image
Login / Sign Up

Digitalisasi UMKM Sektor Pangan, KemenkopUKM Gandeng Delapan Startup

Andi Syafriadi

Image

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UMKM RI saat diskusi online SEA Insight Merilis Data Digitalisasi Selamatkan UMKM Indonesia dimasa Pandemi, Kamis (2/7/2020) | AKURAT.CO / Rizki Sandi S

AKURAT.CO Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan sebanyak 10 juta pelaku usaha di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat terhubung dalam ekosistem digital.

Dimana saat ini, jumlah pelaku UMKM yang sudah masuk dalam jaringan daring baru sebanyak 8 juta atau setara 13 persen dari total keseluruhan UMKM di Indonesia. Seperti diketahui, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99 persen dari total usaha secara nasional. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan dari 8 juta pelaku UMKM tersebut hanya sebagian kecil yang bergerak di sektor pangan. Dari jumlah pelaku usaha di sektor pangan yang sudah terhubung ke dalam ekosistem digital, juga masih sangat rendah.

baca juga:

Sementara Food and Agricuture Organization (FAO) telah merilis perkiraan bahwa dunia termasuk Indonesia akan mengalami krisis pangan dalam beberapa tahun kedepan.

Merespon hal itu, Teten Masduki bergerak cepat menjalin kerjasama dengan para startup digital untuk membantu pelaku UMKM di sektor pangan agar bisa lebih produktif. Hal itu diperlukan supaya ancaman krisis pangan yang sewaktu-waktu bisa melanda bisa diminimalisir dampaknya atau dapat dicegah.

Teten Masduki menggandeng delapan startup digital yang bergerak di sektor pangan guna membantu pelaku UMKM terhubung ke ekosistem digital. 

Ketujuh startup yang diajak kerjasama kolaborasi yaitu Tanihub, Aruna, Hara, Alami, Modal Rakyat, Sayur Box dan Ekosis. Diharapkan dengan cara ini bisa mempercepat sistem dan rantai pasok pelaku UMKM nasional yang memiliki usaha di sektor pertanian, perkebunan atau perikanan.

"Dengan aplikasi digitalnya akan menjadi agregator dari produk petani yang berlahan sempit dan nelayan kecil. Mereka akan agregasi semua itu sehingga bisa masuk dalam skala bisnis dan mereka bangun rantai perdagangan yang lebih baik," ujar Teten usai menggelar diskusi bersama CEO dari tujuh startup di Kantornya, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Teten Masduki menjelaskan dalam diskusi itu nantinya akan disusun timeline kegiatan yang teritegrasi untuk Digitalisasi UMKM Pelatihan SDM KUMKM, Technology Pembiayaan dan Digital marketing.

Teten Masduki menambahkan kegiatan ini bakal fokus pada sektor produksi, seperti ketahanan pangan (pertanian, Perikanan, Peternakan) akan didorong untuk bermitra dengan platform, seperti tanihub, ekosis, sayurbox, aruna dan hara. Untuk fintech akan didorong untuk bermitra dengan platform seperti modal rakyat, Alami dan platform sejenis lainya. 

"Selain untuk mendorong pelaku UMKM di sektor pangan masuk dalam ekosistem digital, upaya kerjasama tersebut juga diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM berupa peningkatan kesejahteraan, " ujarnya.

Di sisi lain, kerjasama ini juga diharapkan ke depannya bisa menjamin kebutuhan pangan nasional tetap tercukupi dari produksi dalam negeri. 

"Tadinya produk UMKM yang tidak efisien kita masukkan ke ekosistem digital, sekarang dia sudah terhubung dengan market di dalam dan luar negeri. Mereka juga punya dukungan pembiayaan, dan kembangkan pelatihan," sambung Teten.

Teten Masduki menegaskan selama ini petani gurem Indonesia tidak pernah sejahtera karena selain luas tanah garapannya sempit yang berujung pada minimnya jumlah produksi, juga terkendala dengan modal kerja. Sementara saat akan melakukan akses pembiayaan ke lembaga keuangan terkendala dengan kolateral dan prospek bisnis yang minim. 

Oleh sebab itu, Teten Masduki mendorong agar petani-petani atau nelayan kecil bisa bergabung dalam sebuah koperasi dan membangun usahanya secara bersama-sama sehingga nilai kapitalisasinya lebih besar. Dengan cara itu, maka akan sangat mudah bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan. 

"Ini nanti mereka akan bikin team work supaya kita bisa saling kolaborasi karena mereka udah punya aplikasi digital dan market digital. Pemerintah tidak harus masuk di situ, kami ingin jadi bagian menjadi support sistemnya," tukas Teten. 

Sementara itu, VP of Corporate Services Tanihub, Astri Purnama Sari mengungkapkan pihaknya siap melakukan kolaborasi dengan pemerintah dalam memajukan UMKM nasional di sektor pertanian. Tanihub dan tujuh startup lainnya sudah menyatakan komitmen bersama untuk terus melakukan pendampingan terhadap UMKM di sektor tersebut dengan menghubungkan langsung pada market. 

"Banyak UMKM kita masih melakukan bisnis prosesnya secara manual dan belum terintegrasi dalam satu sistem, makanya kami semua di sini bersama-sama membuat supaya pertanian di Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Astri.

Menurutnya, sektor pertanian di Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk bisa dikembangkan namun harus dibentuk ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dikatakan Astri selama ini sektor hulu dan hilir pertanian nasional masih terpisah, sehingga cukup sulit untuk memajukan sektor ini. Oleh sebab itu, dengan digitalisasi UMKM diharapkan bisa mempercepat upaya pengembangan sektor pertanian sehingga ancaman krisis pangan bisa dihindarkan. 

"Nah, tugas kita sekarang adalah mempercepat semua proses tersebut dengan sistem digital. Jadi, dengan support pemerintah kita berharap apa yang kami lakukan bisa berjalan lebih baik untuk pertanian Indonesia secara keseluruhan," pungkas Astri.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Buah Segar Jadi Primadona Ekspor Selama COVID-19

Image

Ekonomi

Menko Perekonomian Apresiasi Kontribusi Besar Sektor Pertanian

Image

Ekonomi

Mentan Janji Genjot Produksi Buah dan Sayur di Kuartal III-2020

Image

Ekonomi

Jamkrindo Kian Gencar Dukung Produktivitas Koperasi

Image

Ekonomi

Pemerintah Bidik Pertanian Jadi Andalan Utama Pulihkan Ekonomi

Image

Ekonomi

Gerakkan Roda Ekonomi Nasional, Masyarakat Berpenghasilan Tetap Diminta Borong Produk UMKM

Image

Ekonomi

3 Bisnis Ini Dijamin Tak Akan Goyah Meski Ekonomi RI Masuk Jurang Resesi

Image

Ekonomi

Gandeng CAWA, RI Ekspor Buah Naga ke Beijing

Image

Ekonomi

Resmikan Program Kios Warga Muhammadiyah, Airlangga: UMKM Menjadi Prioritas Pemerintah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
UMKM Pahlawan Ekonomi

Warung Ngegares, Jajanan Murah Omzet Seharga Motor

Nikmatnya dunia kuliner tidak hanya bisa dirasakan dari makanan, melainkan juga merasakan dari laba bisnis kulinernya.

Image
Ekonomi

Begini Gaya Pemerintah Cegah Carut Marut Ekonomi

Menggenjot produksi buah dengan mempersiapkan berbagai lahan konsentrasi untuk mengembangkan buah tertentu.

Image
Ekonomi

Fitch Pertahankan Peringkat BBB, Bos BI: Pengakuan Atas Stabilitas Makroekonomi RI

Keputusan Fitch untuk mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB merupakan pengakuan atas perekonomian stabil ditengah COVID-19.

Image
Ekonomi

Seberapa Ampuh Kawasan Industri Batang Geliatkan Ekonomi?

PP akan mengerjakan pembangunan jalan akses infrastruktur non tol untuk mempermudah akses ke kawasan industri.

Image
Ekonomi

Hore! Impor Buah Turun 14,5 Ribu Ton di Triwulan I-2020

Airlangga Hartarto mengatakan, selama masa pandemi COVID-19, impor buah pada triwulan I-2020 mengalami penurunan sebanyak 14,5 ribu ton.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Buah Segar Jadi Primadona Ekspor Selama COVID-19

Buah-buahan memberikan kontribusi sangat besar terhadap sub-sektor hortikultura.

Image
Ekonomi

325 TKA China Kembali Masuk RI, Tengku Zul: Selamat Datang, Semoga Saja Kalian Betah di NKRI

Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain kembali menyindir TKA China yang tiba di Indonesia.

Image
Ekonomi

BPJamsostek Baru Kumpulkan 700 Ribu Rekening Calon Penerima Subsidi Upah

BPJS Ketenagakerjaan masih mengumpulkan rekening calon penerima subsidi upah kepada perusahaan tempat mereka bekerja.

Image
Ekonomi

Selain 2 Juta PCR, Mobile Lab Bus Bakal Percepat Deteksi COVID-19

Peningkatan jumlah produksi alat tes PCR dalam negeri ini akan mendukung percepatan pendeteksian COVID-19.

Image
Ekonomi

Menko Perekonomian Apresiasi Kontribusi Besar Sektor Pertanian

Hortikultura menjadi andalan karena potensi ekspornya cukup bagus

terpopuler

  1. Klasemen MotoGP: Menangi GP Ceko, Peringkat Binder Melonjak

  2. Harumkan Nama Afrika Selatan di MotoGP, Binder Banjir Pujian

  3. Tampil Buruk, Performa Hazard Tuai Kecaman

  4. Setelah Karantina Sejak Maret, Pebulutangkis India Kembali Berlatih

  5. Ronaldo Sampaikan Sebuah Pesan Melegakan untuk Penggemar Juventus

  6. Hindari Penumpukan di Yogyakarta, LIB Tambahkan Venue di Magelang

  7. Cetak Sejarah, Pembalap Afrika Selatan Rebut Gelar MotoGP Pertama

  8. Klasemen F1: Verstappen Geser Bottas di Posisi Kedua

  9. Berkat Taktik Pitstop, Verstappen Kampiun di Silverstone

  10. Polsek Palmerah Tangkap Orangtua Pembuang Bayi di Jatipulo

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Wawancara

Image
Video

VIDEO Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan | Siapkan 250 Juta Vaksin Covid-19 Dalam Setahun

Image
News

Menristek Bambang Brodjonegoro Buka Bukaan Siapkan 250 Juta Vaksin, Bisa Digunakan Pertengahan 2021

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid