breaking news: Ledakan Besar yang Telan Puluhan Nyawa di Lebanon

image
Login / Sign Up

Tak Hanya Ancol yang Seret Anies, Proyek-proyek Reklamasi Ini Juga Tuai Polemik

Denny Iswanto

Image

Suasana pulau reklamasi di kawasan Ancol, Jakarta, Minggu (12/7/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan izin reklamasi pengembangan kawasan rekreasi kepada PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) dengan total luas 155 hektare berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 12 hektare. Ia menyebut perluasan kawasan ini merupakan upaya menyelamatkan Jakarta dari banjir, sebab material tersebut memanfaatkan tanah timbul hasil pengerukan 13 sungai dan sejumlah waduk di Jakarta. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Mega Proyek Reklamasi laut di Indonesia sedalam perjalanannya tidak terlepas dari sorotan publik karena menimbulkan berbagai polemik.

Di beberapa daerah, mega Proyek ini menuai kritikan, dipertentangkan oleh masyarakat, hilangnya dukungan terhadap kepala daerah, hingga permasalahan hukum kasus korupsi.

Berikut beberapa Mega Proyek Reklamasi yang sangat menyita perhatian publik :

Reklamasi Teluk Benoa

Rencana Reklamasi Teluk Benoa bermula dari adanya SK Nomor 2138/02-C/HK/2012 tentang Izin dan Hak Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika pada Desember 2012.

Penerbitan izin ini berasal dari rekomendasai kajian kelayakan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana (LPPM UNUD).

SK tersebut diperkuat dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2013 yang mengizinkan Reklamasi di zona konservasi non-inti pada 3 Juli 2013. Pastika kemudian mengganti SK lama dengan SK 1727 tentang izin studi kelayakan rencana pemanfaatan, pengembangan, dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa pada 16 Agustus 2013.

Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi Presiden saat itu pun menerbitkan Perpres 51/2014 yang mengizinkan Reklamasi di wilayah konservasi Teluk Benoa. Selang beberapa waktu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menerbitkan izin sebagai landasan hukum penyusunan Amdal bagi PT TWBI.

Rencana tersebut direspons dengan penolakan dari lintas tokoh masyarakat Bali, seperti musisi Bali, Jaringan Aksi Tolak Masyarakat (Jalak) Sidakarya, hingga ForBali. Salah satu yang vokal menyuarakan penolakan adalah I Gede Ari Astina atau Jerinx, penabuh drum kelompok musik punk rock Superman is Dead.

Kepala daerah Bali, Wayan Koster dan Tjok Oka Artha juga menolak rencana Reklamasi Teluk Benoa. Penolakan ini masuk dalam gerakan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Gerakan ini menjaga kesucian dan keharmonisan alam, mamusia, dan kebudayaan untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala. 

Reklamasi Gurindam 12

Proyek ini juga ditentang oleh berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya Warga Teluk Keriting, Kota Tanjung Pinang, Kepri, yang bersepakat untuk menolak Reklamasi Gurindam 12.

Mereka tergabung dalam Forum Masyarakat Teluk Keriting yang melakukan pertemuan langsung ke jajaran Pemerintah Provinsi Kepri untuk memikirkan nasib warga sekitar yang terkena dampak Proyek tersebut.

Awalnya Proyek Reklamasi Gurindam 12 tidak masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2020 dibawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Sani.

baca juga:

Namun, dua bulan kemudian, Sani meninggal dunia dan Nurdin Basirun sebagai Wagub pun menggantikannya. Nurdin memasukkan Proyek Reklamasi ini ke dalam Program Pemerintah Provinsi Kepri periode 2018-2020.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun tertangkap oleh KPK atas dugaan kasus suap izin lokasi rencana Reklamasi di Tanjung Pinang, Kepri. Dia ditangkap bersama barang bukti uang senilai 6 ribu dolar Singapura (sekitar Rp 62 juta).

Beberapa fraksi di DPRD Kepri juga sempat menolak Proyek ini karena berpotensi mengakibatkan defisit APBD hingga Rp 500 miliar.

Reklamasi Pantai Losari

Proyek Reklamasi Center Point of Indonesia (CPI) di kawasan Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga kini masih menuai kritik dari berbagai pihak. Pasalnya Proyek ini telah mengakibatkan kerusakan parah di pesisir pantai sekaligus memperburuk kondisi kehidupan masyarakat pesisir.

Salah satu dampak yang ditimbulkan dari Proyek Reklamasi CPI ialah terjadinya abrasi parah di Pantai Galesong, Kabupaten Takalar akibat aktivitas penambangan pasir laut. Pasir dari daerah tersebut digunakan pada Proyek Reklamasi. Ada beberapa titik abrasi di 7 desa di Kecamatan Galesong.

Terjadinya abrasi yang bermula dari 2018 lalu ini kian masif dan begitu terasa. Bahkan abrasi telah memberikan efek yang sangat buruk bagi pemukiman masyarakat pesisir di sana. Parahnya lagi, bencana abrasi ini masih terjadi hingga awal 2020 lalu dan warga setempat terancam kehilangan tempat tinggal.

Reklamasi Teluk Jakarta hingga Ancol

Saat menjabat sebagai Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ingin melanjutkan perjuangan Presiden Suharto mengembangkan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jakarta melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995. Ahok meyakini Reklamasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Namun, kebijakan Reklamasi yang menuai polemik di masyarakat itu turut menjadi isu panas kampanye saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Hasilnya, Ahok yang pro-Reklamasi kalah oleh Anies Baswedan yang selalu mengusung tema kampanye penolakan terhadap megapoyek tersebut.

Pada September 2018, Anies mengatakan Reklamasi hanya bagian dari sejarah dan bukan merupakan masa depan DKI Jakarta. Dia sempat merealisasikan janjinya untuk menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta dengan mencabut izin prinsip dan pembangunan 13 pulau buatan yang dikembangkan swasta.

Namun, setahun kemudian, Anies malah menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk sejumlah bangunan di pulau hasil Reklamasi dengan dasar Pergub 206 Tahun 2016 yang diterbitkan Ahok. Dia menyatakan bahwa pengembang juga sudah merampungkan kewajiban dan membayar denda sesuai keputusan pengadilan.

Anies berdalih penerbitan IMB tidak sama dengan dengan melanjutkan Proyek Reklamasi. Dia pun telah telah menghentikan 14 dari 17 rencana pembangunan pulau Reklamasi di Teluk Jakarta. Anies juga beralasan Reklamasi merupakan program pemerintah, yang mengacu kepada Keppres 52/1995.

Tak lama, Anies menerbitkan izin Reklamasi yang dibalut dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020. Kepgub tersebut berisi tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan Dunia Fantasi (Dufan) 35 hektar (ha) dan Taman Impian Jaya Ancol 120 ha.

Mantan Rektor Paramadina itu mengklaim Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dufan dan Ancol itu justru bertujuan untuk kepentingan rakyat.

Anies menyebut perluasan kawasan Ancol ini merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir. Sebab, kata dia, tanah untuk Reklamasi Ancol berasal dari kerukan 13 sungai dan lebih dari 30 waduk di Jakarta dan sekitarnya.

Hal itu disebabkan karena Reklamasi Ancol justru memanfaatkan lahan yang sudah dikerjakan selama 11 tahun dan tak mengingkari janji kampanyenya selama ini. Total saat ini ada 3,4 juta meter kubik tanah hasil pengerukan sungai dan waduk di Jakarta. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Hiburan

JPU Tolak Eksepsi, Dakwaan Terhadap Vicky Prasetyo Tidak Berubah

Image

Ekonomi

FOTO Dinas SDA DKI Jakarta Ajukan Anggaran Rp5 Triliun

Image

News

Wabah Corona

Warga Jakarta Jangan Keluar Rumah Kalau Tidak Ada Keperluan

Image

News

Disnaker DKI Jakarta Bakal Awasi Protokol Kesehatan di Kantor-kantor Swasta

Image

News

Kandinkes DKI: Kita Belum Aman, COVID-19 Masih Jadi Ancaman

Image

News

Minta Anies Pasang Wifi Gratis untuk Anak Sekolah, Zita Anjani: Jangan Persulit yang Miskin

Image

News

Pelaku Tawuran di Johar Baru Sering 'Kucing-kucingan' dengan Polisi

Image

News

Wabah Corona

Puluhan Perkantoran Ini Terpaksa Tutup, Mayoritas Karena Karyawan Terpapar COVID-19

Image

News

Meski Sering Terjadi, Polisi Belum Tahu Motif Tawuran para Pemuda di Johar Baru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Keren! BNI Duduki Papan Teratas MLA

BNI dicatat pada urutan pertama sebagai Mandated Lead Arranger (MLA).

Image
Ekonomi

Benarkah RI Sudah Resesi Secara Teknis? Ini Kata Sri Mulyani!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah Indonesia mengalami resesi teknikal.

Image
Ekonomi

OJK Tegaskan Masa Survival Telah Terlewati

Realisasi kebijakan stimulus OJK yang memberikan restrukturisasi kredit perbankan hingga 20 Juli telah mencapai nilai Rp 784,36 triliun.

Image
Ekonomi

Cegah Ekonomi Kembali Minus di Kuartal III-2020, Belanja Pemerintah Harus Digenjot

Bhima meminta pemerintah untuk mengoptimalkan belanja agar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang pada kuartal II yang terkontraksi.

Image
Ekonomi
Tokopedia

Kolaborasi JSD dan Tokopedia Sukses Dongkrak Penjualan Signifikan

JSD adalah contoh pegiat usaha yang mengakselerasi adopsi platform digital Tokopedia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Terpapar COVID-19, Penjualan Mobil dan Motor Terjungkal

Penjualan sepeda motor secara wholesale pada triwulan II 2020 juga mencapai 313.625 unit.

Image
Ekonomi

5 Ledakan Paling Merugikan di Dunia, Ada yang Tembus Rp6,3 Kuadriliun

Ledakan Chernobyl yang membuat lebih dari 600 ribu orang terpapar radiasi menyebabkan kerugiaan mencapai Rp6,3 kuadriliun

Image
Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Tenggelam, Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Suram

Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami kontraksi adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Image
Ekonomi

Survei AkuratPoll: Masyarakat Tak Mau OJK Dibubarkan

Terkait isu pembubaran Lembaga OJK, Adlan menambahkan bahwa 62,4 persen masyarakat menilai bahwa OJK harus tetap dipertahankan.

Image
Ekonomi

Ekonomi RI Anjlok di Kuartal II 2020, Apa Kata Airlangga?

Seluruh negara dunia juga mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi, bahkan lebih dalam daripada yang terjadi di Indonesia.

terpopuler

  1. Popularitas Prabowo Subianto di Bursa Pilpres 2024 Hampir 100 Persen, Ahok Nomor 4

  2. Karangan Bunga dari Jokowi hingga Ganjar Pranowo Mulai Penuhi Rumah Duka Cornelis Lay

  3. Akhirnya, WHO Sukses Rampungkan Penyelidikan Awal Asal-Usul Corona di China

  4. Diseret ke Pidana, Kejagung Beberkan Bukti Jaksa Pinangki Terlibat Skandal Kasus Djoko Tjandra

  5. Berstatus Terpidana, Kabareskrim Tegaskan Djoko Tjandra Bisa Jadi Tersangka Lagi

  6. Gila! Food Vlogger ini Makan Bakso Kuburan Seharga Jutaan

  7. Survei Akurat Poll: Prabowo dan Susi Pudjiastuti Unggul dalam Bursa Pilpres 2024 

  8. Bareskrim Bakal Ungkap Persekongkolan Jaksa Cantik Pinangki dengan Djoko Tjandra

  9. Kisah James Maina Mwangi 'Pria Paling Stylish di Era Pandemi', Punya 160 Jas Aneka Warna

  10. Survei Akurat Poll, Kinerja Jokowi Dapat Nilai 7.07, Ma'ruf Amin 6.19

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Image
DR TANTAN HERMANSAH

“Nyate” dan Perubahan Mikro Sosial

Image
Lasmardi Iswondo

Menjaga Kemabruran Haji

Image
Lasmardi Iswondo

Meraih Keutamaan Hari Tasyrik

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
News

Kisah Horor Kaesang di Istana, Awalnya Bikin Penasaran Endingnya Bikin Kesal Warganet

Image
Ekonomi

Ada yang Hartanya Tembus Rp19 T! Ini 7 Penulis Terkaya di Dunia

Image
Hiburan

5 Fakta Menarik Mendiang Ajip Rosidi, dari Sastrawan hingga Nikahi Artis Nani Wijaya