Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Konsumsi Rumah Tangga Tenggelam, Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Suram

Atikah Umiyani

Konsumsi Rumah Tangga Tenggelam, Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Suram

Aktivitas jual beli di Pasar Santa, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli terjadi deflasi sebesar 0,10 persen. Terjadinya deflasi karena penurunan harga berbagai komoditas. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan kinerja konsumsi rumah tangga menjadi pemicu utama kontraksi ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 sebesar minus 5,32 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan berdasarkan catatan pihaknya dari kelompok pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber kontraksi tertinggi dengan tumbuh negatif 5,51 persen pada triwulan II 2020.

"Lesunya kinerja konsumsi tersebut terlihat dari penjualan eceran yang mengalami kontraksi pada seluruh kelompok penjualan, antara lain makanan, minuman dan tembakau yang minus 0,71 persen," tutur Suhariyanto, Rabu (5/8/2020). 

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menerangkan kelompok lainnya yang ikut tumbuh negatif adalah pakaian, alas kaki dan jasa perawatan minus 5,13 persen, transportasi dan komunikasi minus 15,33 persen serta restoran dan hotel minus 16,53 persen.

"Hampir seluruhnya mengalami kontraksi, mulai dari penjualan mobil penumpang dan sepeda motor, jumlah penumpang rel, laut dan udara, hingga nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kartu kredit," ujarnya.

Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami kontraksi adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang merupakan komponen investasi, dengan tumbuh negatif 8,61 persen.

"Komponen pembentuk PMTB seperti bangunan, mesin dan perlengkapan, kendaraan, perlengkapan lainnya dan CBR semuanya mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan II 2020," lanjutnya.

Dalam periode ini, konsumsi pemerintah juga terkontraksi 6,9 persen, ekspor barang dan jasa tumbuh minus 11,66 persen serta impor barang dan jasa tumbuh negatif 16,96 persen.

Lesunya konsumsi pemerintah disebabkan oleh turunnya realisasi belanja barang dan jasa serta pegawai karena adanya penundaan kegiatan kementerian dan lembaga (K/L) serta perubahan kebijakan pemberian THR yang tidak melibatkan pejabat negara dan eselon 1 dan 2.

Sementara itu, ekspor terdampak oleh penurunan volume dan nilai komoditas ekspor bahan bakar mineral, penurunan jumlah wisatawan serta negara-negara tujuan ekspor yang juga mengalami kontraksi.

Sedangkan, impor terutama impor nonmigas terkontraksi akibat berkurangnya barang yang masuk seperti mesin dan pesawat mekanik, peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik serta besi dan jasa.

Berdasarkan struktur PDB, maka komponen konsumsi rumah tangga masih dominan menjadi penyumbang terbesar ekonomi hingga 57,85 persen, diikuti PMTB 30,61 persen serta ekspor 15,69 persen.

Sebelumnya, BPS mencatat terjadinya kontraksi dalam perekonomian Indonesia sehingga tumbuh minus 5,32 persen pada triwulan II 2020. Pertumbuhan ekonomi negatif ini merupakan yang pertama kalinya sejak triwulan I 1999 sebesar minus 6,13 persen.

"Kalau melacak pada Pertumbuhan Ekonomi triwulanan, kontraksi ini terendah sejak kuartal I tahun 1999. Jadi pada l pada waktu itu kontraksi sebesar 6,13 persen. Kemudian ada revisi enggak? Enggak ada revisi di kuartal II dan kalaupun ada revisi biasanya di akhir tahun," jelas Kecuk.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Realisasi Anggaran PEN Kuartal III-2020 Diyakini Bakal Bangkitkan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

Bank Dunia Revisi Proyeksi Ekonomi RI Jadi Minus 2 Persen, Ini Reaksi Kemenkeu

Image

Ekonomi

Titah Jokowi Agar Seluruh Pihak Bantu Masyarakat yang Kesulitan Ekonomi

Image

Ekonomi

Sindir Tito Karnavian Soal Pilkada, Sudjiwo Tedjo Ujung-ujungnya Malah Begini!

Image

Ekonomi

DPR RI

Legislator: Kawasan Industri Batang Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

Ferdinand Hutahaean: Resesi Depan Mata, Ekonomi Lesu Kurang Darah!

Image

Ekonomi

DPR RI

Sri Mulyani Isyaratkan Resesi, Misbakhun Ajak Semua Pihak Tetap Optimistis

Image

Ekonomi

Ekonom Mandiri Proyeksi PSBB Jakarta Pengaruhi Ekonomi Semester II 2020

Image

Ekonomi

Dosen UI Kicau Soal Resesi: Enggak Ada yang Tahu Persisnya Akan Terjadi Sampai Kapan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Legislator Ungkap Transformasi BUMN Telah Sesuai Jalur

Legislator menilai sebagian BUMN sudah mulai bertransformasi secara signifikan dan sesuai jalur

Image
Ekonomi

3 Konstruksi Tol Pondok Aren-Serpong Bisa Serap Lebih 1.000 Orang Pekerja

Kementerian PUPR menyatakan, tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren-Serpong dapat menyerap lebih dari 1.000 orang pekerja.

Image
Ekonomi

Regulasi Belum Jelas, Distribusi Vaksin COVID-19 Diharap Tak Meleset

ALFI berharap distribusi vaksin COVID-19 tidak meleset dari waktu ditentukan, masih ada pihak swasta lain wait and see distribusi vaksin

Image
Ekonomi

Bos Jamkrindo Catat Realisasi Pinjaman Program PEN Capai Rp2,95 Triliun

Jamkrindo realisasikan penjaminan dalam program PEN mencapai Rp2,95 triliun kepada 6.568 debitur hingga 28 September 2020

Image
Ekonomi

KKP Benahi Basis Data Pengelolaan Komoditas Perikanan

KKP membenahi ketersediaan informasi yang diperlukan guna menjadi basis data dalam rangka pengelolaan sejumlah komoditas perikanan

Image
Ekonomi

Realisasi Anggaran PEN Kuartal III-2020 Diyakini Bakal Bangkitkan Ekonomi Nasional

Realisasi anggaran PEN selama kuartal III-2020 yang diperkirakan mencapai Rp137,8 triliun akan mengungkit kegiatan ekonomi domestik.

Image
Ekonomi

BI Sempurnakan Aturan Pinjaman Likuiditas Bank Umum Konvensional dan Syariah

BI memperkuat fungsi lender of the last resort dengan mempercepat proses pemberian PLJP/PLJPS.

Image
Ekonomi

Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional, Begini Kata Apindo

Menghimbau kepada semua perusahaan anggota Apindo untuk memberikan edukasi kepada pekerja/buruh di perusahaan terkait mogok kerja

Image
Ekonomi

Kemenperin Siapkan Insentif Fiskal bagi Industri Hijau

Kemenperin menyiapkan insentif fiskal bagi industri hijau sebagai komitmen mewujudkan pembangunan industri berkelanjutan.

Image
Ekonomi

Tenang, Bea Meterai Rp3 Ribu dan Rp6 Ribu Masih Bisa Digunakan hingga 2021

DJP Kemenkeu: Bea meterai yang lama yaitu Rp6.000 dan Rp3.000 masih dapat digunakan hingga satu tahun ke depan mulai 2021.

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Ilham Aidit: KAMI Jualan PKI Untuk Acara 2024, Apapun Pembelaannya

  3. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  4. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  5. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  6. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno

Image
News

Kisah Cinta Tragis Pierre Tendean dan Rukmini, Bikin Mewek

Image
News

5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!