Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Beda dengan Cinta, Resesi Tak Datang Tiba-tiba Lho!

Andi Syafriadi

Beda dengan Cinta, Resesi Tak Datang Tiba-tiba Lho!

Gedung bertingkat saat senja di kawasan kota Jakarta, Jumat (4/1/2019). Kebijakan Pemerintah untuk menjaga sentimen pasar di sepanjang 2018, terutama pasca-Hari Raya dan pengaruh ekonomi global berdampak positif. Hal ini membuat pasar properti 2019 diprediksi stabil meski ada Pemilihan Presiden 2019 di semester pertama 2019. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat pada 2019. Permintaan pasar akan tetap stabil, permintaan untuk properti kelas menengah atas akan meningkat. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Guys ingat, resesi itu datangnya enggak pernah tiba-tiba, karena yang datang tiba-tiba hanyalah Cinta semata. 

Maka dengan itu, setiap negara yang mengalami resesi itu sebelumnya sudah melewati berbagai proses bahkan indikator. Ya setidaknya, kita bijaknya punya waktulah untuk sedia payung sebelum resesi. 

Nah seperti kita tahu, krisis global telah menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dunia termasuk ancaman resesi. Kalau mau tahu tentang resesi baca tautan di bawah ini.

baca juga:

Resesi ini rupanya cukup menyita perhatian dunia. Apalagi sekarang masih dalam kondisi pandemi, di mana banyak perusahaan mengalami penurunan pemasukan sehingga memaksa mereka melakukan efisiensi.

Dilansir Forbes, ancaman resesi memang sepertinya sulit dihindari. Tetapi juga jangan panik dulu. Sebab hal tersebut tak akan terjadi secara tiba-tiba.

Seperti disebutkan tadi, ada sejumlah indikator yang bisa dijadikan acuan sebelum sebuah negara dinyatakan memasuki resesi. Nah, itulah saatnya kamu menyiapkan segala persiapan untuk menghadapinya.

Lalu apa saja indikator tersebut? Simak yuk.

Kurva Yield Terbalik

Masih kata Forbes, kurva Yield yang terbalik bisa menjadi salah satu tanda bahwa resesi akan terjadi. Hal ini menandakan bunga obligasi pemerintah jangka pendek lebih tinggi ketimbang bunga obligasi jangka panjang.

Sederhananya begini. Dalam kacamata investor, sewajarnya mereka akan lebih tertarik menanamkan uangnya di sektor pengembalian jangka panjang. Tapi kalau kurva ini terbalik, maka investor menganggap prospek ekonomi jangka panjang tidak menarik, sehingga mereka akan segera menarik uangnya.

Inflasi atau Deflasi

Kita tahu inflasi akan menyebabkan harga kebutuhan dan barang-barang menjadi tinggi, sehingga daya beli masyarakat menurun.

Nah, ternyata deflasi juga jadi indikator yang harus diawaspadai. Saat harga barang-barang anjlok, perusahaan akan kehilangan profitnya. Hal ini dapat memengaruhi GDP sebuah negara, lho.

Pengangguran

Masih berhubungan dengan perusahaan yang kehilangan profit, indikator resesi yang wajib dicermati adalah jumlah pengangguran. Saat perusahaan kehilangan profitnya, maka langkah efisiensi akan dilakukan agar perusahaan dapat bertahan.

Terkadang PHK menjadi salah satu cara yang diambil, sehingga menyebabkan angka pengangguran meningkat. Efisiensi yang dilakukan banyak perusahaan akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara yang merupakan salah satu indikator resesi.

Lalu apa solusinya?

Salah satu solusi dan kuncinya ada di dana darurat. Ini sudah jadi solusi yang paling masuk akal dan harus kamu siapkan.

Buatlah perencanaan keuangan dengan menaruh dana darurat di poin penting. Coret semua rencanamu yang tidak terlalu penting dan bisa ditunda. Pastikan ada uang yang bisa kamu simpan untuk tambahan dana darurat.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Smartmoney

berita terkait

Image

Ekonomi

Bank Dunia Revisi Proyeksi Ekonomi RI Jadi Minus 2 Persen, Ini Reaksi Kemenkeu

Image

Ekonomi

Legislator Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Image

News

PDIP Ajak Semua Pihak Berani Hadapi Resesi

Image

Ekonomi

DPR RI

Komisi XI DPR Cecar BI, Agar Siapkan Alternatif Selain Burden Sharing

Image

Ekonomi

Kadin Klaim Resesi Tak Bakal Seburuk Krisis Ekonomi 1998

Image

Ekonomi

Pengusaha Mal Akui PSBB Berpotensi Buat Rugi Hingga Rp200 Triliun

Image

Ekonomi

Bukan Resesi, Ternyata Pengusaha Lebih Takut Jika...

Image

Ekonomi

Titah Jokowi Agar Seluruh Pihak Bantu Masyarakat yang Kesulitan Ekonomi

Image

Ekonomi

Sindir Tito Karnavian Soal Pilkada, Sudjiwo Tedjo Ujung-ujungnya Malah Begini!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bank DKI Sabet Penghargaan Lagi Karena Kinerja Moncer

Berdasarkan hasil kajian Biro Riset Infobank bertajuk “Rating 110 Bank Versi Infobank 2020”

Image
Ekonomi

Kunci Sukses Jeff Bezos Bikin Amazon Jadi Raksasa Teknologi Dunia

Bezos pun mengungkapkan dirinya melakukan beberapa hal untuk membuat Amazon sesukses sekarang.

Image
Ekonomi

Jonan: Kampanye BBM Ramah Lingkungan Seharusnya Tugas KLHK dan Kemenkes

Ignasius Jonan menyebutkan kampanye dan edukasi penggunaan BBM ramah lingkungan masyarakat seharusnya dilakukan oleh dua kementerian

Image
Ekonomi

Menko Luhut: Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi Mutlak Diperlukan!

Menko Luhut: Sertifikasi khusus bagi produk kesehatan dan farmasi dalam negeri itu mutlak diperlukan.

Image
Ekonomi

Begini Strategi Luhut Tangani Kasus COVID-19 dari Hulu ke Hilir

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu fokus menangani dari hulu lalu ke hilir.

Image
Ekonomi

Komunitas Kretek: Turunkan Prevalensi Perokok Anak Tidak Tepat Gunakan Instrumen Cukai

Komunitas Kretek: Kebijakan menekan prevelansi angka perokok anak melalui instrumen cukai dinilai tidak tepat.

Image
Ekonomi

Industri Tembakau Alternatif Butuh Riset Standard Konsumsi

Industri tembakau alternatif membutuhkan dukungan sains atau riset ilmiah dalam pengaturan atau penjelasan standard konsumsi

Image
Ekonomi

Bamsoet: Indonesia Jangan Terbuai Prediksi Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia 2045

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak terbuai prediksi Indonesia akan menjadi negara dengan penghasilan tertinggi

Image
Ekonomi

Bisnis Penerbangan Terpuruk, AirAsia Buka Layanan Akikah Digital

Maskapai penerbangan AirAsia membuka layanan akikah digital melalui sebuah platform yang memenuhi keperluan gaya hidup muslim.

Image
Ekonomi

Yah, 200 Ribu Pegawai Restoran Dipecat Imbas COVID-19!

200 ribu pegawai restoran terpaksa dirumahkan sebagai imbas pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia

terpopuler

  1. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  2. Tengku Zul: Konglomerat Asing Mulai Keruk Duit Rakyat dengan Turun ke Jalan

  3. Hotman Paris Bagikan Tips Obati Pasien COVID-19 Pakai Obat Kumur

  4. Dilarang Anies Baswedan Lewat PSBB, Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bekasi 

  5. Seru Nih, Diskusi ILC Nanti Malam Bahas PKI, Fahri Minta Fadli Zon Dihadirkan

  6. Kasus Harian Covid-19 DKI Menurun, Pasien Sembuh Melonjak Jadi 57.741 Orang

  7. Pajak 0 Persen, 5 Mobil Keluarga Ini Jadi di Bawah Rp100 Juta!

  8. Jadi Bintang Iklan Produk Kecantikan Terkenal, Dita Karang: Ini Adalah Mimpiku

  9. Atas Dasar Ini, Napoleon Bonaparte Tantang Polri dan Minta Status Tersangkanya Dicabut

  10. Ini Alasan Kenapa Owner Tak Pakai Uang Pribadi untuk Bayar Upah Karyawan

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Karier Menkes Terawan, Kontroversi Cuci Otak hingga Jadi Menteri Kesehatan

Image
News

Aksi Susi Pudjiastuti Jadi Model Dadakan, Gayanya Bak Ratu

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal