Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

KKP Tambah 104 Personil Pengawas Kelautan dan Perikanan

Andi Syafriadi

KKP Tambah 104 Personil Pengawas Kelautan dan Perikanan

Nelayan bersiap untuk berlayar mencari ikan di laut usai bersandar di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (8/4). Setiap tahunnya Hari Nelayan Nasional diperingati setiap 6 April. Namun tidak semua daerah bahkan nelayan ikut memperingatinya. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada tahun 2012 tercatat ada sekitar 2,75 juta penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan. Kendati jumlahnya besar, masih kurangnya kapal dan alat penangkap ikan (API) di kalangan nelayan menjadi momok tersendiri yang membuat sektor kelautan dan perikanan nasional bisa dikatakan sulit berkembang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP menambah jumlah personil pengawas sumber daya kelautan dan perikanan sebanyak 104 orang yang dialihfungsikan dari jabatan fungsional penyuluh perikanan PNS.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja. dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa pihaknya telah kembali menggerakkan penyuluh swadaya berbasis masyarakat, serta memiliki penyuluh perikanan bantu.

"Sehingga peralihan kerja 104 penyuluh PNS dinilai tidak akan mengganggu kelancaran pendampingan terhadap kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dan masyarakat kelautan dan perikanan lainnya," kata Sjarief Widjaja.

baca juga:

Sjarief memahami bahwa Indonesia merupakan Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia dengan nilai kekayaan laut mencapai Rp1.772 triliun.

Namun, lanjutnya, potensi laut Indonesia terganggu akibat ancaman dari penangkapan ikan secara ilegal.

"Kerugian negara akibat illegal fishing diperkirakan sekitar 101 triliun rupiah per tahunnya. Sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten sebagai pengawas sumber daya kelautan," ujar Sjarief.

Terkait hal tersebut, BRSDM selaku Eselon I KKP yang membidangi pelatihan SDM KP serta memiliki sekitar 4.500 penyuluh perikanan yang tersebar di seluruh Nusantara, memberikan kesempatan kepada 104 penyuluh perikanan PNS untuk mengabdi sebagai pengawas sumber daya kelautan dan perikanan.

Hal itu, ujar dia, adalah untuk menambah kebutuhan pengawas perikanan aktif yang saat ini jumlahnya masih kurang, mengingat luasnya sumber daya kelautan dan perikanan yang harus diawasi terlebih untuk menghadapi tantangan penangkapan ikan secara ilegal.

"Kami melihat bahwasanya ada peluang-peluang yang bisa dikembangkan dari seluruh jajaran penyuluhan perikanan, terlebih mereka terbiasa bekerja dan berhadapan langsung dengan masyarakat dan terbiasa menghadapi tantangan di lapangan. Tentunya kami terbuka untuk memberikan kesempatan kepada penyuluh perikanan yang ingin mengembangkan karirnya di berbagai bidang," paparnya

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Tb Haeru Rahayu, pun menyambut baik atas peralihan 104 penyuluh perikanan PNS bergabung di Ditjen PSDKP sebagai pengawas perikanan.

Terlebih peralihan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Pasal 4 Nomor 17/Permen-Kp/2014 Tentang Pelaksanaan Tugas Pengawas Perikanan. Disampaikan bahwa persyaratan untuk diangkat sebagai Pengawas Perikanan meliputi: pegawai negeri sipil yang bekerja di bidang perikanan dengan pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b; telah mengikuti pendidikan dan pelatihan Pengawas Perikanan yang dibuktikan dengan sertifikat; dan sehat jasmani dan rohani.

Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud, dilaksanakan berdasarkan kurikulum yang disusun oleh Direktur Jenderal bersama dengan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (saat ini menjadi Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan/BRSDM).

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan BRSDM melalui peralihan 104 personil penyuluh perikanan PNS menjadi pengawas, serta adanya alokasi pendanaan senilai Rp10,9 miliar sebagai dana pengembangan ke depannya," ujar Haeru Rahayu.

Ia mengungkapkan bahwa seusai pelatihan, sebanyak 104 personil tersebut pun akan disebar di 14 unit pelaksana tugas (UPT) Ditjen PSDKP dan juga pusat agar tercipta keseimbangan antara pusat dan daerah.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Penukaran Uang Rp75 Ribu Sekarang Bisa di Semua Bank Umum

Image

Ekonomi

Lowongan Kerja Oktober 2020: RSUI Buka 8 Posisi dari Perawat hingga Staf IT

Image

News

FOTO Pemerintah Nyatakan Stok Pangan Indonesia Aman Hingga Akhir Tahun

Image

News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image

Ekonomi

Regulasi Belum Jelas, Distribusi Vaksin COVID-19 Diharap Tak Meleset

Image

Ekonomi

KKP Benahi Basis Data Pengelolaan Komoditas Perikanan

Image

Ekonomi

BI Sempurnakan Aturan Pinjaman Likuiditas Bank Umum Konvensional dan Syariah

Image

Ekonomi

Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional, Begini Kata Apindo

Image

Ekonomi

Ramalan ICW Soal Nasib Pemberantasan Korupsi Mendatang!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Selain Tenaga Medis, Pekerja 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin COVID

Selain tenaga medis dan masyarakat fasilitas medis, pekerja berusia 18-59 tahun menjadi prioritas selanjutnya mendapatkan vaksin COVID-19

Image
Ekonomi

Penukaran Uang Rp75 Ribu Sekarang Bisa di Semua Bank Umum

BI memperluas akses penukaran UPK 75 RI melalui penyempurnaan skema penukaran yang berlaku mulai 1 Oktober 2020.

Image
Ekonomi
DPR RI

Tekan Defisit APBN, Legislator Golkar Minta Pemerintah Maksimalkan Basis Perpajakan

Puteri Anetta menginginkan pemerintah dapat memaksimalkan basis perpajakan dalam rangka mengurangi tekanan defisit terhadap anggaran.

Image
Ekonomi

4 Bisnis Pertanian Simpel dan Modern Ini Bisa Hasilkan Cuan Selama di Rumah Aja

Yuk simak jenis pertanian simpel, modern dan dapat dilakukan di rumah sendiri berikut ini.

Image
Ekonomi

Lowongan Kerja Oktober 2020: RSUI Buka 8 Posisi dari Perawat hingga Staf IT

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) membuka 8 lowongan kerja untuk menempati posisi sebagai perawat dan staf.

Image
Ekonomi

Masalah Likuiditas Koperasi Jadi Pemicu Rush Money

Teten Masduki mengakui terganggunya likuiditas Koperasi berdampak besar pada ketidakpercayaan anggota hingga menimbulkan Rush Money

Image
Ekonomi

Askrindo Salurkan Penjaminan Kredit UMKM PEN Sentuh Rp3,7 Triliun

Hingga 28 September 2020, Askrindo sudah salurkan penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM Rp3,7 triliun dalam program PEN.

Image
Ekonomi
Pilkada Serentak

Logisly, Aplikasi Jasa Pengantaran Barang yang Berkembang di Tengah Pandemi

Logisly, startup yang baru berdiri pada April 2019, jadi salah satu teknologi tepat untuk bisnis logistik

Image
Ekonomi

Belanja Pakai Kartu Bank Mandiri Cuma Bayar 22 Persen

Mandiri tawarkan diskon belanja mulai 22 persen dari harga normal guna menyambut HUT ke-22 dengan menggunakan kartu debit dan kredit

Image
Ekonomi

Kemenkeu Beberkan Alasan Pemerintah Suntik Modal Rp20 T ke Jamkrindo dan Askrindo

Kemenkeu beberkan PMN Rp20 triliun kepada Jamkrindo dan Askrindo melalui BPUI guna menjaga "gearing ratio" agar terkendali hingga tahun 2024

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  3. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  4. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  5. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  6. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Gatot Nurmantyo Cuma Bisa Tersenyum Saat Melihat Demonstran Penolak KAMI Langgar Prokes

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno