Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Sejumlah turis tengah menikmati wahana para layang di pantai Nusa Dua Bali, Rabu (10/10/2018). Kementrian Pariwisita menyiapkan 63 paket wisata untuk menggenjot lama kunjungan delegasi IMF di Indonesia. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio menyatakan butuh sekitar 1 bulan untuk mempersiapkan tatanan baru di suatu lokasi pariwisata bila tempat tersebut akan dibuka lagi pasca pandemi COVID-19.

"Berapa lama persiapan, tergantung ke daerah masing-masing, kalau saya sih hitung-hitung sederhana kurang lebih persiapan pelaksanaan tahapan-tahapan itu kurang lebih satu bulan dari hari dikatakan 'OK daerah ini kita rencanakan untuk dibuka', bukan 1 bulan dari sekarang ya tapi 1 bulan kurang lebih dari saat ditentukan daerah tersebut bisa dibuka," kata Wishnutama di kantornya di Jakarta, Kamis.

Wishnutama menyampaikan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas dengan tema "Tatanan Normal Baru di Sektor Pariwisata yang Produktif dan Aman Covid-19" yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

baca juga:

Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi meminta adanya protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata yang menjawab isu utama perseran isu pariwisata ke isu "health" (kesehatan), "hygine" (kebersihan), "safety" (keselamatan), "security" (keamanan) baik di transportasi, hotel, restorannya hingga area-area wisata.

"Bukan hanya wisata alam yang disiapkan begitu banyak restoran, hotel berbagai macam jenis wisata semua sudah kita persiapkan dan dalam tahap sinkronisasi dan harmonisasi dengan kementerian dan lembaga maupun dengan Gugus Tugas, sekali lagi harus dikoordinasikan dengan Gugus Tugas itu sangat penting," tambah Wishnutama.

Wishnutama mengaku pemerintah juga sudah mempersiapkan sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata seperti bandara, pelabuhan, dewa wisata hingga ekonomi kreatif namun saat ini fokus untuk menggarap wisatawan domestik.

"Pada saat nanti bisa dibuka kembali, saya dan tim Kemenparekraf sudah berkoordinasi dengan Garuda untuk mempersiapkan berbagai macam paket-paket termasuk dengan hotel-hotel wisata dengan harga yang sangat menarik," ungkap Wishnutama.

Namun agar suatu destinasi wisata dapat dibuka dengan aturan normal baru, menurut Wishnutama, harus ada pelaksanaan ketat dari standard operating procedure (SOP) di bandara, hotel maupun lokasi wisata.

"Dan punya konsekuensi yang tinggi kalau perlu izin dicabut bila tidak mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan, tapi memang segala sesuatu harus disiapkan detail, hati-hati, perlu tahapan-tahapan yang diperhatikan sehingga saatnya mulai dibuka secara bertahap akan menciptakan 'confidence' (keyakinan) karena strategi promosi kita adalah bagaimana ada 'confidence'," tambah Wishnutama.

Namun Wishnutama tidak menjelaskan daerah mana yang akan dijadikan "pilot project" sebagai kawasan wisata pertama yang akan dibuka dengan aturan normal baru.

"Yang dibuka kembali adalah yang penanganan COVID-nya baik sesuai laporan Gugus Tugas dan Bali adalah salah satu provinsi yang sangat baik penanganannya sampai saat ini, jadi berpotensilah, tapi sekali lagi ini harus berkoordinasi dengan kepala daerah dan bupati/wali kota masing-masing, jadi koordinasi ini penting, koordinasi pusat, daerah, kabupaten paling penting untuk melaksanakan tahapan-tahapan ini," jelas Wishnutama.

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Total Sudah 72 Ribu Lebih Warga Sulut Jalani Rapid Test COVID-19

Image

News

Kabar Duka, Pasien COVID-19 Meninggal di Magetan Bertambah Jadi 27 orang

Image

News

Capai 176 Orang, Angka Pasien Sembuh COVID-19 di Lebak Meningkat Tajam

Image

News

Duh! 100 Orang Reaktif Usai Rapid Test di Lokasi Wisata di Jabar Selama Libur Panjang

Image

News

Bertambah 28, Pasien COVID-19 yang Sembuh di Bantul Jadi 838 Orang

Image

Ekonomi

DPR RI

Anggota DPR RI Akui UMKM Butuh Pelatihan Manajerial Untuk Jaga Pemulihan Ekonomi

Image

Ekonomi

Rustam Ibrahim Celoteh Alasan Civil Society Kritis Terhadap Pemerintahan Jokowi

Image

Iptek

Lawan Covid-19

Hadirkan Aplikasi Samsung C-Safe, Samsung Beri Panduan Lawan Covid-19

Image

Video

Lawan Covid-19

VIDEO Taiwan Pecahkan Rekor 200 Hari Tanpa Penularan Virus Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Gara-gara Ini Inalum Dinobatkan Jadi BUMN Percontohan Pengutamaan Bahasa Indonesia

Inalum dinobatkan jadi BUMN percontohan pengutamaan Bahasa Indonesia di wilayah kerja operasionalnya

Image
Ekonomi

Menteri Edhy: Menanam Satu Koral Mampu Bangun Ekonomi Pesisir

Edhy Prabowo menyatakan bahwa menanam satu koral atau terumbu karang sama saja dengan menanam 20 pohon bermanfaat meningkatkan ekonomi

Image
Ekonomi
DPR RI

Anggota DPR RI Akui UMKM Butuh Pelatihan Manajerial Untuk Jaga Pemulihan Ekonomi

Wabah pandemi Covid-19 telah berdampak pada keberlangsungan pelaku UMKM

Image
Ekonomi

Rustam Ibrahim Celoteh Alasan Civil Society Kritis Terhadap Pemerintahan Jokowi

Rustam Ibrahim beberkan sejumlah alasan mengapa civil society sangat kritis terhadap pemerintahan Jokowi

Image
Ekonomi

Progres Program Kota Tanpa Kumuh Capai 70 Persen dan Serap 7.000 Tenaga Kerja

Hingga 29 Oktober 2020 progres keuangan KOTAKU mencapai 72,32 persen dan progres fisik sebesar 69,13 persen.

Image
Ekonomi

Menteri Edhy: Tanam 1 Terumbu Karang Sama dengan Tanam 20 Pohon

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan menanam satu koral atau terumbu karang sama saja dengan menanam 20 pohon.

Image
Ekonomi

Pemerintah Sesumbar Pengembangan Koperasi Berjalan Sesuai Roadmap

Kemenkop UKM menegaskan pemberdayaan dan pengembangan koperasi di Indonesia saat ini telah berjalan sesuai dengan roadmap

Image
Ekonomi

Percepat Pembangunan KIT Batang, PP Sinergi Dengan BUMN Lain

PP bersinergi dengan sejumlah BUMN lainnya dalam mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang Fase 1 seluas 450 hektare.

Image
Ekonomi

Pelni Lirik KM Dorolanda Layani Pelayaran Pulau Morotai

Pelni kaji kemungkinan kapal penumpang KM Dorolanda melayani pelayaran menuju Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara

Image
Ekonomi

BI Dorong Inisiatif Wakaf Lintas Negara Islam

BI mendorong inisiatif wakaf lintas negara Islam. Sebab, sebanyak 59 persen negara Islam berpendapatan rendah dan menengah ke bawah.

terpopuler

  1. Tengku Zul: Jika 1,9 Milyar Umat Memboikot Produk Prancis, Maka Berhasil Menjungkirkan Macron!

  2. 5 Tempat Makan Langganan Presiden Jokowi di Solo, Dijamin Bikin Ngiler!

  3. Denny Siregar: Umat Kristen Kutuk Kontroversi Macron Pasti Tumbuh Di Lingkungan Islam

  4. Kisah Malaikat Malik Menahan Matahari dengan Sayapnya Demi Sayyidina Ali

  5. Desak Macron Minta Maaf, Mustofa: Beruntung Negeri Kami Tak Menerapkan Hukum Islam

  6. Ngefans Berat, Baim Wong Pertemukan Paula Verhoeven dengan Mak Beti

  7. Hillary Brigitta Harap Pernyataan Megawati Soal 'Milenial Jangan Dimanja' Jadi Cambuk

  8. Kedutaan Prancis di Arab Saudi Diserang

  9. Ponsel Lipat Motorola Razr 2020 Dibanderol Rp20,6 Juta, Siap Singkirkan Samsung?

  10. Jual Tanah Sesuai Harga, Warga Dukung Pembangunan di Wilayah Pantura Kabupaten Tangerang

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Dr. Akhmad Shunhaji, M.A.

Respon Quranik terhadap Pola Pembelajaran di Masa Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Degradasi Legitimasi Jokowi

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

Sosok AKP Agung, Ikut Tangani Kasus Penistaan Agama Ahok

Image
Ekonomi

Biar Berkah, Pelajari Kiat Jadi Pedagang Cemerlang Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Image
News

5 Potret Terbaru Ganjar Pranowo, Makin Gagah dengan Kumis dan Brewok