Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Adian Napitupulu

Sekjen PENA 98

BUMN dan UMKM Dalam Cerita dan Angka, Siapa Pahlawan Sesungguhnya?

Image

Barang UMKM yang dijual di Gerai OK OCE yang berlokasi di Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (15/9/2018). Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berencana mematangkan konsep OK OCE untuk dibawa ke ranah nasional. Namun, ia menyarankan agar tak terburu-buru dalam merencanakan konsepnya. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO BUMN dan UMKM Dalam Cerita dan Angka, Siapa Pahlawan Sesungguhnya? Di tulis : Adian Napitupulu. Mana yang lebih banyak, utang BUMN atau utang luar negeri Malaysia? Jangan kaget ya, total utang BUMN sekitar Rp5.600 triliun sementara total utang luar negeri Malaysia ada di kisaran Rp3.500 triliun.

Prok.... prok ....  ayo tepuk tangan karena BUMN ternyata juara, unggul Rp 2.100 triliun mengalahkan Malaysia. Mungkin ada yang coba ngeles dengan membedakan asal utang, tapi utang mau dari tetangga, dari mertua atau dari Bank, utang ya tetap saja utang. Kenapa utang BUMN sedemikian besar?

Ada yang bilang karena korupsi, ada yang katakan karena tidak efisien, tidak produktif dan lain lain. Tanggal 5 Desember 2019, di media, Erick Thohir sempat "mengeluh" bahwa BUMN banyak diisi pensiunan. Konon di media, menurut Erick itu tidak sesuai dengan visi misi Presiden.

baca juga:

Erick juga jelaskan bahwa 58% penduduk Indonesia diisi angkatan muda (menurut PP 45/2015 usia pensiun itu 56 tahun) Mungkin saja ini menjadi sebab tidak produktif nya BUMN. Lalu apa yang kemudian di lakukan Erick terkait para pensiunan di BUMN? Apakah ia akan mengganti para pensiunan itu dengan generasi yang lebih muda?

Eng ing eeeeng... 19 hari berikutnya, tepatnya 24 Desember 2019 Erick Thohir mengangkat Zulkifli Zaini yang berusia 64 tahun menjadi Dirut PLN. Berikutnya 17 Febuari 2020 Erick Thohir mengangkat Abdul Ghani di usia 61 tahun menjadi Dirut PTPN 3. Selanjutnya 29 Mei 2020 Erick Thohir mengangkat Krisna Wijaya yang berusia 65 tahun menjadi Komut Danareksa. Jreeeng.....  BUMN kembali di isi para Pensiunan dan yang muda kembali tersingkirkan. 

Memang lidah tak bertulang. Beberapa waktu lalu Pemerintah sudah setuju memberi dana talangan lagi ke BUMN sebesar Rp152 triliun. Lucunya beberapa BUMN yang dapat dana talangan itu adalah BUMN yang sudah go publik, salah satunya Garuda Indonesia sebesar Rp8,5 triliun. Di Garuda Pemerintah punya saham sebesar 60% sisanya dimiliki pihak swasta salah satunya 25,6% di miliki Chairul Tanjung. Di sini ada yang aneh dan membingungkan.

Logika perusahaan Go Publik ketika butuh dana segar setidaknya ada dua pilihan, pertama, mencari pinjaman. Kedua, menambah / menerbitkan saham baru. Nah lucunya status Rp 8,5 triliun yang di dapat Garuda ini tidak jelas diberikan sebagai apa. Apakah sebagai pinjaman atau penambahan modal (saham) negara. Dalam PP 23 tahun 2020, tidak dikenal istilah Pinjaman negara. Yang ada hanyalah PMN, Penempatan Dana (tidak bisa diluar Perbankan), Investasi atau Penjaminan Ketika negara memberikan uang pada Garuda dari anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) maka tidak ada pilihan pemberian tersebut harus dalam bentuk PMN atau Investasi, tidak bisa yang lain, kecuali pemerintah nekad menabrak PP yang di buatnya sendiri, dan itu adalah Pelanggaran Hukum yang tentunya sedang di tunggu para penggemar Impeachment. Menteri itu untuk memecahkan masalah bukan membuat masalah.

Kalau pemberian uang itu masuk pada kategori PMN atau Investasi maka konsekuensi hukum yang timbul adalah persentase saham pemilik saham yang lain bisa tergerus atau Delusi. Sebagai contoh, jika Pemerintah memberi PMN Rp8,5 triliun maka bisa jadi 25,6% saham milik Chairul Tanjung berkurang tinggal 8%, 5% atau mungkin dibawah itu. Boleh jadi karena manisnya rayuan atau wabah corona pemerintah agak kurang fokus dan kurang jeli menegaskan status dana talangan itu. Yang penting bagi pemerintah adalah mencegah Garuda bangkrut agar tidak terjadi PHK besar besaran. Mencegah PHK besar besaran di Garuda Maka Erick Thohir tanggal 3 April 2020 memanggil Dirut Garuda.

Saat itu Erick Thohir minta agar Garuda tidak melakukan PHK. Pada bulan yang sama, Presiden Jokowi juga meminta Pengusaha (termasuk BUMN) tidak lakukan PHK. Kira-kira 27 hari kemudian yaitu tanggal 30 April, Dirut Garuda mengajukan syarat, PHK bisa dicegah asalkan ada relaksasi Financial. Mungkin berniat menjawab keinginan Garuda maka 18 hari kemudian, tepatnya tanggal 19 Mei 2020 Menteri Keuangan menjanjikan dana talangan untuk Garuda sebesar Rp 8,5 triliun jauh lebih menguntungkan dibanding relaksasi financial.

Gedubrakkk.... setelah diminta jangan ada PHK oleh Presiden Jokowi dan Erick Thohir, lalu dana talangan Rp8,5 triliun direncanakan oleh Sri Mulyani, kenapa yang terjadi justru PHK dan Pe-rumahan serta penderitaan massal di Garuda. Tanggal 17 Mei 2020 sekitar 400 Pramugari di rumahkan, 1 juni 2020 sekitar 181 Pilot di PHK dan 2 Juni 800 karyawan Garuda dirumahkan. Bahkan berdasarkan surat JKTDZ/SE/70010/2020 sejak April hingga hari ini Garuda bahkan menunda dan memotong besaran 10% hingga 50 % dari gaji sekitaran 25.000  karyawannya.

Lho.... lho..... Lalu rencana dana talangan Rp 8,5 triliun itu sesungguhnya untuk menyelamatkan siapa? Menyelamatkan Garuda, menyelamatkan Karyawan atau jangan jangan menyelamatkan 40an % saham yang dimiliki swasta.

Yang lebih membingungkan, dari rangkaian derita karyawan Garuda ini, terjadi karena Menteri tidak menjalankan permintaan Presiden? atau Dirut tidak menjalankan permintaan Menterinya? Sulit menjawab ini, tapi terlepas siapa yang membangkang pada siapa, yang pasti sudah banyak karyawan Garuda yang di PHK, dirumahkan dan menderita karena gaji di potong dan di tunda.

Apakah PHK hanya dilakukan Garuda? Tidak !! Selain 181 Pilot Garuda, PHK terhadap 359 pekerja juga terjadi di PT Aerofood (anak Perusahaan Garuda), 490 pekerja di PT INKA dan aroma PHK massal juga tercium akan segera susul menyusul terjadi di berbagai BUMN lainnya. Mandiri misalnya sudah lempar wacana hanya mempertahankan 20% kantor cabang dan menutup sekitar 2000 kantor cabang.

Andai tiap kantor cabang ada 5 karyawan saja berarti yang terancam PHK bisa jadi sampai 10.000 orang. Pengurangan BUMN dari 141 menjadi 107 lalu menjadi 80 an BUMN, Penutupan anak dan cucu BUMN yang sebentar lagi di lakukan juga semuanya sangat potensial berbuah PHK.

Presiden Jokowi menegaskan berkali kali untuk berusaha agar tidak terjadi PHK karena sebab apapun tapi BUMN justru berancang-ancang perampingan dengan konsekuensi PHK massal di masa Pandemi. Kembali pada rencana Dana Talangan Rp152 triliun. Dana itu digunakan untuk apa sesungguhnya? Kalau untuk tetap membuat BUMN bertahan hidup kenapa ketika sudah ada rencana dana lalu terjadi PHK sekian banyak? Kalau ada dana talangan harusnya yang sekarat bisa dibuat kembali sehat, yang sudah sempoyongan bisa kembali berdiri tegak. Ini yg terjadi justru sebaliknya, dana talangan cair tapi sekian banyak anak cucu justru ditutup.

Membingungkan dan sulit mencari jawabannya, atau jangan jangan apa yang disampaikan oleh salah satu anggota DPR komisi XI, Kamrrusamad, mungkin saja benar yaitu untuk memuluskan pencapresan 2024. Kalau dibilang untuk pencapresan nanti bisa debatable, tapi serangkaian video dari pembagian sembako sampai deklarasi di hotel tentunya agak sulit untuk di bantah. Apalagi konon rumornya, ada yang membuat deklarasi untuk mendukung seorang menteri jadi capres 2024 lalu tidak lama kemudian diangkat jadi komisaris salah satu BUMN.

Hmmm teori baru nih, Cara cepat jadi komisaris. Sebelum masuk pada sedikit cerita dan angka terkait UMKM maka ada baiknya juga situasi covid menjadi momentum yang bagus untuk Presiden melihat lebih jernih kinerja para menterinya dan bisa menggunakan hak konstitusionalnya untuk melakukan evaluasi kabinet. Setelah cerita dan angka tentang BUMN, Sekarang mari kita bandingkan dengan UMKM.

Tahun 1998 ketika terjadi krisis ekonomi banyak perusahaan besar yang tutup, bank bangkrut, pabrik gulung tikar. PHK merebak di mana-mana. Ketika situasi semakin buruk dan mencekam, para pengusaha besar itu berlomba cari aman dengan pergi keluar negeri. Siapa pelaku ekonomi yang tersisa dan bertahan di Indonesia saat itu? Jawabannya adalah UMKM, mulai dari pedagang kaki lima, warteg, warung kelontong, penjual sayur keliling, pedagang bubur ayam dan sektor usaha mikro dan kecil lainnya. Ya... mereka yang tersisa, yang setia menjaga agar roda ekonomi negara tetap berputar. 

Ketika situasi kembali membaik, banyak pengusaha besar itu pulang lagi ke Indonesia dan berdiri di depan seolah pahlawan, kembali berkoar, atur sana atur sini. Situasi ekonomi serupa sedang terjadi hari ini, pabrik, kantor, bank, mall, bioskop, tempat hiburan semua tutup. Ekonomi melemah, PHK menurut kadin sudah tembus 6 juta orang, defisit mencapai Rp1.039 triliun. Serupa tapi tak sama dengan tahun 1998 karena krisis terjadi dari sebab yang berbeda. Untuk kesekian kalinya UMKM kembali membuktikan keperkasaan, ketangguhan dan kepahlawanannya.

Sudah hampir 4 bulan situasi Darurat Corona di berlakukan, BUMN menjerit, Pengusaha besar menjerit, tapi UMKM walau terseok terus berjalan tanpa lobi lobi, UMKM membuat roda ekonomi terus berputar di bawah, transaksi jual beli tetap terjadi, perputaran uang terus tidak berhenti di tangan para pelaku UMKM. Saat truk peti kemas hilang dari jalan, di gang gang dengan sepeda atau motor pelaku UMKM tetap mengirim tahu, tempe, kue rumahan, jamu, sayur, telur, dan bahan kebutuhan pokok tetap beredar dari tangan ke tangan, dari warung di rumah kontrakan, dari kampung ke kampung.

Tangguh luar biasa! Percaya atau tidak, mau tertawa meremehkan atau tidak, terserah, tapi data menunjukan bahwa usaha Mikro di Indonesia mempekerjakan tidak kurang dari 107 juta orang, usaha kecil 5,7 juta orang dan usaha menengah 3,7 juta orang. Mereka para pelaku UMKM berkeringat, bekerja tanpa ribut ribut, tanpa tim sosmed untuk populerkan citra diri. Mereka bekerja dalam kesunyian dan keheningan tanpa puja puji tapi nyata menyelamatkan negara ini. 

Bagaimana dengan para pengusaha besar itu? Para pengusaha besar bisa jadi termasuk BUMN yang kerap melobby kemudahan, fasilitas, pengurangan pajak, pinjaman berskala besar dengan bunga rendah, dana talangan dan kemudahan kemudahan lainnya itu ternyata dalam data hanya mempekerjakan 3,58 juta pekerja atau sekitar 3% dari total pekerja se Indonesia. Sangat sedikit tidak berbanding seimbang dengan semua tuntutan dan permintaan ini itu mereka.

Huffff.... andaikata Program Padat Karya yang dicanangkan Presiden Jokowi di implementasikan dengan membagikan Rp152 triliun itu untuk modal kerja masing masing Usaha Mikro melalui KUR Mikro dan kecil sebesar Rp25 juta saja,  maka setidaknya akan ada 6 juta usaha Mikro dan Kecil yang bergeliat dan lepas dari sesak nafasnya. Andai tiap usaha mikro dan kecil itu mempekerjakan 3 orang saja maka paling tidak ada 18 juta lapangan kerja untuk 18 juta orang.

Itu kalau Rp152 triliun, nah kebayang enggak kalau 50%, dari dana PEN yaitu Rp320 triliun jadi KUR Mikro yang di salurkan langsung, sekali lagi langsung ke UMKM tanpa mampir kanan kiri, maka *paling tidak ada 12.800.000 UMKM akan bangkit lalu akan ada setidaknya 38.400.000 lapangan kerja kembali terbuka, 38.400.000 orang kembali mendapatkan pekerjaan.

Sebagai catatan tambahan, Menurut Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, hingga saat ini Kredit Macet / Bermasalah atau NPL (Non Performing Loan) dari Kredit Ultra Mikro ternyata hanya 0%. Mungkin ada yang bisa carikan data pembanding berapa besaran NPL dari pengusaha pengusaha besar? 

Sebagai penutup, Mungkin ada yang bertanya, "apa maksud tulisan ini?" Apakah Adian sudah tidak dukung Jokowi? Hmmmm saya ini cuma skrup kecil dari mesin kampanye besar. Saya sudah ikut hore hore mendukung Jokowi sejak Jokowi menuju Ibukota untuk menjadi Gubernur, lalu Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, dan sampai sekarang saya tetap mendukung Jokowi dan belum terfikir untuk meninggalkannya apalagi dalam situasi sulit saat ini.

Lalu kenapa saya menulis ini? Ya karena saya mau mengambil peran menjaga Jokowi dengan cara yang berbeda, bukan dengan memujinya setinggi langit tapi mengingatkannya terus menerus dengan beragam cara, walaupun mungkin cara saya membuat banyak orang di sekeliling Jokowi merasa gerah dan mungkin memusuhi saya dengan berbagai cara termasuk mungkin menggunakan Buzzer.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Erick Thohir Sebut 35 BUMN Masuk Restrukturisasi Bisnis PPA, Ini Daftarnya!

Image

Ekonomi

BRI Targetkan Transaksi Sentuh USD50 Juta dari UMKM

Image

Ekonomi

Langkah Ini Harus Dilakukan UMKM, Jika Ingin Dilirik Pasar Global

Image

Ekonomi

UU Cipta Kerja Buka Peluang Perguruan Tinggi Kolaborasi dengan BUMN

Image

Ekonomi

Erick Thohir Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPR Soal Restrukturisasi Jiwasraya

Image

Ekonomi

Terima BLT Pekerja? Kuy, Putar Uangnya Secara Bijak untuk Hal Ini!

Image

Ekonomi

Minta Masyarakat Waspada Covid-19, Erick: Nyawa Manusia Lebih Tinggi dari Apapun!

Image

Ekonomi

Erick Thohir Tunjuk Indomora Harahap Jadi Dirkeu Baru HIN

Image

Ekonomi

BRI Dinobatkan Sebagai The Most Resilient BUMN, The Best CEO, dan The Best CFO

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Harga Bawang dan Cabai di Ambon Mulai Alami Kenaikan

Harga Bawang naik di tiingkat agen, sehingga penjual menaikkan harga kepad pembeli

Image
Ekonomi
DPR RI

DPR Minta OJK Segera Terbitkan Izin Produk Restrukturisasi Polis Nasabah Jiwasraya

DPR minta OJK percepat restrukturisasi polis Jiwasraya seiring disetujuinya skema penyelamatan ke IFG Life.

Image
Ekonomi

Haus! Serap Pendanaan Rp30 Miliar dari Dana Ventura Sembrani Nusantara

Investasi senilai Rp 30 Miliar yang dilakukan oleh Dana Ventura Sembrani Nusantara merupakan debut BRI Ventures di luar sektor fintech

Image
Ekonomi

Pertamina Kebut Proyek RDMP Balikpapan, Target Phase 1 Ditargetkan Rampung 2023

Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional saat ini terus mengerjakan proyek RDMP Balikpapan Phase 1 yang ditargetkan rampung 2023.

Image
Ekonomi

Pede Ekonomi RI Membaik di 2021, Luhut Rayu Investor Hulu Migas

Menko Luhut yakinkan investor sektor hulu migas bahwa ekonomi Indonesia akan mulai tumbuh positif pada 2021

Image
Ekonomi

Ini Realisasi Penurunan Harga Gas Industri di Sejumlah Wilayah RI

Pemerintah bertekad untuk terus berupaya agar pelaksanaan harga gas bumi tertentu ini dapat terealisasi 100 persen.

Image
Ekonomi

44 Peraturan Pelaksana Rampung, UU Cipta Kerja Siap Diterapkan Februari 2021

Omnibus Law sudah dalam tahap finalisasi untuk penerapannya pada Februari tahun 2021.

Image
Ekonomi

Dirut BTN Raih Penghargaan Bankers of The Year 2020

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih penghargaan Bankers of The Year 2020.

Image
Ekonomi

Mentan Syahrul Sabet Apresiasi Sebagai Penjaga Pangan dan Pelecut Ekspor

Mentan mendapat apresiasi besar sebagai Menteri yang mampu mendorong ketahanan serta ekspor pangan selama pandemi

Image
Ekonomi

5 Kacamata Mewah Termahal di Dunia, Tembus Rp 5 Miliar!

Bagi sebagian orang, kacamata adalah salah satu keharusan bahkan merupakan salah satu bentuk fashion.

terpopuler

  1. PA 212 Ancam Kerahkan Massa Saat Rizieq Diperiksa, Denny Siregar: Ini Sudah Provokasi

  2. Deddy Corbuzier Sebut Hubungan Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo Bukan Settingan

  3. Wisuda Online Didampingi Orang Tua ‘Palsu’, Warganet: Emaknya Waxing Dulu!

  4. Media Asing Soroti Aksi Teroris yang Bunuh 1 Keluarga di Sigi, Disebut Bukan Masalah Agama

  5. Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

  6. Jadi Ibu Sambung, 7 Potret Kehangatan Nathalie Holscher dan Anak-anak Sule

  7. Pemerintah Harus Tanggung Biaya Perawatan Rp184 Juta per Orang Pasien Covid-19

  8. Persiapan Personel TNI Jelang Pemeriksaan Rizieq Shihab

  9. Dua Nama Ini Dinilai Jadi Kandidat Kuat Menteri Kelautan dan Perikanan Baru

  10. Perbedaan Swab PCR dan Swab Antigen seperti yang Dilakukan Anies Baswedan

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan