image
Login / Sign Up

Pengamat Ingatkan Pemerintah Agar Kebijakan Jangan Hanya Fokus pada Stimulus Fiskal

Siti Nurfaizah

Wabah Corona

Image

Kendaraan melintas di ruas tol lingkar luar Jakarta-Cikampek di kawasan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2020). Emiten bisnis pengelolaan jalan tol mulai berdampak pada penurunan transaksi hingga 20 persen sejak sepekan diberlakukan social distancing pandemik Corona. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianto menyatakan, kebijakan yang ada jangan hanya fokus kepada Stimulus Fiskal dalam rangka menangani dampak COVID-19 terhadap perekonomian tetapi juga harus dibarengi dengan kebijakan moneter yang tepat.

"Yang lebih penting juga adalah, jangan sampai Stimulus Fiskal ini, tidak dibarengi dengan kebijakan moneter dan kebijakan sektoral yang sesuai sehingga menghambat efektivitas kebijakannya. Penurunan bunga acuan BI dimungkinkan, walau harus dibarengi dengan kebijakan sektoral yang menjamin supply," kata Ira Aprillianto di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Dilansir dari Antara, menurut dia, jika pemerintah hanya berfokus pada Stimulus Fiskal secara permintaan dan tidak menjamin distribusi pasokan yang lancar, sangat dimungkinkan kebijakan ini hanya akan menyebabkan inflasi yang tinggi dan dampaknya malah tidak diserap masyarakat dan pelaku usaha.

baca juga:

Untuk itu, Ira menegaskan agar koordinasi antarkementerian juga mutlak diperlukan, tidak hanya antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan, namun juga kementerian lain untuk memastikan kontraksi perekonomian dapat diminimalkan ke depannya.

Ira mencontohkan, pengurangan pajak impor merupakan kebijakan yang tepat, tapi jika tidak dibarengi dengan peran kementerian terkait yang menjamin kelancaran distribusi produk impor yang dibutuhkan, maka kebijakan tersebut tidak akan berdampak.

Selain itu, ujar dia, pemerintah juga harus mulai mempersiapkan kebijakan pascakrisis dan kebijakan fiskal jangka panjang, untuk meningkatkan market confidence dan ekspektasi positif di perekonomian.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencegah dampak terburuk akibat wabah COVID-19 agar tidak terjadi, baik di sektor kesehatan hingga perekonomian salah satunya melalui Stimulus Fiskal.

"Kami terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi tidak jatuh di bawah 2,3 persen dengan langkah Stimulus Fiskal dan nanti berkaitan dengan fungsi bank sentral, OJK dan LPS," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, lanjut dia, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19 Maret 2020, skenario moderat dari COVID-19 ini yakni untuk pertumbuhan ekonomi RI diproyeksi sebesar 4,2 persen. Sedangkan terkait situasi pandemi global virus Corona ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi RI minimal atau di atas 2,3 persen dengan Stimulus Fiskal yang diberikan pemerintah.

Pemerintah sebelumnya selain melakukan realokasi anggaran, juga menambah anggaran untuk pembiayaan penanganan COVID-19 mulai aspek kesehatan, pemulihan ekonomi hingga jaminan sosial dengan memperlebar defisit fiskal mencapai 5,07 persen dari PDB.

Total anggaran untuk membiayai penanganan COVID-19 ini adalah Rp405,1 triliun. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Olahraga

Tim Nasional Indonesia

COVID-19 Mereda, PSSI Titahkan Shin Tae-Yong Kembali ke Indonesia

Image

News

Wabah Corona

Ketum Persit KCK Berikan Bantuan Paket Sembako ke Pemulung di Bantar Gebang

Image

News

Wabah Corona

Bertambah Satu, Pasien Positif Corona di Banyuwangi Jadi 10 Orang

Image

News

Mulai Terapkan New Normal, Pegawai KPK Kembali Bekerja di Kantor

Image

News

Sandiaga Uno Ingatkan Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kepentingan Rakyat

Image

News

PSBB Transisi DKI Jakarta, KRL Tambah Jumlah Perjalanan dan Jam Operasional

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pembangunan Kilang Tetap Berjalan, Pertamina: Biar Tak Tergantung Impor BBM

Image

News

Wabah Corona

Pasien Sembuh COVID-19 Cenderung Meningkat, Hari ini Ada 551 Orang

Image

Ekonomi

Legislator Ini Soroti Dana Dukungan Sektor Riil di Program PEN

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BI Bantah Dana Haji Digunakan untuk Perkuat Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menampik soal dana haji sebesar US$600 juta yang dikelola BPKH digunakan untuk memperkuat nilai tukar Rupiah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pembangunan Kilang Tetap Berjalan, Pertamina: Biar Tak Tergantung Impor BBM

Pembangunan kilang Pertamina yang dikenal dengan megaproyek RDMP dan GRR merupakan proyek strategis yang memberikan manfaat besar.

Image
Ekonomi

Pembelian SBN oleh BI di Pasar Perdana Semakin Rendah

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pembelian surat berharga negara (SBN) oleh bank sentral ini pada lelang di pasar perdana semakin menurun.

Image
Ekonomi

WNA Bekerja di RI Minimal 6 Bulan Wajib Jadi Peserta Tapera

Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia minimal enam bulan wajib menjadi peserta Tapera.

Image
Ekonomi

Dana FLPP Rp40 Triliun Akan Dialihkan ke BP Tapera

Dana outstanding FLPP sebesar Rp40 triliun akan dipindahkan ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Image
Ekonomi

Bos Garuda: 90 Persen Pemegang Sukuk Setujui Penundaan Bayar Utang

Garuda Indonesia memiliki utang global sukuk sebesar USD500 juta yang jatuh tempo pada Rabu, 3 Juni 2020.

Image
Ekonomi

BI: Pekan Ini, Aliran Modal Asing Masuk Lewat SBN Capai Rp7 Triliun

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran modal asing yang masuk semakin membaik.

Image
Ekonomi

Manfaat Tapera Hanya untuk Kepemilikan Rumah Pertama, Bagaimana yang Sudah Punya?

Penerima manfaat Tapera adalah bagi mereka yang belum memiliki rumah pertama.

Image
Ekonomi

Legislator Ini Soroti Dana Dukungan Sektor Riil di Program PEN

Anggota Komisi XI DPR dari partai Gerindra, Kamrussamad menyoroti soal dana dukungan pemerintah terhadap sektor riil.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja Akibat Pandemi COVID-19

Stimulus perlu diberikan untuk semua sektor usaha, tidak hanya industri manufaktur.

terpopuler

  1. Dari India hingga Mesir, Ini 5 Negara Paling Rasis di Dunia

  2. Diminta Senyum oleh Donald Trump saat Berfoto, Reaksi 'Enggan' Ibu Negara AS jadi Sorotan

  3. Sebut Ada Pihak yang Diam-diam Ingin Kudeta Jokowi, Fadli Zon ke Boni Hargens: Cuci Muka Dulu

  4. 3 Zodiak Ini Diramal Hoki Banget di Bulan Juni, Siapa Saja?

  5. 5 Gaya Welber 'Neymar dari Indonesia' Diwawancara Reporter Cantik Ini Bikin Gereget, PD dan Tak Canggung

  6. Bukan Disebabkan Corona, Pengacara Sebut George Floyd Tewas karena 'Pandemi Rasisme'

  7. Viral, Driver Ojol Kena Suspend Gara-gara Kembalian Kurang Rp200, Warganet: Dikira Tahun 90-an

  8. Kamu si Pemilik 4 Zodiak Ini Wajib Berhati-hati Jaga Keuangan Ya Selama Pandemi

  9. Hendak Bubarkan Demonstran, Viral Polisi AS Malah Dihujani 'Tembakan' oleh Puluhan Warga

  10. Bikin Haru, Kisah Gadis Tuli Dibantu Satpam saat Mengambil Tabungan di Bank

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah