Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Andi Syafriadi

Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi saat diwawancara khusus oleh redaksi Akurat.co di kantor Kementerian PPDT, Kalibata, Jakarta, Senin (27/7/2020). Budi Arie pernah menjabat sebagai Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI pada 2005-2010, dan Wakil Ketua DPD PDIP DKI. Pada Agustus 2013, Budi Arie mendirikan Projo, kelompok relawan terbesar pendukung Jokowi. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya ini, telah memukul perekonomian nasional secara keseluruhan, dan juga memukul perekonomian desa.

Padahal desa merupakan pondasi utama perekonomian nasional, jika potensinya dimaksimalkan. Dengan total 74.953 desa yang tersebar di seluruh Indonesia, bisa menjadi potensi besar agar ekonomi nasional bergerak cepat.

Hal ini menjadi tantangan luar biasa bagi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) untuk memulihkan perekonomian desa ke kondisi normal, di kala pandemi.

baca juga:

Tim Akurat.co pun berkesempatan untuk bertemu dengan Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi, untuk berbincang-bincang seputar pemulihan ekonomi desa, Senin lalu (27/7/2020).

Sebenarnya langkah radikal apa yang telah disusun oleh Kemendesa PDTT untuk memulihkan perekonomian desa? Berikut kutipan wawancaranya:

Rasanya jadi Wakil Menteri gimana pak, kan selama ini lebih banyak berkecimpung di dunia aktivis, apalagi saat bertugas langsung dihadapkan dengan persoalan Pandemi?

Memang saya sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) kan penugasan Presiden. Karena kita terus terang juga agak kaget karena ditugaskan di tempat ini.

Jadi saya di sini kan bukan karena kemauan saya, tapi karena menjalankan perintah pak Presiden untuk mempercepat pembangunan desa. Ya sebagai anak buah ya kita siap aja jalani.

Budi Arie Setiadi. AKURAT.CO/Sopian

Sebenarnya dampak pandemi Covid-19 ke perekonomian desa ini seperti apa, sehingga ada perubahan fokus pembangunan yang mengarah kemana?

Iya pasti desa kena dampaknya mas, karena beberapa strategi besar, termasuk juga apa yang sudah direncanakan oleh seluruh masyarakat desa di indonesia juga harus mengalami perubahan-perubahan. Mengalami daya lokasi dan refocussing.

Dan juga untuk peruntukan dana desa, karena dengan pandemi global covid 19 ini kan seluruh anggaran yang sudah disusun akhirnya harus direalokasi, gimana harus memperkuat jaring pengaman nasional.

Pak presiden juga sudah mengarahkan untuk segera dijalankan yang namanya BLT dana desa. Ya untuk menjaga bantalan jaring pengaman sosial ini kan dana BLT dana desa itu langsung diluncurkan. Itu jumlahnya per beberapa hari lalu ini tercatat sudah sampe Rp10,8 triliun yang mencakup 6,7  juta keluarga penerima manfaat.

Dampak riil nya seperti apa, lalu untuk peningkatan perekonomian desa gimana?

Pandemi global covid-19 ini kan menghantam suplai dan demand sekaligus,  jadi dua-duanya langsung terpukul.

Misalnya saya ke desa nelayan di muara gembong dua minggu lalu, itu kita mendapat info bahwa harga jual produk tangkapan mereka juga mengalami penurunan, yang sebelumnya Rp50.000/kg, sekarang tinggal Rp20.000/kg. Jadi juga masyarakat desa mengalami penurunan income atau pendapatan akibat wabah tersebut.

Selain iru juga proses produksi dan juga distribusi barang-barang ini kan juga agak terganggu sedikit,  termasuk karena suplai dan demandnya turun.

Nah kita melihat bahwa desa ini juga terkena dampak walaupun tidak separah kota. Kita persis dari data data kemenkes itu dari 95.000 orang positif corona, data terakhir kemarin yang menderita Covid-19 itu hanya 1% yang di desa, sisanya di perkotaan.

Jadi pandemi Covid-19 ini memang lebih melanda perkotaan, karena itulah kita berharap bahwa desa ini bisa menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19.

Nah strateginya seperti apa? ya kita harus segera memperkuat basis-basis produksi, khususnya tanaman pangan yang ada di desa-desa, seperti yang dilaksanakan pak Jokowi, Membuka food estate di Kalteng untuk membuat atau mewujudkan kemandirian pangan kita.

Budi Arie Setiadi. AKURAT.CO/Sopian

Karena dalam pandemi ini hampir seluruh negara pengekspor bahan makanan khususnya bapok menghentikan ekspornya. Karena itulah kita sebagai negara dan bangsa harus memenuhi kebutuhan bahan makanan pokok ini dengan usaha sendiri.

Karena itulah kita harus mempertahankan dan menggenjot produksi tanaman pangan kita khususnya makanan pokok. Supaya kita terhindar dari impor,  artinya kita mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan.

Untuk meningkatkan perekonomian di desa selama terkena dampak pandemi Covid-19, Kemendesa punya program untuk revitalisasi BUMDes. Apa maksudnya?

Ya emang BUMDes inikan sebuah entitas baru dalam ekosistem perdagangan kita, karena BUMDes ini sesuai dengan amanat UU Desa, ada satu bisnis yang harus didirikan di desa. Nah sampai saat ini memang pola keberadaan BUMDes ini masih sedikit sekali dan terus terang sedikit sekali yang berhasil.

Tapi melalui niat semangat dari teman-teman penggerak di seluruh desa indonesia, saya kira harus didorong terus. Sebab saya yakin bahwa BUMDes yang produktif dan inovatif serta kreatif, bisa menjadi alat atau sarana bagi peningkatan kesejahteraan warga desa.

Kenapa? Karena kita sadar bahwa problematikanya adalah dalam mewujudkan arus barang, karena kuncinya kan di arus barang. Selama ini e-commerce kita nilainya di angka 21 miliar US Dolar di tahun 2019, di tahun 2025 diprediksi bisa mencapai 82 miliar US Dolar. Nah kenaikan yang berkali lipat ini jangan jadikan indonesia jadi negara konsumen, melainkan jadikan indonesia sebagai negara produsen khususnya dari warga desa.

Caranya? Ya memperkuat jaringan, platform, logistik agar desa bisa menggerakkan barang dari desa ke kota. Ada 3 komponen utama, yaitu pertama infrasturktur digitalnya, kita harus perbaiki karena masih ada 13.577 desa di indonesia yang belum memiliki akses ke internet.

Kedua logistiknya, karena indonesia ini satu-satunya negara di dunia yang moda transportasinya sekaligus 3, darat, laut, udara, sekaligus. Kalau negara besar seperti Cina atau AS kan cuma darat dan udara, lautnya sedikitlah. Tak hanya itu, kita ini satu-satunya negara yang di dunia untuk mendistribusikan barang memerlukan 3 moda sekaligus.

Dan yang terakhir adalah platform digital. Platform digital untuk apa? ya untuk hampir seluruh ekosistem kehidupan kita. Ada E-governemnet di sana, E-payment, E-Learning, E-Healty, E-Commerce dan yang lainnya.

Budi Arie Setiadi. AKURAT.CO/Sopian

Sudah menggaet berapa banyak platform digital untuk perkara revitalisasi BUMDes ini?

Sampai saat ini, Kemendes sudah bekerja sama dengan 12 lebih platform swasta komersial yang ada. Yang pasti kita ga bisa menghalangi, justru platform atau apapun sebanyak mungkin ga papa, ga ada masalah, yang penting nilai tambahnya dan keuntungannya bisa didapatkan untuk masyarakat desa.

Kenapa demikian? Karena kita tahu perbedaan harga desa dan kota ini terlalu tinggi. Harga beli di petani sama harga jual di titik itunya terlalu tinggi. Misalnya ada barang yang dibeli dari petani Rp10.000 terus di jual di pasar udah Rp50.000, kemana ini? Kita kan mengharapkan dengan adanya platform digital ini kan paling tidak perbedaan harganya tidak jadi terlalu jauh, jadi produsen diuntungkan konsumen pun juga untung.

Jadi kita mengharapkan bahwa ekonomi digital ini mampu membuka efisiensi dan membuat kondisi menjadi stabil. Karena tema sekarang bukan lagi perdagangan bebas tapi perdagangan yang fair gitu. Saya juga berharap produk desa ini bisa diakses atau diterima oleh masyarakat indonesia. Dan kita juga lebih berharap lagi, syukur-syukur lagi bisa diekspor.

Sebab banyak sekali produk-produk kita, kayak kopi, durian, teh dll ini kan bisa diterima oleh pasar internasional. Nah bagaimana kita semuanya bergerak bersama untuk mengarahkan atau mewujudkan desa sebagai pusat produksi nasional.

Budi Arie Setiadi. AKURAT.CO/Sopian

Rencananya semua aktivitas ekonomi desa akan go digital untuk mengatasi pandemi, tapi nyatanya kan banyak desa belum semuanya ada internet. Bagaimana mengenai hal ini?

Kan tadi sudah saya sampaikan tadi ada sekitar 13.577 desa di indonesia, dari 74.953 desa di indonesia, yang belum memiliki akses internet, itu problem tersendiri. Sebab 13.577 desa itu tidaklah sedikit mereka belum memiliki akses internet. Nah tugas kita bersama adalah melengkapi itu semua.

Kita juga sudah berkoodinasi dengan Kominfo dan Telkom Indonesia, sebab itu kan wilayahnya mereka. Kita cuma mendukung agar semua desa-desa ini bisa memiliki akses ke internet.

Nah, pertengahan bulan agustus kita mau coba menggulirkan proyek percontohan smart village di 5 wilayah. Namun semuanya masih di Pulau Jawa, antara lain, Lumajang, Jogja, Karanganyar, Kemuning, Subang dan Pangandaran. Kami berharap lewat model ini bisa menjadi percontohan bagi kita agar bisa diduplikasi ke desa-desa lain di seluruh Indonesia.

Digitalisasi ini akan menyelesaikan masalah perekonomian masyarakat desa dengan tengkulak?

Jadi yang pertama soal disparitas harga itu, ini isunya soal disparitas harga, karena harga barang beli ke penjualan terlalu jauh, kan itu isunya. Nah dengan platform digital ini diharapkan disparitasnya (perbedaan harga) menjadi lebih rendah.

Budi Arie Setiadi. AKURAT.CO/Sopian

Tentu pasti ada disparitas karena ada soal angkutan, soal risiko bisnis dsb. Memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya juga membutuhkan biaya. Tapi yang pasti jangan terlalu jauh lah kayak saat ini. Apa yang harus warga kota bayar sebagai konsumen, sama apa yang diterima petani, atau tidak terlalu jauh.

Karena itu, perlu adanya pemberdayaan dari pemerintah sehingga membuat disparitas itu semakin rendah.

Apa Kemendes sudah berusaha menggaet para milenial agar ikut serta dalam digitalisasi desa?

Nah pertanyaan soal millenial, saya sudah ketemu dengan teman-teman HIPMI, saya dorong mereka. Kita akan membuat program percontohan untuk membentuk seratus daerah, kabupaten/kota dengan masing-masing mempunyai sepuluh pengusaha muda dari desa.

Sehingga anak muda di desa juga punya entrepreneurship, punya jiwa kewirausahaan. Sehingga bisa menjadi energi atau komponen penting bagi kemajuan dan pergerakan desa.

Perekonomian desa bisa bergerak maju hanya dengan sedikit pengusaha muda?

Setiap saya keliling desa, saya selalu melihat berapa persen anak muda di desa itu masih tinggal, jadi kalau ditanya apa sih ciri-ciri desa punya potensi untuk maju, ada 3 hal. Pertama masih ada anak mudanya. Kemudian yang kedua, SDM nya inovatif dan kreatif. Dan yang ketiga ada partisipasi masyarakat. Jadi kalau 3 syarat itu ada, saya yakin desa itu akan maju.

Contoh beberapa desa seperti di malang, pengelolanya anak muda, SDMnya kreatif inovatif, dan warganya juga bukan jadi penonton saja melainkan mereka ikutan. Jadi betul-betul pembangunan itu bukan mengeksploitasi desa, melainkan melibatkan partisipasi warga desa.

Kita menumbuhkan di setiap desa itu minimal 10 pengusaha, kalau di desa ada pengusahanya kan berarti ada kreatifitas dan inovasi.

Budi Arie Setiadi. AKURAT.CO/Sopian

Ada kerjasama juga dengan Kemenpora?

Kerjasama, karena Kemenpora punya program kewirausahaan muda, kita dorong itu di desa, kita tumbuhkan 10 pengusaha muda per desa.

Mengapa sih program pembangunan desa difokuskan ke pertanian, perikanan, dan pariwisata saja?

Loh, kekuatan utama desa-desa itu kan ada, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Kita kalau bicara keunggulan negara kita, dibandingkan negara-negara di seluruh dunia kan di sektor itu.

Pertanian begitu luar biasanya kita, Perikanan berapa luas laut kita dan semua potensinya, dan yan ketiga adalah Pariwisata alam yang indah dan bagus. Nah ketiganya itu milik desa, dan kita mengharapkan akan adanya ide-ide kreatif dan inovatif dari seluruh pemangku kepentingan di desa itu.

Prediksi kapan perekonomian desa bisa sehat kembali?

Ya kalau kita sekarang gini loh, kondisi covid-19 ini kan sampai saat ini belum bisa diprediksi secara presisif, artinya ketepatannya masih belum. Soalnya variabel yang masih bisa berubah, kita ga tau kapan covid-19 ini akan berakhir dan daya rusak ekonominya berapa. Dan juga bagaimana akibatnya, dampak sosial ekonomi di masyarakatnya.

Nah ini semua kan masih dinamis nih, masih banyak prediksi-prediksi dan asumsi-asumsi yang masih terus dinamis atau terus berubah sifatnya. Jadi kalau ditanya kapan Covid-19 selesai? Kita belum ada satupun orang yang bisa menjawabnya. Yang pasti kita optimis sesuai dengan pemberitaan terakhir. Kita tahu bahwa tahun depam vaksin covid-19 sudah bisa diproduksi, itu kan optimisme yang bagus.

Kita juga berharap vaksinnya cepat ditemukan dan diproduksi, sehingga kita bisa beraktifitas ekonomi secara lebih produktif dan lebih bersemangat dan lebih giat lagi.

Bagaimana caranya mendisiplinkan masyarakat desa terkait Covid-19. Agar perekonomian mereka cepat pulih?

Inget loh masyarakat Desa lebih disiplin, ukurannya apa? Coba aja kalian ke desa kalau ga diperiksanya lebih ketat. Warga desa itu punya kesadaran yang lebih tinggi, bagaimana caranya, agar mereka menjaga desanya dari Covid-19.

Jangan berasumsi, warga desa rendah pemahamannya soal disiplin kesehatan Covid-19. Mereka lebih disiplin dan waspada, karena mereka tahu kalau satu warga desanya ada yang kena, nanti mengobatinya lebih sulit daripada orang yang kena Covid-19 di kota.

Jangan sekali kali menganggap remeh kemampuan desa dalam mengantisipasi pandemi Covid-19. Buktinya ada kok, yang terkena kan jumlahnya sedikit sekali. Jangan ajari orang desa soal penanggulangan Covid-19, orang kota lah yang harus belajar disiplin. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

Kominfo Apresiasi Solusi IoT di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Selain Tenaga Medis, Pekerja 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin COVID

Image

Ekonomi

4 Bisnis Pertanian Simpel dan Modern Ini Bisa Hasilkan Cuan Selama di Rumah Aja

Image

News

MPR RI

MPR: Kesuksesan Pilkada dan Penanganan Pandemi Harus Jadi Prioritas Utama

Image

News

Tidak Semua Pegawai Hotel yang Urus Pasien Corona di Jakarta Kenakan APD

Image

Ekonomi

Legislator Ungkap Transformasi BUMN Telah Sesuai Jalur

Image

News

MPR RI

Ketua MPR RI Beberkan Empat Kiat Hadapi Pandemi Covid-19

Image

Ekonomi

3 Konstruksi Tol Pondok Aren-Serpong Bisa Serap Lebih 1.000 Orang Pekerja

Image

Iptek

Serangan Siber Meningkat di Tengah COVID-19, Berikut Tips Mencegahnya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
DPR RI

Anggota Komisi VI DPR Ingin Antam Perbaiki Performa Usaha

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina meminta Antam memperkuat performa perusahaannya

Image
Ekonomi

Selain Tenaga Medis, Pekerja 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin COVID

Selain tenaga medis dan masyarakat fasilitas medis, pekerja berusia 18-59 tahun menjadi prioritas selanjutnya mendapatkan vaksin COVID-19

Image
Ekonomi

Penukaran Uang Rp75 Ribu Sekarang Bisa di Semua Bank Umum

BI memperluas akses penukaran UPK 75 RI melalui penyempurnaan skema penukaran yang berlaku mulai 1 Oktober 2020.

Image
Ekonomi
DPR RI

Tekan Defisit APBN, Legislator Golkar Minta Pemerintah Maksimalkan Basis Perpajakan

Puteri Anetta menginginkan pemerintah dapat memaksimalkan basis perpajakan dalam rangka mengurangi tekanan defisit terhadap anggaran.

Image
Ekonomi

4 Bisnis Pertanian Simpel dan Modern Ini Bisa Hasilkan Cuan Selama di Rumah Aja

Yuk simak jenis pertanian simpel, modern dan dapat dilakukan di rumah sendiri berikut ini.

Image
Ekonomi

Lowongan Kerja Oktober 2020: RSUI Buka 8 Posisi dari Perawat hingga Staf IT

Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) membuka 8 lowongan kerja untuk menempati posisi sebagai perawat dan staf.

Image
Ekonomi

Masalah Likuiditas Koperasi Jadi Pemicu Rush Money

Teten Masduki mengakui terganggunya likuiditas Koperasi berdampak besar pada ketidakpercayaan anggota hingga menimbulkan Rush Money

Image
Ekonomi

Askrindo Salurkan Penjaminan Kredit UMKM PEN Sentuh Rp3,7 Triliun

Hingga 28 September 2020, Askrindo sudah salurkan penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM Rp3,7 triliun dalam program PEN.

Image
Ekonomi
Pilkada Serentak

Logisly, Aplikasi Jasa Pengantaran Barang yang Berkembang di Tengah Pandemi

Logisly, startup yang baru berdiri pada April 2019, jadi salah satu teknologi tepat untuk bisnis logistik

Image
Ekonomi

Belanja Pakai Kartu Bank Mandiri Cuma Bayar 22 Persen

Mandiri tawarkan diskon belanja mulai 22 persen dari harga normal guna menyambut HUT ke-22 dengan menggunakan kartu debit dan kredit

terpopuler

  1. Najwa Dikabarkan Tolak Dirjen Kemenkes, Denny: Kalau Benar, Memalukan!

  2. Baru Seminggu 'Lawan' Raja Salman, Anggota Partai Oposisi Arab Saudi Sudah Mundur

  3. Vandalisme Musala di Tangerang, Ferdinand: Yang Suka Gunakan Kata Kafir hanya Kaum Intoleran

  4. Duh! Wanita Berbibir Terbesar Dunia Melawan Dokter

  5. Vandalisme di Musala Tangerang, Fadli Zon: Bisa-bisa yang Melakukan Orang Gila Terlatih

  6. Saat Joe Biden dan Istri Pelukan Usai Debat, Donald Trump Justru Lakukan ini

  7. 5 Potret Anies Baswedan saat Muda, Disebut Mirip Artis Luar Negeri!

  8. Banjir Ancam Jakarta, Anies Baswedan Bilang Sekarang Durasi Hujan Pendek, tapi Airnya Banyak

  9. Najwa Shihab Wawancara Bangku Kosong, Ferdinand: ini Menyerang Terawan

  10. Gatot Nurmantyo Cuma Bisa Tersenyum Saat Melihat Demonstran Penolak KAMI Langgar Prokes

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!

Image
News

5 Fakta Menarik DN Aidit, Jadi Loper Koran hingga Dikenal Dekat dengan Presiden Soekarno