image
Login / Sign Up

Sepakati Burden Sharing dengan BI, Sri Mulyani Pastikan Dilakukan Secara Hati-hati

Siti Nurfaizah

Wabah Corona

Image

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). Rapat tersebut membahas kinerja Kementerian Keuangan, penambahan barang kena cukai berupa kantong plastik, perubahan PP No 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Perasuransian dan Pajak Hasil Pertanian. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Dalam rangka penanganan dampak pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah meluncurkan stimulus yang mencakup bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan bagi dunia usaha.

Guna memenuhi kebutuhan pembiayaan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional tersebut, Pemerintah telah memperlebar defisit APBN 2020, dari semula 1,76 persen PDB menjadi 5,07 persen (Perpres 54 Tahun 2020) dan 6,34 persen (Perpres 72 Tahun 2020).

baca juga:

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) kembali bersinergi untuk berbagi beban (Burden Sharing) dalam melaksanakan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kedua antara Menteri Keuangan dan Gubernur BI dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dan Deputi Gubernur BI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Burden Sharing antara Pemerintah dengan BI ini dilakukan dengan prudent, penerapan tata kelola yang baik (good governance), serta transparan dan akuntabel.

"Skema Burden Sharing juga berpegang pada beberapa prinsip utama yaitu menjaga fiscal space dan sustainability dalam jangka menengah, menjaga kualitas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditujukan untuk belanja yang produktif dan mendukung penurunan defisit APBN secara bertahap menjadi di bawah 3 persen mulai tahun 2023," katanya dalam video conference, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Selain itu, implementasi Burden Sharing juga dilakukan dengan menjaga stabilitas nilai tukar, suku bunga, dan inflasi agar tetap terkendali serta memperhatikan kredibilitas dan integritas pengelolaan ekonomi, fiskal, dan moneter. Sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengaturan skema Burden Sharing dalam SKB Kedua ini berlaku untuk pembiayaan APBN tahun 2020, sedangkan untuk pembiayaan tahun-tahun berikutnya akan disusun sesuai dengan kebutuhan pembiayaan APBN tahun bersangkutan.

Mekanisme Burden Sharing

Skema Burden Sharing didasarkan pada kelompok penggunaan pembiayaan untuk public goods/benefit dan non-public goods/benefit.

Pembiayaan public goods yang menyangkut hajat hidup orang banyak, terdiri dari pembiayaan di bidang kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan Pemda. Sedangkan pembiayaan untuk non-public goods yang menyangkut upaya pemulihan ekonomi dan dunia usaha, terdiri dari pembiayaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Korporasi non-UMKM, dan non-public goods lainnya.

"Untuk pembiayaan public goods, beban akan ditanggung seluruhnya oleh BI melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dengan mekanisme private placement dengan tingkat kupon sebesar BI reverse repo rate, di mana BI akan mengembalikan bunga/imbalan yang diterima kepada Pemerintah secara penuh," lanjutnya.

Sementara itu, pembiayaan non-public goods untuk UMKM dan Korporasi non-UMKM, akan ditanggung oleh Pemerintah melalui penjualan SBN kepada market dan BI berkontribusi sebesar selisih bunga pasar (market rate) dengan BI reverse repo rate 3 bulan dikurangi 1 persen.

Sementara itu, untuk pembiayaan non-public goods lainnya, beban akan ditanggung seluruhnya oleh Pemerintah sebesar market rate.

Dengan demikian, pembiayaan non-public-goods tetap dilakukan melalui mekanisme pasar (market mechanism) dan BI bertindak sebagai standby buyer/last resort sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Pertama tanggal 16 April 2020.

Sebagai ilustrasi, untuk kelompok public goods, Pemerintah menerbitkan SBN kepada BI dengan suku bunga acuan BI reverse repo rate. Sesuai tanggal jatuh tempo SBN, Pemerintah membayar bunga/imbalan kepada BI.

Selanjutnya, pada hari yang sama BI akan mengembalikan bunga/imbalan kepada Pemerintah sebagai kontribusi BI sesuai skema Burden Sharing.

Jenis dan karakteristik SBN yang diterbitkan adalah jangka panjang, tradable dan marketable, dengan memperhatikan profil jatuh tempo utang. Pembelian SBN oleh BI akan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pembiayaan APBN dan kebutuhan riil program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Penerapan skema Burden Sharing bukan merupakan hal baru dan tidak hanya dilakukan oleh Indonesia. Skema ini juga dilakukan oleh beberapa negara lain, seperti Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Thailand.

Negara-negara tersebut terbukti dapat tetap menjaga tingkat inflasi dan nilai tukar meskipun menggunakan skema Burden Sharing ini.

Selain itu, berdasarkan laporan Bank of International Settlement (BIS) yang dipublikasikan tanggal 2 Juni 2020 disebutkan bahwa bank sentral di beberapa negara berkembang juga berperan sebagai last resort, seperti Mexico, Hungaria, Filipina dan Turki.

Menkeu juga menegaskan, pemerintah dan BI senantiasa menjaga kredibilitas dan integritas dalam pengelolaan ekonomi, fiskal dan moneter serta menerapkan kaidah-kaidah kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, serta tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Sejumlah Orang di Jambi Suarakan #ErickOut, Ada Apa?

Image

News

Satgas Covid-19 Bantah Pernyataan Risma Soal Zona Hijau

Image

News

Pasien COVID-19 Meninggal di DIY Capai 23 Orang

Image

Hiburan

Elvia Cerolline, Mantan Kekasih Billy Syahputra Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan

Image

News

22 Tenaga Kesehatan yang Gugur di Tengah Pandemi Bakal Diberi Bintang Kehormatan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Cek Dulu Caranya!

Image

Ekonomi

Stok Berlimpah, Harga Batu Bara Acuan Agustus 2020 Turun ke US$50,34 per Ton

Image

Ekonomi

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal Agar Ekonomi Tak Masuk Jurang Resesi

Image

Ekonomi

Meski Belum Mau Gantung Raket, Ternyata Mohammad Ahsan Sudah Merintis Bisnis Properti

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Sejumlah Orang di Jambi Suarakan #ErickOut, Ada Apa?

Sejumlah masyarakat di Jambi menyuarakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar mundur dari jabatannya.

Image
Ekonomi

KKP Minta Nelayan Miliki Mata Pencaharian Alternatif

Adanya mata pencaharian alternatif, para nelayan dan keluarganya tetap dapat berkegiatan dan memiliki pemasukan.

Image
Ekonomi

DPR: Sektor Pertanian Jadi Lokomotif Penyelamat Indonesia dari Resesi

Pemerintah banyak memberikan stimulus kepada korporasi atau perusahaan besar, tetapi ternyata tidak berdampak pada peningkatan produksi.

Image
Ekonomi

Percepat Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Perluas Target Penerima KUR

Pemerintah memberikan relaksasi kebijakan KUR.

Image
Ekonomi

Garap PLTU Jawa 9&10, Barito Pacific Dikucur Pinjaman dari Bangkok Bank

PLTU Jawa 9 & 10 berkapasitas 2x1.000 MW nantinya akan menggunakan teknologi ultra super-critical.

Image
Ekonomi

BPJT: Konstruksi Tol Krian-Manyar Rampung Akhir 2020

PUPR menargetkan konstruksi jalan tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar Seksi 1 - 3 di Jawa Timur selesai akhir tahun ini.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Ngarep Bantuan Rp600 Ribu dari Pemerintah, Cek Dulu Caranya!

Insentif tersebut dikabarkan akan diberikan bagi pekerja yang memiliki upah di bawah Rp5 juta loh.

Image
Ekonomi

Stok Berlimpah, Harga Batu Bara Acuan Agustus 2020 Turun ke US$50,34 per Ton

Harga Batu Bara Acuan (HBA) bulan Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 3,49 persen.

Image
Ekonomi

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja Produk Lokal Agar Ekonomi Tak Masuk Jurang Resesi

Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk membeli produk pertanian, perikanan, dan serta produk UMKM dalam negeri.

Image
Ekonomi

Meski Belum Mau Gantung Raket, Ternyata Mohammad Ahsan Sudah Merintis Bisnis Properti

Namun demikian, Ahsan sendiri diketahui sudah mulai menyiapkan sumber penghasilan baru jika dirinya pensiun dari dunia bulutangkis.

terpopuler

  1. Bela Ibas, Hinca Bilang Begini ke PDIP

  2. Arogan, Mentang-Mentang Anak Pejabat, Cewek Ini Menolak Bayar Denda Karena Tidak Pakai Masker

  3. Polisi Cari Identitas Pembakar Foto Habib Rizieq dan Ustaz Abdul Somad

  4. Seakan-akan Meroket, Ekonomi RI Zaman SBY Ternyata Tidak Istimewa Juga

  5. Nama 'Ibas' Jadi Trending Topic di Twitter Hari Ini, Ada Apa Nih?

  6. Dari Kasus The Connell Twins, Ketahui Penyakit Akibat Incest

  7. Hendrawan: Mengalahkan Indonesia akan Permudah Malaysia di Piala Thomas

  8. Larang PKL Jualan, Wali Kota Padang Mahyeldi Diomelin Ibu-ibu

  9. Luhut Siapkan Cashback hingga Rp750 Ribu Bagi Konsumen Belanja Produk UMKM Lokal

  10. Kenali Incest, Typo The Connell Twins yang Jadi Viral

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid