Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Jungkir Balik Pelaku Usaha Mampu Bangkit Lewat Program PEN

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Jungkir Balik Pelaku Usaha Mampu Bangkit Lewat Program PEN

Para pekerja saat mengolah kacang kedelai yang akan dijadikan tempe mentah di pabrik rumahan kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018). Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah membuat harga kedelai mengalami kenaikan. Menurut para pembuat tempe harga kedelai yang mereka beli sebelumnya Rp770 ribu perkwintal menjadi 850 ribu perkwintal, namun harga jual tempe yang mereka produksi tidak mereka naikan, masih sama dengan harga Rp5.000 perbatang. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsumen agar mereka tidak pindah membeli tempe ke pabrik lain. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Perlahan namun pasti, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasalnya mulai dirasakan manfaatnya oleh kalangan pelaku UMKM, khususnya debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Lihat saja Rasjeni, perajin tempe yang berlokasi di Kelapa Dua, Kota Depok, yang sudah menjalankan usahanya selama 30 tahun.

"Akibat pandemi COVID-19, usaha saya di sektor produksi tempe hampir runtuh. Karena pelanggan banyak yang tutup", tutur Rasjeni, saat konferensi pers update program PEN Sektor KUMKM, di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Para pelanggan tempe hasil usaha Rasjeni di antaranya warteg, warung nasi, katering, tukang sayur, dan sebagainya.

baca juga:

"Hampir semuanya tutup karena PSBB. Omzet saya pun drop 50% lebih," ucap Rasjeni.

Rasjeni sebelumnya sudah mendapat KUR sebesar Rp85 juta, namun usahanya mulai oleng karena terdampak COVID-19. Bank Mandiri dengan program PEN kembali menggelontorkan KUR sebesar Rp150 juta.

"Bank Mandiri datang tepat waktu, ketika para pelanggan mulai kembali bangkit, usaha saya mendapat tambahan modal baru untuk produksi tempe. Alhamdulillah, usaha saya kembali bangkit dan bisa memiliki empat orang tenaga kerja", ujar Rasjeni.

Hal serupa dialami Marsiyah, pelaku usaha warung makanan dan minuman, serta kontrakan, di kawasan Kapuk, Jakarta Utara.

"Sejak COVID-19, warung saya tutup selama dua bulan tanpa penghasilan sama sekali", ungkap Marsiyah.

Sebelumnya, Marsiyah pernah mendapat KUR sebesar Rp50 juta untuk pengembangan usahanya. Namun, usahanya macet karena terdampak COVID-19. Untungnya, selama itu pembayaran cicilan Marsiyah berjalan lancar.

"Bank Mandiri kembali menawarkan KUR sebesar Rp61 juta melalui aplikasi online Mandiri Pintar. Prosesnya sangat cepat dan tidak bertele-tele, karena track record saya bagus di Bank Mandiri. Dan usaha saya pun kembali berjalan," jelas Marsiyah 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan menjelaskan realisasi belanja program PEN untuk sektor KUMKM hingga periode 21 Juli 2020 mencapai Rp11,84 triliun. Realisasi ini meningkat dari 8,3 persen menjadi 9,59 persen dari total anggaran mencapai Rp123,46 triliun.

Rully menambahkan realisasi tersebut tersalurkan melalui program subsidi bunga KUR sebesar Rp78,40 miliar, penempatan dana untuk restrukturisasi melalui Bank Himbara sebesar Rp11,38 triliun, dan melalui program pembiayaan investasi ke koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Rp381,4 miliar.

Diakuinya bahwa penyerapan dana PEN untuk sektor KUMKM memang perlu diakselerasi karena memang tergolong lambat. Akan tetapi, dengan sudah keluarnya DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran) dari Kementerian Keuangan, maka diharapkan bisa lebih cepat tersalurkan. 

Prof. Rully berharap dana PEN untuk KUMKM bisa dapat tersalurkan sepenuhnya hingga September 2020.

"Ada progress yang kita akui masih lambat; kita masih telusuri di mana penghambatnya; memang rata-rata sosialisasinya kepada masyarakat yang belum sepenuhnya berjalan baik," ujar Rully.

Realisasi penempatan dana pemerintah kepada Bank Himbara untuk program restrukturisasi tersebut tersalurkan kepada 178.056 debitur. Rincian masing-masing bank yang menjalankan program tersebut yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp8,12 triliun. Kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,88 triliun. Kemudian dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp1,29 triliun dan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) sebesar Rp75,37 miliar.

"Total penerima program PEN hingga 21 Juli 2020 menjadi 1.095.950 pelaku KUMKM melalui penerima manfaat dari penerima subsidi bunga KUR sebanyak 917.860 UMKM, UKM debitur Himbara sebanyak 178.056 dan koperasi penerima dana investasi LPDB sebanyak 34 koperasi," papar Prof. Rully. 

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan BMRI Donsuwan Simatupang menyatakan pihaknya menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp10 triliun. Ditargetkan dalam tiga bulan ke depan pihaknya bisa mengekskalasi nilai pembiayaan hingga tiga kali lipat. 

"Posisi Juli kita udah salurkan Rp12 triliun sampai 17 Juli 2020 kemarin; dari total itu, 25 persennya ke UMKM dengan jumlah debitur 14.500 dan hanya 17 debitur yang sektor komersial. Ini komitmen Bank Mandiri untuk mendukung program PEN," tutur Donsuwan.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Hiburan

Nama Baik Dicemarkan, Reza Gladys Ambil Jalur Hukum

Image

News

Kepatuhan Protokol Kesehatan Kunci Tekan COVID-19

Image

Ekonomi

Perusahaan Global Jajaki Pengadaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

Image

News

Satgas: Ujung Tombak Pencegahan COVID-19 itu Masyarakat

Image

News

Tenang! dr Reisa Bilang Pasien Covid-19 Dengan Gejala Berat Bisa Sembuh

Image

Ekonomi

Catat! Ini Perbedaan Keuntungan Jadi Peserta Tapera dan BPJS

Image

Ekonomi

Komite IV DPD RI Gelar Raker Bersama Kepala BI Sulawesi Selatan

Image

Ekonomi

Fadli Zon Tegaskan Urgensi Kerja Sama Multilateral Tangani COVID-19

Image

Gaya Hidup

Penis Bisa Sodok Kepala Janin Ketika Berhubungan Seks saat Hamil, Benarkah?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Perusahaan Global Jajaki Pengadaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

Menko Airlangga: Beberapa negara sudah berkoordinasi dan mengirimkan confidentiality agreement kepada Kemenkes untuk pengadaan vaksin.

Image
Ekonomi

Startup Bitcoin Ini Gandeng Perusahaan BUMN Terapkan Prototipe Kliring

Pilot project pembayaran via kliring agar transaksi aset kripto di Indonesia lebih aman.

Image
Ekonomi

HoA Transisi Blok Rokan Disepakati, Kegiatan Ngebor Chevron Berakhir 2021

HoA Transisi Wilayah Kerja/Blok Rokan, sebuah milestone dalam pengembangan minyak dan gas bumi nasional ke depan.

Image
Ekonomi

Tengku Zul: Konglomerat Asing Mulai Keruk Duit Rakyat dengan Turun ke Jalan

Tengku Zulkarnain menyetil soal konglomerasi asing di Indonesia yang mulai menyasar pangsa pasar milik pedagang kaki lima.

Image
Ekonomi

BTN Manjakan Nasabah Melalui Batara Spekta

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. resmi meluncurkan program Batara Spekta pada Minggu (27/9/2020) malam

Image
Ekonomi

BI Sudah Serap SBN Rp234,65 Triliun di Pasar Perdana

BI sudah menyerap surat berharga negara SBN di pasar perdana senilai Rp234,65 triliun.

Image
Ekonomi

Catat! Ini Perbedaan Keuntungan Jadi Peserta Tapera dan BPJS

BP Tapera: Tapera dan BPJS Kesehatan akan berbeda dari pengelolaan keuangan untuk para pesertanya.

Image
Ekonomi

Komite IV DPD RI Gelar Raker Bersama Kepala BI Sulawesi Selatan

Fokus pembahasan dalam Raker adalah Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Image
Ekonomi

Fadli Zon Tegaskan Urgensi Kerja Sama Multilateral Tangani COVID-19

Fadli Zon mengingatkan urgensi kerja sama multilateral melalui UHC atau Cakupan Jaminan Kesehatan Semesta di tengah pandemi COVID-19

Image
Ekonomi

Subsidi Gaji Belum Kunjung Cair? Cek/Lapor Namamu Lewat Cara Ini

Kamu pekerja yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, namun belum menerima BLT subisidi gaji tahap I-IV?

terpopuler

  1. Tengku Zul: Perkebunan Negara Tidak Bayar Sewa Sama Sekali Malah Rugi, Gila!

  2. Doa Bagi Orang Tua, Agar Anak-anaknya Sukses Dunia Akhirat

  3. Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda

  4. Pertahankan Gelar Juara, Israel Adesanya Langsung Tantang Jared Cannonier

  5. Ardi Bakrie Selama Ini Biayai Hidup Keluarga Nia Ramadhani

  6. Ivan Gunawan Ngaku Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Ayu Ting Ting

  7. Viral Anak Dibuang Orang Tua Disertai Surat dari Sang Ibu, Begini Faktanya

  8. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  9. Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok

  10. Sindir Telak Anies Baswedan, Ketua DPRD: Jangan Tunggu Banjir Dulu Baru Kerja!

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi

Image
News

Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda