breaking news: Roket Besutan SpaceX-NASA Meluncur Pukul 22.00 WIB

image
Login / Sign Up

Miris! Cerita ABK Indonesia di Kapal Cina, Cuma Tidur 3 Jam hingga Makan Umpan Ikan

Siti Nurfaizah

Image

Tangkapan layar dari video MBC yang memperlihatkan kotak orange yang akan dilempar ke laut. | Twitter/kamalbukankemal

AKURAT.CO Masyarakat masih dihebohkan dengan terungkapnya perbudakan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan berbendera Cina.

Banyak pengalaman pahit yang dialami oleh para ABK Indonesia tersebut. Salah satunya menyaksikan beberapa rekan mereka yang meninggal dan jasadnya dilarung ke laut.

Lebih dari itu, ada pula perlakuan tidak menyenangkan yang dialami para ABK selama membanting tulang di kapal asing tersebut.

Lima orang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di Kapal Cina Long Xing 629 bercerita kepada BBC News Indonesia mengenai pengalaman mereka.

baca juga:

Mereka dan sembilan ABK lainnya, yang kini ada di Busan, Korea Selatan, dijadwalkan untuk kembali pulang ke Indonesia, hari ini. Simak kesaksiannya sebagaimana dikutip dari laman BBC News Indonesia.

Waktu Tidur Hanya 3 Jam

Salah satu ABK Indonesia beinisial BR mengaku tidak mampu bekerja di atas kapal ikan berbendera Cina itu, karena jam kerjanya yang di luar batas.

"Bekerja terus, buat makan (hanya dapat waktu) sekitar 10 menit dan 15 menit. Kami bekerja mulai jam 11 siang sampai jam 4 dan 5 pagi," ujarnya dalam wawancara melalui video online, Kamis (7/5/2020). "Setiap hari begitu."

Rekannya, MY, 20 tahun, mengatakan hal serupa. Pria lulusan SMK di Kepulauan Natuna, Riau ini, acap kali "hanya tidur tiga jam". Sisanya membanting tulang mencari ikan.

"Kalau kita ngeburu kerjaan (mencari ikan), kadang kita tidur cuma tiga jam," ungkapnya.

Mereka mengatakan kapten kapal mengharuskan pada ABK Indonesia mencapai "target" ikan dalam jumlah tertentu setiap harinya.

"Mau protes, susah sekali, kita di tengah laut," kata BR.

Sejumlah ABK mengatakan kontrak kerjanya tidak mengatur soal jam kerja. Hal ini diungkapkan RV, 27 tahun asal Ambon, Maluku.

"Tidak tertulis soal jam kerja, jadi baru diatur oleh kapten kapal saat di laut," ujar RV.

Mirisnya, para ABK ini mengaku gaji mereka belum dibayarkan.

Makan umpan ikan dan minum sulingan air laut

Tidak hanya masalah jam kerja yang di luar batas, NA, 20 tahun, anak buah kapal Long Xin 629 asal Makasar, Sulsel, mengaku 'dianaktirikan' soal makan dan minum.

Menurutnya, ABK yang non-Indonesia mendapat jatah makanan yang "lebih bergizi" ketimbang mereka. "Kita dibedain dengan orang dia."

Di dalam kapal penangkap ikan itu, awalnya ada 20 ABK WNI dan sekitar enam orang adalah ABK asal China.

"Air minumnya, kalau dia minum air mineral, kalau kami minum air sulingan dari air laut," ungkap NA. "Kalau makanan, mereka makan yang segar-segar...," kata NA.

KR, 19 tahun, asal Manado, menambahkan, "Mereka makan enak-enak, kalau kami seringkali makan ikan yang biasanya buat umpan itu."

Ingin menguburkan teman mereka dengan layak

Pengalaman pahit satu ini nampaknya sulit hilang dari ingatan para ABK. Ketika menyaksikan rekannya meninggal dan jasadnya dilarung ke laut, mereka telah memohon kepada kapten kapal untuk menyimpan jenazah agar bisa dimakamkan dengan layak.

"Kami sudah ngotot, tapi kami tidak bisa memaksa, wewenang dari dia (kapten kapal) semua," kata NA.

Mereka beralasan, kalau mayat dibawa ke daratan, semua negara akan menolaknya," tambah NA.

Rekan NA, MY menyebut mereka hanya ingin menguburkan teman mereka dengan layak.

"(Akhirnya) Kami mandikan, salati dan baru 'dibuang'," sebut MY. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Sumber: BBC News Indonesia

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Mitra Bukalapak dan GrabKios Gotong Royong Amankan Perekonomian Mikro

Image

News

DPR RI

Komisi IX: Pemerintah Harus Beri Perlindungan Hukum yg Maksimal untuk ABK WNI di Luar Negeri

Image

News

Sebanyak 18,199 ABK Telah Dipulangkan ke Tanah Air

Image

News

Kemlu Sebut 2 ABK Dilarung ke Laut Belum Dapat Hak Asuransi karena Akta Kematian

Image

Ekonomi

Pengamat: Poros Maritim Dunia Harus Dahulukan SDM Kelautan Perikanan

Image

Ekonomi

Miris! Greenpeace Sebut Indonesia Jadi Ladang Perekrutan ABK Berbayar Murah

Image

News

Kecelakaan Kerja, ABK WNI Meninggal Dunia di Pakistan

Image

News

Dua ABK KM Gemilang 717 Ditemukan, Salah Satunya Meninggal

Image

News

Tak Butuh Waktu Lama, Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus TPPO 14 ABK Kapal Long Xing 629

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Angkasa Pura II Rumuskan Protokol Hadapi Era New Normal

AP II rumuskan protokol guna mengantisipasi "new normal" di tengah pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Patra Jasa Sulap Lapangan Bola Jadi RS COVID-19

Patra Jasa seleadasaikan pembangunan RSPP Extension COVID-19 secara tepat waktu yakni selama satu bulan di lahan seluas 10.200 meter persegi

Image
Ekonomi

Anak Buah Luhut Minta PT Garam Tingkatkan Produktivitas

Kemenko Maritim minta PT Garam untuk bisa meningkatkan produktivitas baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi garam.

Image
Ekonomi

Progres PSN Rusun Pasar Jumat Capai 88,12 Persen

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Soal Keluhan Refund Tiket Bentuk Voucher, Begini Penjelasan Lion Air

Banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang.

Image
Ekonomi

Sandiaga Uno Rekomendasikan Kegiatan Ekonomi Dibuka dalam 4 Zona Saat New Normal

Sandiaga Uno merekomendasikan empat zona pembukaan kegiatan ekonomi saat memasuki era new normal yang direncanakan pemerintah bulan depan.

Image
Ekonomi

Pentingnya Keterbukaan Informasi dalam Penerapan Tata Kelola BUMN

BUMN sebagai salah satu instrumen perekonomian negara, harus memiliki tata kelola yang baik untuk memaksimalkan fungsinya.

Image
Ekonomi

Kemenhub Perpanjang Masa Larangan Publik dan Balik Hingga 7 Juni Mendatang

Kemenhub akan memastikan pengawasan pengendalian transportasi di lapangan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

4 Ruas Tol Baru Siap Beroperasi Akhir Juni 2020

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada empat ruas tol baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat.

Image
Ekonomi

Penerapan Anti Korupsi di Tubuh BUMN Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat

Peningkatan tata kelola yang anti korupsi pada tubuh BUMN dibutuhkan guna memaksimalkan peran BUMN bagi pemerintah dan masyarakat.

terpopuler

  1. Ruslan Buton Ditangkap Usai Minta Jokowi Mundur, Fadli Zon: Standar Demokrasi Macam Apa yang Kita Pakai?

  2. Heboh Mobil PCR BNPB Dialihkan, Warganet ke Khofifah: Jangan Diboikot Bu!

  3. Aksi Protes Kematian George Floyd Meluas ke Seluruh Bagian AS, Polisi Pelaku Pembunuhannya Terancam 25 Tahun Penjara

  4. Pengurus Kompleks ini Beri Teguran Nampol untuk Warga Mudik, Warganet: Mantap Banget RT-nya!

  5. Tanggapi Kematian George Floyd, Begini Pernyataan Barack Obama

  6. Pesan Politikus PDIP ke Anies: New Normal Suatu Hal yang  Harus Dicapai, Bukan Dihindari

  7. Busyro Muqoddas: Ancaman Terhadap FH UGM Ujian Buat Jokowi

  8. Kisah Office Boy Kantor PSI Selalu Sisihkan Gaji Buat Belanja Makanan Bagi Orang-orang Miskin

  9. Sidang Cerai Kembali Ditunda, Istri Kedua Limbad Akui Kecewa

  10. Eksponen 98: Sepertinya Pemprov Jatim Dalam Tanda Kutip Mengerjai Pemkot Surabaya, Ada Apa Sih Sebenarnya?

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton