image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Omnibus Law Buat 'Sakit' Masyarakat di Tengah Covid-19?

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Image

Ratusan massa buruh DKI Jakarta dari berbagai aliansi melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). Aksi demo buruh tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan RUU Omnibus Law. Mereka meminta agar Presiden Jokowi dan juga meninta kepada Gubernur DKI Jakarta serta DPRD menolak dan bergerak cepat untuk membatalkan RUU yang dianggap mereka kontroversial. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Di tengah ramainya Wabah Covid-19, masyarakat kembali dikejutkan oleh kebijakan pengesahan Omnibus Law yang hingga kini masih menjadi perdebatan.

Apa itu Omnibus Law? Omnibus Law adalah sebuah Undang-undang dimana yang lebih banyak kaitannya dengan Bidang Kerja Pemerintahan, yakni di sektor Ketenagakerjaan, Revisi Undang-Undang Cipta Kerja. Adapun sebagaimana disebutkan bahwa “omnis” yang berarti banyak, Undang-undang ini sering disebut sebagai UU Sapujagad. 

Semenjak menjadi polemik, pembahasan soal penolakan Omnibus Law pun menghiasi jagad media sosial seperti twitter, instagram. Bahkan di Twitter sempat menjadi trending topik nomor 1.

baca juga:

Bahkan, Lembaga Hukum Jakarta (LBH Jakarta) memberikan opininya terkait Omnibus Law untuk mendesak DPR menghentikan pembahasan dan berfokus untuk menjaga kesehatan warga negara di tengah Wabah Covid-19.

Melihat hal tersebut, kalangan milenial pun turut bersuara menanggapi kondisi ini. Diantaranya Fitrotun Agustina yang merupakan mahasiswa jurusan Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Budi Luhur menyebutkan bahwa desakan itu disampaikan karena dampak Covid-19 akan menghilangkan partisipasi publik dalam proses pembuatan RUU Cipta Kerja di DPR RI.

"Meskipun, masyarakat sejak dahulu belum mampu untuk memberikan masukannya kepada pemerintah soal opininya untuk membahas Undang-undang akan tetapi, masyarakat berhak mengetahui bahwa apa saja yang ingin dilakukan oleh pemerintah soal RUU Cipta Kerja ini. Karena ini demi berlangsungan masyarakat kedepannya nanti," ucapnya kepada Akurat.co, Rabu (1/4/2020).

Menurutnya jika mengacu kepada Undang-undang No.12 tahun 2011 pasal 96 mengenai pembentukan peraturan perundang-undangan, masyarakat berhak memberikan masukan dalam pembentukan undang-undang. 

"Namun kenyataan yang kita lihat saat ini malah Pandemik ini justru membuat sebagian masyarakat menginginkan penolakan pembahasan RUU Omnibus Law dan Menolak adanya UU tersebut. Sebagaimana  disebutkan bila diteruskan hak masyarakat untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait persoalan perancangan ini tidak sesuai himbauan pemerintah dengan adanya “Social Distancing” yang menghimbau agar masyarakat tetapi menjalankan aktivitasnya di rumah dan bekerja di rumah," sebutnya.

Omnibus Law memang dinilai sebagai transformasi ekonomi Indonesia dengan penyederhanaan birokrasi dan pemangkasan regulasi untuk mengejar investasi. Terlebih Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut dianggap sebagai kriminalisasi, represi dan kekerasan dari pemerintah terhadap rakyat serta memberikan kekebalan dan keistimewaan hukum kepada penguasa.

"Dalam revisinya UU Cipta Kerja melanggar banyak sekali pasal, salah satunya pasal 56 RUU Cipta Kerja dimana dijelaskan bila pemerintah memperbolehkan pekerja kontrak untuk bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan, tidak ada batasan waktu sehingga kontrak kerja bisa dilakukan seumur hidup. Dan, akibatnya adanya kebijakan tersebut pekerja kontrak kehilangan pesangon, lalu pesangon hanya diberikan oleh pekerja tetap," tegasnya.

Kendati duakuinya adapula sebagian masyarakat yang menyetujui adanya RUU Cipta kerja ini, karena mereka berpendapat bahwa dianggap untuk memajukan perekonomian d indonesia dan untuk mengurangi angka pengangguran yang terjadi indonesia untuk sekarang ini.

"Melalui Omnibus Law bisa meningkatkan pemerdayaan, perlindungan, kesejahterahaan bag UMKM dan koperasi Nasional. Omnibus Law justru dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah teruntuk para pekerja, dampak positif dan negattif dari lapisan masyarakat seharusnya pula bisa menjadi acuan untuk bagaimana selajutnya Rancangan undang-undang ini tetap di lanjutkan atau tidak di tengah Wabah Virus Covid-19," ujarnya.

Namun sayangnya, lanjutnya, disini pemerintah  terkesan bermain secara diam-diam lantaran seiring adanya Wabah Virus Covid-19 yang merebak ternyata pemerintah nampaknya masih bersikukuh melanjutkan pembahasan RUU ini. Padahal jika melihat situasi yang genting seperti sekarang ini, RUU ini sangat mengancam mengancam tak hanya, pekerja, tetapi petani, buruh hingga lapisan masyarakat lainnya 

"Apalagi di tengah Pandemik masyarakat soal Wabah Virus Covid-19, sebagaimana yang terjadi sebagai kejadian luar biasa di dunia maka sebaiknya pembahasan RUU ini dihentikan terlebih dahulu untuk membuat pemerintah dan masyarakat fokus untuk mengurangi dampak Virus Covid-19. Pemerintah harusnya lebih memberikan perhatian penuh terhadap Wabah Virus Covid-19, demi menghormati masyarakat dan menjaga kesehatan kita seluruh lapisan masyarakat indonesia agar tidak ada lagi perseteruan kembali antara pemerintah dan masyarakat telebih dengan mahasiswa/i," paparnya.

Sebab dampak yang akan terjadi jika pembahasan UU Cipta Lapangan Kerja terus dilanjutkan, bukan bakal tentu justru semakin membuat lapisan masyarakat bertanya-tanya tentang keseriusan pemerintah dalam menghadapi situasi luar biasa ini. 

"Berhenti bukan menutup RUU ini tetapi RUU ini memerlukan perhatian khusus karena menyangkut perekonomian yang terjadi di indonesia. Di saat rakyat mencari perlindungan untuk mengatasi Wabah ini , justru pandangan –pandangan negatif seperti ini lah yang merusak citra pemerintah juga," imbuhnya.

Sehingga,Pemerintah pun seharusnya tidak melanjutkan dahulu pembahasan soal ini, dampak yang terjadi seperti panic buyer, kenaikan dolar AS, jatuhnya rupiah hingga keadaan masyarakat yang masih lemah akan pemberitahuan mengenai social distancing. Mengingat masih banyak masyarakat yang menyepelekan bahaya Virus Covid-19 nampaknya sudah sepatutnya menjadi prioritas pemerintah.

"Masyarakat hanya ingin pemerintah memfokuskan dampak dari Virus Covid-19 dan lebih perhatian lagi kepada pekerja medis untuk hal-hal yang urgent seperti ini, apakah pemerintah tidak malu sudah di tegur oleh Negara tetangga soal kurang sigap sikap pemerintah dalam menangani kasus ini dan sudah mendapatkan teguran dari World Health Organization (WHO) yang merupakan badan yang menangani Kesehatan Dunia," pungkasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jumlah ODP Corona per 28 Mei Ada 48.749 dan PDP 13.250

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

201.311 Orang Telah Diperiksa Spesimen, 176.773 Negatif

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Sebaran 25.538 Kasus COVID-19 dari 34 Provinsi Indonesia

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Kasus Positif COVID-19 di RI Tembus 24.538, Pasien Sembuh Ada 6.240

Image

News

Wabah Corona

Akhiri PSBB, Pemkot Tasikmalaya Putuskan Beralih ke Tatanan New Normal Mulai Lusa

Image

News

Wabah Corona

Syarat Dokumen yang Harus Dibawa saat Naik Pesawat Selama PSBB

Image

News

Wabah Corona

Tujuh Pasien Corona di Batam Sembuh

Image

News

Wabah Corona

Kemendagri Minta Pemda Bantu KPU Persiapkan Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Corona

Image

News

Wabah Corona

Soal New Normal, Driver Ojol: Semoga Semua Fitur Aplikasi Bisa Berjalan, Itu Juga Mempengaruhi Hidup Kita

komentar

Image

1 komentar

Image
Raflypuhi 23

Intinya TOLAK Omnibus Law

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

ILO Sebut Banyak Kaum Muda Menganggur Akibat COVID-19

Di angka 13,6 persen, tingkat pengangguran muda pada 2019 terbilang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

Image
Ekonomi

Bos BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Bakal Menguat

Posisi rupiah yang masih undervalue atau berada di bawah level fundamental itu disebabkan faktor premi risiko yang masih tinggi.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Harus ada pelaksanaan ketat dari standard operating procedure (SOP) di bandara, hotel maupun lokasi wisata.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

BNI Optimis Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19, Gara-gara Hal Ini

Membuat 3 skenario dalam melakukan stress test dari kondisi ringan, sedang hingga berat.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

COVID-19 Buat Harga Produk Perikanan Anjlok 50 Persen

Produksi perikanan pun mau tidak mau mengalami penurunan, khususnya dari periode Maret ke Juni 2020.

Image
Ekonomi

Sempat Mangkrak, Pembebasan Lahan Kilang Minyak dan Petrokimia Tuban Kini Sudah 92 Persen

BKPM: Pembebasan lahan proyek pembangunan kompleks kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur sudah mencapai 92 persen.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menko Airlangga Sebut Implementasi New Normal Bergantung pada Pemda

Airlangga Hartarto mengatakan penerapan New Normal atau normal baru akan bergantung pada masing-masing pemerintah daerah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Modal Asing Masuk ke RI Melalui SBN Rp2,87 T Hingga Awal Mei 2020

Aliran dana asing masih ada yang keluar (capital outflow) dari instrumen saham.

Image
Ekonomi

Produksi Bawang Merah Melonjak, Bupati Bima: Pendapatan Petani Meningkat

Dengan demikian, secara nyata memperngaruhi peningkatan kesejahteraan petani bawang merah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Emil Salim: Kebijakan New Normal Harus Perhitungkan Kapasitas Tenaga Medis di Daerah

Emil Salim mengatakan kebijakan new normal yang digaungkan pemerintah harus memperhitungkan kekuatan tenaga medis yang tersedia di daerah.

terpopuler

  1. Syahrini dan Penyebar Video Porno Akan Dipertemukan Hari Ini

  2. Pamer Wajah Asli, Foto Influencer Ini Beda Jauh dari yang di Medsos

  3. Cak Lontong: Yang Berubah Hanya Para Normal Jadi Para New Normal Karena Tidak Ada yang Normal

  4. Go International, Liga Tarkam di Kebun Kelapa Banten Ini Diunggah Instagram AFC

  5. Via Vallen hingga Anji, 5 Penyanyi Besar yang Pernah Gagal di Ajang Indonesian Idol

  6. Ini Daftar Lengkap Kalender Pendidikan DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021

  7. Bak Istana, 7 Potret Rumah Kareena Kapoor dan Saif Ali Khan yang Mewah Abis

  8. Jatuh Hingga Terperangkap Seharian saat Panjat Tebing, Pria Australia Ini Terancam Jalani Amputasi Kaki

  9. Pemerintah Terkesan Menyepelekan Dampak Sosial, Kini Terjadi Gelombang Capital Outflow

  10. Sindir Mahfud, Ustaz Hilmi: Maaf Deh Pak, Istri Saya Tidak Seperti Corona

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo