image
Login / Sign Up

Deretan Kebijakan Pemerintah yang Efektif dan Tidak Selama COVID-19 Versi Indef, Apa Saja?

Siti Nurfaizah

Wabah Corona

Image

Tampak suasana arus lalu lintas dikawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2020). DKI Jakarta akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagaimana Keputusan Menteri Kesehatan RI dalam upaya memutus penyebaran COVID-19. PSBB tersebut mulai efektif pada Jumat, 10 April 2020 selama 14 hari kedepan. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Sudah 1,5 bulan sejak pemerintah mengumumkan COVID-19 sebagai bencana nasional yakni tepatnya pada 14 Maret 2020. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai Kebijakan demi menekan penyebaran pandemi COVID-19.

Kebijakan tersebut di antaranya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penutupan perkantoran dan sekolah, pembatasan kegiatan keagamaan hingga larangan mudik.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melalui studi yang dilakukannya mengungkap beberapa Kebijakan atau intervensi pemerintah yang efektif dan tidak efektif mengurangi pergerakan masyarakat selama pandemi COVID-19.

baca juga:

Menurut peneliti Indef Muhammad Yorga Permana, intervensi pemerintah yang efektif mengurangi pergerakan masyarakat salah satunya penetapan COVID-19 sebagai bencana nasional pada 14 Maret 2020.

"Waktu itu 14 Maret clear kebijakannya semua menurun semua masyarakat jadi lebih sering tinggal di rumah dan menghindari pusat-pusat keramaian," ujarnya dalam diskusi daring, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Lebih lanjut, intervensi efektif lainnya yakni larangan mudik yang disampaikan secara resmi pada 21 April 2020 dan mulai diberlakukan mulai 24 April 2020.

"Pelarangan mudik cukup efektif karena jelas. Walaupun nanti kami akan menambahkan catatan menjelang Lebaran, mudik itu tetap saja di akhir-akhir masyarakat tidak mengindahkan larangan mudik ini," lanjutnya.

Sementara, beberapa intervensi pemerintah yang dinilai tidak efektif mengurangi pergerakan masyarakat di antaranya pengumuman kasus pertama COVID-19 pada 2 Maret 2020. Hal ini karena sejak adanya COVID-19 di Cina, Indonesia sesumbar tidak akan terserang.

"Jadi ketika ada kasus pertama diumumkan 2 Maret tidak ada perubahan yang signifikan malah orang sebagian ada yang panik. Yang panik malah lebih sering ke toko untuk belanja membeli sesuatu atau menimbun barang," jelasnya.

Tak hanya itu, penetapan kedaruratan kesehatan kemasyarakatan pada 31 Maret 2020 juga tidak efektif mengurangi pergerakan masyarakat. Pasalnya, masyarakat bingung atau tidak memahami penetapan tersebut.

"Mungkin beberapa orang juga cukup bingung, ini apa sih daerah darurat kesmas ini. Meskipun kemudian ada aturan PSBB yang operasionalisasinya masih membingungkan," tambahnya.

Kemudian, ada Kebijakan pelonggaran transportasi pada 7 Mei 2020 yang justru dinilai kontra dengan upaya pemerintah dalam membatasi pergerakan masyarakat.

"7 Mei itu ada Kebijakan pelonggaran transportasi ini cukup berbahaya ini kontraproduktif terhadap Kebijakan pemerintah untuk membatasi pergerakan masyarakat," ungkapnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Pria Asal Kulon Progo Positif COVID-19, Ada Riwayat Perjalanan ke Semarang

Image

Ekonomi

Enggak Melulu Negatif, Pelajaran Berharga yang Dapat Dipetik dari Pandemi!

Image

News

Ruhut Ingatkan di Era Virus Corona Ini Jangan Sok Pintar

Image

Ekonomi

PPI Gandeng UMKM, Petani dan Nelayan sebagai Mitra Percepatan Ekspor

Image

News

Wabah Corona

Boy Rafli Sebut Gerakan Terorisme Manfaatkan Pandemi COVID-19 Sebagai Celah

Image

News

Wabah Corona

Satu Pasien Positif Corona di Bangkalan Melarikan Diri

Image

News

Wabah Corona

Bertambah Satu, Pasien Positif Corona yang Meninggal di Bengkulu Jadi 13 Orang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Rayakan HUT, BNI Satukan Energi untuk Lawan COVID-19

Image

News

Sandiaga Ajak Pelaku UMKM Berkolaborasi di Tengah Pandemi Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Enggak Melulu Negatif, Pelajaran Berharga yang Dapat Dipetik dari Pandemi!

Ada juga pelajaran berharga yang bisa dipetik, terutama dari kacamata bisnis.

Image
Ekonomi

Antisipasi Krisis Pangan, MenkopUKM Ingin Koperasi Pangan Diperkuat

Perkuatan koperasi pangan sebagai bagian dari instruktur ketahanan pangan nasional.

Image
Ekonomi

PPI Gandeng UMKM, Petani dan Nelayan sebagai Mitra Percepatan Ekspor

PPI menggandeng pelaku UMKM, petani dan nelayan sebagai mitra untuk percepatan ekspor.

Image
Ekonomi

Pengamat Desak Realisasi Simplifikasi Cukai Tembakau Sesuai RPJMN

Abdillah mengharapkan pemerintah bisa kembali merealisasikan kebijakan penyederhanaan atau simplifikasi struktur cukai hasil tembakau.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Alokasikan Rp243,28 Miliar untuk Bedah Rumah di Jabar

Kementerian PUPR PUPR) mengalokasikan anggaran bedah rumah sebesar Rp243,28 miliar untuk 13.902 unit rumah tidak layak huni di Provinsi Jawa

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Rayakan HUT, BNI Satukan Energi untuk Lawan COVID-19

BNI rayakan HUT ke-74 dengan menyatukan semangat dan energi optimia untuk Indonesia lantaran dirayakan saat pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Pengamat: Ekspor Perikanan Harus Berimbas Pada UMKM

Meningkatnya ekspor perikanan harus dapat berimbas atau memberikan manfaat optimal bagi pelaku UMKM perikanan nasional.

Image
Ekonomi

Menteri Edhy Sebut Budidaya Lobster Jadi Prioritas Utama

Edhy Prabowo menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah mengembangkan budi daya lobster dan bukan ekspor.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Optimistis Pemulihan Ekonomi Segera Terealisasi di Kuartal III

Airlangga Hartarto optimis pemulihan akan makin cepat masuk kuartal tiga tahun ini.

Image
Ekonomi

Terkait Antivirus Eucalyptus, Kementan Hanya Melakukan Penelitian

Kementerian Pertanian (Kementan) hanya melakukan penelitian serta uji laboratorium saja.

terpopuler

  1. Ladeni Penipuan Lewat SMS, Warganet: Akhirnya Tahu Nama Bendahara Shopee

  2. Usai Dirobohkan, Masjid Amir Hamzah TIM Dibangun dan Kini Sudah Jadi, HNW: Semoga Berkah

  3. Baim Wong Diserang Nikita Mirzani, Paula Verhoeven Tulis Pesan Menohok

  4. Dapat Jatah Lahan 5 Persen dari Reklamasi Ancol, Ini Wejangan Gerindra untuk Anies

  5. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Zulkaidah pada Juli 2020, Lengkap dengan Keutamaannya

  6. Diduga Adu Mulut dengan Kekasih Saat Live Instagram, Maudy Ayunda: All Is Good

  7. Bank Dunia Naikkan Kelas Indonesia, Ruhut: Pak Jokowi, Selamat Mendapat Penilaian yang Sangat Objektif

  8. Bela Anies, Politisi Gerindra: Reklamasi Ancol Tidak Ada Korelasinya dengan Janji Kampanye

  9. Serbuk hingga Kalung Antivirus, Ini 5 Produk Anti COVID-19 Buatan Kementerian Pertanian RI

  10. Nama-nama Menteri yang Layak Direshuffle Berdasarkan Hasil Survei IPO

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga