image
Login / Sign Up

Peneliti: Implementasi PSBB Berkepanjangan Picu Langkanya Komoditas Pangan

Wayan Adhi Mahardika

Wabah Corona

Image

Pedagang sedang menimbang singkong di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pasokan pangan menjadi hal yang paling krusial bila lockdown diberlakukan untuk menekan penyebaran virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pasokan pangan harus menjangkau rumah tangga bukan ke pasar. Kalau kondisi normal pasokan pangan sampai ke pasar induk, maka saat lockdown semua harus sampai ke rumah tangga. Saat isolasi terjadi, pangan sampai di setiap rumah yang diisolasi. Anies juga memastikan pasokan pangan Jakarta dalam kondisi aman hingga dua bulan ke depan. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan, implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berkepanjangan dapat memicu langkanya komoditas Pangan di pasar.

Ia mengatakan, dengan semakin sempitnya ruang gerak sehingga membuat tenaga kerja dan fasilitas sektor pertanian menjadi terhambat berujung pada terganggunya produksi dan distribusi Pangan ke masyarakat.

Untuk itu, Felippa memprediksikan pandemi COVID-19 akan menyebabkan berkurangnya pekerja di sektor pertanian sekitar 1 persen- 4,87 persen dan menurunnya investasi di sektor pertanian sebanyak 2 persen-3,7 persen.

baca juga:

“Berita baiknya, April dan Mei adalah masa panen raya sehingga stok aman hingga sekitar Mei. Berita buruknya, kita tidak tahu pandemi ini akan berlangsung sampai kapan. Semakin lama pandemi ini berlangsung, semakin luas penyebarannya dan juga semakin luasnya implementasi PSBB, maka disrupsi rantai pasok Pangan juga akan semakin besar. Salah satunya karena tenaga kerja berkurang dan fasilitas terganggu,” ucap Felippa saat telekonferensi, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Selanjutnya, efek kekurangan ketersediaan Pangan bisa memicu inflasi harga yang dapat menimbulkan keresahan sosial dan menghambat upaya pengendalian pandemi ini. Inflasi pada produk pertanian terjadi akibat permintaan rumah tangga yang meningkat yang tidak sejalan dengan suplai di pasar.

“Tingginya harga komoditas Pangan ini tentunya paling berdampak pada keluarga kurang mampu, apalagi yang sumber penghasilannya jadi terhenti akibat pandemi COVID-19. Keluarga yang paling rentan bisa menghabiskan hingga 60 persen dari pendapatan mereka hanya untuk Pangan,” ungkap Felippa.

Untuk memastikan ketersediaan komoditas Pangan di pasar dan stabilitas harganya, pemerintah harus mengambil langkah strategis secepatnya untuk memastikan ketersediaan Pangan. Salah satunya dengan mengurangi berbagai hambatan perdagangan dan menjaga perdagangan Pangan untuk tetap terbuka. Pemerintah juga perlu melakukan diversifikasi sumber impor Pangan dari berbagai negara.

Berbagai hambatan perdagangan yang selama ini dihadapi antara lain adalah Surat Pengajuan Impor (SPI), sistem kuota, sistem birokrasi yang tidak sederhana dan memakan waktu lama yang pada akhirnya membuat proses impor menjadi lama. Contohnya, proses impor daging sapi membutuhkan waktu perkiraan sekitar 32 hari kerja menurut peraturan. Kenyataannya, proses ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan, seperti yang terjadi pada komoditas gula dan bawang putih. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Terbangkan Bell 412, Putri Dayak Lulusan Akmil Salurkan Bantuan ke Pedalaman Kalbar

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BEI Klaim New Normal Mampu Angkat Saham yang Turun Selama COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Pasien Positif COVID-19 di Sidoarjo Bertambah Sembilan Orang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menaker Pastikan Tenaga Medis Hingga Relawan COVID-19 Dilindungi Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Image

Olahraga

Wabah Corona

Valencia Mengaku Kaget dengan Pernyataan Gasperini

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Penghentian Sementara Layanan Bus AKAP-AKDP Jabodetabek Diperpanjang

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 1 Juni Ada 48.358

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

232.113 Orang Telah Diperiksa Spesimen: 26.940 Positif dan 205.173 Negatif Corona

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Sebaran 26.940 Kasus Positif COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Karena Lockdown Jumlah Pengangguran di India Capai 122 Juta Orang

Sekitar 122 juta orang India terpaksa terkena PHK dan berhenti bekerja pada bulan lalu.

Image
Ekonomi

Jasa Marga Catat 422 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 35,2 persen dari arah Timur, 33,0 persen.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BEI Klaim New Normal Mampu Angkat Saham yang Turun Selama COVID-19

Saat ini harga saham sudah mulai mengalami kenaikan.

Image
Ekonomi

PT PPI Klarifikasi Isu Soal Keterlibatan Impor Daging Tahun 2016

Prinsip good corporate governance juga penting untuk dijalankan dalam proses bisnis.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menaker Pastikan Tenaga Medis Hingga Relawan COVID-19 Dilindungi Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Pekerja/buruh yang dapat dikategorikan memiliki risiko khusus/spesifik yang dapat mengakibatkan PAK karena COVID-19.

Image
Ekonomi

Mentan Sebut Kelahiran Pancasila Momentum Tingkatkan Gotong Royong Bangun Pertanian

COVID-19 memberi tantangan-tantangan baru, termasuk pada perekonomian dunia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Penghentian Sementara Layanan Bus AKAP-AKDP Jabodetabek Diperpanjang

Penghentian operasi pelayanan tidak berlaku bagi angkutan perkotaan dan lintas wilayah di dalam Jabodetabek.

Image
Ekonomi

TKA China Untuk Bangun Smelter, Said Didu: Sejak 60 Tahun Indonesia Sudah Kelola Nikel!

Kedatangan 500 TKA China ke Indonesia pada akhir Juni atau awal Juli 2020.

Image
Ekonomi
Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Menkeu Ajak Masyarakat Indonesia Gotong Royong Lawan COVID-19

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam menjalani kehidupan sehari-hari akan mampu membawa Indonesia menjadi lebih maju ke depannya.

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Bangun Rumah Khusus Nelayan di Konawe Utara

Rumah khusus nelayan untuk para nelayan dibangun di atas lahan seluas satu hektar milik Pemerintah Desa Laimeo.

terpopuler

  1. Protes George Floyd Makin Meluas, 'Batman' Tiba-tiba Muncul di Tengah Kerusuhan

  2. Tanggapi Pernyataan Refly Harun, Muannas: Mendesak Mundur Modal Hoax dan Hasutan itu Pidana

  3. Seluruh Warga Kota Palu yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

  4. Tahan Ruslan Buton dengan Pasal Karet UU ITE, Arsul Sani Ingatkan Polri Hati-hati

  5. Kekasih Gelandang Madrid Ini Mengaku Lakukan Seks Sekali Sehari, Sangat Kompetitif

  6. Cabut PSBB Beralih ke New Normal, Khofifah Minta Warga Malang Raya Perketat Protokol Kesehatan

  7. Pengamat Nilai Polemik Mobil PCR BNPB karena Ada Persaingan Politik Khofifah dan Risma

  8. 5 Manfaat Meditasi Berjalan ala Buddha, Efektif Mengurangi Kecemasan

  9. PPP Tak Melihat Kemarahan Risma Sebagai Ekspresi Persaingan Politik dengan Khofifah

  10. Putus dari Rizky Febian, Ini 5 Potret Mesra Rini Mentari dan Suaminya yang Berprofesi Pilot

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit