motor atau mobil baru dan menyangkut jaminan fiducia.

“Nah ini penundaan pembayaran cicilan dan larangan eksekusi akan berakibat kepada pendapatan. Sehingga yakin profit and loss perusahaan multifinance sangat terkonfirmasi mengalami penurunan,” tegasnya.

Untuk itu, perusahaan multifinance yang melakukan restrukturisasi tetap harus mengantisipasi dengan baik agar debitur yang direstrukturisasi dapat pulih kembali. Bank harus membuka diri bagi perusahaan multifinance yang akan melakukan restrukturisasi.

”Kami juga berharap bank dapat segera memberi kepercayaan kepada mtifinance dalam pengucuran kredit lagi, dan tentu multifinance juga harus meningkatkan GCG dan risk profile nya yang lebih baik,” tegas Eko.

Perusahaan pembiayaan yang melakukan restrukturisasi, tetap harus mewaspadai kredit macet gelombang dua, karena biasanya tidak semua yang direstrukturisasi akan pulih kembali. Pengalaman, ada 30 persen yang tidak bisa mengangsur kembali.

”Mudah-mudahan ekonomi dan daya beli kembali pulih, sehingga tidak sampai angka 30 persen,” lanjut Eko.

Untuk itu pula, memperhatikan pertumbuhan ekonomi yang kontraksi, penjualan mobil dan rendahnya daya beli, Eko memperkirakan multifinance akan tumbuh minus 8%-10%. Sementara Bambang B.W memperkirakan kisaran minus 5 plus minus 1.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno memperkirakan akan kontraksi 2%-3%. Suwandi juga menekankan agar pelaku industri pembiayaan menjaga kredibilitas dalam menjalankan bisnisnya. Karena masalah trust atau kepercayaan merupakan kunci di industri keuangan.

Akibat yang terjadi atas krisis kepercayaan yang dimulai sejak tahun 2015 sampai 2018 ini, seperti kasus Kembang 88 Finance, Arjuna Finance sampai Sun Prima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance), Suwandi menyebut beberapa perusahaan pembiayaan mengalami kesulitan pendanaan.

“Ini yang perlu kita diskusikan bersama bahwa semoga perbankan dapat memberikan angin segar lagi kepada perusahaan pembiayaan yang memiliki tata kelola yang baik,” tuturnya.

Suwandi mengatakan, industri pembiayaan harus melakukan efisiensi biaya, selektif memilih debitur dan mencari sumber pendanaan baik dari perbankan, nonbank, obligasi, pasar modal, dll.

“Hal yang terpenting adalah seleksi debitur ke depan akan menjadi suatu perubahan pola tidak hanya saat new normal, tapi juga di industri keuangan ke depan. Sumber dana juga sesuatu yang sangat penting bagi perusahaan pembiayaan karena ini adalah darah dari perputaran bagaimana kita bisa bertumbuh. Kita bisa bertumbuh menjadi industri yang sangat besar tentu tidak terlepas dari dukungan perbankan,” tandasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wimboh Santoso Wanti-wanti Ancaman COVID-19 Hantui Sektor Keuangan

Image

Ekonomi

Bidik Asuransi Kredit Fintech, Askrindo Gandeng Jembatan Emas

Image

Ekonomi

BTN Yakin Penyaluran Kredit dari Dana Titipan Pemerintah Akan Lampaui Target

Image

Ekonomi

Dibandingkan Krisis 98, Indonesia Lebih Siap Hadapi Krisis Ekonomi Akibat COVID-19

Image

Ekonomi

Nakhoda OJK Tegaskan Indonesia Berpotensi Jadi Kiblat Utama Ekonomi Syariah

Image

Ekonomi

Vonis Pembebasan Bos SNP Leo Chandra Dibatalkan Mahkamah Agung

Image

Ekonomi

Jamkrindo Gandeng Bank Kalsel untuk Jamin Kredit Modal Kerja

Image

Ekonomi

Catat! Komisi XI Bilang Tak Ada Dewan Moneter, Fungsi BI dan OJK Tetap Sama

Image

Ekonomi

Hirwandi Gafar dan 2 Direksi BTN Lainnya Lulus Uji OJK

komentar

Image

1 komentar

Image
suki yaki

pingin miliki barang kesukaan tp isi dompet gak pernah tercukupi.. jangan bersedih guys....karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu segera aja ke qqharian dan jangan lupa join now yach...

terkini

Image
Ekonomi

Jaga Produktivitas Pertanian, Pemerintah Bangun Sejumlah Infrastruktur Kerakyatan di Jawa Barat

PUPR membangun sejumah infrastruktur untuk mendukung provinsi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Image
Ekonomi

Food Station Gaet 6 Penghargaan BUMD MarketAwards 2020

Food Station Tjipinang Jaya berhasil meraih enam penghargaan dalam ajang BUMD Marketeers Awards 2020 yang di gelar oleh Mark Plus Inc

Image
Ekonomi

GMNI Pastikan Organisasinya Solid

Menanggapi penerbitan SK Kemenkumham Perkumpulan GMNI dan Ketua Umum GMNI Imanuel Cahyadi angkat bicara untuk meluruskan hal ini

Image
Ekonomi

Human Capital Index Membaik, Begini Pekerjaan Rumah Pemerintah

Nilai HCI Indonesia 2020 sebesar 0,54, naik dari 0,53 pada tahun 2018

Image
Ekonomi

Survei: Mayoritas Masyarakat RI Ingin Transisi ke Non-Tunai di 2025

Menurut survei global terbaru, COVID-19 telah membuat konsumen berbelanja secara lebih non-tunai, berhati-hati, dan lebih teliti.

Image
Ekonomi
DPR RI

Anggota DPR RI Ini Ingin Pemerintah Perketat Impor Pangan

Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menginginkan pemerintah memperketat impor pangan sekaligus meningkatkan daya saing hortikultura

Image
Ekonomi

Wimboh Santoso Wanti-wanti Ancaman COVID-19 Hantui Sektor Keuangan

Wimboh Santoso mengakui dampak pandemi COVID-19 menghantui sektor keuangan

Image
Ekonomi

Lowongan Kerja September 2020, Smartfren Buka Posisi bagi Fresh Graduate Semua Jurusan

Smartfren membuka lowongan pekerjaan bagi para lulusan baru atau fresh graduate S1 untuk semua jurusan.

Image
Ekonomi

Bidik Asuransi Kredit Fintech, Askrindo Gandeng Jembatan Emas

Askrindo melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan fintech Jembatan Emas

Image
Ekonomi

Setuju Kritikan WHO, Guru Besar IPB: 'Kue Ekonomi' Bervirus, Siapa yang Mau Menikmati?

Hermanto Siregar setuju dengan kritikan WHO yang mengatakan negara harus memprioritaskan kesehatan masyarakat ketimbang perekonomian.

terpopuler

  1. Beli Celana Dalam Dinar Candy Rp50 Juta, Bobby Stuntrider Langsung Pamer

  2. Babe Haikal: Kita Semua Harus Terima Kasih kepada Pak Ahok

  3. Ketimbang Jokowi, Rustam: Harus Diakui Anies Baswedan Banyak Pengalaman di Ranah Civil Society

  4. Jadi Lokasi Mutilasi Rinaldi, Aparteman Pasar Baru Mansion Sewakan Kamar Lewat Aplikasi RedDoorz

  5. Minta Anggaran Rp115,4 Miliar Buat Beli Tanaman Saat Corona, Pemprov DKI: Ini Urgent!

  6. Perkantoran di DKI Ramai-ramai Langgar PSBB Anies Baswedan

  7. Deklarasi KAMI Jateng, Gatot: Ada Kelompok Terorganisir, Rapi dan Besar Ingin Ubah Pancasila

  8. Diduga Jalin Kerja Sama Ilegal, Pihak Apartemen Pasar Baru Mansion Bungkam

  9. Pengakuan Pria Rusia Berumur 32 Tahun yang 'Terjebak' dalam Tubuh ABG

  10. 5 Aktor Tampan 'Kekasih' Moon Chae-won di Drama Korea, dari Lee Min-ho hingga Lee Joon-gi

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!

Image
Ekonomi

5 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia, Dua dari Indonesia!

Image
News

Warganet Beberkan Foto Masa Muda Presiden Jokowi dan Iriana, Manglingi