breaking news: Roket Besutan SpaceX-NASA Meluncur Pukul 22.00 WIB

image
Login / Sign Up

Pemerintah Disarankan Terus Awasi Panic Buying Tahap Lanjutan

Wayan Adhi Mahardika

Wabah Corona

Image

Warga mengantre untuk berbelanja di pasar swalayan Tip Top, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (5/4/2020). Pasar swalayan Tip top memberlakukan physical discanting bagi para pelanggan yang ingin berbelanja. Hal ini diterapkan sebagai upaya untuk meminimalisir menyebarnya virus Corona (Covid-19) serta mengikuti anjuran pemerintah tentang pembatasan sosial skala besar (PSBB). | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianti menilai pemerintah perlu mengantisipasi jika fenomena Panic Buying atau belanja berlebihan hingga pada tahap selanjutnya terus terjadi di tengah pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

Menurut Ira, pasca dikonfirmasinya dua pasien pertama yang positif tertular COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo, krisis ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di masyarakat. Salah satu dampak dari kekhawatiran ini adalah fenomena Panic Buying.

"Masyarakat sebagai konsumen melakukan Panic Buying sebagai respons dari adanya kemungkinan lockdown atau karantina wilayah dan ketidakpastian ketersediaan barang di pasar," kata Ira lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin (6/4/2020).

baca juga:

Ira menyebutkan, berdasarkan riset Nielsen, ada beberapa tahap Panic Buying atas pandemi COVID-19. Tahap I dan II merupakan kondisi kepanikan untuk membeli produk kesehatan dan perlindungan diri, seperti suplemen kesehatan, masker, dan hand sanitizer.

Kelangkaan barang-barang tersebut di pasar akibat Panic Buying telah menyebabkan kenaikan harga sampai 10 kali lipat di banyak kota di Indonesia, seperti Depok, Denpasar, Jakarta, Medan, Pontianak, Samarinda, Purwakarta, dan di hampir seluruh kota di Indonesia.

Fase berikutnya, yaitu Tahap III juga dialami Indonesia di mana konsumen menyasar bahan makanan dan produk kesehatan. Indonesia harus siap kalau Tahap IV terjadi.

"Pada tahap ini, ketersediaan barang baik online dan offline menipis. Hal ini harus diantisipasi oleh pemerintah dengan memastikan ketersediaan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat lewat perdagangan nasional maupun internasional," kata Ira.

Menyikapi kemungkinan krisis tersebut, pemerintah idealnya perlu fokus pada kebijakan yang mengutamakan ketersediaan barang di pasar dan mengutamakan kelancaran arus barang serta proses distribusinya.

Ira menambahkan pandemi COVID-19 paling merugikan masyarakat kalangan bawah. Hal ini juga dapat dilihat dari data harga pangan, contohnya beras. Sejak 31 Desember 2019, tidak ada perubahan harga di pasar modern pada Beras Kualitas Bawah II maupun Super I, yang masing-masing masih Rp15.650 per kg dan Rp20.750 per kg (data 06 April 2020).

Namun ada kenaikan harga cukup signifikan di pasar tradisional. Sejak 31 Desember hingga hari ini, beras Kualitas Bawah II naik 6,51 persen, sedangkan Beras Kualitas Super I naik 5,50 persen.

"Hal ini menunjukkan konsumen pasar tradisional, terutama yang mengonsumsi barang inferior, Beras Kualitas Bawah II, lebih rentan terhadap perubahan harga," kata dia. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Iptek

Wabah Corona

Penjualan Turun, Renault Pangkas 15 Ribu Pekerja di Seluruh Dunia

Image

News

Wabah Corona

Bertambah Dua, Pasien Sembuh di Nganjuk Kini Berjumlah 15 Orang

Image

Hiburan

Wabah Corona

Salah Satu Keluarga Maia Estianty Meninggal karena COVID-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kementerian PUPR Dukung Upaya Penyekatan Arus Balik

Image

News

Wabah Corona

FOTO Pedagang Terinveksi COVID-19, Pasar Cileungsi di Tutup

Image

News

Kemendagri Tegaskan Tak Larang PNS Gunakan Ojek Konvensional dan Ojol di Tengah Covid-19

Image

News

DPR RI

Pembukaan Sekolah Saat Pandemi Dinilai Mempertaruhkan Nyawa Siswa

Image

News

Wabah Corona

Selama Dua Bulan Terakhir, 66 Orang di Karawang Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Virus Corona

Image

News

Tukang Parkir Meninggal Mendadak di Kawasan Monas, Pedagang Lenggang Jakarta Dilarang Masuk

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kementerian PUPR Dukung Upaya Penyekatan Arus Balik

Kementerian PUPR mendukung dan membantu aparat kepolisian dan lembaga-lembaga terkait dalam upaya penyekatan arus balik ke Jakarta.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Indef: Penyekatan Arus Balik Bisa Tekan Penyebaran COVID-19

Eko menilai upaya penyekatan arus balik ke Jakarta bisa menghadang pemudik serta perantau menekan penyebaran COVID-19 di Jabodetabek.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Bahana Sebut Semangat Pancasila Bisa Jadi Dasar Kesuksesan New Normal

Bos Bahana sebut semangat Pancasila jadi dasar pelaksaan normal baru di holding BUMN bidang asuransi dan penjaminan.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR: Pembangunan Rusun Pasar Jumat Capai 88 Persen

Kementerian PUPR mengungkapkan progres atau perkembangan konstruksi Rusun Pasar Jumat saat ini telah mencapai 88,12 persen.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Apindo Desak Pemerintah Kaji Ulang Harga BBM, Listrik, dan Gas untuk Industri

Apindo menginginkan pemerintah agar bisa mengkaji ulang harga BBM industri.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Angkasa Pura II Rumuskan Protokol Hadapi Era New Normal

AP II rumuskan protokol guna mengantisipasi "new normal" di tengah pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Patra Jasa Sulap Lapangan Bola Jadi RS COVID-19

Patra Jasa seleadasaikan pembangunan RSPP Extension COVID-19 secara tepat waktu yakni selama satu bulan di lahan seluas 10.200 meter persegi

Image
Ekonomi

Anak Buah Luhut Minta PT Garam Tingkatkan Produktivitas

Kemenko Maritim minta PT Garam untuk bisa meningkatkan produktivitas baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi garam.

Image
Ekonomi

Progres PSN Rusun Pasar Jumat Capai 88,12 Persen

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Soal Keluhan Refund Tiket Bentuk Voucher, Begini Penjelasan Lion Air

Banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang.

terpopuler

  1. MS Kaban: Presiden Jokowi untuk Pertahankan Kekuasaan Gak Perlu Main Tangkap Orang yang Berbeda

  2. Banyak ART Ingin Kembali ke Jakarta, Pengajuan SIKM Ditolak Mentah-mentah Pemprov DKI

  3. 5 Modifikasi Sepatu Atlet American Football yang Kreatif dan Meriah

  4. Tetap Bekerja Meski Berumur 100 Tahun! Ini 5 Fakta Menarik Biliuner Tertua di Dunia, Chang Yun Chung

  5. Aksi Protes Kematian George Floyd Meluas ke Seluruh Bagian AS, Polisi Pelaku Pembunuhannya Terancam 25 Tahun Penjara

  6. Heboh Mobil PCR BNPB Dialihkan, Warganet ke Khofifah: Jangan Diboikot Bu!

  7. Ruslan Buton Ditangkap Usai Minta Jokowi Mundur, Fadli Zon: Standar Demokrasi Macam Apa yang Kita Pakai?

  8. Ini Cara Mengaktifkan Layanan VoLTE Telkomsel

  9. Pengurus Kompleks ini Beri Teguran Nampol untuk Warga Mudik, Warganet: Mantap Banget RT-nya!

  10. Tanggapi Kematian George Floyd, Begini Pernyataan Barack Obama

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton