image
Login / Sign Up

Misbakhun Gagas Pembentukan Badan Penyehatan Ekonomi Nasional untuk Pulihkan Perekonomian

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Image

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun saat menjadi pembicara pada diskusi publik bertema 'Prospek Tax Ratio ditengah Ketidakpastian Global' di Gedung PKN Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/03/2019). Diskusi tersebut membahas penerimaan pajak yang menjadi tulang punggung penerimaan negara yang meningkat hingga 82 persen pertahun. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun meminta Bank Indonesia (BI) dan pemerintahan memikirkan skenario untuk menghindarkan Indonesia dari keterpurukan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Politikus Partai Golkar itu melontarkan idenya tentang pembentukan Badan Penyehatan Ekonomi Nasional untuk membantu perekonomian semua warga negara, mulai kalangan jelata hingga pengusaha kelas atas yang terimbas pandemi global tersebut.

Misbakhun menyampaikan hal itu dalam rapat virtual Komisi XI DPR dengan jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (8/4/2020). Dalam rapat itu, mayoritas anggota Komisi XI DPR mengingatkan jajaran BI akan dampak ekonomi pandemi Covid-19 akan sangat besar dan lama.

baca juga:

Masalahnya, kata Misbakhun, saat ini yang terlihat justu belum ada kesepahaman di antara berbagai lembaga negara dalam melihat permasalahan dan cara mengatasinya. Misalnya soal kebijakan quantitative easing atau kelonggaran kuantitatif.

Menurut Misbakhun, jika memang pemerintah mau melakukan semacam quantitative easing seperti yang pernah dilakukan Jepang, Eropa dan AS, sebaiknya kebijakan itu dilaksanakan secara struktural demi mengelola risiko yang ada.

“Konsep quantitative easing yang disepakati oleh pemerintah dan BI itu seperti apa?” katanya.

Misbakhun menuturkan berdasarkan  pendalamannya ke sejumlah pihak, pelaku usaha hanya punya modal untuk bertahan 3 bulan. Di sisi lain, tak satu pun yang bisa memprediksi berapa lama pandemi berlangsung.

Makin lama pandemi terjadi, maka akan semakin parah dampak ekonomi terhadap ekonomi.

"Masalahnya, kalau kita kehilangan momentumnya, dampaknya bisa jadi sudah terlanjur parah," kata Misbakhun. 

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menegaskan, semua pihak sudah sepakat bahwa krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis 1998 dan krisis global 2008. 

Saat krisis 1998, tuturnya, Indonesia masih tertopang oleh usaha mikro, kecil dan nenengah (UMKM) yang masih bisa berproduksi di tengah sektor finansial yang kala itu sekarat.

Sementara saat krisis global 2008, Indonesia justru kebanjiran likuiditas dari negara lain, utamanya Amerika Serikat (AS). Namun, kini suasananya jauh berbeda.

“Pandemi ini yang diserang adalah rantai produksi dan konsumsi. Semua me-lockdown supply and demand-nya, dampaknya ke semua. Bukan hanya usaha besar, UMKM juga terkena karena produksi dan konsumsi diganggu," ujar Misbakhun.

“Karena ini unusual case, maka kita harus berpikir unusual way out. Mohon maaf, kita tak bisa mengerjakannya dengan kebijakan yang normal,” tegasnya.

Misbakhun lalu memberi contoh, ketika sektor riil di bidang pariwisata seperti perhotelan terganggu, sektor perbankan pun pasti terdampak. Jika sebuah hotel tak bisa membayar cicilan utang ke bank, ulasnya, akan ada peringatan I sampai III yang dilakukan.

"Nah ini kan terkait pencadangan, struktur modal, dan sebagainya," kata Misbakhun. 

Contoh lainnya adalah sejumlah BUMN seperti Garuda Indonesia, PT Pelni, dan PT KAI yang akan sangat terdampak oleh kondisi ekonomi yang ada. Ketika tidak adanya pemasukan, perusahaan itu harus tetap membayar berbagai kewajiban rutin.

"Dampaknya hingga ke perbankan, dan hingga ke supllier di bawah. Maka saat ini, negara harus memikirkan semuanya. Semua harus kita tolong. Tidak ada perbedaan antara si miskin, jelata, atau yang kaya. Tinggal siapa yang akan terkena pertama, dan siapa yang menerima pelampung penyelamat dari negara," urainya.

Dia lalu mengingatkan bahwa saat krisis 1998, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kini, dia mengusulkan pembentukan badan khusus untuk menangani, tentu dengan bentuk serta fungsi yang berbeda.

"Saya mengusulkan pemerintah berpikir untuk mempunyai Badan Penyehatan Ekonomi Nasional, atau national economic agency. Untuk apa? Kegiatan BI tidak terganggu, bagaimana negara ini mempunyai asset management unit yang terpisah dari negara untuk mengatasi dampak ini," katanya.

Misbakhun melanjutkan, bisa jadi Indonesia tak punya pengalaman menghadapi krisis besar seperti sekarang. Namun, justru dalam krisis itulah semua pihak diuji.

“Kinilah saatnya kita tunjukkan leadership kita saat kondisi seperti ini. Leadership kita ditentukan pada saat menghadapi situasi tidak normal dan krisis seperti ini," pungkasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Dukung Penundaan Dibukanya Sekolah, DPR: Keselamatan Siswa Prioritas Utama

Image

Olahraga

Wabah Corona

16 Pemain Klub Liga Brasil Positif Terjangkit Virus Corona

Image

News

Info yang Sebut Satu Pasien Positif COVID-19 di Kelurahan Mendawai Hoaks

Image

Ekonomi

Wabah Corona

KKP Dorong Pemda-BUMD Kolaborasi Bangun Industri Perikanan Daerah

Image

Ekonomi

Tinjau Progres Renovasi Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi Targetkan Rampung Juli 2020

Image

News

Wabah Corona

DIY Nihil Penambahan Kasus COVID-19, 2 Pasien Dinyatakan Sembuh

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Era New Normal, Ini Sederet Aturan Khusus Bagi Pengguna KRL

Image

News

Wabah Corona

Polri Siap Gelontorkan 6 Ribu Ton Beras Tahap Dua Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Image

News

Penjelasan Sekda Jakarta Soal Tunjangan untuk TGUPP Tetap Dipotong

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menteri Edhy Ingin Akses Permodalan Perikanan Tak Jadi Isu

KKP telah melakukan refocusing anggaran terutama untuk penguatan UMKM seperti program bakti nelayan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

KKP Dorong Pemda-BUMD Kolaborasi Bangun Industri Perikanan Daerah

Potensi perikanan lestari yang bisa ditangkap di berbagai kawasan perairan nasional diperkirakan mencapai hingga 12,54 juta ton per tahun.

Image
Ekonomi

Tinjau Progres Renovasi Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi Targetkan Rampung Juli 2020

Presiden Jokowi menargetkan seluruh pekerjaan renovasi rampung awal Juli 2020 menyongsong rencana penerapan tatanan kehidupan new normal.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Era New Normal, Ini Sederet Aturan Khusus Bagi Pengguna KRL

Untuk anak bayi di bawah umur lima tahun (Balita) untuk sementara tidak diperbolehkan dahulu menggunakan layanan KRL.

Image
Ekonomi

Rencana Pemerintah Mau Gunakan Dana Haji Demi Stabilkan Rupiah, Rizal Ramli: Sudah Kehabisan Ide, Payah Deh!

Rizal Ramli mengkritisi pemberitaan terkait rencana pemerintah yang akan menggunakan dana haji sebesar US$600 juta untuk memperkuat Rupiah.

Image
Ekonomi

APG: PHK 180 Pilot Garuda Terkesan Mendadak dan Terburu-Buru

Sebanyak 180 pilot senior maupun junior yang terkena PHK tersebut.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Bank Dunia Prediksi Penduduk Miskin RI Bertambah hingga 9,6 Juta Orang

World Bank memproyeksikan penduduk miskin Indonesia akan meningkat 2,1 persen - 3,6 persen atau bertambah 5,6 juta hingga 9,6 juta orang.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Ngeri! Gara-gara COVID-19, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tak Tumbuh Tahun Ini

World Bank memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia akan melambat ke level nol persen atau tidak tumbuh untuk tahun ini.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Bank Dunia Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 0% Pada 2020

Nilai dari paket sosial yang disiapkan oleh pemerintah untuk setiap rumah tangga masih belum memadai.

Image
Ekonomi

Rektor UIC Di-Bully Warganet Twitter Gara-gara Salah Sebut Dirut TVRI Eks Distributor Majalah Playboy

Musni Umar menjadi bahan perbincangan publik setelah melontarkan pertanyaan bahwa Dirut TVRI dahulunya eks distributor majalah Playboy.

terpopuler

  1. Covid-19 di Jatim, Surabaya Terparah, Mpu Jaya Prema: Ayo Bu Risma yang 'Konon' Perkasa, Mana Gebrakannya?

  2. Tembus Rp120 Juta Per Bulan! Ini 6 Negara dengan Gaji Polisi Tertinggi di Dunia

  3. Cerita Driver Ojol selama Pandemi: Soal Ajakan Demo di Istana, Orderan Sepi hingga Kesiapan New Normal

  4. Tiga Syarat Pemakzulan Presiden Menurut Pemikir Islam

  5. Dibunuh oleh Polisi hingga Picu Protes di Seluruh AS, Siapa Sebenarnya Sosok George Floyd?

  6. Yuk Kenali Karakter Keuanganmu Berdasarkan Zodiak!

  7. Siwon Ngetwit dengan Bahasa Indonesia Lagi, Warganet: Mending ke Kelurahan Urus Pindah Domisili

  8. Dituding 'Pansos' dari Kekeyi, Rinni Wulandari Tidak Terima Anak Dibawa-bawa

  9. 8 Menit 46 Detik: Bagaimana George Floyd Tewas di Tangan Polisi AS?

  10. Viral Warganet Sulap Kamar Kos jadi Mini Apartemen, Begini 5 Potret Kerennya

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

5 Pesona Kahiyang Ayu Lakukan Virtual Photoshoot Bersama Diera Bachir

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino