image
Login / Sign Up

Investor Reksa Dana Tidak Perlu Panik di Tengah Pandemi

Siti Nurfaizah

Wabah Corona

Image

Pengunjung berada di sekitar layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (16/12/2019). Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Ryan Kiryanto mengatakan kondisi industri perbankan Indonesia akan tumbuh positif pada tahun depan. Sebab, komposit dari pada pertumbuhan kredit tahun depan di atas realisasi pada tahun ini. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Direktur Infovesta Utama Parto Kawito menyarankan investor untuk tidak mudah panik dalam situasi krisis akibat Pandemi seperti saat ini, khususnya bagi yang berinvestasi di Reksa Dana.

"Saat ini sebaiknya investor tidak panik atau melakukan redemption reksa dananya. Sebab, selama unit penyertaan masih ada di rekening investor, penurunan aset Reksa Dana yang terjadi baru menciptakan potensi kerugian," ujar Parto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (4/7/2020).

Dilansir dari Antara, Pandemi COVID-19 yang terjadi di Tanah Air sejak Maret lalu membuat banyak investor Reksa Dana mengalami potensi kerugian investasi. Hal ini terutama terjadi pada produk Reksa Dana saham atau yang underlying aset investasinya adalah saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Parto, potensi kerugian tidak hanya terjadi di Reksa Dana berbasis saham, jenis Reksa Dana lain seperti Reksa Dana pendapatan tetap juga mengalami fase naik-turun seiring pergerakan harga obligasi yang menjadi underlying-nya.

Meski demikian, selama investor tidak mencairkan atau melakukan redemption atas reksa dananya maka masih disebut sebatas sebagai potensi rugi.

"Kerugian baru terjadi ketika investor melakukan redemption atas Reksa Dana yang dimilikinya," kata Parto.

Naik turunnya investasi di Reksa Dana, lanjut Parto, sebenarnya adalah hal biasa. Indonesia sempat mengalami beberapa kali masa krisis dan terbukti bisa melewatinya dengan baik. Seperti di tahun 1998 lalu, kemudian di tahun 2008 akibat krisis keuangan di Amerika yaitu subprime mortgage facility, industri Reksa Dana di Indonesia juga terkena dampaknya.

"Kembali ke sejarah, tahun 1998 saham turun, 2008 turun, ternyata kemudian saham dan Reksa Dana berbalik dan kembali naik lagi," ujar Parto.

Parto menuturkan, malah setiap krisis sesungguhnya juga memberikan peluang investasi karena nilai unit investasi menjadi terdiskon dan ini menjadi kesempatan buat investor untuk melakukan top up.

Strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap ketika harga saham di bursa sedang mengalami penurunan atau "average down" membuat harga pembelian rata-rata menjadi turun. Sehingga ketika kondisi pasar mulai membaik, posisi untung lebih mudah dicapai dibanding tanpa melakukan "average down".

"Justru kalau ada uang sekarang waktunya top up, jadi harga rata-ratanya semakin baik. Ini saatnya membalikkan kerugian," kata Parto.

Terlebih industri Reksa Dana termasuk salah satu sektor yang sangat teregulasi. Contohnya ketika investor mulai memasukan dananya, setiap manajer investasi akan menjalankan kebijakan know to your customer (KYC). Ini dilakukan untuk mengetahui asal usul dana investasi.

Sehingga setiap dana investasi yang masuk ke Reksa Dana dengan nilai tertentu, sekitar Rp100 juta, dapat diketahui sumber dananya. Dengan demikian kebijakan ketat yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Jeuangan (OJK) itu juga untuk mencegah adanya tindak pidana pencucian uang di industri Reksa Dana.

Untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana investor, sesuai ketentuan OJK, dana investor di simpan di rekening terpisah di bank kustodian. Sementara sebagai jasa pengelolaan dana investasi tersebut manajer investasi (MI) mendapatkan "fee" yang besarnya sudah ditetapkan diawal. Besarnya beragam mulai 1-2 persen per tahun dari nilai investasi investor.

Berinvestasi di Reksa Dana pun dapat diatur sesuai tujuan investasi, profil risiko, jangka waktu dan nilai investasi dari pemilik dana. Dengan memahami empat hal tersebut investor diharapkan bisa mencapai target investasinya secara optimal.

Parto mengamini bahwa setiap produk investasi seperti halnya Reksa Dana pasti memiliki risiko, termasuk mengalami kerugian investasi. Tetapi dengan strategi yang tepat dan memahami produknya, risiko investasi itu bisa dikelola dengan baik.

Terkait potensi kerugian investasi sendiri, lanjut Parto, tidak hanya dialami oleh investor perorangan. Investor pemilik dana besar seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang banyak menempatkan dananya di produk Reksa Dana juga mengalami hal serupa. Bahkan, potensi kerugian investasi Jiwasraya tersebut kini menjadi perdebatan di meja hijau.

Tak hanya pejabat Jiwasraya, perusahaan penerbit Reksa Dana atau Manajer Investasi (MI) juga turut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Tak tanggung-tanggung, ada 13 perusahaan MI yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi korporasi.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono, berdasarkan perhitungan Badan Keuangan Negara (BPK) nilai kerugian negara yang ditimbulkan oleh 13 MI tersebut mencapai Rp 12,15 triliun.

"Sebanyak 13 korporasi telah merugikan negara Rp 12,15 triliun, ini merupakan perhitungan keuangan negara," ujar Hari.

Sampai saat ini, dana investasi Jiwasraya di 13 MI tersebut masih terjaga. Unit penyertaannya dipegang atas nama Jiwasraya dan tidak dilakukan penarikan atau redemption.

Namun, akibat nilai underlying investasinya turun, total investasi Jiwasraya di Reksa Dana, yang rata-rata berbasis saham itu, juga ikut terpangkas, sehingga menimbulkan potensi kerugian. Tapi seperti halnya Reksa Dana lain, potensi kerugian Jiwasraya tersebut terbuka untuk mengalami peningkatan kembali atau "rebound".[]

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Update 14 Agustus: Kasus Konfirmasi COVID-19 Bertambah 2.307 Total 135.123

Image

Ekonomi

Pemerintah Kucurkan Rp356,5 Triliun Untuk Lanjutan Program PEN

Image

Ekonomi

DPR RI

Patokan Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Tak Realistis

Image

News

Pesan Ma'ruf Amin di Hari Pramuka

Image

News

Gandeng AS, Inggris Borong 60 Juta Dosis Vaksin Corona dari Novavax

Image

News

DPR RI

Imam Besar Istiqlal Pimpin Doa Agar Masyarakat Kuat Hadapi Pandemi Covid-19

Image

News

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image

Ekonomi

DPR RI

Bamsoet: Saatnya Gotong Royong Sehatkan Ekonomi!

Image

Ekonomi

Jokowi Puji Kinerja BPK Selama Pandemi COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Jokowi Targetkan Tingkat Pengangguran 2021 Sentuh 7,7-9,1 persen

Rencana pendapatan negara Rp1.776,4 triliun dan belanja negara Rp2.747,5 triliun dalam RAPBN tahun 2021.

Image
Ekonomi

Janji Pemerintah Genjot Penerimaan Negara Bukan Pajak di 2021

Perbaikan proses perencanaan dan pelaporan PNBP akan terus diperkuat dengan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi.

Image
Ekonomi

Pemerintah Kucurkan Rp356,5 Triliun Untuk Lanjutan Program PEN

Anggaran PEN yang dialokasikan melalui Perpres 72/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp695,2 T

Image
Ekonomi

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.080 Triliun di Tengah Pandemi

ULN Indonesia tersebut tumbuh 5,0 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,6 persen (yoy).

Image
Ekonomi

Defisit Anggaran 2021 Dibidik 5,5 Persen

Anggaran kesehatan direncanakan sebesar Rp169,7 triliun atau setara 6,2 persen APBN.

Image
Ekonomi

Sebelum Nota Keuangan Tiba-tiba Sri Mulyani Posting Foto Jadul Bersama Jokowi, Takut Direshuffle?

Sri Mulyani menceritakan dengan detil soal bagaimana Presiden Jokowi bisa mencapai kesuksesan dalam menghadapi krisis saat itu.

Image
Ekonomi

Anggaran TKDD 2021 Sentuh Rp796,3 Triliun, Begini Rinciannya!

Untuk anggaran trasnfer ke daerah dan dana desa 2021 sebesar Rp796,3 triliun akan meliputi dukungan langkah pemulihan ekonomi.

Image
Ekonomi

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5 Hingga 5,5 Persen

Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen.

Image
Ekonomi
DPR RI

Patokan Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Tak Realistis

Lantaran kasus COVID-19 masih terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda akan tuntas.

Image
Ekonomi

Bekasi Fajar Industrial Estate Mampu Kantongi Laba Rp380 Miliar

Perseroan mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp380 miliar pada tahun 2019.

terpopuler

  1. Viral Muslim Bantu Prosesi Pemakaman Tetangga Beda Agama, Warganet: Ini Indonesia

  2. Anggaran Pilkada Rp20 T, Rizal Ramli: Sebaiknya Dibelikan 30 Juta HP untuk Anak-anak Kurang Mampu

  3. Politikus PKS Beri Kritikan 'Pedas' ke Anies Baswedan

  4. Ahli Waris Gugat Dik Doank Rp5,5 Miliar Atas Kepemilikan 'Kandank Jurank Doank'

  5. Gaduh Beasiswa Veronica Koman, Stafsus Sri Mulyani: Penuhi Saja, Tanpa Perlu Playing Victim

  6. Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

  7. Efek Dahsyat Berbakti Kepada Orang Tua

  8. Video Jerinx di Tahanan Viral, Kenakan Celana Pendek dan Tangan Terborgol

  9. Hamil Barengan, 5 Potret Kompak Kakak Beradik Citra Kirana dan Erica Putri

  10. Xi Jinping Kesal Banyak Warganya Bikin Konten Buang-buang Makanan di Tengah Isu Krisis Pangan

Akurat Solusi-1

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I, M.IKom

Langkah Politik Negarawan ala Jokowi

Image
Arli Aditya Parikesit

Jadilah Insan Cemerlang dalam Menghadapi COVID-19

Image
Egy Massadiah

Doni Menengok Putaran Roda Zaman

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
News

5 Potret Gagah Jokowi Kenakan Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain